Menangkal Hoaks dengan Ngaji Jurnalis

6:51 PM Add Comment

Maraknya informasi dan berita yang bohong atau hoaks dikalangan pelajar begitu miris dan mengkhawatirkan. Sudah menjadi bumbu kehidupan yang terus tersaji di depan masyarakat. Seolah-olah berita hoaks menjadi teman yang harus ada. Kegelisahan inilah yang membuat salah satu badan otonom organisasi Nahdlatul Ulama (NU), IPNU-IPPNU untuk membuat kajian tentang menankal berita hoaks.

Dalam kesempatan yang ada, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Jati mengadakan diskusi yang dikemas dalam bentuk kejurnalisan. Ngaji jurnalis, menjadi nama diskusi yang diadakan pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baitul Mukminin, Getaspejaten, Jati, Kudus.

Narasumber yang didatangkan dalam acara tersebut pun sudah paham mengenai dunia jurnalis. Mulai dari Abdul Rokhim (30) sebagai wartawan Jawa Pos Radar Kudus, Mustofa Zaenur Rohman (21) sebagai pengurus di Lembaga Jaringan Komunikasi dan Informasi (Jarkominfo) di Pimpinan Cabang IPNU Kudus.

Dimoderatori langsung oleh Yaumis Salam sebagai Koordinator kegiatan Ngaji Jurnalis acara tersebut dibuka. Dihadiri oleh43 peserta dari delegasi pelajar yang diambil dari pimpinan ranting dan pimpinan komisariat se-Kecamatan Jati. Ngaji Jurnalis menjadi momentum penting bagi pelajar. Dengan mungusung tema “Menangkal Hoaks Mendidik Generasi Kita”.

Mustofa mengungkapkan, pelajar menjadi sasaran empuk dalam dunia internet. Banyaknya pelajar yang memiliki smartphone, sebagai salah satu penyebab terjerumusnya pelajar untuk membaca informasi atau berita hoaks yang beredar.
“Pelajar di Kudus begitu banyak, namun yang paham mengenai media khususnya berita begitu sedikit,” tuturnya. Melalui Ngaji Jurnalis ini, lanjutnya, kita akan lebih paham dan mengetahui secara benar cara-cara untuk menangkal berita hoaks.

Sudah sepatutnya sebagai pengurus lembaga Jarkominfo untuk memberikan arahan dan pengalaman yang baik dalam menghadapi hoaks. “Dengan belajar jurnalis yang benar, sering menulis dan membuat berita kegiatan di ranting atau sebagainya yang mampu memberikan informasi benar dan mempengaruhi pelajar lainnya untuk membaca,” ungkapnya.

Dari sudut pandang wartawan, menutur Abdul Rokhim, perbandingan pelajar yang mengakses internet untuk membuka informasi dan tugas belajar begitu mengkhawatirkan. “Lebih banyak pelajar yang membuka konten yang berisi informasi atau berita, dibandingkan dengan pelajar yang membuka internet untuk tugas belajar,” tuturnya.

Melalui perbandingan tersebut, ungkapnya, dapat dilihat pengaruh informasi yang ada telah menjadi bahan bacaan setiap harinya. Ketika yang dibaca itu berita hoaks dan informasi yang kurang bertanggung jawab penulisnya, maka akan merusak generasi kita.

“Banyak hal yang kita lakukan untuk menangkal berita hoaks. Belajarlah menjadi pembaca yang baik, ketika itu sudah jelas berita hoaks maka jangan dibagikan kepada orang lain. Hindari membaca website atau konten yang sudah pernah memberikan informasi hoaks,” terang Rokhim yang juga alumni Pimpinan Redaksi Majalah Expresi PAC IPNU-IPPNU Jati tahun 2009.

