Gebog Pertahankan Tradisi "Padang Bulanan"

2:32 PM Add Comment
Kudus - Padang bulan yang digadang sebagai ajang silaturrahim seluruh pelajar NU kecamatan gebog mulai digencarkan. Setelah acara tersebut mengalami kefakuman  3 bulan sejak syawal kemarin yang terakhir di desa Jurang. 

Kini PAC IPNU-IPPNU Kec. Gebog Kudus kembali menajamkan taringnya di dukuh Satu ranting Besito, dengan dihadiri kurang lebih 200 audience dibingkai oleh puluhan terbang. "awalnya kami kurang yakin pengunjungnya bisa datang maksimal karena sejak sore tadi mendung gerimis, alhamdulillah sekarang terang" ujar muhammad ridlwan selaku ketua PAC dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh PC IPNU kab. Kudus didampingi oleh PW IPNU Jawa Tengah M. Irchamudin Maulana dari grobogan. "di IPNU IPPNU bukan hanya tempat mengaji namun juga berkreasi" imbuh Wahyu Saputro dalam sesi sambutan kemarin (14/11).

"Dung dung plak dung plak aplak aplak" begitulah kiranya suara terbang memantul dicelah dinding masjid Al-Falah bersamaan dengan gema sholawat oleh rekan Joko cs. di masjid Al-Falah dukuh Satu Besito ini sudah menjadi saksi bisu 2 kali dalam perjalanan kegiatan padang bulanan selama 3 tahun. Sistem pendanaan bukan lagi kendala karena ta'mir, ranting dan PAC bersimbiosis mutualisme mensyiarkan islam dilingkungan gebog sehingga saling membantu.

"Tiket surga regane murah tapi akeh seng wegah" papar kiyai Fathoni dari bonalas "mangkat wes gratis tekan kene oleh jajan,  ngunu wae kae turah telung dus neg sandinge panitia. Jajalen neg inbox hadir neg gebog wes ra diwei jajan ijeh dipremo bakul. Tapi seng teko luweh akih" tambah beliau dalam mauidhohnya.
Tepat jam 11 kegiatan tersebut ditutup oleh MC.  Kegiatan tersebut berlangsung lancar tanpa terguyur satu tetes pun air hujan.(ustur/mt)

GIAT SILATURRAHIM MELALUI OLAHRAGA FUTSAL

2:15 PM Add Comment
KUDUS - Menjadi sebuah olahraga yang sangat trend di Indonesia, Futsal pertama kali di populerkan di Uruguay pada tahun 1930. Namun futsal kini menjadi olahraga yang sangat booming dan digemari para remaja di Kudus khususnya.
Sejarah meledaknya futsal pun menjadi tengokan para pecinta sepak bola di tanah air,sehingga pada tahun 2006 turnamen kejuaraan futsal di Indonesia pertama kali diadakan.

Hal inilah yang menjadikan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama')  organisasi keagamaan dalam konteks keremajaan di Indonesia juga ikut serta meramaikan kancah pesepak bola di tanah air, futsal sebagai program  olah raga secara rutin.

Hal tersebut juga dilakukan oleh PR (Pimpinan Ranting) IPNU Jepang Mejobo Kab. Kudus yang setiap minggunya adakan Futsal sebagai program rutinan.

Misalnya, pada malam kemarin (12/11), anggota IPNU ranting Jepang adakan sparing (berlatih bersama) dengan ranting Jepang Pakis di Gedung futsal Mars.

Hanif, "merasa senang ketika dua ranting yang berbeda naungan PAC (Pimpinan Anak Cabang) nya bersilaturrahim lewat futsal walaupun Jepang ikut PAC Mejobo dan Jepang Pakis dari PAC Jati."

Dia juga menambahkan,"kegiatan seperti ini harus dilaksanakan dengan istiqomah (rutinan),selain program ngaji yang sudah menjadi basic IPNU sendiri, juga ada program umum seperti futsal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan remaja untuk bergabung juga berpartisipasi dalam dunia pelajar NU,harapnya."

Hal senada juga di paparkan oleh alumni IPNU Jepang, Sya'roni, "futsal juga merupakan media dalam pencarian bakat remaja dalam pesepak bola an di kudus, terbukti dengan lolosnya dari beberapa pemain yang ikut serta dalam latihan breng tersebut menjadi skuad tim Persiku Junior Kudus."

