Pancasila Kusayang, Negriku Malang

11:21 AM Add Comment
Dewasa ini kita kembali disajikan dengan kejadian yang seharusnya tak seharusnya terjadi. Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita mendasari hati dan pikiran kita kepada tempat yang dimana kita bernaung sekarang. INDONESIA.

Penistaan terhadap lambang negara yang sepekan terakhir menyeruak kepublik tak seharusnya pula dibesar-besarkan oleh media, kawatirnya malah menjadi bahan basah yang justru malah menjadikan suatu masalah menjadi rumit dan  kontroversi ini dimanfaatkan oleh pihak pihak tertentu untuk mencari keuntungan. Sebagai pelajar NU kita wajib menyikapi hal-hal tersebut dengan bijak. Bahwa kembali lagi kita sebagai INDONESIA wajiblah menjaga keutuhan bangsa dan negara kita.

Pancasila yang menjadi bahan olok-olok oleh seorang yang dikatakan enterteiner sangatlah kita sayangkan. Sejarah panjang telah menjadikan Pancasila menjadi dasar ideologi kita dalam bernegara. Bagaimana merumuskan isi berikut lambang tersebut bukanlah mudah, ditengah-tengah ancaman penjajah dan disuasana para pejuang dari masing-masing daerah. Maka dalam mempersiapkan kemerdekaan haruslah disepakati dasar ideologi dalam bernegara. Dan diputuskanlah Pancasila yang dikemukakan Ir. Sorkano yang didampingi tim penyusun kemerdakaan yang juga para ulama dan berbagai tokoh disitu salah satu beliau KH. Wahid Hasyim yang merupakan ulama dari NU. Bayangkan jikalau Soekarno tanpa NO maka akan Sukar .....

Sekali lagi, untuk alasan apapun, termasuk hiburan, tak sepantasnya lambang negara sebagai media guyunan.

Kita mungkin sekarang enak tak usah angkat senjata, tak risua ketika ancaman musuh datang dan tak bingun untuk menentukan arah kemana bangsa kita akan melangkah. Dibanding nenek moyang kita yang dulu gigih berjuang untuk merebut kemerdekaan ini dan merumuskan pandangan jauh kedepan mengenai masa depan bangsa dan negara ini. Semua telah ada, semua telah disepakati dan JAS MERAH Jangan sekali kali melupana sejarah (pesan Bung Karno).

Refleksi “bebek nungging” marilah kita sikapi dengan bijak bagaimana kebodohan bangsa ini dalam mendidik generasi generasi penerus yang jauh dari kata santun. Pendidikan yang tak hanya dibangku sekolah seharusnya tetap diperhatikan sebagai media yang lain dan mencerminkan kepribadian bangsa bukan malah dikomersilkan sebagai cerminan bangsa kapitalis, siapa menang dia yang untung besar. Sekali lagi kita bukanlah demikian.

Mari sebagai pelajar NU kita hayati Pancasila sebagai ideologi bangsa yang harus kita kembangkan medianya, kita pelihara paham yang menjadi dasarnya, sehingga Pancasila tak hanya dibaca sepekan sekali ketika upacapa hari senin atau bahkan setahun sekali ketika hanya menirukan saat upacara peringatan 17-an, bahkan Pancasila hanya bergelantung menjadi penghias diantara foto Presiden dan Wapresnya di kantor kantor pemerintah saja karena rumah kita terlalu tak penting untuk diisi hiasan dinding itu. Huufftttt ... Pancasila kusayang Negriku malang .,.,.,.,.,

Garuda Pancasila
Akulah pendukungmu

Pribadi bangsaku
Ayo maju maju..... 



