Tim Instruktur PC IPNU IPPNU siap tangani 400 Peserta Makesta Raya.

8:35 PM Add Comment

Kudus, demi kelancaran Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) Raya yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kab. Kudus. Tim Instruktur yang dikomando oleh Rekan Amrunnajib selaku wakil ketua PC IPNU Kab. Kudus bidang Kaderisasi.

Pertemuan tim instruktur tersebut bertempat digedung PC NU Kudus dan diikuti 50 instruktur yang didelegasikan oleh PAC IPNU IPPNU se-Kabupaten Kudus untuk menyatukan pandangan dalam hal kaderisasi. Karena setiap PAC mempunyai karakteristik tersendiri 30/10.

Amrunnajib mengutarakan bahwa ini merupakan langkah awal bagi kami para instruktur mempersiapkan Instruktur yang terbaik untuk menyukseskan Makesta raya. Disamping itu kami juga memberikan wawasan kepada Instruktur yang akan menangani Makesta Raya supaya bisa bekerja sama dengan tim instruktur dari PAC-PAC yang lain.

M. Wahyu Saputro selaku ketua PC IPNU berharap supaya tim instruktur ini dapat melakukan tugas sebagaimana semestinya. Karena ini adalah Makesta Raya yang pertama dan kami sudah melakukan pengkonsepan mengenai Makesta Raya jauh-jauh Hari. Ini tinggal eksikutornya adalah para tim instruktur yang terdiri dari sembilan PAC.

Dalam pelaksanaan Makesta Raya yang akan diikuti 400 peserta yang terdiri dari Pimpinan Komisariat (PK) se-Kabupaten Kudus yang akan bertempat di SMK NU Maarif Kaliwungu Kudus.

Ramaikan MMBS, PC Lesbumi adakan Pentas disepanjang jalur MMBS.

8:31 PM Add Comment


Kudus, Mlaku Mlaku Bareng Santri (MMBS)adalah penutup dari rangkaian Hari Santri Nasional Kabupaten Kudus. MMBS ini diikuti 100.000 santri dari berbagai elemen, dari mulai Madrasah hingga Pondok Pesantren.

Disepanjang jalur yang dilalui peserta MMBS terdapat pagelaran menarik dan unik salah ssatunya adalah pagelaran dari PC LESBUMI yang menampilkan arkustik musik yang dinahkodai oleh Abu Hasan Asy'ari selaku wakil ketua PC Lesbumi.

"NU sebagai wadah yang besar sehingga perlu adanya badan yang mengurusi mengenai seni dan budaya. Lesbumi merupakan wadah yang representatif bagi warga nahdiyin umtuk menampumg aspirasi warga nahdiyin. "Tutur Abud sapaan akrabnya.

"MMBS merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan lesbumi kepada khalayak umum khususnya warga nahdiyin."Imbuh Abud.
 
Disamping kami mengikuti MMBS kami juga terhibur dengan adanya penampilan-penampilan seperti ini. Hampir semua penampilan yang ada disepanjang jalur MMBS menghibur kami" Tutur Rika salah satu peserta MMBS.

Ketua PP IPNU dijadwalkan hadiri pengajian HSN Kudus.

4:02 PM Add Comment


Kudus 23/10/17. Peringatan Hari Santri Nasional telah menjadi moment sakral bagi warga Indonesia, khususnya para santri. Setelah Kepres no 22 tahun 2015 digulirkan, seluruh elemen masyarakat indonesia menyambut dengan riang, apalagi keluarga besar Nahdlatul Ulama' yang menjadi salah satu penggagas utama terlahirnya Peringatan Hari Santri Nasional. HSN merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan para santri dalam memerdekakan dan menjaga kemerdekaan Bangsa ini, tanpa takdzimnya santri akan titah kyai kemungkinan Bangsa ini masih dalam hegemoni Penjajahan.

2017 ini menjadi tahun ketiga penyenggaraan Hari Santri, Seperti dibeberapa daerah yang lain, Kabupaten Kudus yang memang tercatat memiliki Ulama' Kharismatik Seperti Almaghfirullah KHR Asnawi (Pendiri dan Penggerak Nahdlatul Ulama) juga  menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk meramaikan Hari Santri ini. Mulai dari sarasehan santri, Napak tilas (perjuangan pahlawan, santri dan ulama), Pembacaan 1 Milyar Sholawat Nariyah, Mlaku mlaku bareng santri dan Pengajian 'Santri bersholawat'. Dari beberapa kegiatan tersebut Pengajian Santri Bersholawat ini menjadi kegiatan yang paking dinanti nanti. Karena pengajian tersebut akan dirawuhi langsung oleh Beliau Habib Lutfi bin yahya, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dan KH. Maimun Zubair.