Mulai saat inilah tugas besar pelajar untuk belajar jurnalis. Menjadi tanggung jawab bersama ketika harus berperang atau jihad melawan hoaks. Jangan sampai kader-kader pelajar saat ini menjadi korban keburukan hoaks yang hanya merusak generasi. Melawan hoaks adalah harga mati!. (Yaumis Salam)

PK IPPNU BANAT BUKTIKAN KERJA NYATA

8:31 PM Add Comment

Dari kiri Rekanita Khosi'in, Ade, Alina, Nila (Pembina), Arin, Mifta
foto bersama ketia RA. Doc Red.

Sabtu, bertempat di lapangan Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Banat Kudus. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama MA NU Banat mengadakan pelantikan pengurus PK IPPNU Banat 26/08.

Pelantikan PK IPPNU Banat ini dihadiri oleh kepala sekolah dan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Kudus dan diikuti oleh seluruh siswi MA NU Banat kudus yang kurang lebih berkisar satu ribu siswi.

Alina Selaku Ketua PK IPPNU mengungkapkan ”pelantikan pada hari ini merupakan bukti nyata bahwa IPPNU yang ada di Banat ini bukan formalitas saja namun kami juga mempunyai program kerja yang nyata. Setelah kami dipilih pada hari rabu 23/08”

“Tanpa persiapan yang matang kamipun langsung melaksanakan pelantikan pada hari senin. Karena setiap hari senin adalah upacara bendera dan kamipun memanfaatkan moment tersebut untuk dibuat pelantikan.” Imbuh Alina Yassir Amriya selaku ketua PK IPPNU Banat. 

Nila Chusnia selaku pembina PK IPPNU Banat berharap "adanya PK IPPNU Banat bisa menjadi pelopor organisasi terbaik di MA NU Banat. karena sejatinya IPPNU adalah organisasi yang tersetruktur mulai dari bawah yaitu PR/PK hingga PP yang berada di Jakarta."(MZ)

Pengkaderan Sejak Dini, PR IPNU-IPPNU Jepang Adakan Lomba Kemerdekaan

7:25 PM Add Comment
Suasana lomba kemerdekaan. Doc PC IPNU IPPNU Kudus/fahruddin

Kudus-PR. IPNU(Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama)-IPPNU(Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) Jepang berpartisipasi dalam rangka memeriahkan pesta kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di Halaman MTs NU Sabilul Muttaqin, sabtu sore(19/8).

Lomba yang bertajuk "merajut asa membangun bangsa" tersebut di ikuti oleh ratusan anak, dan kegitan itu menuai apresiasi positif dari banyak warga di Jepang. Terbukti dengan banyaknya dari keikutsertaan anak-anak yang berpartisipasi dengan persetujuan orang tua. Peserta pun bervariasi dari umur SD kelas 1 hingga kelas 6, dan yang membuat lomba menarik ialah keikutsertaan beberapa murid TK yang terbilang masih dini.

Dari lomba sundul balon, lomba makan kerupuk, lomba estafet bendera, lomba kelereng dan memasukkan pensil dalam botol, para peserta saling mendukung satu sama lain, bersorak gembira dan sebelum lomba dimulai, para peserta serentak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu 17 Agustus.

Deni Widya Vindianto selaku ketua ranting IPNU-IPPNU Jepang mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan oleh seluruh elemen masyarakat di Desa Jepang, "alhamdulillah, dari setiap dukuh di Desa Jepang ada anak yang berpartisipasi," katanya.

Selain menyemarakkan Dirgahayu RI ke-72, yang juga mengingatkan anak untuk mencintai negeri ini dengan hati nurani mereka dan ingatkan betapa beratnya perjuangan para pahlawan yang gugur di medan juang, kegiatan yang bersifat sosial ini, sekaligus mengenalkan anak-anak terhadap NU, terutamanya IPNU-IPPNU sebagai wadah yang baik untuk belajar dan pelajar," ujarnya. 

