Peringatan harlah ; Ghirah Berorganisasi Dengan Bersholawat Nabi Untuk NKRI

9:14 AM Add Comment


Malam Ahad (27 februari 2016) tidak seperti biasanya suasana halaman kantor Kecamatan Mejobo yang terletak di Desa Jepang Mejobo itu, ratusan kader dan angota PAC. IPNU IPPNU Kec. Mejobo melaksanakan peringatan Hari Lkahir IPNU ke-62 dan IPPNU ke-61. Rangkaian acara yang diagendakan berlangsung selama 2 minggu ini berawal dari agenda pekan olah raga dan seni(PORSENI) yang terselenggara jumat tanggal 19 dan 26 februari kemarin.

Pada malam ini dijadikan puncak acara dalam porseni dengan dianugrahkannya penghargaan atas juara-juara pemenang dalam setiap perlombaan. Lomba-lomba yang telah terealisasi diantaranya lomba kategori cakupan tataran kecamatan se-Mejobo teruntuk PR/PK yakni lomba batminton, lomba futsal, lomba paduan suara, MTQ, dll. Untuk lomba kategori cakupan tingkat kabupaten adalah rebana.

Dalam kesempatan ini rekan Joni Prabowo ketua PC. IPNU Kudus berkenan memberikan tropi dan piagam penghargaan kepada para pemenang, “merasa bernostalgia kembali 2 tahun silam berada dikepemimpinan PAC. IPNU Mejobo sebagai ketua. Dan kini bersempatan hadir untuk menyemangati dan memotivasi para kader-kader berprestasi”. Ungkap Rekan Joni
“alhamdulillah sungguh berkah kehadiran para kader, anggota IPNU IPPNU yang menyukseskan agenda Porseni dan pengajian kami dalam rangka Harlah IPNU ke-62 dan IPPNU ke-61 dan menyongsong konfrensi anak cabang (konferancab) PAC. Mejobo ini”, ujar rekan adib dengan penuh rasa syukur.

Dalam kesempatan ini dihadiri oleh para habaib dan romo-romo kyai, yakni KH. Ali Shidiqin, Habib Hasan Al Bunumay, Habib Syafiq Al Kaff, KH. Abdurrahman, Ustadz Asfal Maula (gus apank), dan para kyai mejobo.

Ratusan para hadirin dalam majlis maulid malam ini terlihat jelasa semua MWC sebanom hadir, para anggota kader IPNU IPPNU mulai ranting komisariat sekecamatan mejobo, masyarakat sekitar, para tamu undangan pihak alumni PAC maupun pembina-pembina, rekan rekanita PAC IPNU IPPNU sekab.Kudus, PC. IPNU IPPNU Kudus beserta rombongan PC IPNU kota Pekalongan, kehadiran para syeker mania dan rombongan mafia sholawat jama’ah dari gus ali dengan atribut bendera yang semakin menyemarakkan suasana malam ini.

Majlis sholawat yang dipimpin dalam pembacaan ratibul hadat oleh para habaib dan gus apank semakin menumbuhkan rasa mahabbah para jama’ah hadirin majlis ini, “semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumil kiyamah dan berkat sholawat agenda-agenda PAC Mejobo begitu berkah dan sukses”, penuturan panitia rekanita ainy.

Penuh kekhusyukan pengajian maulid ini disampaikan pesan moral dan jihat oleh KH. Abdurrahman,” marilah para pelajar-pelajar  yang terhimpun dalam IPNU IPPNU senantiasa memasyarakatkan organisasi NU disetiap kalangan sehingga ghirah dan jamiyyah ini terlihat besar bukan hanya keanggotaannya namun kualitas lahir batin dengan berorganisasi”.

Penjadwalan kehadiran gus ali yang telah tiba di lokasi sekitar jam 23.00 sangat menyita perhatian para hadirin, tim keamanan yang terdiri dari banser, DKAC CBP IPNU dan KPP IPPNU yang turut mengawal kelancaran serta kesuksesan acara ini. Dalam majlis ini gus ali menyampaikan pada hadirin terutama para generasi muda untuk senantiasa mencintai NKRI dengan landasan Islam Alhussunah wal jama’ah yang beramaliyah diantaranya dengan sholawat.

Ngaji yang disampaikan gus ali gondrong sapaan beliau, sesuai dengan usia atau masa para anggota IPNU IPPNU dengan ngaji dialogis, sering ditengah mauidlohnya disisipi lagu-lagu nasional dan lagu-lagu yang bergairah muda. Sehingga antusias para jama’ah pengajian tadi malam terasa terbuai oleh isi yang disampaikan gus ali hingga tak terasa pengajian tersebut sampai ahad,28-02-2016 jam 03.00 dini hari.

