IPNU Ajak Pelajar Kenal Budaya Islami

3:45 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Wakil Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Dwi Syaifullah mengajak pelajar nahdliyin supaya lebih mengenal budaya Islami. Menurutnya, pelajar NU harus memiliki identitas, tidak boleh terpengaruh budaya baru yang berdampak negatif.

"Kita tidak bisa mengelak adanya budaya baru, namun kita harus bisa memfilter dengan lebih mengenal dan mengikuti budaya Islami," tegasnya pada Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi IPNU-IPPNU Kudus di SMKNU Ma'arif Desa Prambatan, Kudus, Jum'at (12/8) malam.

Dwi mengatakan, belakangan ini muncul gejala baru di kalangan anak-anak pelajar yang lebih menyukai sesuatu yang kurang membawa manfaat. Ia mencontohkan anak-anak sekolah dasar yang memiliki kegemaran suara klakson bus atau istilahnya tolelat.

"Ini gejala baru yang menyesatkan bagi mereka (anak-anak). Karena mereka ingin menunjukkan jati dirinya lewat hal tersebut. Ajaklah mereka gabung ke IPNU-IPPNU," tegasnya.

Ia meminta para kader pelajar NU harus terus belajar ilmu agama, berbudaya dan berakhlakul karimah serta tidak melanggar norma agama. Di samping itu, pelajar tetap mencintai dan hormat kepada guru, ulama dan kiai.

"Yang lebih utama, hormati juga kedua orang tua yang membesarkan mendidik kita semuanya," kata Dwi di hadapan ratusan pelajar Kudus.

Ia mengharapkan kader-kader muda menjadi orang yang militan, loyalitas yang tinggi dalam meneruskan perjuangan dan menjaga Islam Ahlus snnah wal Jamah melalui IPNU-IPPNU.

"Mari kita perkuat jati diri dengan agama supaya ideologi maupun nilai-nilai Aswaja tetap kokoh tertanam dalam hati," tegas Dwi yang mengakhiri sambutannya dengan menyanyikan lagu Bersemilah diiringi goupmMusik Sumobudhoyo dari Pekalongan. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia

3:41 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Wakil Ketua Lesbumi NU Candra Malik menghadiri acara Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kudus di halaman SMKNU Ma'arif NU Kota setempat. Dengan gaya puitisnya, ia merefleksikan kebesaran bangsa Indonesia.


Mengawali ceramahnya, budayawan yang biasa disebut Gus Candra ini mengajak  supaya jangan pernah rela tanah air direbut oleh bangsa lain. Menurutnya, masih ada ancaman penjajahan dengan segala upaya daya untuk memiliki Indoneisa.
"Penjajahan sesungguhnya adalah penjajahan terhadap anak-anak bangsa. Karenanya, setiap melahirkan anak bangsa supaya pastikan bahwa akar mereka adalah nusantara," katanya di hadapan ratusan pelajar NU Kudus, Jumat (12/8) malam itu.
Gus Candra juga menegaskan keberadaan Pancasila di bumi Nusantara. Dikatakan, Pancasila sebagai gagasan besar yang menjadi pandangan hidup mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Pancasila sudah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa diotak-atik oleh siapa pun.

"Pancasila bukan hanya pandangan negara atau bangsa tetapi selayaknya menjadi pandangan dunia," tegasnya lagi.
Persoalannya, imbuh dia, Indonesia belum mencapai satu abad sehingga belum bisa disebut memiliki budaya. Untuk disebut memiliki budaya, katanya, Indonesia harus berumur seratus tahun. Indonesia baru mengarungi tradisi, mengarungi budi pekerti yang diberdayakan kehidupan sehari-hari sepanjang masa.
"Sejauh ini budi dan daya yang menjadi budaya kita masih menginduk Nusantra dan kita berjalan terus pada 100 tahun pertama. Sebagai generasi pertama, banggalah mencintai Indonesia dan pastikan Indonesia memiliki budaya yang luar biasa adi luhung-nya," tegasnya.


