IPNU IPPNU dengan berbagai masalah yang menghadang

12:09 AM Add Comment

dari Kiri Dwi Saifullah (Ketua PP IPNU bidang Kaderisasi), Wahyu Saputro (ketua PC IPNU Kudus) Asep Irfan Mujahid (Ketua Umum PP IPNU) Ferial Farkhan Ibnu Akhmad ( Ketua PW IPNU Jawa Tengah)

IPNU IPPNU adalah organisasi setruktural dibawahnya NU yang menangani bagian pelajar. Sejarah berdirinya IPNU diwalai dengan latar belakang adanya keresahan para pelajar dan santri ketika itu tidak ada wadah yang menampung aspirasi pelajar dan santri kala itu. Sehingga munculah berbagai organisasi seperti tahun 1936 di Surabaya berdiri Tsamrotul Mustafidin dan PERSANO (Persatuan Nahdlatul Oelama’) di Malang. Pada tahun 1941 berdiri PAMNO (Persatuan Anak Murid Nahdlatul Oelama’), dan tahun 1945 berdiri Ikatan Murid Nahdlatul Oelama’ (IMNO), tahun 1946 di Sumbawa berdiri Idjtimaut Tolabah Nahdlatul Oelama’ (ITNO), dan masih banyak organisasi yang bermuatan lokal.

Sehingga pada tahun 1954 di konbes Ma’arif NU di semarang dengan dipelopori oleh M. Sofyan, Cholil, mustahal, Achmad Masjhub dan A. Ghani Farida M. Uda. Sebagai ketua umum disepakati Mochamad Tolchah Mansur terbentuklah organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Setahun setelah IPNU terbentuk dan kemudian melaksanakan muktamar pertamanya yang ada di Malang Jawa Timur, muncullah organisasi baru dengan nama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang diketui oleh Umroh Mafudhoh.

Setelah IPNU IPPNU resmi menjadi organisasi yang bidang garapnya adalah santri dan pelajar milik LP Ma’arif NU. Sehingga pada tahun 1960 M melalui Muktamar IPNU VI dan IPPNU V, IPNU IPPNU menjadi badan otonom Nahdlatul Ulama berdasarkan Anggaran Dasar ( AD ) NU pasal 13 ayat 4.

Setelah menjadi badan otonom di Nahdlatul Ulama tugas IPNU IPPNU dibebankan menjadi organisasi berbasis pengkaderan utama yang ada di Nahdlatul Ulama. menajdi pengkaderan yang utama, IPNU IPPNU mempunyai beban yang berat dalam pengkaderan. Pasalnya IPNU IPPNU harus sebanyak-banyaknya merekrut anggota untuk dididik, diberi pengetahuan mengenai ahlussunnah wal jamaah (aswaja) dan Nahdlatul Ulama . Setelah mengetahui seluk beluk aswaja dan NU maka selanjutnya pengkaderan kedua berada di GP Ansor dan yang terakhir menjadi Nahdlatul Ulama. inilah proses kaderisasi di Nahdlatul Ulama. Dari proses kaderisasi yang sudah terstruktur mulai dari IPNU IPPNU hingga NU. Maka IPNU IPPNU harus bisa mencari trobosan-trobosan baru dan unik untuk mengikat minat pelajar dan santri agar bisa ikut bergabung dengan IPNU IPPNU.

Menata Organisasi

IPNU IPPNU adalah organisasi yang tersetruktur mulai dari bawah PR hingga PP yang setiap tingkatannya mempunyai berbagai problem yang perlu dibenahi. Kaderisari Organisasi dan Administrasi merupakan tiga elemen yang tidak bisa dilepaskan dari organisasi IPNU IPPNU. Karena ketiga elemen tersebut merupakan satu kesatuan yang perlu dijalankan dan perlu diperhatikan secara seksama. Kaderisasi merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh setiap IPNU IPPNU yang berada diberbagai tingkatan. Tanpa adanya kaderisasi yang tertata dengan rapi, maka IPNU IPPNU tidak mempunyai wajah yang baik dibanding organisasi yang lainnya. Dwi Saifullah selaku Ketua PP IPNU Bidang Kaderisasi mengutarakan bahwa kaderisasi ini perlu diyakini diberbagai tingkatan. Karena kaderisasi ini merupakan ruhnya organisasi. Tanpa adanya kaderisasi IPNU bagaikan orang yang tidak mempunyai ruh (orang meninggal).

