Sidang Pleno III; LPJ PP-IPNU 2015-2018 Diterima!

7:08 PM Add Comment
Sidang Pleno III; LPJ PP-IPNU 2015-2018 Diterima!
Cirebon - Kongres XIX IPNU telah menggelar Rapat Pleno III dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pimpinan Pusat IPNU, dan Pandangan Umum Peserta Kongres. Hasilnya, laporan Ketua Pimpinan Pusat IPNU Asep Irfan Mujahid diterima, Senin (24/12).

Asep, Ketua PP IPNU dan selaku mandataris Kongres XIX pada 2018 di Cirebon, memaparkan progres report selama menunaikan amanah sebagai Ketua Umum dalam kurun waktu 3 tahun. Laporan tersebut meliputi capaian yang selama ini dan apa yang belum optimal untuk diteruskan dan ditingkatkan untuk masa khidmat berikutnya.

Selain itu,  Asep juga menyampaikan laporan keuangan PP IPNU Total penerimaan selama periode 2015-2018 sebesar 2,66 M.

Setelah penyampaian Laporan Pertanggungjawaban, berbagai pandangan umum disampaikan oleh 27 Pimpinan Wilayah (PW) IPNU. Dari 27 Pimpinan Wilayah tersebut, hanya satu yang menolak yaitu PW IPNU DIY.

"Setelah LPJ ini, semoga silaturahmi tetap terjalin. Bukan hanya pada saat struktural IPNU, karena 80% dari pengurus pimpinan pusat IPNU akan menjadi alumni" pungkasnya. (AS/AMF)

Semarak Pameran Pendidikan dan Bazar di Kongres IPNU-IPPNU Cirebon

2:28 PM Add Comment
Semarak Pameran Pendidikan dan Bazar di Kongres IPNU-IPPNU Cirebon
Cirebon - Kegiatan Bazar turut menyemarakkan kegembiraan Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVIII 2018 di Ponpes KHAS Kempek Cirebon. Senin (24/12), tim redaksi PILAR mewawancarai secara eksklusif Ketua Divisi Pameran Pendidikan & Bazar Pimpinan Pusat (PP) IPNU-IPPNU, Rekan Aris Sofyan.

Di sela-sela kesibukannya,  ia menyebutkan bahwa ada 47 stand bazar yang berpartisipasi. Diantaranya 30 Stand Pengurus Cabang (PC) dan 3 Stand Pengurus Wilayah (PW) IPNU-IPPNU, 5 Stand santri Ponpes KHAS Kempek, dan 12 stand pedagang luar.

Aris Sofyan PP IPNU
Redaksi Pilar berfoto dengan Rekan Aris Sofyan. (AFA)
Rekan Aris juga menerangkan bahwa pihak yang ingin mendirikan stand diharuskan membayar biaya sewa. Besaran biaya sewa ditentukan oleh fasilitas yang didapatkan dan letak stand dengan kisaran lima ratus ribu hingga satu juta rupiah.

"Kegiatan Bazar ini tidak diperuntukkan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, tetapi sebagai media belajar untuk berwirausaha, sekaligus menjadi tempat silaturrahim rekan-rekanita IPNU-IPPNU se Indonesia" Pungkasnya. (AS/AMF)

Modal Bismillah dan Dua Batang Rokok ke Kongres IPNU di Cirebon

10:58 AM Add Comment
Modal Bismillah dan Dua Batang Rokok ke Kongres IPNU di Cirebon
Cirebon - Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVII Kempek tidak hanya bercerita mengenai peresmian pembukaan yang dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo. Atau bercerita mengenai gagasan-gagasan kedepan bahkan berbicara mengenai bakal caketum.

Di balik kegemilangan kongres, ada kisah menarik dari salah satu perwakilan PC IPNU Kab. Tulang Bawang Lampung. Rekan Kamil  dijumpai saat ngopi bersama tim redaksi pilar, sabtu (22/12) ia menceritakan kisahnya, bagaimana ia dapat sampai ke cirebon untuk menghadiri kongres ini.

