WASPADA RADIKALIS, KESBANGPOL KUDUS GANDENG PEMUDA NU

7:30 PM Add Comment
KUDUS, kerjasama Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus dengan Pimpinan Cabang NU, IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus gelar seminar Pengembangan Wawasan Kebangsaan untuk pemuda NU Kudus.

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta ini diselenggarakan di Aula Gedung PC NU Kab. Kudus pada Rabu (20/1) kemarin. Delegasi dari PAC GP Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU masing-masing kecamatan se-kabupaten Kudus memadati ruangan.

Kepala Kantor KESBANGPOL Kudus Djati Sholechah mengajak diskusi mengenai pencegahan berkembangnya gerakan organisasi radikalisme seperti adanya organisasi Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) yang ramai diperbincangkan di masyarakat setempat.

“Sebagian dari masyarakat kita sudah krisis ideologi kenegaraan, oleh karena itu mari kita sebagai masyarakat yang peduli bangsa satukan niat untuk mencegahnya. Dan laporkan semua kegiatan organisasi radikalis seperti Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) yang sudah lama eksis di kota ini” Ujarnya pada saat membuka acara.
“Karena, Lanjutnya,  kita sudah beberapa kali kecolongan, jangan sampai keluarga kita yang terkena”

Mendatangkan KANIT V Intelkam Kapolres Kudus, Subkhan, S.H. sebagai narasumber menjelaskan kronologi adanya gerakan teroris yang sedang ramai dibicarakan di media-media massa peristiwa bom yang berada di jalan Thamrin, Jakarta.

Sedang narasumber lain adalah dari akademisi Dr. Abdul Jalil, M.E. menyampingkan tentang adanya pembahasan tentang teroris. Ia justru meminta pihak KESBANGPOL dan peserta melaksanakan kegiatan yang benar-benar memberi solusi atas sebab orang-orang yang berakibat berideologi kurang mapan.

“Sekarang Afif dkk ikut organisasi radikalis, akibatnya mereka menjadi teroris yang rela bunuh diri itu sudah tugasnya kepolisian untuk mengatasinya. Tugas kita seharusnya mencari solusi agar masyarakat mapan dalam ideologi dan mapan dalam ekonomi secara ril. Kalau perlu ubah kurikulum pendidikan.” Tandasnya pada saat mengisi materi.

“Yuk kita sama-sama membenahi semua ini di bidang ekonomi dulu, karena salah satu faktor utama masuknya golongan itu adalah masalah keuangan.” Ajaknya.

TRADISI PEMOTONGAN RATUSAN AYAM

6:54 PM Add Comment
Pemotongan ratusan ayam di desa Jati Wetan Jati Kudus ini berlangsung kemarin pagi (20/1),  rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali dalam memperingati Haul Syekh Abdul Qodir Jailani oleh warga dusun Gendok RT 02/03 desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Kegiatan Pemotongan Ayam yang diperkirakan 120 ekor ini dilakukan untuk mensukseskan acara inti yakni pengajian peringatan Haul Syekh Abdul Qodir Jailani. Pengajian Haul tersebut dilaksanakan pada malam harinya pukul 19.30 WIB di masjid Darurrohman Gendok Jati Wetan.
Ratusan warga memadati arena pengajian bersama KH. Ahmad Syafi’i dari Kudus sebagai pengisi Mauidhoh Hasanah. (Muhajjir/mt)


GIAT PERTEMUAN RUTIN

6:52 PM Add Comment
Ahad Legi (17/1) PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu adakan acara selapanan. Bertepatan di Gedung Aula Balai Desa Bakalan Krapyak. Acara diadakan tiap Ahad Legi.

Acara dihadiri oleh para pengurus PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu, PR Bakalan Krapyak selaku tuan rumah, dan beberapa perwakilan dari PR/PK Se Kecamatan Kaliwungu.

Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars IPNU, Mars IPPNU. Dan juga Amaliyah Aswaja membaca Suratul Al-Fatihah, Tahlil, Doa selapanan.

Dalam acara selapanan rutin yang diadakan ini bertujuan dalam penguatan diranah bawah. "kita bisa mengetahui keadaan PR/PK Se Kecamatan Kaliwungu, untuk silaturahim, meningkatkan rasa kekeluargaan antara PR/PK Se Kecamatan Kaliwungu dengan PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu". ujar Rekan Mukhlis Hermawan Ketua PAC IPNU Kaliwungu.