Yang kedua adalah organisasi, problem organisasi yang sanggat perlu disadari bagi kader-kader IPNU IPPNU. Karena organisasi merupakan bagian-bagian yang tersetruktur utuh hingga bisa disebut organisasi. Namun fenomena yang ada banyak anggota yang tidak mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi. Sehingga banyak pengurus diberbagai tingkatan yang harus dirus oleh pengurus. Inilah tugas dari kader-kader IPNU yang perlu memberi pengetahuan kebawah agar permasalah seperti ini tidak diulang-ulang terus menerus.

Yang ketiga adalah administrasi. Walaupun dilihat hanya sebatas administrasi yang menurut sebagian kader mudah namun manfaatnya besar. Problem yang dihadapi oleh IPNU IPPNU adalah menyepelekan proses administrasi inilah yang salah dari kader kita yang telah menyepelekan proses administrasi. Administrasi merupakan hal yang penting bagi seluruh tingkatan bahkan seluruh kader IPNU IPPNU. Lewat administrasi kita bisa mengetahui berapa jumlah kader yang berada di PR, PAC, PC, PW, PP melalui database Inilah the power of administrasi.

Tantangan IPNU

Di era modernisasi ini tantangan IPNU IPPNU semakin ketat dengan adanya gerakan kaum radikal. IPNU IPPNU sudah kalah start dengan kaum radikal dibuktikan dengan adanya sekolah-sekolah yang sudah dimasuki dengan ajaran radikal. Sekolah merupakan sasaran empuk bagi ajaran kaum radikal, karena sekolah mempunyai siswa yang sedang melampaui masa-masa pubertas atau masa pencari jati diri. Sehingga jika dimasuki dengan ajaran yang radikal dengan dalil dalil yang kuat, sehingga siswa langsung percaya dengan dalil-dalil yang sedemikian rupa, bahkan terdapat hadist ndhoif (hadist yang sanatnya lemah) yang diikut sertakan dalam dokterinisasi. Inilah problem yang harus dapat dipecahkan oleh IPNU IPPNU diberbagai tingkaran mulai dari PR, PAC, PC, PW, hingga PP yang sekarang fokus dengan adanya gerakan radikal tersebut.

Rekan Asep Irfan Mujahid Ketua PP IPNU ketika memberikan pengetahuan terhadap kader PC IPNU IPPNU Kudus. Beliau menyikapi berbagai kasus gerakan radikalisme yang memang sudah mengancam pelajar sekarang. Tak sebatas itu PP IPNU yang dinahkodai oleh rekan Asep tersebut sudah melakukan konsolidasi diberbagai stakholder terkait seperti Kementrian Agama, PP LP Maarif dan lain sebagainya yang turut prihatin dengan adanya gerakan radikal yang sudah memasuki ranah pelajar. IPNU IPPNU sebagai organisasi yang bidang garapnya adalah pelajar, maka IPNU IPPNU harus bisa goto school atau mulai masuk ke sekolah tidak hanya sekolah bersifat agama namun juga bersifat non agama atau sekolah umum.

IPNU IPPNU Kudus ditinjau dari segi kaderisasi dan organisasi, adalah PC yang mempunyai deretan prestasi tidak hanya di tingkat Jawa Tengah saja namun juga tingkat Nasional. Maka tak heran jika PC IPNU IPPNU Kudus sebagai barometer pengkaderan yang ada di Indonesia. Namun perlu diketahui, berbagai deretan prestasi yang telah diraih oleh IPNU IPPNU kudus ini tidak begitu tenang akan prestasi yang telah diraih. Inilah awal tugas yang berat bagi PC IPNU IPPNU Kudus untuk tetap menjaga konsistensi dari deretan prestasi yang telah diraih.