Selama memaparkan pandangannya, penampilan Gus Candra mampu memukau para pelajar. Terlebih lagi, ia menyanyikan  dua lagu yang berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dan menghargai keberagamaan negeri ini. Kedua lagu itu masing-masing berjudul "Aku Orang Indonesia" dan "Lakum Diinukum Waliyadin".(Qomarul Adib/Mahbib)

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia
Kudus, NU Online
Wakil Ketua Lesbumi NU Candra Malik menghadiri acara Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kudus di halaman SMKNU Ma'arif NU Kota setempat. Dengan gaya puitisnya, ia merefleksikan kebesaran bangsa Indonesia.


Mengawali ceramahnya, budayawan yang biasa disebut Gus Candra ini mengajak  supaya jangan pernah rela tanah air direbut oleh bangsa lain. Menurutnya, masih ada ancaman penjajahan dengan segala upaya daya untuk memiliki Indoneisa.
"Penjajahan sesungguhnya adalah penjajahan terhadap anak-anak bangsa. Karenanya, setiap melahirkan anak bangsa supaya pastikan bahwa akar mereka adalah nusantara," katanya di hadapan ratusan pelajar NU Kudus, Jumat (12/8) malam itu.
Gus Candra juga menegaskan keberadaan Pancasila di bumi Nusantara. Dikatakan, Pancasila sebagai gagasan besar yang menjadi pandangan hidup mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Pancasila sudah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa diotak-atik oleh siapa pun.

"Pancasila bukan hanya pandangan negara atau bangsa tetapi selayaknya menjadi pandangan dunia," tegasnya lagi.
Persoalannya, imbuh dia, Indonesia belum mencapai satu abad sehingga belum bisa disebut memiliki budaya. Untuk disebut memiliki budaya, katanya, Indonesia harus berumur seratus tahun. Indonesia baru mengarungi tradisi, mengarungi budi pekerti yang diberdayakan kehidupan sehari-hari sepanjang masa.
"Sejauh ini budi dan daya yang menjadi budaya kita masih menginduk Nusantra dan kita berjalan terus pada 100 tahun pertama. Sebagai generasi pertama, banggalah mencintai Indonesia dan pastikan Indonesia memiliki budaya yang luar biasa adi luhung-nya," tegasnya.


Selama memaparkan pandangannya, penampilan Gus Candra mampu memukau para pelajar. Terlebih lagi, ia menyanyikan  dua lagu yang berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dan menghargai keberagamaan negeri ini. Kedua lagu itu masing-masing berjudul "Aku Orang Indonesia" dan "Lakum Diinukum Waliyadin".(Qomarul Adib/Mahbib)

Ma’arif Kudus Wajibkan Madrasah dan Sekolah NU Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

3:41 PM Add Comment


Kudus, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kudus menegaskan komitmennya terkait pengembangkan organisasi IPNU-IPPNU di madrasah dan sekolah di bawah naungannya. Ia mewajibkan seluiruh madrasah dan sekolah NU wajib membentuk Pimpinan Komisariat (PK) mendirikan komisariat pelajar NU.

"Kami targetkan Desember 2016 ini semua madrasah-sekolah NU di Kudus sudah berdiri komisariat IPNU-IPPNU," kata wakil ketua PC LP Ma'arif Kudus H. Anief Farizi dalam acara silaturrahim dan Forum Group Discussion (FGB) yang diadakan Majlis Alumni IPNU-IPPNU Kudus, Jum'at (12/8).

Dalam FGD bertema merancang strategi pengembangan Komisariat IPNU-IPPNU di Sekolah/madrasah dan pesantren ini, Anief menyatakan langkah Ma'arif Kudus ini sebaga tindak lanjut rapat bersama PW Ma'arif Jateng belum lama ini. Pihaknya sudah membentuk tim guna mengawal proses pembentukan komisariat di sekolah-madrasah NU.

"Sabtu ini kami mengumpulkan Forum Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah untuk memberikan gambaran tehnis pendirian komisariat IPNU-IPPNU,"jelasnya.

Melalui upaya ini, Anif mengharapkan ada jalinan komunikasi yang ,kuat baik IPNU-IPPNU dan Ma'arif. Begitu pula,  IPNU-IPPNU harus mempersiapkan sumber daya manusia yang matang baik.

"Sebab bila tidak, IPNU-IPPNU akan kepontal-pontal manakala semua madrasah sudah berdiri komisariat,"tandasnya.