Rekan berumur 19 tahun itu adalah kelahiran di Madura Jatim dan berdomisili di Tulang Bawang Lampung, yg sedang menempuh pendidikan semester 1 di STAI Tulang Bawang. Di IPNU sendiri ia menjabat sebagai wakil 1 PC IPNU Tulang Bawang. Ia sempat bercerita bagaimana keadaan PC IPNU disana.

PC IPNU Tulang Bawang atau yang biasa disebut PC IPNU Tuba pernah vakum selama 2 tahun. Saat Kamil menjabat, keadaan PC IPNU masih sangat lemah, dikarenakan keadaan PAC ataupun Komisariat dan Ranting yang kurang terstruktural.

"Kemungkinan saya akan turun ke PAC saja, karena tahun depan InsyaAllah di kecamatan saya akan dibentuk kepengurusan PAC, jadi saya pengen membangun PAC yang baik dulu di kecamatan saya, sehingga nanti dapat berkembang ke kecamatan lain, sehingga menjadi PC Tuba yang baik dan terstuktur" ujarnya.

Di Kongres IPNU-IPPNU Kempek Cirebon ia datang bersama rombongan bus PW IPNU Lampung, yang diisi kurang lebih 150 orang. Ia sangat bersyukur dapat sampai di cirebon dengan selamat. Karena pada saat sebelum keberangkatan, ia dan teman-teman pengurusnya kesulitan dalam hal finansial.

Dengan bermodal keyakinan yg kuat, ia dan teman-temannya berusaha serta bersungguh-sungguh untuk bisa berangkat ke Cirebon. Ia kemudian mencoba menghubungi senior-senior IPNU dan Alumni dengan menyodorkan proposal kongres. Akhirnya ia mendapat respon dari alumni. Ia menceritakan kegelisahannya kepada senior alumni tentang keinginannya untuk ikut serta di kongres IPNU yg ke XIX tersebut.

"Saya bisa ngasih kamu dan teman-temanmu biaya trasport, cuma sebelum itu, kamu datengin para senior alumni yang lain. Saya pengen lihat kesungguhan kamu, sampai mana usaha kamu demi ngikut acara kongres IPNU ini" kata salah satu senior alumni yang pertama kali dikunjunginya.

Dari situlah dengan tegas Kamil menyanggupi tantangan itu. Ia lalu mencoba mengubungi alumni-alumni lain. Ia silaturrahim sekaligus sowan para senior alumni. Senior demi senior sudah ia kunjungi. Kemudian ia bertemu dengan salah satu alumni, dan alhamdulillah, dari beliau ia dapat biaya transport yang cukup untuk mengikuti acara tersebut. Ia langsung mengubungi alumni yang pertama bahwa ia telah mendapatkan biaya transport.

"Oh yaudah, Alhamdulillah, nanti uang yang dari saya bisa digunakan untuk makesta dan pelantikan" tutur beliau via telepon.

Biaya tersebut kemudian langsung diserahkan semuanya kepada Ketua PC-nya. Ia hanya meminta agar biaya perjalanan dan makan sudah dimasukkan dalam anggaran tersebut.

"Saya kesini itu hanya bermodal Bismillah dan dua batang rokok mas, gak bawa uang sepesiar pun, gak nyangka saya bisa nyampek di Cirebon, dan ikut kongres ini. Dan saya yakin, berkhidmat di NU itu pasti berkah, banyak kawan, banyak saudara. Buktinya kita bertemu disini sarasa sudah melebihi dari saudara, seperti keluarga sendiri" pungkasnya sambil menetek rokok. (AS/AMF)

Irjen. Pol. Drs. Suntana, M. Si: IPNU-IPPNU Penangkal Radikalisme Pelajar

10:22 PM Add Comment
Irjen. Pol. Drs. Suntana, M. Si: IPNU-IPPNU Penangkal Radikalisme Pelajar

Cirebon - Perhelatan Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVIII tahun 2018 semakin menyita perhatian publik. Pasalnya dalam hajatan akbar ini, PP IPNU-IPPNU mampu menghadirkan tokoh-tokoh besar dan pejabat publik negara Republik Indonesia.