Disamping mempertahankan prestasi yang telah diraih dari berbagai event tersebut. PC IPNU IPPNU Kudus harus bisa menerapkan ”IPNU IPPNU Goto School” yang telah digagas oleh PP IPNU. Tak hanya sekolah yang bersifat agama saja namun sekolah swasta perlu diperhatikan, disamping sekolah yang notabenya adalah agama, IPNU juga perlu mencari cara bagaimana bisa memasuki sekolah umum. Dari laporan PC IPNU Kudus ada beberapa sekolah umum yang sudah bergabung dengan IPNU IPPNU hal seperti itu harus diberdayakan walaupun baru dua komisariat disekolah umum namun itu merupkan sebuah prestasi yang luar biasa ujar Asep Irfan Mujahid.

Bonus Demografi

Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang terbesar di Asia tengara, sedangkan Indoensia menempati peringkat ke empat penduduk terbanyak didunia. Hal ini menunjukan perlu adanya regulasi yang mengatur tentang kependudukan yang ada di Indoensia. Sebanyak 261.1 Juta Jiwa penduduk merupakan angka yang fantasis untuk negera yang sudah berusia 72 Tahun. Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, bonus demografi adalah  jumlah usia produktif (15-64 tahun) mencapai 70 persen. Atau jumlah usia produktif lebih dominan dari pada usia tidak produktif. Indonesia pada tahun 2020 tepatnya Indonesia akan mendapatkan bonus demografi tersebut. Sehingga perlu persiapan tentang matang untuk menghadapi bonus demografi tersebut.

Bonus demografi tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh IPNU IPPNU. Karena dengan adanya bonus demografi diharapakan IPNU IPPNU harus memanfaatkan moment tersebut dengan cara memberi pengetahuan terhadap remaja akan pentingnya mencari ilmu agama, memperkuat pengetahuan tentang Ahlussunnah Wal Jamaah dan pengetahuan tentang pentingnya berorganisasi IPNU IPPNU. Nahdlatul Ulama pada satu abadnya akan menjadi titik kembalinya Islam di seluruh Indonesia. Karena didalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa kebangkitan Islam tidak berasal dari Timur Tengah, melainkan melalui Asia Tengara lebih tepanya adalah Indonesia.

Kesempatan yang langka ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita melewati bonus demografi yang langka ini. Rusia, China, Amerika merupakan korban yang telat menyadari bonus demografi. Sehingga ketiga negara tersebut sekarang tidak membatasi proses reproduksi yang di negara tersebut. Penulis adalah Musthofa Zaenur Rohman selaku tim Pers Jarkom Info PC IPNU Kudus.

KUKUHKAN KADER INTI, DKAC CBP KPP BAE ADAKAN DIKLATAMA

10:48 AM Add Comment
Kader Inti IPNU IPPNU Bae Kudus berfoto bersama Ketua MWC Bae, PC IPNU IPPNU Kudus, DKC CBP KPP Kudus



Kudus, Membentuk kader militan serta mampu membela negara perlu ditanamkan sejak awal untuk mencegah degradasi moral pada pelajar. Demi mengurangi degradasi moral pada pelajar, Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKC) Crop Brigade Pembangunan (CBP) bersama Korp Pelajar Putri Bar kudus adakan Pendidikan Latihan Pertama (DIKLATAMA) (21/09).

Kegiatan DIKLATAMA ini dihadiri oleh sekretaris kecamatan dan dibuka langsung oleh Bpk Sya’roni suyanto selaku ketua MWC NU bae dan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perwakilan-perwakilan ranting yang ada diseluruh kecamatan Bae Kudus..

Pembina Apel Bpk. Sya'roni Suyanto selaku Ketua MWCNU menyampaikan dalam sambutannya "Melihat kondisi terkait situasi global saat ini dimana ancaman faham Radikalisme, pergaulan bebas, terorisme dan beragam bentuk tindak penyimpangan sosial lainnya terjadi didepan mata yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila serta faham kita. Mengharapkan dengan pelatihan ini para generasi muda termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pribadi yang sesuai dengan kepribadian bangsa dengan faham Ahlussunnah Waljamaah."