Lanjut Deny, sapaan akrab mahasiswa jurusan syari'ah tersebut. "Pengkaderan sejak dini memang diperlukan, apalagi IPNU-IPPNU ialah organisasi yang bersifat keagamaan yang sering berhadapan langsung dengan masyarakat banyak, IPNU-IPPNU selama ini  juga turut berperan membangun pendidikan karakter remaja lewat program-program yang kami jalankan, jadi anak-anak dan remaja adalah target kami, mengajak mereka untuk saling belajar bersama, seperti salam khas IPNU-IPPNU yakni Belajar, Berjuang, Bertakwa(B3)" tukasnya, sambil mengucapkan harapan besar untuk keberlangsungan pelajar NU.(Fakhrudin)

Kukuhkan Rasa Nasionalisme; Pelajar NU se Dawe adakan Apel Kebangsaan

6:11 PM Add Comment
M. Zaenal Abidin selaku ketua PAC IPNU Dawe serang orasi kebangsaan saat Apel Kebangsaan.


Kudus, dalam rangka hari kelahiran Republik Indonesia PAC IPNU IPPNU Dawe mengadakan Apel kebangsaan yang bertempat dibalai desa Lau Dawe Kudus (17/08)

Dihadiri oleh Ketua Tnfidziyah MWC NU Dawe yaitu Drs. H. Jamasri acara apel kebangsaan tersebut diikuti ratusan Pelajar NU sekecamatan Dawe Kudus.

M. Zaenal Abidin ketika ditemui mengutarakan bahwa "acara upacara Pengkibaran bendera Merah putih dilaksanakan PAC IPNU IPPNU dawe berjalan sukses tanpa hambatan apapun. Dan kami mengucapakan terimakasih DKAC CBP KPP Dawe yang telah membantu berjalannya Upacara ini."

Acara Apel kebangsaan yang diselengarakan oleh PAC IPNU IPPNU Dawe merupakan pertama kalinya diselengaran dalam sejarah " ini menjadi rankaian sejarah yang tidak bisa terlupakan oleh semua yang terlibat. Semoga momentum Hari Kemerdekaan ini menjadi semangat kita untuk lebih giat mencintai NKRI, bertoleransi dan berbhineka tunggal ika." Tutur Abid pangilan akrab selaku ketua PAC IPNU Dawe.

"Kami juga berharap nantinya acara apel kebangsaan seperti ini terus dijalankan dan menjadi program kerja wajib setiap tahunnya. Karena kegiatan seperti ini salah satu bentuk penumbuhan rasa nasionalisme pelajar. Karena akhir-akhir ini rasa nasionalis pelajar semakin menurun. Sehingga kami berinisiatif membuat apel kebangsaan untuk mengukuhkan rasa nasionalisme pelajar yang ada di Dawe" tutur Anissa (sapaan akrab) selaku ketua PAC IPPNU Dawe

Syukur Dan Nila Siap Kawal Kaderisasi di Kaliwungu

10:29 AM Add Comment

Kudus, 12/08 bertempat di Gedung MWC NU Kaliwungu Kudus, PAC IPNU IPPNU Kaliwungu Kudus menyelengarakan Konferensi Anak Cabang (KONFERANCAB) yang merupakan forum permusyawaratan tertinggi di Pimpinan Anak Cabang Kaliwungu untuk menentukan ketua IPNU maupun IPPNU Kaliwungu Kudus kedepannya.

Acara tersebut dimulai dengan pembukaan kemudian dilanjut dengan sidang peleno dan dilanjut sidang komisi kemudan pemilihan ketua PAC IPNU IPPNU yang selanjutnya.

Menurut Mukhlis Hermawan selaku ketua PAC IPNU Kalowungu mengatakan "konfercab merupakan forumnya ranting dan harapannya PR bisa memilih kader IPNU IPPNU yang ada dikaliwungu untuk dijadikan calon ketua. Karena ini adalah forumnha ranting. Dan siapapun yang menjadi ketua kita harus bisa menerima dan mari kita bersama sama memajukan IPNU IPPNU yang ada dikaliwungu Kudus."