Sebelum sesi acara shering dimulai juga di beritahukan beberapa progam Kerja PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu, diantaranya "LAKUT 4-8 Februari di Wonosoco dengan dikirimkan 6 perwakilan untuk diseleksi, Pembuatan Mading target akhir Februari, Jurnalistik, Syahriah Bulanan, Seragamisasi, dan Wisata Religi". kata Rekan Muhammad Faizudin.
 (Sofian/mt)

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut

3:51 PM Add Comment

Puluhan kader muda Nahdlatul Ulama mengikuti tes penyaringan untuk menjadi peserta Latihan Kader Utama (Lakut) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Tes berlangsung di aula gedung NU Kudus, Jawa Tengah, 16-17 Januari 2015, untuk masing-masing pimpinan anak cabang.

Tes tersebut terdiri dari beberapa tahap, yakni kelengkapan administrasi oleh panitia, tes tertulis tentang ke-NU-an dan ke-IPNU-IPPNU-an, tes makalah tentang gerakan kaum muda NU ke depan yang berhadapan dengan para pengurus harian PC IPNU dan IPPNU Kudus, serta wawancara ihwal organisasi dan paham Ahlussunnah wal Jama'ah oleh para dewan alumni pengurus cabang.

Sebelumnya, Pimpinan Cabang telah menggelar pertemuan bersama para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari sembilan kecamatan di Kudus. Pertemuan yang dilaksanakan pada Selasa sore (13/1) di aula gedung NU itu merupakan sosialisasi sekaligus penyamaan persepsi ihwal Lakut.

"Kami harapkan nanti peserta yang didelegasikan memang benar-benar kader yang diseleksi bahkan sejak dari PAC. Dan setelah sampai sini peserta akan diuji dengan tes tertulis, presentasi makalah dan intervew oleh alumni," kata Wakil Ketua bidang Pengkaderan IPNU Kudus, Muhammad Sya'roni.
 
"Lakut merupakan tingkat pengkaderan tertinggi. Semua kader dari semua PAC berpeluang bisa ikut. Namun tidak menutup kemungkinan Ketua PAC pun gagal ikut jika ia tidak lulus seleksi sesuai prosedur rekrutmen yang ditentukan oleh cabang," imbuh Muhammad Sa'id, pengurus harian yang lain.
 
Namun tes seleksi ini beda dengan Lakut pada periode sebelumnya. Jika biasanya tes di atas sudah cukup untuk menentukan kader yang berhak menjadi peserta Lakut, kali ini tidak semudah itu. Calon peserta masih harus mengikuti Sekolah Kader Utama (SKU). SKU sendiri terdiri dari dua tahap, yakni tanggal 23 dan 30 bulan ini. Dalam pertemuan dua hari itu akan dipaparkan materi pendahuluan Lakut.
 
Hidayah juga berterima kasih kepada para alumni. "Dukungan dari majelis alumni sebagai tim screening yang senantiasa mendampingi pelaksanaan dari awal hingga nantinya, menjadi semangat bagi SC dan OC. Ini juga yang kami harapkan, agar peserta termotivasi mereka yang telah berpengalaman. Dari screening ini nantinya akan terlihat nilai-nilai hasil tes untuk menjadi calon peserta Lakut," papar Ketua IPPNU Kudus, Futuhal Hidayah.
 
"Babak selanjutnya yakni SKU yang dilaksanakan dua Kali, sehingga nantinya didapatkan data final peserta yang akan mengikuti Lakut ini. Besar harapan kami, kader yang didelegasikan memang punya komitmen menjadi kader utama untuk Kudus. Komitmen yang berasal dari kemauan kuat dari diri sendiri dan bukan formalitas mewakili PAC-nya. InsyaAllah Lakut akan dilaksanakan 4-8 Februari mendatang di desa wisata wonosoco," ungkapnya. Sumber; NU Online (Istahiyyah/Mahbib)

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBENTUKAN KOMISARIAT IPNU-IPPNU DI SEKOLAH MENENGAH & PONDOK PESANTREN.