Wahyu Hidayat

Sekretaris PC IPNU Kudus  

JELANG UN, PAC IPNU IPPNU KALIWUNGU GELAR ISTIGHOSAH AKBAR

1:39 AM Add Comment


Suasana berbeda terlihat di Masjid Jami' Baiturrohman Mijen Kaliwungu tadi pagi, dihadiri kurang lebih 300 para siswa dan tamu undangan berkumpul jadi satu dengan khusyuk melaksanakan salah satu amaliyah aswaja yakni Istighosah dalam rangka sukses UN. Dan alhamdulillah acara tersebut dihadiri langsung oleh Bp. KH. Harun Rosyid, Bp. H. Noor Kholis S. Ag., M.Pd.I, Bp. H. Masruchin S.Ag., M.Pd.I dari LP Ma'arif Kudus, Bapak KH. Ahmad Badawy Basyir (Mauidhoh & Ijazah), Bp. Sholeh Syakur S.Pd.I sebagai Motivator dan Bapak/Ibu guru pendamping para siswa.

Di acara tersebut beliau KH. Badawi Basyar berpesan baik kepada para siswa maupun kita semua bahwa jadilah orang yg berpijak di bumi namun setinggi langit cita-cita dan usaha di atas rata-rata orang biasa, maka hasilnya pun di atas rata2 & menjadi luar biasa.
Dan tak ada keberhasilan tanpa berpr0ses.
Terima kasih kepada MTs/SMP, MA/SMA, SMK, PR/PK se kecamatan kaliwungu dan seluruh panitia maupun Pengurus PAC Kaliwungu yang sudah ikut mensukseskan acara tersebut.
salam B3 Belajar Berjuang Bertaqwa
Ahad, 20 Maret 2016 / 07.00 WIB

Senyum Maret PC.IPNU IPPNU Kab. Kudus

1:05 PM Add Comment


Serangkaian kegiatan Harlah IPNU ke 62 dan Harlah IPPNU ke 61 dipungkasi pada rabu, 9 Maret 2016. Peringatan Harlah tahun ini diawali dengan Ziarah dan Do'a bersama di makam Ketua IPNU Kudus yaitu alm. Bp. KH. Ma'shum Rosyidi dan para pejuang NU Kudus di komplek Pemakaman Kauman Jekulo Kudus.
Sepekan setelahnya, tepatnya tanggal 01 Maret 2016 dilaksanakan Tasyakuran Harlah IPNU ke 62, Harlah IPPNU ke 61 dan Harlah Komunitas Bedug ke 6 di Aula Gedung NU Kudus. Acara yang dihadiri oleh PC. NU Kab. Kudus, Majelis Alumni dan Pembina serta seluruh rekan rekanita IPNU IPPNU baik PR, PK dan PAC se Kabupaten Kudus ini diawali dengan Muqoddaman Al Qur'an yang dibarengi dengan pembacaan Manaqib Jawahirul Ma'ani berlangsung khidmat. Setelahnya dilakukan pemotongan tumpeng oleh PC. NU Kab. Kudus yaitu Bapak Drs. H. Abdul Hadi, M. Pd. yang diberikan secara simbolik kepada rekan Joni Prabowo selaku Ketua IPNU dan kepada rekanita Futuhal Hidayah selaku Ketua IPPNU Kudus.

Selepas melaksanakan ibadah sholat maghrib, rekan rekanita disuguhi pementasan spektakuler dari Komunitas Bedug yang pada kesempatan itu juga memperingati Harlah yang ke 6. Selain menampilkan jenis pementasan berupa teater, Bedug juga memberi suguhan "traditional percussion"  gabungan dari rebana, dumbuk dan kendang yang memecah suasana bertambah ramai.
Usai pementasan tersebut, acara dilanjutkan dengan Dialog Budaya bersama Bapak H. Aris Junaidi selaku Ketua Lesbumi Kudus dan rekan Abu Hasan Asy'ari sebagai penikmat seni. Keduanya menyampaikan tentang bagaimana budaya NU yang dulu dan sekarang. Dalam dialog tersebut, pak Aris yang juga pernah menjadi ajudan Gus Dur menyampaikan "Saya itu pernah dipeseni Gus Dur begini -Ojo sedih nek institusi podo ilang, tapi sediho nek tradisine dewe iki ilang- yang dimaksud Gus Dur adalah, tradisi kita harus kita pelihara, mulai dari diri kita sendiri".
Diakhir dialognya, pak Aris berharap bahwa rekan rekanita IPNU IPPNU untuk bisa terus menjaga tradisi yang sudah ada.