“besar harapan kami dalam menyongsong konferancab jumat depan ini, kader-kader yang ada akan dapat melanjutkan estafet kepemimpinan kedepannya, kehadirannya malam ini bukti ghirah rekan rekanita masih bersemangat dan tertata niatnya untuk ghirah berkhitmah di organisasi IPNU IPPNU”, tandasnya rekanita laila muyassaroh dan rekan adib dalam perbincangannya dengan rekanita futuhal hidayah ketua PC IPPNU Kudus.(red)

​Ulang Tahun, IPNU dan IPPNU Kudus Ziarah ke Makam Muasis

2:03 PM Add Comment

​Tak selayak ​hari biasanya, komplek pemakaman Kauman Mbareng Kecamatan Jekulo Kudus Selasa sore kemarin (23/2) ramai dikunjungi puluhan pemuda putra dan putri. Sebagian dari mereka mengenakan atribut lengkap sebuah organisasi pelajar NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), juga Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).


M​emperingati ulang tahun ​organisasi, para aktivis IPNU bersama IPPNU Pimpinan Cabang Kabupaten Kudus itu bersama-sama ziarah ke makam KH. Ma’sum Rosyidi, yang dikenal sebagai pelopor sekaligus pendiri banom untuk pelajar NU di Kudus.


Selain memakai seragam lengkap organisasi, sebagian bahkan ada yang sengaja membawa bendera IPNU, kemudian dengan bangga dipegang erat saat berdoa.

Sebelum berziarah, di hari sebelumnya mereka sowan terlebih dahulu ke kediaman keluarga Mbah Ma’sum. Kegiatan sowan tersebut merupakan bagian dari usaha meneruskan ikatan silaturrahim para generasi penerus IPNU dan IPPNU Kudus kepada keluarga para pendahulunya.

"Pak Yai Agus Yusrun Nafi' yang mendampingi teman-teman ziarah ke makam. Semoga dengan acara ziarah bersama ke makam Mbah Yai sore ini, teman-teman aktivis bertambah cinta kepada organisasi dan para sepuh Kyai" kata Futuhal Hidayah, Ketua PC IPPNU Kudus.


KH. Ma’sum Rasyidi dimakamkan di komplek pemakaman belakang komplek Pondok Pesantren di Mbareng, Jekulo, Kudus. Satu area dengan pemakaman KH. Ahmad Basyir, yang dikenal luas sebagai Syaikh Mujiz Dala’il Khairat dari Kudus.

Tradisi sowan ke komplek Mbareng memang tak jarang dilakoni oleh pengurus IPNU bersama IPPNU Kudus. Tak hanya sowan ke ulama yang masih hidup, namun juga kepada yang telah wafat. Beberapa bulan lalu mereka juga telah bersama menziarahi KH. Tholhah Mansur dan Nyai Umroh Mahfudhoh, di makam masing-masing.

Kegiatan berkunjung ke Mbareng tersebut merupa satu dari rangkaian agenda Harlah bertema “Harmoni Cinta Negeri Wujudkan Pelajar NU Luhur Berbudi Pekerti”.[]

Istahiyyah


PERINGATI HARLAH, PELAJAR NU ZIARAHI PELOPOR IPNU KUDUS

1:16 PM Add Comment

Kudus, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) kabupaten Kudus ziarahi makam pendiri IPNU Kudus K.H. Ma'shum Rosyidi (alm).


Terletak di Makam Desa Kauman kecamatan Jekulo Kudus ini sedikitnya diikuti 100 orang yang mewakili 9 kecamatan setempat. Dengan didampingi K. M. Agus Yusrun Nafi' putra KH. Ma'shum Rosyidi.



Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati momentum hari lahir (harlah) ke-62 IPNU yang bertepatan pada tanggal 24 Februari, serta 2 Maret nanti memperingati harlah yang ke-61 untuk IPPNU.



Usai ziarah peserta melanjutkan sowan di kediaman K. Agus, dengan
memberikan pesan kepada peserta untuk selalu melanjutkan perjuangan
para pendiri IPNU Kudus.



"Jadilah kamu lebih baik dari pada pendahulumu. Dan komitmenlah untuk berkata bisa maka yakinlah kamu bisa menjalankan." Pesan kyai Agus dihadapan peserta (23/2).