“Dalam kegiatan DIKLATAMA ini mengusung tema “ Mencetak Kader Inti dan Loyalitas Tinggi, Komitmen, dan Peduli". Hal tersebut mengisyaratkan bahwa menjaga kedaulatan negara dan menjaga eksistensi Organisasi adalah kewajiban bagi setiap kader. Menanamkan kesadaran cinta tanah air tidak serta merta tumbuh oleh karena kesadarannya sendiri, namun perlu mendapatkan pembelajaran melalui proses pendidikan dan latihan seperti ini, mulai dari kesadaran sendiri hingga dapat melaksanakan kewajibannya sebagai Kader Inti penerus pejuang Agama, Nusa, dan Bangsa” tutur Ulin Nuha selaku komandan DKAC CBP Bae Kudus.

Diklatama dimulai pada hari Kamis, 21 September 2017 yang selanjutnya peserta akan menjalani masa pelatihan semi otonom yang bersifat outdor  dan pelatuhan ini akan berakhir pada 24 September 2017 mendatang. Selama 4 hari digembleng oleh Instruktur dari Dewan Koordinasi Cabang (DKC) CBP KPP Kab Kudus yang dikordonatori oleh Reza Dwi R. Dari DKC CBP IPNU Kudus. Mereka akan dibekali berbagai materi wajib dan latihan kedisplinan serta pelatihan menta (Reza/MA)

DKC CBP KPP KUDUS Kawal RAKERCAB II dan DIKLAT KEORGANISASIAN SAMPAI AKHIR

4:31 PM Add Comment
Apel kader CBP KPP sebelum acara dimulai

Kudus, Sebanyak 300 kader Crop Brigade Pembangunan (CBP) bersama Korp Pelajar Putri (KPP) kabupaten Kudus mengawal berjalannya kegiatan Rapat Kerja Pimpinan Cabang (Rakercab) dan Diklat keorganisasian PC IPNU IPPNU KUDUS. 17/09

Bertempat di SMK Assaidiyyah Kirig Mejobo Kudus. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PP IPNU yaitu rekan Asep Irfan Mujahid, Ketua PW IPNU Jawa Tengah Rekan Ferial Farkhan Ibnu Ahmad, Sekretaris PP IPPNU Rekanita Zaimah dan Rekanita Esti Selaku Wakil Ketua PW IPPNU Jawa Tengah.

Kheorul Anas Selaku Komandan DKC CBP Kudus, "mengutarakan bahwa acara ini sangat istimewa bagi kami. Karena kami kedatagan tamu Istimewa dari PP IPNU yaitu rekan Asep Irfan Mujahid selaku ketua umum. Kami sebagai kader inti harus siap dan ada ketika IPNU IPPNU membutuhkan kita. Disamping tugas tersebut kami juga mempunyai kewajiban mengawal ketua umum IPNU. Makadari itu kami mengkerahkan semua kader CBP KPP yang ada di Kabupaten Kudus untuk mengawal krtua umum kita."

Tak hanya CBP saja yang ikut mengawal jalannya rakercab dan diklat keorganisasian KPP sebagai lembaga semi otonomnya IPPNU juga ikut mengawal jalannya rakercab dan diklat keorganisasian yang diadakan olrh PC IPNU IPPNU Kudus. 

Nailatus selaku komandan DKC KPP Kudus ketika ditemui oleh tim redaksi Pilar, "ini adalah bukti komitmen KPP yang harus siap mengawal setiap kegiatan IPPNU. Harapannya komitmen kader KPP selalu ditingkatkan. Supaya semanggat berorganisasi dan mengawal ahlussunnah wal jamaah bisa sampai akhir hayat nanti."

"Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran pengurus yang telah membantu dan mensukseskan acara rakercab dan dikat keorganisasian. Khususnya rekan dan rekanita CBP KPP yang telah mengerahkan sekuat tenaga dan fikirannya demi berjalannya acara sampai acaranya selesai." Ujar Wahyu Saputro selaku ketua PC IPNU Kudus.