Dari hasil sidang peleno terpisah menghasilkan keputusan untuk ketua IPNU terpilih rekan Muhammad Abdul Syukur dari Banget dan ketua IPPNU terpilih rekanita Nila Hasanul Muna dari Mijen. (Mm)

HABIB ALI ZAENAL ABIDIN BUKA KONFERENSI ANAK CABANG IPNU IPPNU KALIWUNGU.

9:32 AM Add Comment

Kudus, bertempat dilapangan Kedungdowo Kaliwungu Kudus. PAC IPNU bersama IPPNU Kaliwungu Kudus mengadakan pengajian akbar dalam rangka konferensi anak cabang (KONFERANCAB) PAC IPNU IPPNU Kaliwungu Kudus. (11/08)

Acara pengajian akbar tersebut dihadiri oleh Al Habin Ali Zaenal Abidin bersama Azahir dari pekalongan, Rois Suriah MWC NU Kaliwungu, Tanfidziah MWC NU Kaliwungu dan seluruh anggota PR/PK IPNU bersama IPPNU Kaliwungu Kudus.

Arin Anisatussaiyyidah selaku ketua PAC IPPNU Kaliwungu menuturkan bahwa "pengajian akbar ini merupakan rangkaian konferensi anak cabang yang telah berlangsung maka dari itu kami memohon maaf apabila dalam periode kami terdapat kekurangan dan kesalahan. Harapannya pengajian akbar ini merupakan salahsatu gebrakan baru dari kami untuk menarik minat terhadap IPNU IPPNU yang ada di Kaliwungu kudus. Semoga pengajian akbar ini menjadi rutinitas kedepannya."

"Banyak orangtua yang beranggapan bahwa organisasi IPNU IPPNU ini dipandang rendah oleh masyarakat makadari itu kami mengadakan kegiatan bersekala besar dan membuktikan bahwa IPNU IPPNU tidak hanya sebatas berkumpul saja tapi kita mempunyai action dan wujud action kami adalah ini pengajian akbar bersama Habib Ali Zaenal Abidin dan Azahir dari Pekalongan karena kaliwungu adalah kami" imbuh Arin sapaan akrabnya.

Khotimatus Saadah selaku ketua PC IPPNU Kudus mepaparkan bahwa "kegiatan seperti ini harus dijadikan rutinitas sehingga mainset masyarakat yang kurang baik tentang IPNU IPPNU bisa terkurangi. Karena organisasi IPNU IPPNU merupakan organisasi struktural paling muda yang dibawahnya Nahdlatul Ulama adalah IPNU IPPNU jadi kita harus bangga terhadap IPNU IPPNU karena nantinya kita adalah penerus Nahdlatul Ulama."

"Akhir-akhir ini nahdlatul ulama digoyang dengan adanya kebijakan Permen No 02 tahun 2017 tentang Full Day Scholl atau FDS yang akan mematikan dan merugikan Madrasah Diniyyah (MADIN) yang dibawahnya Kementrian Agama dan Nahdlatul Ulama. Sehingga perlunya penolakan terhadap Permen tersebut. Makadari itu Kami PC IPNU IPPNU bersama Seluruh jajaran banom Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus akan menyelengarakan aksi damai menolak FDS." Imbuh ima sapaan akrabnya (MM)