Selain dihadiri oleh para Ulama dan Habaib, pengajian yang akan dilaksanakan pada tanggal (23/10/17) Senin malam di alun alun Kudus ini juga akan dihadiri langsung oleh Ketua PP IPNU. Rekan Dwi Syaifullah yang saat ini diberi amanah menjadi Ketua kaderisasi PP IPNU dijadwalkan turut mengawal Habaib dan para Kyai dalam pengajian tersebut. ' Sebagai bentuk takdzim saya seorang santri, sekaligus keinginan untuk ngalap berkah dan juga menimba ilmu, maka saya harus siap turun ke daerah daerah ' Tutur Rekan Dwi kepada reporter kami. Beliau juga menambahkan himbaun kepada kader IPNU dan IPPNU untuk turut hadir dalam pengajian tersebut agar mendapatkan berkah dalam berorganisasi dan juga kehidupan sehari hari.

Gusjigang; Kriteria Santri Mandiri Masa Kini

9:32 AM Add Comment

Gusjigang; Kriteria Santri Mandiri Masa Kini


Gusjigang merupakan falsafah budaya lokal ajaran Sunan Kudus beliau Syeh Ja’far Shodiq. Gusjigang sendiri merupakan gabungan dari beberapa makna yaitu Gus yang berarti bagus, Ji yang berarti pinter ngaji, dan Gang pinter dagang.
Pembelajaran yang didasarkan pada pendidikan islam menekankan pewarisan nilai falsafah Gusjigang yang meliputi spiritual, leadership dan enterpreneurship. Pewarisan ini dimaksudkan agar santri dapat menerapkan semangat gusjigang dalam kehidupan sehari-hari sehingga terwujud kemantapan rohani spiritual, mental emosional dan kemapanan secara materi (Maharrmoyati, Suyahno, 2016: 164)
Gusjigang mengandung beberapa makna penting yaitu: Pertama, nilai karakter dari Gus; Bagus yang menyimpan makna untuk seyogianya  menjadi santri yang memiliki nilai karakter yang baik; bagus akhlak, bagus karakter dan bagus sikapnya dalam hidup keseharian baik dalam lingkup pesantren maupun masyarakat.
Akhlak mulia: kata “Gus” yang bermakna bagus, yang dimaksudkan bagus akhlaknya atau pentingnya memiliki akhlak yang mulia (akhlak alkarimah) bagi setiap individu. Hal ini menyangkut  akhlak kepada Allah Swt, Rasulullah, sesame manusia maupun kepada lingkungannya sebagaimana diajarkan dalam Islam. Akhlak dalam hal ini adalah manifestasi dari taqwa.
Kalau dibelakang gapuro pendopo Kabupaten Kudus terdapat kata-kata hikmah begitu indah dalam bahasa Jawa ; Lamun sira banter, aja ngelancangi; lamun sira landep, aja natoni; lamun siro mandi, aja matani (apabila anda bisa lebih kencang [memiliki kelebihan], janganlah mendahului [jangan meninggalkan yang dibelakang]; apabila anda memiliki ketajaman [senjata atau pikir], janganlah untuk menyakiti; apabila anda memiliki kesaktian,janganlah untuk membunuh); bisa jadi hal ini juga bagian dari kesadaran paradikmatik sesepuh dan masyarakat Kudus atas jiwa dan toleransi dan empati yang dimiliki oleh Sunan Kudus.
Begitu indah prinsip-prinsip hikmah yang terukir dihalaman pendapat kabupaten tersebut, namun sudahkah nilai-nilai moral tersebut  karakter bagi para pemimpin-pemimpin kita sehingga masyarakat bisa meneladaninya? Karena itu akhlak mulia (bagus akhlak) terutama kasih sayang, empati dan toleransi adalah bagian dari core values Gusjigang yang patut jadi renungan bersama untuk generasi masa depan.
Kedua, nilai karakter selanjutnya adalah Ji; pinter ngaji yang menyimpan maksud sebaiknya dalam menjadi santri tidak hanya pintar mengaji agama saja, tetapi mengaji dalam segala ilmu pengetahuan yang merupakan manifestasi dari ayat-ayat kauniyah seperti ilmu sains, teknologi, bahasa dan ilmu-ilmu lainnya. Jadi, sebaiknya tidak usah ada dikotomi ilmu, karena sejatinya semua ilmu bersumber dari Allah. Maka menjadi santri mandiri masa kini seyogianya pandai mengaji agama dan mengaji ilmu pengetahuan.
Tradisi Ilmiah Kata “Ji” berasal dari kata “ngaji”(mengaji) yang biasanya dalam tradisi masyarakat Kudus ngaji lebih dimaknai sebagai kegiatan menuntut ilmu yang diselenggarakan oleh kyai kampung di masjid, langgar atau musholla. Karena itu kegiatan mengaji selalu sarat dengan nilia-nilai spiritual keislaman baik pada tatan teoritis-tekstual maupun praktis-ritual. Kampung yang mereka biasanya mengajarkan ilmu-ilmu keislaman tersebut dengan tulus ikhlas tanpa biaya sama sekali alias gratis.