Acara tersebut diakhiri dengan rakercab yang mengulas dan mengevaluasi program kerja yang sudah terlaksana dan yang belum terlaksana. Disamping mengamankan jalannya acara. Kader CBP KPP juga mengikuti rakercab dengan komisi D tentang CBP KPP. (Ma)

KETUA UMUM PP IPNU HADIRI RAKERCAB II dan DIKLAT KEORGANISASIAN PC IPNU IPPNU KUDUS

1:04 AM Add Comment
Kudus, program kerja merupakan satu kesatuan dalam organisasi. Tanpa program kerja suatu organisasi tidak mempunyai ruh. Demi memperlancar program kerja maka PC IPNU IPPNU mengadakan Rapat Kerja Pimpinan Cabang (RAKERCAB) PC IPNU IPPNU Kudus. 17/09

Rakercab II dan Diklat Keorganisasian tersebut dihadiri oleh ketua umum PP IPNU yaitu rekan Asep Irfan Mujahid, ketua PP IPNU bidang kaderisasi Dwi Saifullah, Ferial Fakhan Ibnu Ahmad ketua PW IPNU Jawa Tengah dan jajaran pengurus semua jajaran pengurus PAC IPNU IPPNU Se Kabupaten Kudus.

“Acara ini merupakan acara yang istimewa bagi kami. Karena kami pada hari ini dihadiri oleh ketua umum PP IPNU yaitu rekan Asep Irfan Mujahid dan ketua PW IPNU Jawa Tengah rekan Ferial Farkhan ibnu Ahmad, rekanita Zaimah selaku sekretaris umum PP IPPNU dan lainnya. Hal ini merupakan semanggat bagi kami karena moment ini sangat istimewa dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.” Tutur Wahyu Saputro selaku keta PC IPNU Kudus.

“Rakercab II adalah bentuk evaluasi program kerja kami. Setelah satu tahun kepengurusan kami. dan disamping itu diklat organisasi juga merupakan ajang pelatihan kami untuk PAC IPNU IPPNU se-kabupaten dan Harapannya setelah Rakercab dan Diklat Organisasi ini masing-masing PAC bisa mengaplikasikan di daerahnya masing-masing.” Imbuh Yoyok sapaannya.

“Tertib administrasi merupakan suatu kewajiban penting bagi seluruh setruktural IPNU. Karena IPNU kuat dan bisa bertahan sampai sekarang karena IPNU patuh terhadap administrasi. Dan IPNU kudus yang barometernya pengkaderan yang ada di Jawa Tengah ini harus belajar dengan sunguh-sunguh mengenai tertib administrasi. Karena mempertahankan status PC yang terbaik bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu kami memberi penekanan bagi kader IPNU IPPNU harus tertib administrasi.” ujar Feri sebuatan akrabnya ketua PW IPNU Jawa Tengah

Pengembalian makana IPNU IPPNU kepada pelajar. membuat IPNU IPPNU harus melebarkan sayap hingga di Pimpinan Komisariat. Karena di sekolah umum asing dengan adanya agama dan itu celah bagi aliran radikal masuk untuk mengkader menjadi teroris. Sehingga IPNU IPPNU menjadi  adalah organisasi pengkaderan pertama Nahdlatul Ulama  dikalangan pelajar. IPNU IPPNU harus bisa memberi pengetahun tentang Islam Rahmatan Lil Alamin. Sehingga celah masuknya islam radikal bisa tertutupi oleh IPNU IPPNU  

Soleh Syakur selaku ketua Majelis Alumni PC IPNU Kudus mengatakan “pentingnya administrasi harus diketehui oleh kader IPNU. Karena IPNU IPPNU merupakan pengkaderan awal di Nahdlatul Ulama dan menyepelekan administrasi maka bagaimana bayangan Nahdlatul Ulama kedepannya. Disisilain IPNU IPPNU harus bisa masuk ke sekolah sekolah umum. Karena tantangan besar kita adalah menghadapi islam radikal.”

Setelah Acara pembukaan kemudian diisi dialog publik oleh ketua PP IPNU yaitu rekan asep irfan mujahid dilanjut dengan bedah POPA dan PPOA yang terakhir adalah RAKERCAB II PC IPNU IPPNU Kudus


PC IPNU IPPNU Kudus Sukseskan Acara Peringatan Hari Jadi Kudus

8:58 AM Add Comment

Kudus – Dalam rangka memeringati Hari Jadi Kabupaten Kudus ke 468, Pemerintah Daerah Kudus bekerjasama dengan PC NU Kudus dan Al Khidmah adakan Majlis Dzikir, Maulidurrosul SAW, dan Haul Akbar Kudus 2017 yang bertempat di alun-alun simpang 7 Kudus, Jum'at (8/9).