Setelah kehadiran Bupati Banyumas dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, giliran Wakabaintelkam Polri, Irjen. Pol. Drs. Suntana, M. Si yang ambil bagian untuk memberi arahan dan memompa semangat kader-kader potensial NU di GOR Ponpes KHAS Kempek Cirebon.

Menurut beliau Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat, karena dewasa ini kemunculan gerakan radikalisme dan terorisme semakin meresahkan. Hal itu tentu sangat mengkhawatirkan bagi ketahanan nasional.

Maka sudah menjadi kewajiban bagi IPNU-IPPNU sebagai garda terdepan di kalangan pelajar untuk menangkal gerakan radikalisme dan terorisme sejak dini.

"Jangan sampai Indonesia sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, menjadi seperti Syuriah" Tutur beliau.

Beliau kembali menegaskan bahwa NU selalu tampil terdepan ketika Indonesia berada dalam keadaan darurat. Kalau diibaratkan NU menjadi benteng penjaga NKRI. Sebagai pelajar NU kita harus selalu mengawal keberlangsungan NKRI. (AS/AMF/AFA)

Hadiri Kongres IPNU-IPPNU, Imam Nahrawi Beri Dua Rekomendasi

8:46 PM Add Comment
Rekomendasi Menpora kepada IPNU-IPPNU
Cirebon - Dr. H. Imam Nahrawi, S. Ag, M. Kp saat menghadiri Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVIII di Ponpes KHAS Kempek Cirebon memberikan dua rekomendasi kepada IPNU-IPPNU, Ahad (23/12).

Pertama, IPNU-IPPNU sebaiknya dapat memprakarsai kegiatan malam tahun baru. Lazimnya para pelajar merayakan malam tahun baru dengan kegiatan yang kurang bermanfaat, seperti pesta kembang api. Dialihkan kepada tradisi yang baru, seperti bermuhasabah, taqorrub kepada Allah, atau pun dengan kegiatan positif dan inovatif lainnya.

Kedua, Menteri kebanggaan pelajar NU tersebut merekomendasikan supaya IPNU-IPPNU menyelenggarakan Pekan Olahraga IPNU-IPPNU di tahun mendatang. Karena di perhelatan pesta olahraga Asian Games 2018 yang lalu, belum ada wakil IPNU-IPPNU yang berhasil meraih medali.

Selain itu beliau juga mengapresiasi pelaksanaan Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVII Kempek Cirebon yang dilaksanakan bersama-sama dalam satu tempat.

"Saya sangat senang sekali kongres kali ini dilaksanakan di pesantren, karena kita kembali ke rumah kita, dimana kita diajarkan berbagai ilmu pengetahuan, adab, tata krama, akhlak, bagaimana cara memimpin yang baik dan mengorganisir yang baik" Tuturnya. (AS/AMF)

Menpora Ajak Kader IPNU-IPPNU Berdoa untuk Korban Tsunami

8:42 PM Add Comment
Menpora Ajak Kader IPNU-IPPNU Berdoa untuk Korban Tsunami
Cirebon - Di tengah hiruk pikuk perhelatan Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVIII di Ponpes KHAS Kempek Cirebon, tengah terjadi musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Pandegelang, Banten. Gelombang Tsunami menerjang pesisir Selat Sunda, tepatnya di Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten pada sabtu malam (22/12) pukul 21.27 WIB.

Diberitakan dari Detik.com, menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, data terkini korban tsunami ada 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang. Selanjutnya sebanyak 556 unit rumah, 9 hotel, dan 60 warung kuliner rusak.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dr. H. Imam Nahrawi, S. Ag, M. Kp yang sore ini turut hadir dalam acara kongres IPNU XIX dan IPPNU XVIII di Ponpes KHAS Kempek Cirebon, turut berbela sungkawa atas terjadi musibah ini. Beliau mengajak seluruh kader-kader IPNU-IPPNU yang hadir di kongres untuk mendoakan para korban tsunami semalam.

