K.H Wahab Casbullah Penemu "HALAL BI HALAL"

10:54 AM Add Comment
Haddratu syaikh K.H Wahab Chasbullah

Hari Raya Idul Fitri merupakan hari dimana semua keluarga berkumpul menjadi satu. Tak terkecuali keluarga yang diluar kotapun berbondong bondong untuk pulang kampung atau sekarang disebut dengan (mudik); Lebaran identik dengan maaf maafkan atau saling memafkan sehingga di Indonesia sering disebut Halal Bi Halal yang dimana tradisi tetsebut sudah mengakar diindonesia dan merupakan ciri khas Indonesia.

Tahukah anda bagaimana sejarah Halal bi halalyang ada diindonesia?. Istilah halal bi halal mulai muncul ketika pemerintahan Ir. Soekarno yang dimana ketika itu terjadi kerusuhan dibadan parlement. Disisilain ingginnya Indonesia dibuat DI/TII, kemudian ada unsur PKI yang merajarela. Sehingga pada tahun 1948 kekisruhan tersebut tidak bisa dibendung lagi. Kemudian dipangillah K.H Wahab Chasbullah seorang ulama dari Nahdlatul Ulama ke istana negara untuk dimintai saran oleh bung karno.

Dalam percakapannya antara K.H Wahab Chasbullah dengan Soekarno. Kemudian Kyai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan Silaturrahmi, karena situasi kala itu mendekati Hari Raya Idul Fitri, dimana seluruh umat Islam disunahkan bersilaturrahmi. Namun Bung Karno menjawab, “Silaturrahmi kan biasa, saya ingin istilah yang lain”.

Kiyai Wahabpun menjawab dengan guyonan “Itu gampang karena para politiktikus tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah ‘halal bi halal’”.

Dari saran kiyai wahab tersebut kemudian langsung dilaksanakan oleh Bung Karno dan para politikus diundang ke Istana Negara untuk menghadiri halal bi halal atau bahasa Al Qur'an nya adalah silaturrahmi. Karena manfaat silaturrahmi bisa membuat yang marah menjadi dinggin walaupun tidak sepenuhnya dinggin namun setidaknya bisa membuat amarah tersebut supaya tidak mengebu-ngebu. Dari situlah Bung Karno mulai menyusun kekuatan baru dan persatuan bangsa.

Dari situlah seluruh jajaran instansi pemerintahan menyelengarakan halal bi halal  dan suasana politik mulai membaik. Dikalangan pemerintahan menyelengarakan kegiatan halal bi halal yang bisa membuat adem dalam hati. Kemudian masyarakatpun begitu tertarik untuk menyelengarakan halal bi halal. sehingga diselengarakan diseluruh masyarakat dan menyebar secara luas khususnya warga muslim. Dan budaya tersebut menjadi budaya Indonesia yang rutin bahkan mengakar di masyarakat Indonesia ketika Hari Raya Idul fitri.

Dari segi bahasa halal bihalal dari KBBI " salaing memaafkan seltelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diselngarakan disebuah tempat oleh sekelompok orang. Dari segi bahasa halal bi halal di mesir merupakan menghalalkan istrinya untuk orang lain sehingga halal bihalal ini bersifat negatif. Apapun pendapat orang luar mengenai Halal bi Halal yang negatif. Namun Halal bi halal ini adalah asli buatan Indonesia disusun untuk saling memafkan dihari raya Idul Fitri.

Merujuk kepada keterangan Prof. Dr. Quraish Shihab, bahwa istilah Halal bi Halal adalah bentuk kata majemuk yang pemaknaannya dapat ditinjau dari dua sisi: sisi hukum dan saisi bahasa. Pada tinjauan hukum, halal adalah lawan dari haram. Jika haram adalah sesuatu yang dilarang dan mengundang dosa, maka halal berarti sesuatu yang diperbolehkan dan tidak mengundang dosa. Dengan demikian, Halal bi Halal adalah menjadikan sikap kita terhadap pihak lain yang tadinya haram dan berakibat dosa, menjadi halal dengan jalan mohon maaf. Namun tinjauan hukum ini secara hakikat belum menyentuh tujuan Halal bi Halal itu sendiri yang merupakan untuk mengharmoniskan hubungan. Karena dalam bagian halal terdapat hukum makruh, tidak disenangi dan sebaiknya tidak dikerjakan, seperti menceraikan isteri yang justru lepas dari tujuan mengharmoniskan hubungan.(mzr)

KPUD KUDUS GANDENG PC IPNU IPPNU KUDUS UNTUK SOSIALISASI PEMILU 2018

2:15 PM Add Comment
Foto bersama Pengurus PC IPNU IPPNU dengan KPU Kab. Kudus

Kudus, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menyelengarakan Audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus (20/06).

Bertempat di Aula KPU kab. kudus acara tersebut disambut dengan baik oleh ketua Komisioner KPU Mohahammad Chanafi dan seluruh jajarannya. Dalam silaturrahm tersebut membicarakan mengenai peran pelajar dalam menolak politik uang (money politic). Karena pelajar adalah pemilih pemula yang harus diberi pengetahuan tentang pemilu. Sehingga dapat memberikan kontribusinya dalam pemilihan Bupati dan pemilihan legislatif  yang diadakan secara setentak diseluruh Indonesia.