Harapan disampaikan oleh ketua PC IPNU Kudus Joni Prabowo bahwa dalam mengenang perjuangan para pendiri IPNU IPPNU ini mampu menjadi energi khusus dalam melanjutkan tanggungjawab sebagai penerus.



"Tokoh-tokoh pendahulu kita patut dikenang sebagai bahan refleksi bersama, demi kemajuan organisasi ini masa depan"



Akhir acara dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah.

(MT.Ilma)

"Harmoni Cinta Negeri Wujudkan Pelajar NU yang Luhur Berbudi Pekerti"

2:35 PM Add Comment
Telah didawuhke oleh para ulama sepuh Nahdlatul Ulama waktu itu “antara islam dan nasionalisme janganlah dipertentangkan” dawuh Beliau Mbah Hasyim Asy’ari Pendiri Nahdlatul Ulama, maka munculah fatwa Hubbul Wathon Minal Iman, Cinta Tanah Air sebagian dari iman.
Mengawali refleksi dalam rangka Harlah IPNU ke-61 dan IPPNU ke-62 kali ini, marilah sejenak kita kembali menganalisa bahwa diri kita adalah pelajar seutuhnya yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam peta global kita mengenal beberapa istilah kewilayahan semisal Negara Barat, Timur Tengah dan Timur, berikut dengan budayanya. Jika Negara Barat adalah representasi dari Semenanjung Eropa dan Amerika, Timur Tengah adalah Semenanjung Arab maka Negara Timur adalah Semenanjung Melayu dengan “Adat Ketimuran”nya. Adat Ketimuran yang tercermin dari Warga Indonesia lebih spesifik ke adat jawa merupakan warisan leluhur yang mana hendaklah kita jaga seutuhnya. Maka menyelaraskan sebuah aksi dalam Harmoni merupakan sebuah keharusan untuk nguri-uri dan mencintai negara ini kalau bukan kita siapa lagi yang akan mau mencintai negeri yang kaya raya baik dari segi warisan budaya maupun warisan sumber daya yang lainnya.

Sebagai dasar tersebut setelah kita menghayati seutuhnya dimana kita hidup dan bagaimana seharusnya cara hidup disuatu wilayah tersebut yang kita presentasikan sebagai Adat Ketimuran, Unggah-ungguh, Toto Kromo, Tepo Seliro dan saling menghormati maka itulah seharusnya diri kita.
Dewasa ini degradasi adat-istiadat kita semakin bergeser yang dahulu para sepuh mengajarkan saling menghormati antar sesama telah banyak yang luntur karena hegemoni moderenisasi global telah menyerang kita, pengaruh media sosial dengan konsep digitalisasi informasi telah banyak merubah perilaku anak negeri dimana yang dahulu kala, mushola-mushola, langgar-langgar dan surau-surau adalah tempat yang nyaman anak saat mentari bersembunyi di ufuk barat, pembelajaran yang sederhana selepas jamaah magrib perlahan telah melenceng jauh beralih kesinetron-sinetron yang tidaklah mendidik. Bercengkrama silaturrahim pada sebuah perkumpulan yang hangat, sudah jarang kita jumpai berganti dengan kehadiran sosmed yang juga menyerang anak negeri yang dalam penggunaanya tanpa ada saringan bahkan bersifat berlebihan. Sehingga jati diri anak negeri telah lupa bahkan hilang. Itulah mengapa Harmoni Cinta Negeri kita usung kembali bagaimana menyeruakkan kecintaan kita sebagai anak negeri yang kaya raya ini.
Sebuah potongan sajak karya ulama mbah KH. Bisri Musthofa (Ayahanda Gus Mus) Rembang “Andap asor ing wong tua najan liya // Tetepana aja kaya raja kaya // Gunem alus alon lirih ingkang terang // Aja kasar aja misuh kaya bujang” yang tertuang dalam Syi’ir Ngudi Susilo ini mengispirasi penulis untuk penuangkan kecintaan pada negeri melalui sikap yang harus kita benahi sesuai dawuh para kiyai sepuh. Keluhuran dalam berbudi pekerti sebagai anak negeri haruslah kita laksanakan dengan sepenuh jiwa. Pesan para ulama terdahulu seharusnya sangatlah komplit bagaimana kita sebagai anak negeri dalam bersikap dalam bertindak dalam berperilaku antar sesama bahkan sampai kita memperlakukan diri kita sendiri terhadap waktu kita, terhadap sesama kita terlebih lagi kepada Allah SWT.
Maka sangat pantas ketika keluhuran dalam berbudi pekerti benar-benar harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka menyelaraskan kecintaan kita pada negeri ini. Maka melalui rangkaian Harlah IPNU ke 62 dan IPPNU ke 61. PC IPNU IPPNU Kudus mengajak rekan rekanita menghayati penuh tema yang kita usung tersebut manjadikan pedoman perubahan sikap dan mental serta perilaku menuju kehidupan kita yang lebih baik.
Tak lupa atas nama pengurus cabang IPNU IPPNU Kudus mengucapkan selamat harlah IPNU ke 62 dan IPPNU ke 61. Semoga sukses.