"Ayo kita do'akan mereka, semoga Allah memberikan tempat termulia bagi mereka, dan yang belum ditemukan semoga dapat ditemukan dengan selamat, sehat wal afiat, keluarganya diberikan ketabahan, dan keikhlasan" ujar beliau.

Beliau juga memberikan nasehat kepada seluruh kader IPNU-IPPNU agar senantiasa berdoa, agar selalu diberi keselamatan. (AS/AMF)

13 jam Ditunda, Sidang Kongres Akhirnya Dimulai

5:27 PM Add Comment
Sidang Komisi A Kongres IPNU XIX Kempek Cirebon
Cirebon - Setelah ditunda hingga 13 jam, Kongres IPNU XIX tahun 2018 akhirnya bisa dimulai. Seluruh peserta kongres diarahkan ke Gedung Olahraga (GOR) Ponpes KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/12).

Sidang pleno pertama berlangsung pada pukul 11.30 WIB yang sedianya dijadwalkan pada sabtu malam pukul 22.00 WIB. Poin utama yang dibahas dalam sidang ini adalah tata tertib yang akan dilaksanakan selama kongres.

"Berdasarkan laporan panitia bagian kesekretariatan, Pimpinan Cabang (PC) yang sudah melakukan registrasi jumlahnya ada 405 dari 418 PC yang aktif. Sementara dari 34 Pimpinan Wilayah (PW) IPNU yang ada di Indonesia, terdapat 29 provinsi yang sudah melakukan registrasi." ujar Mustafa, salah satu peserta sidang tatib.

Atas dasar laporan tersebut, Rekan Mufarrihul Hazin, sebagai presidium sidang tata tertib menetapkan 405 Pimpinan Cabang (PC) dan 29 Pimpinan Wilayah (PW) sebagai peserta penuh kongres IPNU XIX tahun 2018. Ketetapan ini termaktub dalam pasal 3 Tata tertib kongres IPNU XIX tahun 2018 di Ponpes KHAS Kempek Cirebon. (AS/AMF)

Alumni IPNU Sematkan Pesan untuk Kongres 2018

3:17 AM Add Comment
Alumni IPNU Sematkan Pesan untuk Kongres 2018
Cirebon - Setelah kongres IPNU XIX dan IPPNU XVIII resmi dibuka, sabtu (22/12). Kegiatan kongres kembali dilanjutkan dengan berbagai agenda diskusi, salah satunya adalah agenda Temu Alumni IPNU-IPPNU yang mengangkat tema "Learn For Yesterday, Life for Today, Hope for Tomorrow".

Kegiatan ini berlangsung pada pukul 20.00 WIB di Hall utama Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVII di Ponpes KHAS Kempek, Cirebon Jawa Barat. Menghadirkan tiga tokoh alumni yang turut berperan penting dalam nguri-uri organisasi IPNU-IPPNU pada masanya menjadi narasumber.

Ketiga tokoh tersebut adalah Dr. H. Ahmad Umar, MA, Direktur Kurikulum Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK), Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, MA, Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, dan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU, Idzy Muzayyad, M. Si, yang sekarang menjadi Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Masing-masing tokoh diberikan kesempatan 20 menit untuk berbagi cerita dan memberikan motivasi. Dr. H. Ahmad Umar, MA menuturkan bahwa kesuksesan masa depan bukan ditentukan oleh apa yang ada pada saat ini, tetapi ditentukan oleh kesungguhan dalam menggali potensi diri untuk menyongsong masa depan.

Beliau menambahkan sekarang ini terjadi gejala kurang baik yang melanda putra putri Indonesia yaitu rendahnya daya baca. Meskipun minat baca sangat tinggi namun daya bacanya rendah. Karena dengan membaca itulah kita bisa melihat jendela dunia. 