DKAC KOTA PILIH MATERI DALMAS, DALAM FOLLOW UP

10:52 AM Add Comment

Kudus- Dewan Koordinasi Anak Cabang CBP Bersama KPP Kota, sukses mengadakan pelatihan Pengendalian Masyarakat (DALMAS) dengan pemateri dari Kasat Sabhara POLRES Kudus dan dibantu dari POLSEK Kecamatan Kota. Kamis (10/08/2017).
Komandan DKAC CBP Kota mengatakkan, pelatihan ini adalah pelatihan dalmas yang pesertanya terdiri dari Anggota CBP KPP baru pasca diselenggarakannya DIKLATAMA DKAC Kota periode 2017-2019.
“Ini merupakan salah satu cara peningkatan kualitas dari anggota kami, dengan dipilihnya materi dalmas, harapan kami Pasukan Inti IPNU IPPNU lebih peka terhadap lingkungan sekitar, lebih sigap, insting, dan satu komando mengawal ASWAJA”. Amanat Komandan DKAC CBP dalam pembukaan pelatihan.
Selain pemateri dari polsek, sore itu juga diisi pemateri dari polres. Menyampaikan materi tentang dalmas Dasar-Lanjut, peserta merasa senang karena pemateri dari Polres berkenan untuk membawa peralatan DALMAS Lengkap dan disertai dengan praktik langsung.
“pada initinya, latihan ini difokuskan untuk meningkatkan profesionalisme anggota CBP KPP, sehingga disaat menemui pengendalian masa yang sebenarnya dalam pelaksanaan kegiatan, mereka sudah terbekali ilmu tentang pengendalian masyarakat biasa maupun yang tidak terkendali,” tambahan Ketua PAC IPNU Kota.
Disisi lain, Satuan Sabhara (Pemateri dari Polres) juga memberikan pengarahan sigap dan antisipasi dalam tim suksesi kegiatan diluar maupun didalam ruangan,untuk berusaha semaksimal mungkin sesuai tupoksi (tujuan, pokok, dan fungsi) dari CBP KPP di kabupaten Kudus.
“kalian semua harus bertugas dengan penuh sesuai fungsinya, yang katanya CBP KPP adalah kader inti dari IPNU IPPNU, jangan terpaku menunggu laporan dan instruksi. Kalau memang dibutuhkan harus sigap dan tanggap respon. Selalu menjaga kekompakan dan upaya menciptakan suasana yang kondusif dalam pengawalan kegiatan, selalu berkoordinasi, komunikasi baik dengan semua pihak yang terkait hingga akhir dalam suksesi kegiatan IPNU IPPNU.” Penutup  dari AKP Dendi, pemateri Satuan Sabhara POLRES Kudus.
(DKAC Kota/REP.Badrus)

Senandung puisi dan Tari kretek IPNU dan IPPNU Kalirejo

4:12 PM Add Comment

Kudus - Teatrikal Puisi dan Tari Kretek  PR. IPNU bersama IPPNU Kalirejo meriahkan acara pelantikan Ahad malam (6/8/17) di Balai Desa Kalirejo. Puisi karangan Alfina Dama yang menceritakan tentang bangkitnya pelajar dan pemuda Kalirejo melalui IPNU dan IPPNU yang telah lama fakum ini.

Seperti halnya yg dipaparkan oleh Bpk K.H Sulthon selaku ketua Tanfidziyah NU ranting Kalirejo "Jadilah pemuda yang kritis, kreatif,cerdas tanggap, dinamis dan memiliki jiwa kepekaan sosial yang tinggi, karena mengingat zaman sekarang sudah berbeda dengan zaman dulu sehingga harus lebih memperluas ilmu tidak hanya ilmu agama saja". Beliau juga berpesan dan menitipkan kepada Bpk. Agus Hariyanto selaku Kepala Desa kalirejo untuk memanfaatkan dan mengikut sertakan pemuda IPNU dan IPPNU ini dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh desa. Karena pemuda ini merupakan aset desa Kalirejo ini.

Kemudian selanjutnya Bpk Agus Hariyanto menyamapaikan, bahwa tidak usah ewoh pakewoh untuk bertanya  kepada senior-senior dan juga sowan kesesepuh sesepuh sehingga akan menimbulkan suasana yang harmonis.

Pelantikan yang dihadiri oleh 80 peserta ini terlihat Rekanita Khotimatus Sa'adah selaku ketua PC. IPPNU Kudus turut hadir dudalamnya yang mana Kalirejo ini merupakan desa Kelahirannya.
Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada ketua terlantik MK 2017-2019 Rekan M. Alfi Noor dan rekanita Fifi  Anggraeni semoga dapat amanah dalam menjalankan tugas dan selamat belajar, berjuang, bertaqwa. (Ac umami/ABSR)

PC IPNU IPPNU KUDUS SIAP DIRIKAN KOMISARIAT DISEKOLAH UMUM

9:22 PM Add Comment

Kudus, Bertempat di Gedung Muslimat NU Tanjungkarang. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus bersama Majelis Alumni IPNU IPPNU Kabupaten Kudus Menyelengarakan Halal bi Halal sekaligus diskusi bersama. Dengan tema "Setrategi Pelajar NU Menjaga NKRI" 06/08

Acara tersebut dihadiri oleh PC NU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, ISNU, LP Maarif  dan Majelis Alumni PC IPNU IPPNU Kabupaten Kudus.