Acara yang dihadiri Habib Thohir Al Kaff dari Tegal, Habib Haidar Al Idrus dari Surabaya, dan jama'ah dari berbagai kota di Jawa Tengah ini berjalan khidmat dan khusu'. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk menyambung tali persaudaraan dan mendo'akan leluhur yang sudah mendahului kita.

"Acara Haul Akbar ini dihadiri oleh kyai dan habaib dari Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Abdul Hadi selaku ketua PC NU Kudus.

Hadi, menambahkan bahwa Sheikh Asrori Al Ishaqi (pendiri Al Khidmah) pernah berpesan kepada jama'ah Al Khidmah yaitu (1) Setiap amal ibadah marilah kita setulus hati ikhlas dan merasa apes dihadapan Allah SWT (2) Dalam pergaulan sesama manusia kita gunakan akhlakul karimah dengan dilandasi bahwa orang lain lebih mulya dari kita (3) Jadikan diri kita orang yang selalu sukur kepada Allah (4) Jadilah kita orang yang kasih sayang (5) Jadikanlah diri kita orang yang mudah mengalah (6) Jadikan umur ini yang berisi sifat yang bermanfaat (7) Jangan pernah dzolim terhadap sesama. Itulah 7 pesan moral Sheikh Asrori Al Ishaqi semoga kita bisa mengamalkannya.

"Mari negara kita jaga sebaik mungkin karena NKRI harga mati," lanjutnya.

"Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bupati Kudus, Banom NU Kudus, dan para donatur yang telah memberikan bantuan materil demi terlaksananya haul akbar ini," ucap Emil Sanif Tarigan selaku ketua Al Khidmah Pusat.

Perkembangan Al Khidmah sudah sampai ke berbagai kota di Indonesia diantaranya Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali. Bahkan sudah sampai ke luar negeri yaitu Malaysia, Singapura, Thailand Selatan.

"Diharapkan kegiatan seperti ini bisa digelar 1 tahun sekali untuk memeringati Hari Jadi Kabupaten Kudus," tutur H. Musthofa Wardoyo selaku Bupati Kudus.

Sebelum acara dimulai ratusan kader IPNU IPPNU Kudus sebagai relawan untuk membungkus nasi untuk dibagikan kepada jamaah yang nanti hadir di Haul Akbar dan Hari Jadi Kota kudus. Menurut wahyu saputro Sebagai ketua PC IPNU Kudus, diperkirakan nanti yang hadir ada 1000 jamaah. Yang dihitung dari jumlah konsumsi yang ada (zam/ma)

DKAC CBP KPP Undaan adakan Pembentangan Bendera di Atas Jembatan Waduk Babalan Indah

7:12 AM Add Comment
Foto bersama setelah acara pembentangan bendera merahputih selesai

Kudus, - Suasana kemerdekaan masih terasa di Waduk Babalan Indah dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 dan Follow Up Raker Follow Up Keanggotaan DKAC CBP KPP Kecamatan Undaan yang dikemas dalam nuansa Malam Keakraban (Makrab) Sabtu (2/9/2017). Acara ini diselenggarakan oleh PAC IPNU IPPNU bersama DKAC CBP KPP Kecamatan Undaan dan diketuai oleh Fitrian Faza Salam.

Kegiatan ini langsung dibuka oleh M. rizal Ertiyanto selaku ketua PAC IPNU kecamatan Undaan pukul 15.15 WIB dan berakhir pada Minggu pagi. Dalam sambutannya Rizal memaparkan "bagaimana menanamkan rasa cinta atas negara indonesia tercinta ini. Terlebih lagi mengajak para pemuda di kecamatan Undaan untuk saling peduli dengan lingkungan sekitarnya dan juga dapat menanamkan jiwa santri lewat kegiatan IPNU IPPNU khususnya dilingkungan para pelajar."

Dalam acara ini terdapat pembentangan bendera merah putih dilaksanakan dengan tiga pembentangan oleh CBP yang memiliki wajah baru.

"Ada hal yang berbeda dari kegiatan-kegiatan DKAC sebelumnya, yakni pembentangan bendera merah putih berukuran 4 x 10 meter ini menggunakan seutas tali dari atas jembatan Waduk Babalan Indah. Inilah wajah kreatifitas DKAC CBP KPP Undaan yang baru. Karena sebelum-sebelumnya kegiatan hanya bersifat sama tanpa ada kreatifitas dari anggota". Ujar Doni Kurniawan Putra selaku ketua SC.