"Kalau pelajar NU sudah tidak rajin membaca, (lalu) yang dibuka hanya Android, Google, (itu) sangat disayangkan bagi IPNU-IPPNU sebagai generasi penerus ulama NU, karena ulama NU terdahulu tidak hanya membaca, tapi juga bisa menulis" Pungkasnya.

Selanjutnya, Dr. H. Asrorun Ni'am Sholeh, MA juga menambahkan bahwasanya IPNU-IPPNU adalah kelompok kepentingan atau interest group. Kepentingannya yaitu mengadvokasi kepentingan subjektif pelajar Indonesia pada umumnya dan pelajar NU secara khusus.

"Di Kabupaten, Kota ada anggaran pendidikan, pastikan anggaran pendidikan itu dimanfaatkan secara optimal untuk kader-kader IPNU-IPPNU. Kalau ada kebijakan yang tidak sensitif terhadap kepentingan kita, sampaikan secara bijak, datang ke DPRD, lakukan penelaahan, kalau perlu bikin draft Perda untuk kepentingan yang bisa secara subjektif memberikan keuntungan kepada komunitas pelajar NU secara khusus, dan pelajar Indonesia secara umum". Tambahnya. 

Kemudian menyambung dua narasumber sebelumnya, Idzy Muzayyad, M. Si menegaskan bahwa fungsi IPNU-IPPNU sebagai organisasi kader adalah recruitment, pemberdayaan, dan pendistribusian kader.

"Dimanapun antar kader IPNU-IPPNU harus saling support, saling dukung dengan potensi yang ada dimanapun. Karena dengan begitu, maka lingkaran kaderisasi IPNU-IPPNU akan berjalan secara otomatis, yaitu recruitment, pemberdayaan, dan pendistribusian kader".

Beliau juga mengajak kepada seluruh kader IPNU-IPPNU untuk mengingat dan meneladani kebaikan dan kehebatan tokoh-tokoh terdahulu. (AS/AMF)

KH. Musthafa Aqiel Siradj: Apapun Produk Kiai NU Pasti Laris

12:13 AM Add Comment
KH. Musthafa Aqiel Siradj: Apapun Produk Kiai NU Pasti Laris
Cirebon - Mauidhoh Hasanah merupakan puncak dari acara Pembukaan Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVII di Pesantren Kempek Cirebon, Sabtu (22/12). KH. Musthofa Aqil Siradj, masyayikh pondok KHAS Kempek Cirebon dimintai panitia untuk menyampaikan mauidhoh khasanah beserta membuka rangkaian kongres. 

Di dalam mauidhoh hasanahnya beliau mengungkapkan banyak hal, salah satunya yaitu tentang peranan pesantren hari ini.  Pesantren merupakan salah satu produk kiai yang relevan hingga saat ini. 

Dulu pesantren menjadi lembaga pendidikan yang dimarjinalkan, tidak diakui, bahkan dianggap sebagai lembaga pendidikan liar. Namun sekarang justru menjadi alternatif pendidikan bahkan satu-satunya pendidikan alternatif yang sukses.

"Sekarang pesantren di Indonesia berjumlah 22.800 Pesantren". Ujar beliau. 

Jumlah tersebut merupakan representasi bahwasanya pesantren benar-benar lembaga pendidikan yang serius dalam menggarap dunia pendidikan. Belum dihitung berapa jumlah santri yang sedang mengenyam pendidikan di pesantren. 

Selain pesantren, produk kiai NU yang populer di kalangan masyarakat umum yaitu
Halal bihalal dan istighosah. Halal bihalal dimulai sejak 1957 yang digagas oleh KH. Wahab Hasbullah yang mana hingga hari ini masih dilaksanakan oleh berbagai kalangan, bahkan sampai di istana negara. Begitu juga istighosah walaupun baru 36 tahun, namun sekarang sudah ramai diadakan dimana-mana. 