Kuatnya tradisi mengaji, hal ini tak lepas dari hubungan paradikmatik dengan Kanjeng Sunan Kudus sebagai figure teladn yang dikenl sebagai waliyyul’ilmy yaitu seorang wali yang memiliki kedalaman ilmu dan begitu perhatian dengan urusan-urusan keilmuan(ilmiah). Bahkan Sunan Kudus tidak hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman untuk urusan akhirat saja, tetapi juga ilmu-ilmu yng dibutuhkan untuk kesejahteraan hidup di dunia. Hal ini bisa dicermati dengan keahlian Sunan Kudus dalam bidang pengobatan (medis) yang dikenal luas hingga negeri Arab sehingga mampu mengatasi wabah penyakit berbahaya yang pernah terjadi kala itu, karenannya pernah mendapat penghargaan dari Sang Amir (pemerintah) Arab, namun Sunan Kudus menolaknya.
Semua itu tak mungkin bisa dilakukan dengan baik kalau tidak dilandasi dengan dasar-dasar keilmuan yang tinggi, sikap kritis dan rasa ingin tahu yang kuat (sense of curiosity). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Sunan Kudus tak sekedar mahir dalam ilmu agama tetapi ilmu-ilmu sosial dan sains sebagai mana dalam bidang sastra, budaya,medis dan juga militer.
Ketiga, nilai karakter terakhir adalah Gang; dagang adalah kerja keras, kreatif dan mandiri. Hal ini tercermin dari karakter yang dimiliki santri untuk selalu mengembangkan usaha. Nilai demokratis, kejujuran dan konsisten menjadi daya tarik masyarakat sekitar  untuk belajar.
Enterpreneurship: Kata “gang” berarti dagang. Dagang adalah akar pembangunan semangat entrepreneurship(kewirausahaan) yang paling mendasar. Nilai utama dalam budaya wirausaha adalah kemandirian, kreatif dan inovatif. Kebangkitan Kudus sebagai kota industry juga tidak bisa dilepaskan dari rintisan industrialisasi di Kudus Kulon. Hal ini bisa dicermati dari banyaknya industri sejak zaman colonial bahkan sejak zaman Sunan Kudus. (Nur Said: 2015)
Tidak sulit untuk mengatakan bahwa tumbuhnya budaya dagang (saudagar) bagi masyarakat Kudus tak lepas dari figure kunci Sunan Kudus sebagai tokoh teladan yang dikenal juga sebagai wali saudagar.
B. Aktualisasi Gusjigang Dalam Kehidupan Santri Sehari-hari
Setiap mendengar kata santri, mayorittas orang selalu mengartikan dengan seseorang yang menetap disuatu tempat yakni pesantren. Padahal K.H. Mustafa Bisri berkata, “Santri bukanlah seseorang yang di menetap di pondok saja, tetapi siapapun yang berjiwa santri meskipun tidak mondok dia juga disebut dengan santri.”
Semakin berkembangnya zaman lengkap dengan tantangan social yang ada, seperti pergaulan yang semakin bebas, merosotnya moral, membuat para orangtua memilih jalan untuk menitipkan anaknya di pondok supaya dekat dengan didikan kyai sehingga terciptalah moral yang baik; menjadi anak yang tidak hanya cerdas tetapi  juga santun dalam bermasyarakat.
Sunan Kudus dengan ajarannya yang sarat dengan nilai karakter yakni Gusjigang tepat sekali di ajarkan kepada santri pada setiap pondok pesantren. Karena gusjigang memadukan unsur kecerdasan Intelektual, kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional yang seyogianya diaktualisasikan dalam kehidupan nyata santri sehari-hari.
Nilai karakter gus; bagus dapat diaktualisasikan dalam kehidupan santri dengan membudayakan bersikap baik; saling membantu teman dalam hal kebaikan semisal membantu mengerjakan tugas sekolah, membantu membersihkan pondok, saling toleransi dan saling menghargai perbedaan.
Selanjutnya, nilai karakter ji; ngaji dapat dimanifestasikan dalam kehidupan nyata santri dengan aktif ikut mengaji agama; Qur’an dan kitab-kitab klasik yang diajarkan pada setiap pondok. Juga mengaji umum; belajar ilmu sains, biologi, teknologi, bahasa, membiasakan tradisi keilmuan; membaca koran, buku, sampai majalah-majalah keagamaan supaya wawasan semakin berkembang.
Terkahir, nilai karakter gang; dagang  dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata santri dengan menciptakan peluang usaha. Semisal jika santri ahli dalam menggambar atau kaligrafi, bisa membuka pemesanan atau menjualnya di pasar, selain santri pintar mengaji dia juga mempunyai pendapatan sendiri dan menjadi mandiri. Dengan begitu, santri akan berlatih berwirausaha untuk mempersiapkan personal yang mandiri dan dapat membantu perekonomian Negara. Sebuah solusi yang menarik, bukan? Dengan begitu, terciptanya Negara yang damai dan berdaulat sudah bukan menjadi impian.