Disamping kegiatan pembentangan bendera merah putih, acara dilanjut dengan Malam Keakraban (makrab). Makrab yang diselengarakan DKAC dan PAC IPNU IPPNU Undaan diharapkan bisa lebih mengeratkan hubungan tali persaudaraan sesama anggota keluarga besar, khususnya DKAC CBP KPP dan PAC IPNU IPPNU kecamatan Undaan.

"Sesuai dengan tema kegiatan ini Unity In Diversity To Make A Harmony kegiatan ini bertujuan untuk memper erat rasa kekeluargaan antar anggota DKAC CBP KPP dan PAC IPNU IPPNU sekaligus jagongan berkualitas membedah kembali program kerja yg sudah di rancang pada saat raker". Ujar Eko Supriyanto selaku komandan DKAC CBP kecamatan Undaan.
Dari antusias anggota pelajar NU khususnya IPNU IPPNU se kecamatan Undaan dibuktikan dengan jumlah peserta yang hadir lebih dari 80 pesrta dari keanggotaan PAC,  DKAC,  PR maupun PK se kecamatan Undaan. (um/ma)

Kader Kudus Ikuti Diklat Jurnalistik PP IPNU bersama Kompas.

2:14 PM Add Comment

Tegal – Pendidikan dan Latihan(diklat) Jurnalistik merupakan kegiatan pengalian bakat dalam bidang tulis menulis. IPNU adalah sebuah organisasi penanaman ideologi bagi Nahdlatul Ulama, sepatutnya IPNU harus mulai belajar agama, Ideologi dan belajar perkembangan zaman yang ada. Tak terkecuali belajar tulis menulis untuk menjadi jurnalis atau sering di sebut diklat jurnalistik; keprihatinan IPNU terhadap pelajar yang kurang menguasai dunia tulis menulis maka kami IPNUmenyelengarakan Diklat Jurnalistik yang kami adakan bersama KOMPAS.

Diklat Jurnalistik yand diadakan oleh Pimpinan Pusat (PP) IPNU digelar selama 3 hari ini dimulai hari selasa tanggal 5 - 7 September 2017 bertempat di Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah, Babakan, Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah. Peserta diikuti sebanyak 40 orang yang terdiri dari perwakilan Pimpinan Cabang (PC) dan pondok pesantren yang berada di Jawa Tengah. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk mencetak 1000 jurnalis IPNU IPPNU di seluruh Indonesia, Selasa (5/9).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus dan panitia PP. IPNU, pemateri dari Kompas, Pengasuh Pondok Pesantren Putra Putri Ma'hadut Tholabah, dan peserta Diklat Jurnalistik Pelajar dan Santri 2017.

"Alhamdulillah kami selaku PC IPNU Kudus bisa mengirimkan peserta untuk mengikuti diklat jurnalistik yang diselengarakan oleh PP IPNU. diantaranya adalah yaitu rekan Zamris Anwar dan rekan Mustofa Zaenur Rohman yang telah lolos seleksi Diklat Jurnalistik Pelajar dan Santri 2017 oleh PP. IPNU dan Kompas di Tegal," ucap M. Wahyu Saputro ketua PC IPNU Kudus.

Rekan Wahyu, menambahkan. "Harapan besar kepada mereka berdua untuk membagikan ilmunya kepada kader IPNU IPPNU Kudus. Disisi lain Kompas mempunyai penilaian A di Indonesia."

"Kompas sebagai sandaran media lain turut berprihatin terhadap keadaan sekarang. Karena, sekarang media dikuasai orang yang baru mengenal agama islam dan lalu mengadu islam dalam media sekarang. Banyak berita yang menghujat dan mengadu domba pihak satu sama lain. Menyebar berita kebencian, radikalisme, terror, dan hoaks. Kita sebagai pelajar NU jangan mudah terpercaya dengan isu-isu yang berkembang sekarang. Kita harus tabayyun terlebih dahulu kepada kyai, guru, pemimpin kita agar tidak salah menilai berita tersebut. Mari kita ramaikan media sosial kita dengan hal-hal ilmu pesantren," tutur Muhammad Bakhir pimpinan redaktur Kompas.