Pungkasan kegiatan Harlah terlaksana pada pagi tadi. Dimulai dengan melaksanakan sholat Gerhana Matahari Total oleh pengurus PC  IPNU IPPNU Kudus di Masjid Agung Kudus dan menyaksikan Gerhana Matahari Total didampingi oleh Bapak KH. Agus Yusrun Nafi selaku Lajnah Falakiyah NU Kudus yang juga putra Alm. KH.Ma'shum Rosyidi. Setelahnya, pengurus PC IPNU IPPNU Kudus bersilaturrahim ke kediaman Ketua IPPNU Kudus pertama kali yaitu Ibu Hj. Kustiyah di Purwosari Kota Kudus. Meskipun sudah berusia sepuh, beliau fasih bercerita tentang ingatan tajamnya atas perjuangannya bersama teman-temannya nguri-nguri IPPNU di Kudus. Hal tersebut menambah energi kepada pengurus untuk terus semangat menyelesaikan amanah ini yang tinggal beberapa bulan akan dikonferensikan. Diakhir silaturrahim, beliau kembali menyulut semangat para pengurus dengan iringan do'a, semoga pengurus diberi kekuatan lahir batin dan dilancarkan urusannya untuk berkhidmat di IPNU IPPNU.


"Harmoni Cinta Negeri Wujudkan Pelajar NU yang Luhur Berbudi Pekerti"
*nCuz


DIKLAT ADIMINISTRASI DAN MANAJEMEN KEARSIPAN

2:01 AM Add Comment



Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Jati Kudus, Ahad (28/2/16) mengadakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) administrasi dan manajemen kearsipan. Acara yang dipusatkan di aula SMP NU Al-Maruf ini diikuti oleh seluruh Pimpinan Ranting  dan Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU Se-kecamatan Jati  dengan mendelegasikan masing-masing dua anggota IPNU dan dua anggota IPPNU.
Adapun acara opening ceremony dilaksanakan pukul 14.00 WIB dan setelah shalat ashar pukul 15.30 WIB dilanjutkan lagi dengan materi pertama tentang keadministrasian IPNU-IPPNU yang di sampaikan oleh rekan Wahyu Hidayat Sekretaris Umum PC IPNU dan rekanita Nila Chusniya selaku  sekretaris umum PC IPPNU Kudus. Kemudian dilanjutkan materi Manajemen Kearsipan yang disampaikan oleh rekan syaefudin selaku wakil sekretaris PC IPNU Kudus pukul 18.30 WIB hingga kegiatan berakhir sampai pukul 20.00 WIB dengan sukses dan lancar.
Ketua panitia, Dedi Hermanto menyatakan tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan bekal materi dan praktek tentang keadministrasian dan manajemen kearsipan IPNU-IPPNU agar pimpinan Ranting dan komisariat mampu membenahi kondisi keadministrasian dan berkas-berkas arsipnya. Hal serupa juga diutarakan Nurul Arifah, ketua PAC IPPNU Jati. Menurutnya, ada keterkaitan antara administrasi dan manajemen kearsipan, bahwa kemajuan sebuah organisasi dapat dilihat dari keadministrasian serta kearsipannya yang tertata dengan baik dan rapi. Karena sekarang kelemahan organisasi NU khususnya IPNU-IPPNU adalah lemah dalam data-data riset potensi keorganisasiannya.
Ketua PC IPNU Joni Prabowo berharap agar materi yang disampaikan bisa diamalkan dan di manfaatkan untuk kemajuan Pimpinan Ranting dan Komisariat Se-kecamatan Jati. “Selepas mengikuti Diklat Administrasi dan Manajemen Kearsipan hingga tuntas, kami berharap semua pimpinan ranting dan pimpinan komisariat IPNU-IPPNU Se-kecamatan jati untuk bisa mempraktekkan ilmu tentang administrasi dan kearsipan. Sehingga nantinya bisa menata dan merapikan arsip-arsip administrasi  maupun data-data organisasi serta menularkan ilmunya kepada anggota-anggota yang lain,” ungkap Joni.