Oleh: Roudhotun Jannah

*Dari berbagai referensi

PC IPNU IPPNU Pimpin Pembacaan Pancasila dan Ikrar Santri

4:34 PM Add Comment

Upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang bertepatan di Kudus, Ahad (22/10) yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus bekerjasama dengan Pemerintahan Kota Kabupaten Kudus dihadiri sekitar lima ribuan santri.
Acara yang dibuka dengan drunband dari SMA Al Ma’ruf ini dilanjutkan dengan sambutan dan pembacaan ikrar santri oleh Ketua PC IPNU dan Sekretaris PC IPPNU Kudus. Berikut adalah lima ikrar santri yang dibaca dengan di awali basmalah dan dua kalimat syahadat:

Kami Santri NKRI Berikrar:
1. Berpegang teguh pada akidah, ajaran, nilai dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah
2. Bertanah air satu, tanah air Indonesia, berideologi Negara satu, ideology Pancasila; berkonstitusi satu, Undang-undang Dasar 1945; dan berkebudayaan satu, Bhineka Tunggal Ika.
3. Selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudkan perdamaian dunia.
4. Ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia.
5. Pantang menyerah, pantang putus asa, serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang meronrong Pancasil, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika, yang di dasari semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

Adapun beberapa yang ikut hadir dalam acara tersebut yaitu Kepala Kemenag Kudus H. Noor Badi, Pengurus PD Muhammadiyah Kudus, Para Pengurus Badan Otonom NU Kudus, Sekda Kudus Noor Yasin, Forkopimda Kudus, Para Camat, Para Asisten Sekda, Pengurus PCNU Kudus, santri dan warga masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus, H. Musthofa menjelaskan, “Untuk melakukan perubahan, seorang santri dapat memulainya dari diri sendiri, hal terkecil dan dimulai saat ini juga. Karena kepemimpinan masa depan ada ditangan kita; terkhusus para santri.” Tegasnya.

Bendahara PC IPNU Kudus, apresiasi kegiatan Santri Prenuer

9:38 PM Add Comment



Kudus, ipnuippnukudus.or.id (20/10/17) – Rekan Triasno Putranto selaku bendahara PC IPNU Kudus merespon baik dengan adanya Santri Prenuer yang dilaksanakan oleh Panitia HSN kabupaten Kudus pada perhelatan Hari Santri Nasional di kabupaten Kudus. IPNU disisi utama sebagai kaderisasi awal di NU, disisilain IPNU masih bisa disebut sebagai santri. Karena IPNU masih mau untuk belajar atau Ngaji.