Muhammad Bachir juga menambahkan bahwa bagi pelajar hasil pelatihan ini selesai, apabila ada yang ingin jadi wartawan Kompas kita terima, tapi harus mengikuti pendidikan dulu. Kita didik 1 tahun penuh baru bisa terjun lapangan.
"Diharapkan lewat pelatihan ini, peserta dari Kudus bisa mewarnai web PC IPNU IPPNU Kudus," tutur Abu Hasan Al-Asy'ari wakil ketua bidang OSB PC IPNU Kudus. (zam/ma)

PP IPNU bersama KOMPAS Lestarikan Budaya Literasi

4:40 PM Add Comment
Rekan Abdullah Muhdi selaku Wakil Sekretaris PP IPNU memberikan arahn untuk peserta Diklat Jurnalistik PP IPNU bersama Kompas

Tegal- arti dari literasi adalah budaya tulis menulis, namun kesadaran akan pentingnya budaya literasi pada pelajar sangat minim, oleh karena itu Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) bekerjasama dengan Kompasmengadakan Diklat Jurnalistik pelajar dan santri 5/09. Bertempat di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah, Babakan,Tegal. Acara tersebut diikuti oleh pelajar se-Jawa Tengah yang lolos di seleksi sebelumya.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh M. Bachir selaku perwakilan KOMPAS, K.H Achmad Nasichun Isa Mufti selaku pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah dan segenap PP IPNU. Jefri selaku ketua panitia menuturkan “Diklat Junalistik pelajar dan santri dimulai dari hari Selasa (5/9) dan dijadwalkan selesai pada Kamis (7/9). Diklat Jurnalistik Pelajar dan Santri sebelumnya sudah terlaksana di Jakarta beberapa bulan yang lalu tempatnya di pondok pesantren Darul Ukhwah jakarta. Output Diklat jurnalistik pelajar dan santri angkatan pertama yang ada di Jakarta hampir sebagian besar masih menulis. Begitupun acara ini yang nantinya diklat jurnalistik pelajar dan santri angkatan kedua ini diharapkan aktif menulis di berbagai media khususnya di PP IPNU. Acara ini dikuti 40 peserta dari berbagai tempat di Jawa Tengah. Harapannya acara Diklat Jurnalistik pelajar dan Santri pada akhir tahun bisa selesai pada wilayah Jawa.”

PP IPNU juga bekerjasama dengan salah satu media terbesar di Indonesia dan terkenal menghasilkan konten – konten berkualitas dengan tata bahasa yang baik, yakni KOMPAS. Pemateri semua berasal dari KOMPAS pusat langsung untuk membagikan ilmu mereka kepada para peserta. Karena Kompas peduli dengan masa depan Indoensia yang sekarang tidak mau menulis, maka kompas ingin mengajak pelajar yang ada di Indonesia khususnya Jawa tengah tetap menulis untuk melestarikan budaya literasi.

“Gambaran Indonesia pada sekarang yang sering percaya dengan berita hoaks atau fitnah yang sekarang dibuat oleh ustaz yang baru belajar Islam. Gambaran tersebut membuat kami prihatin jika ini diterus-teruskan maka bagaimana gambaran indonesia 40 atau 50 tahun kedepan. Yang menjadi Presiden, Gubernur dan yang lainnya adalah usia pelajar.” Imbuh M Bachir selaku pimpinan redaktur Kompas

“Santri juga harus berperan aktif dalam dunia literasi, karena santri akan memerangi ustaz yang baru belajar islam dnegan mengunakan kitab-kitab yang telah dipelajari di pondok pesantren. Karena banyak orang yang baru belajar islam kemudian sudah dipanggil ustaz dan dia menyesatkan yang lain. Inilah kekhawatiran kami untuk mau mengadakan dikalat jurnalistik bersama IPNU agar santri bisa membuka kitabnya kembali untuk memerangi ustaz yang seperti itu.” Ujar Bachir

Pelatihan ini merupakan ajang latihan tulis menulis dikalangan pelajar harapannya generasi Y bisa mengerti akan pentingnya budaya literasi yang ada disekelilingkita (MA).