Wahyu Hidayat
Sekretaris PC IPNU Kudus
2014-2016

Gelar PORSENI Pelajar Menuju Mejobo Baru

3:10 PM Add Comment


Ajang adu bakat pelajar NU menjadi khas karena pekan olahraga dan seni ini tak sekedar adu ketangkasan dalam hal fisik, tetapi keahlian dan bakat bidang lain. IPNU IPPNU Pimpinan Anak Cabang Kecataman Mejobo Kudus dalam rangka serangkaian KONFERENSI menggelar agenda tersebut dengan harapan muncul bakat bakat Pelajar NU mejobo yang berprestasi

Dengan mengusung tema “Membangun Generasi Muda Berwawasan Islam Untuk Menjawab Tantangan Masa Depan Serta Memperkuat Islam Nusantara” ini telah digelar dengan rangkaian lomba antar Pimpinan Ranting Se Kecamatan Mejobo, diantarangan Futsal Sarung, Bulutangkis, MTQ Pelajar, Paduan Suara dan Rebana

“Ajang ini bukan akhir dari segalanya meski kami dalam periodesai akan berakhir, namun kami berharap bermunculan bibit dan bakat yang baru yang akan meneruskan kami” terang Adid Zamroni Ketua IPNU PAC Mejobo saat ditemui pada pembukaan PORSENI

Apresiasi juga terlontar dari Pemerintah Kecamatan Mejobo yang dalam hal ini langsung disampaikan Bapak Andreas selaku Camat Mejobo “Pelajar NU yang tergabung dalam IPNU IPPNU harus mampu mengembangkan diri dengan segala kreatifitas, melalui ajang PORSENI dapat mengasah kemampuan tersebut” ungkap beliau.


Pengambil lokasi di Kantor Kecamatan Mejobo, ajang ini juga akan dirangkai dengan beberapa kegiatan diantaranya lanjutan Porseni hari kedua tanggal 26 Februari, Pengajian Umum Harlah IPNU 61 dan IPPNU 62 tanggal 27 Feruari dengan pembicara Gus Ali Gondrong dari Semarang dan akan ditutup dengan Konferensi Anak Cabang tanggal 4 Maret yang merupakan forum tertinggi di Pimpinan Anak Cabang. (sadega)

Kaliwungu Gelar Tasyakuran Harlah IPNU ke 62 dan IPPNU ke 61

2:43 PM Add Comment




Ahad, 21 Februari 2016 keluarga besar PAC IPNU IPPNU Kaliwungu mengadakan selapanan rutin dengan acara menyambut Harlah IPNU 62 & IPPNU 61 , acara itu sungguh meriah dengan dihadiri oleh pembina kami bpk. Ngadimin Syarofi dan Bpk. Ayuna Turhamun ,serta alumni Bpk. Romli dan Ibu Fatchiyyah, dalam acara tersebut beliau-beliau berpesan :- walaupun IPNU dan IPPNU sudah mencapai puncak umur 60 thn lebih, tapi IPNU-IPPNU tidakakan pernah tua selagi kita bisa menjaga kaderisasi dengan baik.
Suksesnya organisasi bukan dilihat dari estafet kepengurusannya saja tapi sebenarnya yang lebih penting yakni bagaimana kita bisa menempatkan bakat2 kader itu sendiri guna mencapai tujuan sama untuk memajukan IPNU IPPNU ke depan.
perbanyaklah menulis dan membaca karna dengan menulis kita bisa mensyiarkan dan berbagi ilmu tentang NU ke masyarakat dan membaca membuat kita menjadi lebih berkualitas lagi dalam berjuang untuk IPNU IPPNU.