Perhelatan Hari Santri Nasional (HSN) kabupaten Kudus telah terselengara memasuki tahun ke-tiga. Setelah pada tahun 2015 Presiden Jokowi meresmikan adanya HSN. Pada tahun pertama dan kedua HSN lebih menitik beratkan pada pembangunan rasa nasionalisme pada santri Indonesia. Namun  untuk penyelengaraan HSN yang ketiga pada tahun 2017 lebih memilih tema kemandirian santri. Tema santri mandiri yang digagas oleh PBNU tersebut mendapat respon baik dari panitia HSN yang ada di Kudus. Kudus yang terkenal dengan gusjigang-nya merepon cepat tema tersebut, sehingga pada perlehatan HSN dikota kudus mengadakan Kegiatan Santri Prenuership. Pada santri prenuership diharapkan dapat membangkitkan kemandirian kaum santri dalam menghadapi bonus demografi.

Santri prenuer merupakan terobosan kegiatan untuk memecahkan permasalahan penganguran yang ada diindonesia. Kegiatan santri prenuer dimualai pada hari Jumat pada pukul 13.00 atau habis sholat Jumuah. Dan diikuti peserta yang terdiri dari berbagai elemen, mulai dari Kepala Sekolah, setruktural badan otonom NU, Pondok pesantren dan seluruh elemen masyarakat. Santri prenuership berjalan selama dua hari dan ditutup pada hari sabtu tanggal 21 Oktober 2017 pada pukul 12.00 WIB.

Kegiatan Santri Prenuer yang memberi wawasan terhadap santri untuk bisa mandiri dalam berbagai hal mendapatkan berbagai tangapan. Tidak terkecuali Triasno Putranto selaku Bendahara PC IPNU Kudus. Rekan trias ketika ditemui redaksi pelajar NU kudus menyaimpaiakn apresiasi setinggi tingginya terhadap panitia yang telah menyelengarakan kegiatan santri prenuership. Menurut trias kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi angka penganguran yang ada di Indonesia dan dapat memberikan solusi dalam menghadapi bonus demografi pada tahun 2020.


Wa Sek Kaderisasi PC IPNU Kudus, Siapkan 200 kader militan kawal Napak Tilas

5:09 PM Add Comment

Kudus, ipnuippnukudus.or.id (20/10/17) - Rekan Mukhlis Hermawan selaku Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi PC IPNU Kudus merespon baik terkait rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional Kudus 2017. Sebagai gerbang kaderisasi NU, IPNU memiliki tugas yang cukup serius dalam menanggapi segala perkembangan sosial keagamaan terlebih perkembangan pelajar dan santri.

Dalam perhelatan yang ketiga HSN Kudus 2017 ini memiliki rangkain kegiatan yang outputnya sangat penting bagi perkembangan santri. Salah satunya adalah kegiatan napak tilas, rekan muklis yang pada jum'at siang ditemui redaksi pelajar NU Kudus menyampaikan bahwa beliau telah mengondisikan 200 kader militan IPNU yang berada di 9 kecamatan di Kabupaten Kudus untuk dapat mengawal langsung berjalannya acara tersebut.

Kegiatan yang akan diselenggarakan pada Jumuah pon 20 Oktober 2017 ini akan dimulai pada jam 18.00 (selepas Jamaah maghrib) start di Lapangang Bacin Bae Kudus. Dengan rute menuju ke Taman Makam Pahlawan Kaliputu - alun alun kudus - Maqbaroh KHR Asnawi (komplek makam Sunan Kudus) - PP Raudlatut Tholibin Bendan, menggunakan cara long march. ' Kami ingin agar para kader penerus perjuangan NU yaitu kader militan IPNU mengetahui dan turut merasakan aroma perjuangan para pahlawan, serta mendapatkan barokah dari para santri dan ulama dalam menjaga agama pun NKRI, agar kelak tidak ada lagi keraguan dalam menjalankan proses kader dan mengkader ' tambah Rekan Muklis. Semoga kegiatan yang akan diselenggarakan nanti malam berjalan dengan khidmah dan bertambah barokah, Salam pelajar !!! Belajar, Berjuang, Bertaqwa.(asb)

Siap sukseskan HSN 2017, Ketua PC IPNU Kudus intruksikan Pelajar dan santri Se Kabupaten

12:39 PM Add Comment


Kudus, Hari Santri Nasional merupakan hari kebangkitan bagi kaum santri, Karena santri mempunyai peran penting dalam memperoleh kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 22 Oktober 1945 santri ikut berperang melawan kolonial melalui gerakan resolusi jihad yang digagas oleh K.H. Hasyim Asy’ari. Gerakan resolusi jihad pada zaman K.H. Hasyim Asy’ari  adalah gerakan menanamkan rasa nasionalisme pada diri santri “Hubbul Wathon Minal Iman” cinta tanah air sebagian dari iman. Gerakan resolusi jihad tersebutlah yang perlu kita angkat dizaman sekarang untuk menanamkan rasa nasionalisme.