Sikap Ma'arif ini mendapat apresiasi dan aplaus dari para majlis Alumni yang hadir dalam acara di aula SMK NU MA'arif Kudus ini. Menurut Ketua Majlis Alumni H. Agus Hari Ageng ini, penegasan Ma'arif menjadi sebuah jawaban atas berbagai permasalahan selama ini terkaiat harmoniasai IPNU-IPPNU dengan Ma'arif.

"Karena sudah klop dan nyambung, kita tinggal merumuskan formula sehingga berjalan secara baik,"ujarnya.

Alumni lainnya, Saiful Anas mengatakan IPNU-IPPNU sekarang harus serius fokus pada orientasi membangun pelajar di sekolah dan madrasah. "Jangan banyak bermain-main sesuatu yang tidak ada ada gunanya."katanya

Alumni IPPNU Hj Khuriyati menegaskan Maarif perlu melibatkan pengurus IPNU-IPPNU pada pengembangan organisasi pelajar NU ini. "Harus selalu libatkan IPNU-IPPNU, ajaklah mereka setiap langkah baik konsolidasi atau koordinasi pengembangan IPNU-IPPNU di sekolah."tandas mantan ketua PC IPPNU era 70'an.

Kegiatan FGD dan silaturrahim Majlis Alumni ini menjadi rangkaian kegiatan konferensi cabangIPNU-IPPNU Kabupaten Kudus yang berlangsung mulai Jum'at-Ahad (12-14/8). Tidak kurang dari 50 alumni IPNU-IPPNU yang menghadiri acara tersebut. (Qomarul Adib/Fathoni)

Wahyu Saputro-Khotimatus Sa'adah Pimpin Pelajar NU Kudus

3:41 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Konferensi Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus telah menetapkan ketua baru masa khidmah 2016-2018. 


Pada sidang pemilihan secara terpisah di aula SMK NU Ma'arif, Sabtu (13/8) itu, M Wahyu Saputro terpilih menjadi ketua IPNU Kudus dan Khotimatus Sa'adah sebagai ketua IPPNU. 
Dalam pemilihan yang dipimpin PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah, M Wahyu Saputro memperoleh 53 suara mengungguli calon lain M Tausiul Ilma yang memperoleh 51 suara dan Saiful Huda (Bae) yang meraih hanya 2 suara. Sementara Khotimatus Sa'adah meraih 69 suara lebih unggul dari dua calon lain Nurul Afifah (23 suara) dan Asri Awaliyah (9 suara). 
Setelah terpilih, keduanya menyatakan kesediaannya mengemban amanah badan otonom NU beranggotakan para pelajar ini tiga tahun mendatang. Kendati tidak menyangka mendapat kepercayaan, Wahyu Saputro menegaskan kesiapannya memimpin pelajar NU Kudus.



"Ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan, semoga mendapat ridha dari Allah SWT," ujarnya.
Kader terbaik dari Kecamatan Jati ini akan berusaha memperbaiki sistem pendirian komisariat di madrasah, sekolah dan pesantren guna menyiapkan kader sejak dini. Di samping itu, Wahyu juga akan membenahi sistem kaderisasi dari tingkatan cabang, anak cabang, ranting, hingga komisariat. 
"Kita akan menginventarisir kader-kader di madrasah-sekolah dan pesantren untuk dijadikan cikal bakal pendirian komisariat," katanya.
Langkah lainnya, imbuh pria yang biasa disapa Yoyok ini, akan melakukan pendekatan kepada kepala madrasah/sekolah terutama wakil kepala kesiswaan dalam rangka mewujudkan pendirian komisariat.
"IPNU akan bersinergi LP Ma'arif, kepala madrasah/sekolah NU. Tanpa kekuatan sinergis tidak bisa berjalan program-program IPNU-IPPNU," ujarnya menyadari.
Senada dengan Yoyok, Khotimatus Sa'adah menyatakan siap mengemban amanah dan akan menjalin kerja sama dalam mengembangkan organisasi dengan visi keterpelajaran. "Doakan saja semoga kami amanah menjalankan mandat konferensi," ujarnya singkat.
Untuk melengkapi kepengurusan, ketua terpilih dibantu tim formatur yang terdiri dari ketua terpilih, ketua lama, dan 9 ketua Pimpinan Anak Cabang se-Kudus. (Qomaru Adib/Mahbib)

Wahyu Saputro-Khotimatus Sa'adah Pimpin Pelajar NU Kudus

3:41 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Konferensi Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus telah menetapkan ketua baru masa khidmah 2016-2018. 