Dan kedua tim yang sparing itu juga kemarin menjuarai porseni Cabang  IPNU Kudus dari perlombaan futsal sebagai juara 1 dan juara 2, imbuhnya. ((achmadfakhrudin/mt)

Pesan Kebangsaan dari Santri Kudus

7:44 AM Add Comment
Kudus-Mlaku - Mlaku Bareng Santri (MMBS) yang diselenggarakan Pengurus Cabang NU Kudus pada Minggu pagi (13/11) penuh dengan pesan pesan Kebangsaan dan kedamaian. Pihak panitia menyiapkan 100 pesan tulis di banner yang dibawa oleh peserta MMBS.


Ketua P.C Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus,H. M Sarmanto Hasyim mengutarakan hal itu saat ditemui di kegiatan MMBS. "MMBS ini selain untuk menghormati jasa-jasa para Kiai dan Pahlawan, juga ingin menunjukan bahwa Kudus itu benar benar Kota Santri,"katanya.
Sarmanto mengemukakan, santri di kudus ini adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. "MMBS adalah salah satu sarana untuk silaturahmi Santri para santri Kudus yang jumlahnya sangat besar. Kegiatan ini saja, peserta nya lebih dari 30 ribu peserta," paparnya.

Sementara itu, berbagai pesan Kebangsaan yang disampaikan oleh Santri yang mengikuti MMBS antara lain NKRI Harga Mati, Nusantara (NU, Santri dan Tentara Bersatu) Kudus No Drugs, Kudus Nol ℅ Alkohol, Kudus No Karaoke, dan Kedepankan Islam Ramah dan bukan Islam Marah," lanjutnya menambahkan.

Di dampingi ketua panitia Hidayat Noor, Sarmanto menambahkan beragam pesan ini menjadi penting karena banyak kasus-kasus sosial yang merebak, khususnya peredaran Narkoba yang merajalela saat ini hingga persoalan yang mengarah pada disintegrasi.

"Melalui MMBS ini, kami para santri juga ingin mengingatkan, bahwa Indonesia adalah Negara yang masyarakatnya beragam (Plural). Kendati Islam merupakan agama mayoritas yang dipeluk oleh rakyatnya, namun oleh Founding fathers tetap memiliki republik sebagai bentuk Negara, karena melihat realitas sosial kultural hingga agama yang beragam," tuturnya.
Sumber: Pers Realis GP Ansor Cabang Kudus.
ORIENTASI PENGURUS, TITIK AWAL GRAND KONSEP VISI DAN MISI

ORIENTASI PENGURUS, TITIK AWAL GRAND KONSEP VISI DAN MISI

10:40 PM Add Comment

Foto PC IPNU IPPNU KUDUS.

Kudus-Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Cabang Kabupaten Kudus mengadakan Kegiatan Orientasi Pengurus Baru masa khidmah 2016-2018 M. Seluruh kader yang terpilih di berbagai wilayah Kabupaten Kudus terasa antusias mengikuti jalannya kegiatan tersebut yang berlangsung selama 2 hari di SMA NU Hasyim Asy’ari, desa Mlati Kidul Kecamatan Kota, Sabtu (05/11).

Wahyu Saputro, Ketua terpilih IPNU Cabang Kudus saat ditemui Team Lembaga Pers Jarkominfo mengatakan, kegiatan orientasi ini menjadi dasar penentuan bagaimana Grand konsep Visi dan Misi IPNU dan IPPNU selama 2 tahun kedepan.

‘’Karena pada moment orientasi ini, semua pengurus yang sudah terpilih diberikan pembekalan keilmuan soft skill management dan mampu menggambarkan garis garis besar program kerja yang diembannya,’’tutur pria yang sering dipanggil akrab Yoyok.

Menurut Wahyu, ada sedikit berbeda kepengurusan pada tahun ini, selain dilihat jumlah pengurus yang lebih banyak dibanding pada periode tahun kemarin, juga segi bidang garapan organisasi pun banyak variasi.

‘’Diantaranya, Bidang garapan Organisasi, Pengkaderan, Penelitian dan Pengembangan Kader, Jaringan Pesantren sekolah dan Perguruan Tinggi, Dakwah, Olahraga Seni Budaya dan Lembaga Pers Jarkominfo, serta Lembaga Corp Brigade Pelajar (CBP),’’ujarnya.
Dengan adanya pembaharuan bidang garapan pada setiap per Departemen ini, Khotimatus Sa’adah, Ketua terpilih IPPNU Cabang Kudus mengatakan perlu yang namanya strategi planing dan sinergitas antar pengurus sehingga mampu mencapai titik goalnya.

‘’Maka dari itu, kami berharap besar di periode ini atas kerjasamanya, karena sukses atau tidaknya dalam organisasi tidak ditentukan ditangan ketua, akan tetapi ditentukan ditangan para pengurus yang dalam waktu dekat akan dilantik secara resmi,’’ ungkap wanita yang sering dipanggil Akrab Ima. (mz)