M. Wahyu Saputro selaku ketua PC IPNU berharap "pendirian Pimpinan Komisariat (PK) bisa berdiri diseluruh sekolah yang dibawah naungan LP MA'ARIF. Karena Kudus terdapat banyak sekolah yang bernaungan di LP MA'ARIF. Makadariitu kami tahun depan atau diakhir periode kami bisa mengaktifkan PK diseluruh Madrasah yang berada dibawah naungan LP Ma'arif. Tidak hanya di Sekolah yang berada dibawah naungan LP Maarif saja tapi kita mulai melebarkan sayap hingga sekolah yang umum. Karena data yang masuk kepada kami baru SMK DUTA KARYA dan Yang akan mendirikan SMA 1 Bae."

"Kami mewajibkan kepada kepala sekolah yang berada dibawah Naungan LP MAARIF harus mendirikan yang namanya PK IPNU IPPNU Karena IPNU IPPNU dulunya lahir dari LP MAARIF dan sekarang diambil dalam badan otonom di Nahdlatul Ulama. Maka kami berharap IPNU IPPNU harus menjaga komunikasinya dan bersinegi dengan LP MAARIF untuk tetap mendirikan komisariat." Imbuh Anif Farizi selaku Wakil Ketua LP MAARIF Kudus.

"Kami sudah mengupayakan segala cara dalam mengaktifkan PK IPNU IPPNU disekolah yang berada dibawah naungan LP MAARIF dan non LP MAARIF. Kami berharap kepada Pimpinan Anank Cabang yang berada diseluruh Kabupaten Kudus untuk tetap menjaga komunikasinya dengan Pimpinan Cabang karena kami bukan apap jika tidak dibantu dengan PAC." imbuh Khotimatus Saadah selaku ketua PC IPPNU Kudus.

Acara halal bi halal dan diskusi diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Rekan Muhammad Sya'roni dan berfoto. /MM

PESAN DAMAI DARI K.H SYA'RONI AHMADI

7:52 PM Add Comment

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai ras dan suku budaya yang berbeda. Sehingga Indonesia terkenal didunia sebagai negara yang mempunyai tingkat pluralisme yang tinggi. Karena agama satu dan agama yang lain bisa hidup berdampingan.

Namun akhir-akhir ini Indonesia diserang atas nama Agama yang disematkan kepada segelintir orang yang tidak bertangung jawab.

Para ulama dan kyai terdahulu mendirikan negara ini sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah sangat tepat.  Karena para ulama dan masyaikh terdahulu inggin mendirikan darussalam atau negara damai bukan negara islam atau darul islam. Karena yang mendirikan negara Indonesia bukan hanya orang islam saja melainkan orang hindu budha kristen juga berperan penting dalam proses berdirinya NKRI. Orang islam tidak boleh "nakal" untuk mendirikan negara islam. Walaupun mayoritas masyarakat indonesia beragama islam. maka kita wajib menjaga dan merawat NKRI warisan dari para ulama dan kyai dan para pendiri bangsa ini.