Akhir -akhir ini indonesia diguncang dengan  gerakan -gerakan yang menguncangkan Indonesia
Hari santri nasional  merupakan solusi yang tepat untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Hari Santri Nasional (HSN) diperingati diseluruh Indonesia tak terkecuali dikabupaten Kudus yang notabenya adlh kota santri. Dalam kegiatan Hari Santri Nasional ketuai oleh NU dan badan otonomnya.i IPNU IPPNU sebagai badan otonom yang paling bawah mempunyai peran yang signifikan dalam mengerahkan anggotanya dalam rangkaian hari santri.

M. Wahyu Saputro selaku Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus ditemui tim redaksi “ kami sudah menginstruksikan kepada kader IPNU IPPNU se Kabupaten Kudus untuk mengikuti dan memeriahkan kegiatan Hari Santri Nasional yang ada di Kabupaten Kudus. Mulai dari napak tilas hingga mlaku-mlaku bareng santri”

Diharapkan adanya berbagai kegiatan hari santri nasional tersebut, seluruh santri yang ada di Kabupaten Kudus dapat mengambil hikmah dan dapat memperjuangkan nilai-nilai kemandirian yang telah dibentuk ketika di pesantren maupun sekolah.(MA)

PC IPNU IPPNU Kudus akan adakan Makesta Raya.

6:19 PM Add Comment


Kudus, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus akan mengadakan Makesta Raya dan Makesta Unggulan 11/10.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya berbagai kegiatan yang sudah dipersiapkan oleh PC IPNU IPPNU Kudus mulai dari rapat hingga Konsolidasi dengan pihak-pihak terkait. Salahsatunya adalah LP Maarif Kudus yang membawahi Madrasah se kabupaten Kudus.

Didik Hartoko selaku ketua LP Maarif Kudus menuturkan bahwa "harus ada suatu pemberian bekal terhadap siswa-siswi madrasah dibawah lingkupan LP Maarif Kudus guna menangkal aliran dan paham radikal yang ada. IPNU IPPNU merupakan organisasi yang konsen bidang garap pelajar maka kami bersedia untuk mengadakan kegiatan Masa Kesetian Anggota (Makesta) raya bersama PC IPNU IPPNU Kudus."



"Makesta raya merupakan kegiatan kami untuk mendirikan Pimpinan Komisariat (PK) yang ada diseluruh kabupaten Kudus. Insyallah Makesta Raya nanti akan diikuti 433 peserta yang terdiri dari siswa siswi dari MTs dan MA se Kabupaten Kudus. Dan Insyallah nanti setelah ada makesta raya komisariat diseluruh Kabupaten Kudus harapanya bisa berperan aktif dalam IPNU IPPNU." Tutur Wahyu Saputro selaku ketua PC IPNU Kudus.

PC IPNU IPPNU Kudus siap adakan Makesta Raya dan Makesta Unggulan

2:46 PM Add Comment


Kudus – Pengembangan Santri, Pelajar, dan Mahasiswa (PSPM) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus adakan rapat bulanan ke VII di MWCNU Jati.

Kegiatan yang digelar 2 jam ini, dimulai pukul 14.00 – 16.00 WIB berjalan lancar. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut yaitu untuk mengetahui progess report per PAC tentang pendirian komisariat dan kendalanya, Jum'at (29/29/17).

"Rapat siang ini membahas laporan progess report per-PAC se-Kudus tentang pendirian komisariat dan kendalanya, sharing konsep, pembentukan kepanitiaan makesta raya dan makesta unggulan sekolah negeri di bulan November ini," kata Nurul Alifah wakil ketua bidang PSPM PC IPPNU Kudus.

Nurul menambahkan, tujuan diadakannya makesta raya yaitu untuk menjadi kader penggerak di sekolah masing-masing. Pesertanya dari pengurus pimpinan komisariat (PK) yang baru dilantik.

"Harapannya, tidak cuma berdiri saja tapi harus ada kegiatan atau agenda pimpinan komisariat. Kami dari PC IPNU IPPNU Kudus siap mengawal dan mendampingi jika pimpinan komisariat kesulitan akan mengadakan kegiatan apa di sekolahnya," lanjutnya.