#HarlahIPNU62#HarlahIPPNU61 di MTs NU Mafatihul Ulum Sidorekso. Belajar Berjuang Bertaqwa (Asri)

Eksotisme Desa Wisata Wonosoco Jadi Pilihan Kader NU Kudus

2:09 PM Add Comment
Kabupaten Kudus yang bisa dibilang kabupaten paling kecil di Jawa Tengah ini, tidaklah kalah potensi Sumber Dayanya dari wilayah wilayah lain di Indonesia secara umum. Baik dari segi Sumber Daya Manusianya maupun Sumbaer Daya Alamnya.
Jika dilihat dari Sumber Daya Manusia, orang kudus memiliki jiwa Gusjigang (bagus, ngaji dan dagang) yang secara religius mendorong untuk mandiri begitupun juga bagi para kader NU dibawah naungan IPNU IPPNU Kudus.
Alampun menawarkan berbagai keindahan di Kudus selain Gunung Muria, Wisata religi Sunan Kudus dan Sunan Muria dan lain sebagainya. Ternyata dibagian Kudus paling selatan juga menyimpaan keindahan alam yang patut dijadikan refrerensi saat liburan. Desa Wonocoso Undaan Kudus adalah salah satu Desa Wisata di Kabupaten Kudus. Destinasi wisata diantaranya, Sendang Dewot menawarkan kesejukannya, Hutan jati tak kalah eksotisnya, persawahan kacang yang berjajar rapi di sepanjang Pegunungan Kendeng seolah menyambut para wisatawan yang datang.
Inilah beberapa hal Kader NU dibawah PC IPNU IPPNU Kudus memilih lokasi sebagai pelaksanaan event pengkaderan Latihan Kader Utama (LAKUT). Pengkaderan tertinggi di organisasi IPNU IPPNU yang sedianya akan dilaksanakan 4-8 Februari 2016 ini.


LAKUT merupakan program yang sangat penting dan didalamnya terdapat para kader kader terbaik se Kabupaten Kudus sebagai pesertanya. Pembukaan LAKUT ini akan dihadiri para Alumni. PW IPNU dan Rekan Asep Irfan Ketum Terpilih PP IPNU di Kongres Boyolali kemarin. (sadega)

Inspirasi Tiada Henti

5:04 PM Add Comment





Bank Sampah Jati Asri yang berada di desa Jati Kulon RT 03 RW II Jati Kudus menarik untuk ditelusuri. Awal berdirinya bermula ketika Sri Setuni, salah satu warga di desa tersebut merasa tertantang untuk mengolah sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Sri belajar dari ibu-ibu PKK Perumahan Muria Indah Kudus. Sesusai belajar cara mengolah dan mengkreasikan sampah, Sri mengajak warga desa Jati Kulon untuk mulai memberdayakan sampah di lingkungan sekitar. Bersama Lasminingsih dan Sayyidatun, bertiga merajut asa mengurai sampah kotor menjadi barang yang berguna dan layak pakai.

Kesabaran dan ketelitian membuahkan hasil ketika produk yang mereka buat diterima masyarakat. Produk dan harga yang ditawarkan bermacam macam. Dompet dan tempat pensil seharga Rp. 15.000,00, tas dibandrol mulai Rp. 20.000,00 – Rp. 200.000,00, dan tempat tisu sekitar Rp. 35.000,00. Tidak hanya itu, berbagai undangan pelatihan juga mereka terima. Hingga kini, mereka telah 
menularkan ilmu ke desa  Loram Wetan, Pasuruan, Nganguk, Ploso, serta Getas Pejaten. Undangan dari luar kota seperti Rembang pun pernah mereka dapatkan. Rasa bangga tersemat dalam hati atas hasil kerja keras mereka. “Kami merasa bangga karena berhasil mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna, dan dikenal masyarakat luas,” kata Sri. 

Baru baru ini mereka juga memenuhi undangan dari IPPNU PAC Jati pada tanggal 29 Januari 2016, dalam kegiatan keputrian. Dalam kegiatan yang berlangsung di rumah Rekanita Rintan tersebut, para anggota IPPNU PAC Jati mendapat pelatihan dasar cara merangkai kotak pensil dan tas dari sampah plastik bekas minuman instan. Antusiasme terlihat ketika mereka tetap mencoba merangkai sampah plastik tersebut walaupun sulit dan gagal pada awalnya.  “Kami berharap agar pelatihan ini tetap berlanjut, karena mengasah keterampilan dan berdampak positif pada lingkungan,” tutur Nurul Arifah, ketua PAC IPPNU Jati.Bank Sampah Jati Asri sendiri akan terus berproses agar mendapatkan SDM yang terampil dan lepas dari persoalan klise, yaitu finansial.

Ulya Narissa