Farid dan Aliya, Ketua baru PR IPNU IPPNU Wates

6:08 AM Add Comment

Jum'at (4/8/17) Siang itu MI NU Tarbiyatul Wildan Wates dipenuhi semangat para anggota IPNU dan IPPNU. Sebanyak 85 anggota PR IPNU dan IPPNU Wates telah berkumpul di Madrasah yang terletak tepat di depan Masjid Jami Baiturrohman Wates Undaan Kudus guna melaksanakan Rapat Anggota.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 - 18.30 WIB ini dibuka oleh bapak H. Noor Sofan SH selaku Ketua Tanfidziyah NU Ranting Wates. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan persidangan mengenai pembacaan dan pengesahan tata tertib. Sidang pleno gabungan I yang mana ketua ranting rekan Abdullah Lutfi Noor Aftian dan rekanita Rifda Nauvalin melaporkan LPJ selama periode MK 2015 - 2017.  Sebanyak 24 program kerja telah terealisasi, sekaligus dipaparkan jug tentang hambatan pada periode tersebut.

Selepas sidang LPJ dilanjutkan kembali dengan sidang terpisah antara IPNU dan IPPNU untuk memilih ketua baru. Sidang yang dipimpin langsung oleh perwakilan PAC IPNU dan IPPNU Undaan tersebut akhirnya mencapai kesepakatan. Rekan Farid Jaelani terpilih menjadi Ketua PR IPNU Wates , dan rekanita Aliya Windi Syahrina terpilih menjadi Ketua PR IPPNU Wates, MK 2017 - 2019  masing masing dari mereka lebih unggul dari 3 kandidat calon ketua yang lain. Semoga bisa amanah dalam 2 tahun kedepan dan membawa perubahan yang lebih baik untuk PR IPNU dan IPPNU Wates, Salam Pelajar !!! Belajar, Berjuang dan Bertaqwa. (Ac umami/ ASBR)

Setelah Tanggani Tiga DIKLATAMA. DKC dan TIM Instruktur CBP KPP adakan olahraga Futsal dan Badminton

12:27 AM Add Comment

Kudus, bertempat di Stadion markas-kudus. Tim Futsal  Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corp Brigade Pembangunan (IPNU) Bersama Korp Pelajar Putri (IPPNU) Kudus mengadakan pertandingan persahabatan dengan Tim Futsal Instruktur DIKLATAMA CBP KPP Kabupaten Kudus yang bertempat di Stadion Futsal Markas, kamis (03/08/17).

Laga persahabatan tersebut dihadiri oleh komandan DKC CBP yaitu Khoerul Anas bersama Komandan DKC KPP yaitu Nailatus Saadah dan diikuti oleh beberapa anggota dan tim instruktur yang terdiri dari Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) CBP KPP Se-Kabupaten Kudus.

" Malam ini memang diperuntukan kepada para instruktur yang telah sukses melaksanakan kegiatan diklatama di tiga DKAC yaitu DKAC Kota, Mejobo, dan Jekulo. disamping menyelenggarakan kegiatan futsal kami juga menyelnggarakan badminton. Karena olahraga futsal merupakan olahraga yang digemari oleh kaum pria. sedangkan kaum wanita lebih suka dengan olahraga badminton." tutur Khoerul Anas Selaku komandan DKC CBP Kudus.

Nailatus Saadah selaku komandan DKC KPP menambahkan "bahwa kegiatan futsal dan badminton bareng merupakan upaya kami dalam membuat tim instruktur tidak jenuh karena kami telah menangani tiga diklatama sekaligus maka kami juga perlu yang namanya refreshing. Inilah bentuk refreshing yang kami bisa laksanakan semoga setelah ini kita harus meningkatkan kualitas diri kita untuk menghadapi diklatama-diklatama lainnya."

Kegiatan tersebut Diakhiri dengan berfoto bersama.(maulana/MM)

Tangkal Radikalisme Pelajar : PC IPNU IPPNU Kudus gelar Sensus Pelajar 2017

5:48 PM Add Comment

Kudus - Pengembangan Santri Pelajar Mahasiswa (PSPM)PC IPNU IPPNU Kudus adakan sensus pelajar. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendata anggota IPNU IPPNU di sekolah-sekolah non LP Ma'arif NU se-Kudus, Jum'at (04/08/17).