Pada sidang pemilihan secara terpisah di aula SMK NU Ma'arif, Sabtu (13/8) itu, M Wahyu Saputro terpilih menjadi ketua IPNU Kudus dan Khotimatus Sa'adah sebagai ketua IPPNU. 
Dalam pemilihan yang dipimpin PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah, M Wahyu Saputro memperoleh 53 suara mengungguli calon lain M Tausiul Ilma yang memperoleh 51 suara dan Saiful Huda (Bae) yang meraih hanya 2 suara. Sementara Khotimatus Sa'adah meraih 69 suara lebih unggul dari dua calon lain Nurul Afifah (23 suara) dan Asri Awaliyah (9 suara). 
Setelah terpilih, keduanya menyatakan kesediaannya mengemban amanah badan otonom NU beranggotakan para pelajar ini tiga tahun mendatang. Kendati tidak menyangka mendapat kepercayaan, Wahyu Saputro menegaskan kesiapannya memimpin pelajar NU Kudus.



"Ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan, semoga mendapat ridha dari Allah SWT," ujarnya.
Kader terbaik dari Kecamatan Jati ini akan berusaha memperbaiki sistem pendirian komisariat di madrasah, sekolah dan pesantren guna menyiapkan kader sejak dini. Di samping itu, Wahyu juga akan membenahi sistem kaderisasi dari tingkatan cabang, anak cabang, ranting, hingga komisariat. 
"Kita akan menginventarisir kader-kader di madrasah-sekolah dan pesantren untuk dijadikan cikal bakal pendirian komisariat," katanya.
Langkah lainnya, imbuh pria yang biasa disapa Yoyok ini, akan melakukan pendekatan kepada kepala madrasah/sekolah terutama wakil kepala kesiswaan dalam rangka mewujudkan pendirian komisariat.
"IPNU akan bersinergi LP Ma'arif, kepala madrasah/sekolah NU. Tanpa kekuatan sinergis tidak bisa berjalan program-program IPNU-IPPNU," ujarnya menyadari.
Senada dengan Yoyok, Khotimatus Sa'adah menyatakan siap mengemban amanah dan akan menjalin kerja sama dalam mengembangkan organisasi dengan visi keterpelajaran. "Doakan saja semoga kami amanah menjalankan mandat konferensi," ujarnya singkat.
Untuk melengkapi kepengurusan, ketua terpilih dibantu tim formatur yang terdiri dari ketua terpilih, ketua lama, dan 9 ketua Pimpinan Anak Cabang se-Kudus. (Qomaru Adib/Mahbib)

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia

3:41 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Wakil Ketua Lesbumi NU Candra Malik menghadiri acara Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kudus di halaman SMKNU Ma'arif NU Kota setempat. Dengan gaya puitisnya, ia merefleksikan kebesaran bangsa Indonesia.


Mengawali ceramahnya, budayawan yang biasa disebut Gus Candra ini mengajak  supaya jangan pernah rela tanah air direbut oleh bangsa lain. Menurutnya, masih ada ancaman penjajahan dengan segala upaya daya untuk memiliki Indoneisa.
"Penjajahan sesungguhnya adalah penjajahan terhadap anak-anak bangsa. Karenanya, setiap melahirkan anak bangsa supaya pastikan bahwa akar mereka adalah nusantara," katanya di hadapan ratusan pelajar NU Kudus, Jumat (12/8) malam itu.
Gus Candra juga menegaskan keberadaan Pancasila di bumi Nusantara. Dikatakan, Pancasila sebagai gagasan besar yang menjadi pandangan hidup mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Pancasila sudah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa diotak-atik oleh siapa pun.

"Pancasila bukan hanya pandangan negara atau bangsa tetapi selayaknya menjadi pandangan dunia," tegasnya lagi.
Persoalannya, imbuh dia, Indonesia belum mencapai satu abad sehingga belum bisa disebut memiliki budaya. Untuk disebut memiliki budaya, katanya, Indonesia harus berumur seratus tahun. Indonesia baru mengarungi tradisi, mengarungi budi pekerti yang diberdayakan kehidupan sehari-hari sepanjang masa.
"Sejauh ini budi dan daya yang menjadi budaya kita masih menginduk Nusantra dan kita berjalan terus pada 100 tahun pertama. Sebagai generasi pertama, banggalah mencintai Indonesia dan pastikan Indonesia memiliki budaya yang luar biasa adi luhung-nya," tegasnya.