Produk-produk yang dilahirkan oleh kiai NU sangat berpengaruh di masyarakat, bahkan dapat menjadi ladang rizki untuk orang NU sendiri maupun orang selain NU, seperti jasa haji dan umroh yang anggotanya rata-rata NU. Bus pariwisata yang tak pernah sepi karena adanya ziarah ke makam wali, yang merupakan tradisi orang NU yaitu ziarah kubur. 

Sebelum menutup mauidhoh, beliau berpesan kepada seluruh peserta kongres IPNU-IPPNU agar tidak melupakan pesantren, dan kiai-kiai NU. Karena disanalah lahir kader penerus bangsa yang berwawasan Ahlussunah wal jamaah yang mampu diandalkan di masyarakat. (AMF/AS)

Kongres Resmi Dibuka, Tantangan Berat di Depan Mata!

5:50 PM Add Comment
Kongres IPNU-IPPNU 2018 Resmi Dibuka, Tantangan Berat di Depan Mata!

Cirebon - Pembukaan kongres IPNU XIX dan IPPNU XVIII dilaksanakan di halaman utama Pondok Pesantren KHAS Kempek, Sabtu (22/12). Ribuan kader IPNU-IPPNU se-Indonesia dengan khidmah mengikuti jalannya acara. 

Acara pembukaan dimulai pukul 14.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Mars IPNU-IPPNU oleh Paduan Suara PW IPPNU Jawa Barat. Kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Al Qur'an dan Sholawat Nabi oleh rekanita Mifdah Kholidah dari PC IPPNU Sumenep.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) IPNU periode 2015-2018, Asep Irfan Mujahid dalam sambutannya mengajak seluruh peserta kongres agar nantinya saat sidang para peserta dapat mencurahkan seluruh gagasan, pikiran, dan energi untuk memperkuat pola kaderisasi di komisariat sekolah. 

"mari bersama-sama membuka mata bahwa tantangan untuk NU, belum selesai". Ujarnya

Asep menambahkan bahwa kedepan para penerus perjuangan IPNU-IPPNU harus membangun komitmen untuk memperkuat dan mengembangkan komisariat di sekolah Unggulan dan Negeri serta Madrasah-Madrasah di lingkungan LP Ma'arif NU.

"Mari kita mulai lagi nilai kebaikan dan kemanfaatan IPNU-IPPNU ke pelajar, pelajar, dan pelajar dengan cara mendirikan pimpinan komisariat di sekolah" 

Ungkapan senada disampaikan oleh Puti Hasni, Ketua Pimpinan Pusat (PP) IPPNU periode 2015-2018 dalam sambutannya  juga menegaskan pentingnya memperkuat dan mengembangkan pola kaderisasi pelajar di sekolah-sekolah.

Di penghujung acara pembukaan, Rois Syuriyah PBNU, KH. Musthafa Aqil Siradj secara resmi membuka kegiatan kongres IPNU XIX dan IPPNU XVIII 2018 di Ponpes KHAS Cirebon Jawa Barat dengan membaca surat Alfatihah. (AS/AMF)

Kisah Perjalanan PC IPNU Sorong sampai di Kongres Cirebon

9:54 AM Add Comment
Kisah Perjalanan PC IPNU Sorong sampai di Kongres Cirebon
Cirebon- Setelah penampilan veve dan abi zulfikar, dilangsungkan acara taarufan. Ada banyak perwakilan IPNU-IPPNU yang maju untuk memperkenalkan diri, diantaranya PW IPNU-IPPNU Bali, PW IPNU-IPPNU Sulawesi Tengah, dan PC IPNU-IPPNU Sorong Papua Barat. 

Para perwakilan memperkenalkan diri dengan cara masing-masing. Ada yang menyumbang lagu, ada pula yang bercerita tentang bagaimana perjalanan bisa sampai ke cirebon. 

Salah satu yang menyita perhatian malam taarufan kongres IPNU XIX dan IPPNU XVII di Kempek Cirebon (21/12) yaitu perwakilan dari PC Sorong, Papua Barat. Ia bercerita bagaimana kronologis perjalanan hingga ia sampai di Cirebon. 