Kegiatan yang digelar selama 13 hari di mulai sejal tanggal 1 sampai 13 Agustus 2017. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk mendata dan mengarahkan anggota IPNU IPPNU Pimpinan Anak Cabang atau Pimpinan Ranting yang sekolah diluar sekolah bernaungan LP Ma'arif NU baik MA/SMA/SMK Negeri/Swasta untuk bisa mendirikan pimpinan komisariat, mencegah serta menangkal radikalisme kalangan pelajar di sekolahnya masing-masing.

"Adapun tujuan Sensus Pelajar untuk mendata pelajar IPNU IPPNU di sekolah-sekolah non ma'arif untuk nantinya di bentuk komunitas IPNU IPPNU guna menangkal radikalisme pelajar di sekolah-sekolah non LP Ma'arif NU se-kabupaten Kudus," kata M. Ulil Albab selaku Waka PSPM PC IPNU Kudus.

Sementara itu untuk awal pendirian komunitas pimpinan komisariat IPNU IPPNU akan diadakan kegiatan di sekolah-sekolah umum Negeri/Swasta Non Maarif seperti Ngaji aswaja, tahlil, berjanzi, istigosah pelajar, diskusi kepelajaran & kebangsaan, nasionalisme, pelatihan keterampilan dan lain sebagainya, tambah Abu Yazid Al Bastomi selaku Wasek PSPM PC IPNU Kudus.

"Ada 34 sekolah di Kudus yang tidak berbadan Ma'arif NU, semua sekolah itu ada banyak kader IPNU IPPNU yang potensial untuk mendirikan pimpinan komisariat dengan dukungan semua pihak baik internal kalangan Banom NU maupun stake holder terkait lainnya," tutur M. Wahyu Saputro selaku ketua PC IPNU Kudus.

Rekan Wahyu menambahkan demi suksesnya sensus pelajar ini dibutuhkan sinergi antar semua pihak saling memikul bersama mendirikan pimpinan komisariat IPNU IPPNU di semua sekolah se-Kudus.

"Diharapkan lewat sensus pelajar ini, pelajar IPNU IPPNU bisa mewarnai sekolahan masing-masing dalam mengembangkan organisasi IPNU-IPPNU sebagai garda terdepan mencegah & menangkal radikalisme dikalangan pelajar yang sangat mengkhawatirkan saat ini," ujar Waka PSPM PC IPPNU Nurul Alif Alifah. (Zam)

DKAC CBP KPP JEKULO DIDIK KADER KADER POTENSIAL MENJADI KADER MILITAN

12:44 AM Add Comment
Peserta DIKLATAMA berfoto bersama dengan Pemateri LPBI NU Kudus.

Kudus - Sebanyak 43 peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) 2017 yang diselenggarakan DKAC CBP KPP (Dewan Koordinasi Anak Cabang Corp Brigade Pembangunan Korp Pelajar Putri) Jekulo, Jum'at (28/07).

Kegiatan yang digelar selama 4 hari 3 malam ini dimulai hari jum'at siang sampai senin pagi bertempat di Museum Purbakala Pati Ayam Jekulo, Kudus.  Tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk meneruskan pengkaderan CBP KPP Jekulo 2 tahun sekali (1 peiode).

"Kami berterima kasih kepada seluruh panitia yang ikut mensukseskan acara diklatama periode ini," kata Ahmad Syaichuddin Wibowo selaku ketua PAC IPNU Jekulo.

Rekan Bowo menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk mencari kader-kader baru yang mempunyai jiwa militan yaitu dengan bergabung di CBP KPP Jekulo.

"Kegiatan ini jangan sampai berhenti disini saja, harus ada follow up agar lebih mengeratkan tali persaudaraan antar kader CBP KPP," ucap ketua PAC IPPNU Jekulo Siti Rokimah.

Diharapakan lewat pelatihan ini, peserta bisa ikut andil dalam membantu masyarakat bilamana ada bencana. Karena di Diklatama peserta mendapat pelatihan bagaimana cara menangani bila ada bencana. (Zam)