Selama memaparkan pandangannya, penampilan Gus Candra mampu memukau para pelajar. Terlebih lagi, ia menyanyikan  dua lagu yang berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dan menghargai keberagamaan negeri ini. Kedua lagu itu masing-masing berjudul "Aku Orang Indonesia" dan "Lakum Diinukum Waliyadin".(Qomarul Adib/Mahbib)

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia
Kudus, NU Online
Wakil Ketua Lesbumi NU Candra Malik menghadiri acara Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kudus di halaman SMKNU Ma'arif NU Kota setempat. Dengan gaya puitisnya, ia merefleksikan kebesaran bangsa Indonesia.


Mengawali ceramahnya, budayawan yang biasa disebut Gus Candra ini mengajak  supaya jangan pernah rela tanah air direbut oleh bangsa lain. Menurutnya, masih ada ancaman penjajahan dengan segala upaya daya untuk memiliki Indoneisa.
"Penjajahan sesungguhnya adalah penjajahan terhadap anak-anak bangsa. Karenanya, setiap melahirkan anak bangsa supaya pastikan bahwa akar mereka adalah nusantara," katanya di hadapan ratusan pelajar NU Kudus, Jumat (12/8) malam itu.
Gus Candra juga menegaskan keberadaan Pancasila di bumi Nusantara. Dikatakan, Pancasila sebagai gagasan besar yang menjadi pandangan hidup mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Pancasila sudah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa diotak-atik oleh siapa pun.

"Pancasila bukan hanya pandangan negara atau bangsa tetapi selayaknya menjadi pandangan dunia," tegasnya lagi.
Persoalannya, imbuh dia, Indonesia belum mencapai satu abad sehingga belum bisa disebut memiliki budaya. Untuk disebut memiliki budaya, katanya, Indonesia harus berumur seratus tahun. Indonesia baru mengarungi tradisi, mengarungi budi pekerti yang diberdayakan kehidupan sehari-hari sepanjang masa.
"Sejauh ini budi dan daya yang menjadi budaya kita masih menginduk Nusantra dan kita berjalan terus pada 100 tahun pertama. Sebagai generasi pertama, banggalah mencintai Indonesia dan pastikan Indonesia memiliki budaya yang luar biasa adi luhung-nya," tegasnya.


Selama memaparkan pandangannya, penampilan Gus Candra mampu memukau para pelajar. Terlebih lagi, ia menyanyikan  dua lagu yang berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dan menghargai keberagamaan negeri ini. Kedua lagu itu masing-masing berjudul "Aku Orang Indonesia" dan "Lakum Diinukum Waliyadin".(Qomarul Adib/Mahbib)

Ma’arif Kudus Wajibkan Madrasah dan Sekolah NU Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

3:41 PM Add Comment


Kudus, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kudus menegaskan komitmennya terkait pengembangkan organisasi IPNU-IPPNU di madrasah dan sekolah di bawah naungannya. Ia mewajibkan seluiruh madrasah dan sekolah NU wajib membentuk Pimpinan Komisariat (PK) mendirikan komisariat pelajar NU.

"Kami targetkan Desember 2016 ini semua madrasah-sekolah NU di Kudus sudah berdiri komisariat IPNU-IPPNU," kata wakil ketua PC LP Ma'arif Kudus H. Anief Farizi dalam acara silaturrahim dan Forum Group Discussion (FGB) yang diadakan Majlis Alumni IPNU-IPPNU Kudus, Jum'at (12/8).

Dalam FGD bertema merancang strategi pengembangan Komisariat IPNU-IPPNU di Sekolah/madrasah dan pesantren ini, Anief menyatakan langkah Ma'arif Kudus ini sebaga tindak lanjut rapat bersama PW Ma'arif Jateng belum lama ini. Pihaknya sudah membentuk tim guna mengawal proses pembentukan komisariat di sekolah-madrasah NU.