"Dari Sorong, kami naik kapal ke Jakarta. Setibanya disana, saya bertanya kepada teman-teman rombongan saya, apakah kalian disini ingin melihat pantai. Ataukah kalian ingin melihat hutan?" ujarnya. Kemudian teman-teman rombongannya menjawab bahwa mereka tidak ingin melihat kedua tempat itu.

"kalau begitu yasudah, duduk saja di pinggir jalan. Kita nikmati saja kemacetan, karena di Papua tidak ada kemacetan" pungkasnya. Sontak narasi tersebut memantik riuh para hadirin disambut dengan gelak tawa. c

Abi Zulfikar: Kita harus bangga menjadi warga NU

9:45 AM Add Comment
Abi Zulfikar: Kita harus bangga menjadi warga NU
Cirebon - Malam (21/11) sebelum pembukaan kongres IPNU XIX dan IPPNU XVII di cirebon diadakan serangkaian kegiatan yaitu pembacaan albarzanji, maulid nabi, dan taaruf welcome dinner.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman utama ponpes KHAS Kempek yang menjadi hall utama acara Kongres IPNU dan IPPNU di cirebon.

Veryal Eisha Aqila Zulfikar atau kerap disapa Veve Zulfikar menjadi sorotan utama para hadirin. Veve ditemani abinya, Zulfikar mewarnai acara taaruf dan welcome dinner dengan menyanyikan belasan lagu. Salah satunya ialah sgalawat nahdhiyah yang menjadi lagu pertama ia lantunkan.

"Selama ini mungkin banyak orang yang bertanya apakah veve itu NU?" ungkap beliau. Kemudian beliau menjawabnya dengan tegas bahwasanya veve sudah NU sebelum ia lahir. Jawaban tersebut sontak disambut dengan gemuruh tepuk tangan dari para hadirin.

Abi zulfikar menambahkan bahwasanya ia lahir di lingkungan NU, bapak beliau merupakan rois syuriah NU Bangil pada saat itu. Ia mempertegas bahwasanya warga NU harus bersyukur menjadi NU dan bangga menjadi NU.

Sebelum usai, Perwakilan Pimpinan Pusat (PP) IPNU juga memakaikan jas IPPNU kepada Veve sebagai tanda kader kehormatan. (AS/AMF)

"Rihlah Ilmiah" bersama rombongan PC IPNU-IPPNU Se Jawa Tengah

9:38 AM Add Comment
"Rihlah Ilmiah" bersama rombongan PC IPNU-IPPNU Se Jawa Tengah
Brebes - Rombongan PC IPNU bersama IPPNU Kab. Kudus mengikuti rangkaian kegiatan Road to Kongres IPNU XIX & IPPNU XVIII Cirebon Jawa Barat 2019 yang diselenggarakan oleh PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah, Jumat (21/12).

Seluruh perwakilan PC IPNU dan IPPNU Jawa Tengah termasuk PC IPNU-IPPNU Kudus mengikuti kegiatan pengarahan dan Do'a bersama Pimpinan Wilayah (PW) Jawa Tengah, dan Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Se Jawa Tengah di Ponpes Al-Bukhori Sengon Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes.

Rombongan Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus melanjutkan perjalanan menuju Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, untuk melaksanakan Kegiatan road to kongres yang kedua, yakni berziarah ke makam waliyullah.

Tepat pukul 15.30 WIB rombongan Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus tiba di makam Sunan Gunung Jati yang terletak di Sirnabaya, Gunungjati, Cirebon. Selanjutnya para rombongan berbondong-bondong memasuki makam dan bersama-sama melaksanakan ritual tahlilan. Ritual ini biasa dilakukan para Kyai NU untuk berdo'a kepada Allah dengan cara bertawashul kepada waliyullah.