"Pelajar sekarang adalah pelajar yang cerdas. Pelajar harus diberi pengetahuan dini mengenai politik. Karena pelajar adalah pemilih pemula kita beri pengetahuan supaya dampak dari money politic yang merugikan dirinya. Target kita adalah penghapusan money politic yang sudah mengakar dimasyarakat sehingga susah dihapuskan. Kami mencoba menghapus statment tersebut, sehingga target kita adalah money politic bisa terhapuskan dalam dunia pilkada." Tutur Chanafi selaku ketua Komisioner KPU Kab. Kudus.

"Kami menghimbau agar pelajar yang notabennya adalah pemilih pemula, supaya bisa menkokohkan pendirian dan jangan terperdaya dengan money politic yang ada. Disamping melalui forum-forum dari ranting satu hingga ranting yang lainnya, kami juga akan mensosialisasikan mengenai bahaya dari money politic melalui media. Mulai dari media Instagram, Facebook, Website dan yang lain." Imbuh Wahyu Saputro selaku ketua PC IPNU Kudus.

Acara tersebut diakhiri dengan buka bersama yang diikuti oleh seluruh jajaran komisioner KPU dan staf-stafnya. (Musthofa Art)

BUDAYAKAN MENGAJI, PR IPNU IPPNU BAKALAN KRAPYAK ADAKAN KHOTMIL QUR'AN

11:44 AM Add Comment
Kiri Agus Sunarto, Mubasir, Abroru Aslah, M Nuron Amin.
Diambil ketika doa Khotmil Qur'an yang dipimpin olrh Agus Sunarto.

Kudus. Bertempat di MTs NU Matholiul Huda Bakalan Krapayak Kaliwungu Kudus, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Bakalan Krapayak Kaliwungu Kudus adakan Khotmil Quran dan buka bersama 18/07.

Kegiatan tersebut dihadiri Segenap Alumni dan seluruh PR IPNU IPPNU Se-Kaliwungu dan tetanga sekitar PR Bakalan Krapyak.

"Kegiatan ini merupakan agenda kami setiap tahunnya karena semakin berjalannya zaman pelajar lupa dengan membaca Al Quran. Sehingga ini merupakan tugas kami sebagsi Pelajar dikalangan Nahdlatul Ulama untuk bisa memberikan gairah kepada pelajar agar selalu membaca Al Qur'an. Sebelumnya kami sudah adakan Road Show tadarusan dari masjid satu kemasjid yang lain untuk selalu menguri nguri budaya membaca AlQur'an." Tutur Mubasir selaku ketua Ranting IPNU Bakalan Krapayak.

Acara diakhiri dengan Buka bersama dan sholat magrib berjamaah dilanjut sholat tarowih berjamaah (M)

PC IPNU IPPNU SUSKSESKAN SANTUNAN ANAK YATIM PIYATU SEKABUPATEN KUDUS

11:21 AM Add Comment
Rekan Dwi Saifullah (PP IPNU) Bersama Rekan Wahyu Saputro PC IPNU KUDUS. Sedanh membagikan Bingkisan untuk Yatama)

Kudus, Bertempat diMasjid Agung Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus (LAZISNU) mengadakan santunan anak yatim piyatu sebanyak 1.300 yatama pada 17/07.

Acara tersebut diawalai dengan Khotmil Quran Binadhor yang dibaca oleh Rekan Rekanita IPNU IPPNU Se-Kabupaten Kudus dengan 14 Khataman Al Quran. Kemudian dilanjutkan dengan sholat ashar berjamaah dan Acara.

Santunan anak yatim tersebut dihadiri oleh Ketua Kementrian Agama Kabupaten Kudus yaitu Bpk. Noor Badi, K.H. Arifin Fanani Selaku Wakil Suriah PC NU Kudus, H. Abdul Hadi Selaku PC NU Kudus. Dan seluruh jajaran Badan otonom Nahdlatul Ulama.

Abdul Hadi selaku ketua PC NU Kudus berharap bahwasanya kegiatan Santunan Anak Yatim yang diadakan oleh PC LAZISNU ini "bisa menjadi agenda rutinan dibulan puasa. Karena LAZISNU merupakan lembaga yang ada di Nahdlatul Ulama yang mengurusi mengenai Zakat Infaq dan Shodaqoh sehingga didukung kegiatan seperti ini."

"Kami terlah Kerahkan Seluruh anggota kami yang berada di Pimpinan Anak Cabang untuk ikut serta mensukseskan Kegiatan Santunan Anak Yatim. Karena kita sebagai anak dari Nahdlatul Ulama. Kita harus bisa membantu seluruh kegiatan yang ada di Nahdlatul Ulama" tutur Wahyu Saputro selaku ketua PC IPNU Kudus.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan santunan anak yatim dan Buka bersama yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadi. (M)