"Sabtu ini kami mengumpulkan Forum Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah untuk memberikan gambaran tehnis pendirian komisariat IPNU-IPPNU,"jelasnya.

Melalui upaya ini, Anif mengharapkan ada jalinan komunikasi yang ,kuat baik IPNU-IPPNU dan Ma'arif. Begitu pula,  IPNU-IPPNU harus mempersiapkan sumber daya manusia yang matang baik.

"Sebab bila tidak, IPNU-IPPNU akan kepontal-pontal manakala semua madrasah sudah berdiri komisariat,"tandasnya.

Sikap Ma'arif ini mendapat apresiasi dan aplaus dari para majlis Alumni yang hadir dalam acara di aula SMK NU MA'arif Kudus ini. Menurut Ketua Majlis Alumni H. Agus Hari Ageng ini, penegasan Ma'arif menjadi sebuah jawaban atas berbagai permasalahan selama ini terkaiat harmoniasai IPNU-IPPNU dengan Ma'arif.

"Karena sudah klop dan nyambung, kita tinggal merumuskan formula sehingga berjalan secara baik,"ujarnya.

Alumni lainnya, Saiful Anas mengatakan IPNU-IPPNU sekarang harus serius fokus pada orientasi membangun pelajar di sekolah dan madrasah. "Jangan banyak bermain-main sesuatu yang tidak ada ada gunanya."katanya

Alumni IPPNU Hj Khuriyati menegaskan Maarif perlu melibatkan pengurus IPNU-IPPNU pada pengembangan organisasi pelajar NU ini. "Harus selalu libatkan IPNU-IPPNU, ajaklah mereka setiap langkah baik konsolidasi atau koordinasi pengembangan IPNU-IPPNU di sekolah."tandas mantan ketua PC IPPNU era 70'an.

Kegiatan FGD dan silaturrahim Majlis Alumni ini menjadi rangkaian kegiatan konferensi cabangIPNU-IPPNU Kabupaten Kudus yang berlangsung mulai Jum'at-Ahad (12-14/8). Tidak kurang dari 50 alumni IPNU-IPPNU yang menghadiri acara tersebut. (Qomarul Adib/Fathoni)

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

3:38 PM Add Comment



Kudus, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan kesiapannya menerapkan batasan usia ketua 23 tahun dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di SMK NU Ma'arif Kudus, Jumat mendatang (12/8). 
 
"Konfercab ini menjadi momentum tepat melaksanakan kebijakan terbaru peremajaan usia anggota atau kader IPNU-IPPNU. Dan kami sudah siap menjalankannya," ujar Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kudus, Senin (8/8).
 
Ia mengungkapkan, IPNU-IPPNU Kudus memiliki banyak stok kader yang memunuhi kriteria usia 23 tahun. Mereka ini juga mampu menjadi sosok seorang pemimpin menggerakkan organisasi badan otonom pelajar NU tiga tahun ke depan.
 
"Masing-masing Pimpinan Anak Cabang terdapat calon ketua yang kapabel berdasarkan kriteria," kata Joni.
 
Meski Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU tidak menyiapkan secara khusus calon ketua, namun Joni menyebut beberapa nama yang muncul dalam perhelatan Konfercab XX IPNU dan Konfercab XIX IPPNU Kudus tersebut. Di antaranya, Muhammad Tausi'ul Ilma (Kota), Hermawan Muklis (Kaliwungu) dan Abu Hasan Asy'ari (Undaan).
 
"Mereka ini dari sisi usia memenuhi syarat, begitu pula kemampuannya sudah terlihat aktif pada kepengurusan periode sekarang. Namun semuanya tergantung peserta (Konfercab) yang menentukan," imbuhnya.

Konferensi cabang akan dilaksanakan selama 2 hari Jumat-Sabtu (12-13/8). Agenda kegiatannya mengesahkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama, merumuskan program kerja dan memilih ketua baru IPNU-IPPNU masa khidmah 2016-2018.
 
Berbagai acara pendukung tengah dipersiapkan yakni pembukaan dan pengajian budaya yang menghadirkan Rais PCNU Kudus KH  Ulil Albab Arwani, KH Budi Harjono (Semarang), Habib Hasyim bin Abu Bakar (Pekalongan), Candra Malik (PP Lesbumi) dan grup  musik Sumabudhaya (Pekalongan). 
 