M. Chasan Fauzi, Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kudus menuturkan bahwasannya kegiatan ziarah tersebut merupakan bentuk ta'dhim kita kepada Sunan Gunung Jati, sebagai tokoh yang telah mbabat alas Cirebon. 

"Sebagai tamu, sebelum kita melaksanakan kegiatan di Cirebon, alangkah baiknya kita sowan dulu untuk meminta izin kepada Sunan Gunung Jati." 

Chasan menambahkan bahwa setelah berziarah, ia berharap seluruh kegiatan selama kongres IPNU-IPPNU di Cirebon dapat menjadi kegiatan yang barokah dan hasil maksud. (AS/AMF)

PC IPNU-IPPNU Kudus ikuti Pengarahan Pra Kongres

9:30 AM Add Comment
PC IPNU-IPPNU Kudus ikuti Pengarahan Pra Kongres

Brebes- Setelah menempuh perjalanan selama 8 jam, rombongan PC IPNU bersama IPPNU Kabupaten Kudus sampai di lokasi transit, Ponpes Albukhori dalam rangkaian road to kongres IPNU XIX dan IPPNU XVII Kempek Cirebon, Jumat (21/12).

Rombongan yang terdiri dari 15 rekan IPNU dan 6 rekanita IPPNU diagendakan untuk melaksanakan kegiatan do'a bersama dan pengarahan kongres oleh pimpinan wilayah IPNU-IPPNU Jawa Tengah. 

Kegiatan do'a bersama dan pengarahan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB di Musholla Pondok Pesantren Al-Bukhori, Brebes. Dibuka dengan sambutan Pimpinan Wilayah (PW) IPNU-IPPNU Jawa Tengah yang disampaikan oleh Waka Kaderisasi PW IPNU Jawa Tengah, rekan Abu Hasan Asy'ari. 

Abu menegaskan bahwa nantinya dalam kongres para peserta Kongres harus berbicara banyak mengenai keterpelajaran di Indonesia, bukan hanya bicara kapetum.

"Jawa tengah diuji dengan predikat sebagai kaderasi terbaik di Indonesia". Ujarnya. Ia menambahkan bahwasanya kedepan kaderisasi harus sampai ke ranah sekolah umum/negeri, karena kaderisasi di sekolah umum hari ini sangat memprihatinkan.

"Maka kedepan kita harus berbenah, supaya memang benar IPNU-IPPNU itu ngurusi pelajar beneran, bukan hanya ranting". Tambahnya. 

Di penghujung sambutannya, Abu juga menyerukan jargon "Berangkat senang,  pulang menang, semoga menjadi kenyataan!". 

PC IPNU-IPPNU Kudus ikuti Pengarahan Pra Kongres


Jargon tersebut pun diamini oleh KH. Hudallah Abdul Karim, pengasuh pondok pesantren Al-Bukhori, Brebes yang memberikan sambutan atas nama tuan rumah serta menutup acara dengan doa. 

Beliau menyampaikan bahwa di Jawa Tengah telah melahirkan banyak ulama' hebat yang mewarnai PBNU dan hal ini harus menjadi motivasi bagi pelajar IPNU dan IPPNU kedepan untuk menjawab tantangan zaman dengan berbagai prestasinya.

"Organisasi berjalan tidak ada ruhnya, ibarat gerbong yang tidak ada penumpangnya." tambahnya. Pergerakan harus masif, tidak hanya struktural melainkan harus menyentuh ke ranah paling bawah, karena hal itu dapat menjadj bukti bahwa kita itu organisasi yang besar. 

Di akhir kata, beliau mengajak seluruh pelajar IPNU-IPPNU se Jawa Tengah untuk membangun ukhuwah "NU-iyah". Supaya menjadi generasi yang kuat, mampu mempertahankan dan membanggakan NKRI.

"Semoga Rihlah 'Ilmiyah (road to kongres IPNU-IPPNU Cirebon) menjadi Rihlah yang barokah, berangkat senang pulang menang! " Pungkasnya. (AS/AMF)