"Makesta raya menyisir seluruh PK di naungan LP Ma'arif baik dari MTs/MA se-Kudus. Dilaksanakan tanggal 9-10 November 2017 di Mifathul Falah Cendono, Dawe, Kudus," ucap Abu Yazid Al-Bastomi wakil sekretaris PSPM PC IPNU Kudus. (ZAM)

PAC IPNU IPPNU Wanasari (Brebes) Studi Banding ke PAC IPNU IPPNU Jekulo (Kudus)

2:35 PM Add Comment

Kudus – Studi banding (tukar kaweruh) merupakan kegiatan yang manfaatnya besar buat organisasi. Lewat studi banding memunculkan pemikiran-pemikiran baru dan saling bagi ilmu organisasi demi majunya IPNU IPPNU di Indonesia.

Hal itu dibeberkan oleh Pimpinan Anak Cabang Wanasari, Brebes ketika studi banding ke PAC IPNU IPPNU Jekulo, Kudus di SMK Assa'idiyyah 1 Kirig, Mejobo, Kudus, Ahad (17/09/17).

"Ucapan selamat datang kepada PAC IPNU IPPNU Wanasari, Brebes yang datang ke Kudus untuk silaturrahmi," ucap Ahmad Syaichuddin Wibowo ketua PAC IPNU Jekulo.

Menurut Bowo kegiatan seperti ini manfaatnya besar diantaranya yaitu anggota bisa saling mengenal, keadaan organisasi, dan pemikiran baru. Jika ada PAC lain yang ingin studi banding ke Jekulo, Kudus kami buka pintu selebar-lebarnya.

"Terima kasih atas penyambutan yang luar biasa dari PAC IPNU IPPNU Jekulo," kata Edi Purwanto ketua PAC IPNU Wanasari.

"Kita datang dengan tujuan silaturrahmi dan saling berbagi ilmu organisasi dengan PAC IPNU IPPNU Jekulo. Semoga menghasilkan pemikiran-pemikiran baru untuk membuat kegiatan," imbuhnya. (ZAM)

Selapanan Pengurus PAC Jekulo Bersama PR IPNU IPPNU se-Kecamatan Jekulo

2:29 PM Add Comment

Kudus – Sebanyak 50 kader mengikuti Selapanan Pengurus PAC Bersama PR IPNU IPPNU se-Kecamatan Jekulo yang diselenggarakan PAC IPNU IPPNU Jekulo. Kegiatan tersebut bertempat di Gedung MWC NU jekulo.

Kegiatan yang digelar selama 4 jam ini dimulai pukul 14.00 – 18.00 WIB berjalan lancar dan khidmat. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk mengetahui progja (program kerja) ranting se-Kecamatan Jekulo, Jum'at (15/09).

"Alhamdulillah selapanan PAC IPNU IPPNU Jekulo berjalan lancar, semoga kegiatan seperti ini bisa terus menerus kami lakukan setiap selapan satu kali," ucap Ahmad Syaichuddin Wibowo selaku ketua PAC IPNU Jekulo.

Bowo menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk PAC untuk mengetahui perkembangan ranting. Maka dari itu PAC IPNU IPPNU Jekulo akan selalu mengadakan selapanan seperti ini.

"Rangkaian acarannya yaitu pembukaan, tahlil, menyanyikan lagu Indonesia raya, Mars IPNU IPPNU, sambutan, manaqib, dan laporan progja PAC IPNU IPPNU Jekulo dan PR se-Kecamatan Jekulo," kata Siti Rokimah selaku ketua PAC IPPNU Jekulo.

"Ada 12 Pimpinan Ranting IPNU IPPNU di Jekulo, diantaranya yang hadir yaitu PR IPNU IPPNU Bulungcangkring, PR IPNU IPPNU Bulung Kulon, PR IPNU IPPNU Sidomulyo, PR IPNU IPPNU Klaling, PR IPNU IPPNU Pladen, PR IPNU IPPNU Hadipolo, PR IPNU IPPNU Honggosoco, PR IPNU IPPNU Tanjungrejo," lanjutnya.

Diharapkan lewat selapanan ini, kader IPNU IPPNU se-Jekulo semakin bersemangat dalam menjalin silaturrahmi dengan pengurus PAC dan kader se-Jekulo. (ZAM)