Selaian persidangan, juga terdapat acara seminar pelajar dan bazar yang diremiahkan pertunjukan seni dari para pelajar NU. (Qomarul Adib/Mahbib)

Kader Kudus Sepakati Beberapa Point Pada Konfercab 2016

3:31 PM Add Comment
Konferensi yang telah berlangsung beberapa hari lalu, menyisakan beberapa hal yang musti dikawal rekan rekan pada kepengurusan 2 tahun yang akan datang.
Para peserta konferensi yang telah terbagi menjadi 3 komisi, Komisi A untuk Organisasi dan Adminitrasi, B untuk Program Kerja dan C Rekomndasi ini telah melahirkan kesepakatan.


Pada Komisi A menekankan bagaimana penguatan organisasi dalam data base sebagai tumpuan yang harus dikawal dan dibenahi bersama-sama, serta penataan dan peningkatan administrasi sebagai upaya kemandirian dalam organisasi
Komisi B lebih kompleks lagi pembahasannya, beberapa hal positif juga disepakati diantaranya. Bidang kaderisasi diupayakan ada penyamaan persepsi dan peningkatan mutu. Dalam hal pengembangan Komisariat juga menjadi perhatian kusus oleh rekan rekan se kudus, bagaimana komisariat dapat disentuh dengan serius.

Bidang rekomendasi yang tertuang dalam Komisi C juga tak kalah penting, bahwa PC Merekomndasikan kepada NU dan segala lini untuk mendukung eksistensinya komisariat kedepan, serta merekomendasikan Majelis Alumni untuk menjadi jembatan dalam mewujudkan program kerja tersebut.
Ini adalah hasil pemikiran para kader kader terbaik se kab kudus, sudah patutlah kita kawal bersama yang mana nanti kita harapkan dapat dipertegas dalam Rakercab kepengurusan yang akan datang.

Konferensi yang diselenggarakan di SMK NU Ma’arif Kudus juga telah menetapkan Rekan M. Wahyu Saputro dari Kec. Jati dan Rekanita Khotimasu Sa’adah dari Undaan sebagai Ketua IPNU dan IPPNU Terpilih.(pindang/wsh)

Konfercab: Wadah Konsolidasi Akbar Pelajar NU Kudus

11:26 AM Add Comment

Pimpinan Cabang IPNU bersama IPPNU Kabupaten Kudus akan menggelar Konferensi Cabang XX IPNU dan XIX IPPNU Kabupaten Kudus di SMK NU Ma’arif Kudus. Kegiatan yang akan terselenggara pada 12-13 Gautus 2016 mendatang tersebut merupakan kegiatan pungkasan pada periode kepemimpinan Rekan Joni Prabowo dan Rekanita Futuhal Hidayah sebagai Ketua IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus 2014-2016.

“Konferensi merupakan arena untuk bersillaturrahim dengan rekan rekan IPNU IPPNU Se-Kab. Kudus, dari 9 Kecamatan dan 110 Desa yang aktif, serta Puluhan Komisariat yang tersebar se Kab. Kudus  akan hadir dalam Konferensi tersebut” terang Rekan Ketua IPNU Joni Prabowo.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa ajang Konferensi janganlah hanya terfokus pada ajang pemilihan ketua saja, namun membangun konsolidasi internal pelajar NU Kudus dalam menata dan memperbaiki organisasi IPNU dan IPPNU ini.

Didalam draf komisi telah dirumuskan diantaranya Komisi A akan membahas Organisasi dan Administrasi, Komisi B akan membedah kebijakan Program Kerja serta Komisi C juga akan merumuskan Rekomendasi Organisasi, tinggal bagaimana rekan dan rekanita menaggapi demi perubahan ke arah lebih baik bagi organisasi IPNU dan IPPNU Kudus kedepan.


Rumusan-rumusan, gagasan-gagasan dan ide-ide penguatan organisasi yang nanti akan dicetuskan dalam Konferensi akan sangat berdampak bagi pengembangan IPNU IPPNU yang selama 2 tahun kedepan yang akan dinahkodai sosok baru nantinya ditengah tantangan IPNU IPPNU untuk mengembangkan diri di lingkungan pelajar seutuhnya/ tingkatan sekolah.(wsh)