7:49 PM Add Comment

Juklak­_01


I.       SOSIALISASI
Untuk menyampaikan dan memperkenanlkan IPNU-IPPNU secara organisatoris di lembaga pendidikan (Sekolah menengah, Pesantren), maka perlu dilakukan dengan berbagai pendekatan dan cara-cara taktis, praktis, strategis dan mengena.
Upaya ikhtiar itu antara lain :
1.      Pendekatan kepada institusi (Sekolah menengah, dan pesantren).
a.      Sowan kepada Kepala sekolah, Pembina OSIS, kyai atau Gus pengasuh pesantren.
b.      Membawa dan melampirkan program unggulan IPNU-IPPNU masing-masing daerah.
c.       Mengajak para tokoh dalam mengambil kebijakan sebagai upaya mendekatkan dan mensosialisasikan IPNU-IPPNU kepada lembaga pendidikan tersebut.
2.      Pendekatan kepada siswa dan santri.
a.      Personel PAC/PC turun melakukan silaturrahim kepada siswa, dan santri sebagai pendahuluan sosialisasi.
b.      Personel PAC/PC turun melakukan pendekatan kepada siswa, dan santri yang berpengaruh dan dijadikansbg pioneer dalam komunitasnya.
c.       Melakukan pendekatan pertemanan/keakraban/kelompok siswa, santri yang sedang menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
d.     Menggunakan pendekatan secara intensif yang arif dan elegance, sehingga dapat membuat ketertarikan sendiri untuk bergabung dengan IPNU-IPPNU sebagai wadah pengembangan diri.
3.      Pendekatan program strategis
a.      Personel PAC/PC menciptakan kegiatan yang kreatif dan strategis untuk menyajikan program yang menarik dan diminati siswa dan santri.
b.      Pengembangan wawasan intelektual keilmuan dengan membuat study club sebagai kajian berkala.
c.       Menyajikan nuansa kegiatan yang kompetitif dan prestisius, seperti liga SMU, PORSENI, Debat Kontes dan lain sebagainya.
d.     Melakukan aktivitas yang kreatif dan penyegaran diri seperti : festival qosidah, pergelaran seni budaya, lomba KIR, lomba cipta dan baca puisi dan lain sebagainya.
e.      Mengadakan kemasan kegiatan yang bernuansa penguatan jiwa keagamaan dan moralitas, misalnya persatuan terpadu remaja, tadabbur alam, safari rohani, dan lain-lain.


4.      Pendekatan Program, Orientasi dan Kaderisasi
a.      Orientasi siswa di sekolah oleh PAC/PC IPNU-IPPNU.
b.      Latihan Kepemimpinan Santri (LKS) di pesantren oleh PAC/PC. IPNU-IPPNU.
c.       Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) di Perguruan Tinggi oleh PW IPNU-IPPNU.
d.     Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) : PAC, atau PC IPNU-IPPNU.
II.    LANDASAN PEMBENTUKAN KOMISARIAT
Mendirikan komisariat IPNU-IPPNU, berarti menumbuh kembangkan NU. Karenanya, jangan sampai terjadi setelah komisariat berdiri, tidak ada kegiatan apapun. Dengan kata lain, perlu dibuktikan dengan kegiatan yang riil dari prngurus komisariat itu. Untuk menjadi organisasi yang kuat dan kokoh diperlukan landasan organisasi sebagai pijakan hukumnya.
Pendirian IPNU-IPPNU di komisariat-komisariat bukan hanya tanggung jawab PK saja, tetapi juga PC, PW dan PP (baca : Pasal 10 Bab VII PD IPNU). Bahkan lebih luas lagi adalah tanggung jawab Nu (baca : PBNU) sebagai induk organisasi IPNU.
Peraturan Rumah Tangga (PRT) IPNU Bab III tentang struktur dan pasal 13 Bab IV tentang perangkat organisasi, Pimpinan Komisariat adalah :
1.       Pimpinan Komisariat berkedudukan di lembaga pendidikan yang merupakan pimpinan tertinggi IPNU di tingkat lembaga pendidikan, dan pondok pesantren.
2.       Pimpinan Komisariat memimpin dan mengkoordinir anggota di daerah kewenangannya, serta melaksanakan kebijakan Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Cabang untuk daerahnya.
3.       Dalam satu lembaga pendidikan, pesantren dan masjid yang telah mempunyai sedikitnya 10 (sepuluh) anggota dapat didirikan Pimpinan Komisariat, untuk selanjutnya tidak diperbolehkan mendirikan Pimpinan Komisariat yang lain.
4.       Pimpinan Komisariat bertanggung jawab kepada rapat anggota.
Kemudian untuk Pelindung dan Dewan Pembina di atur dalam Bab V pasal 16 :
1.       Pelindung adalah Pengurus Nahdlatul Ulama sesuai dengan tingkat kepengurusannya. Khusus untuk kepengurusan Komisariat, pelindung dapat merupakan pimpinan lembaga pendidikan, pesantren dan pengurus masjid.
2.       Fungsi Pelindung :
a.       Memberikan perlindungan dan pengayoman kepada organisasi sesuai dengan tingkatannya masing-masing.
b.       Memberikan dorongan, saran-saran dan bantuan moril maupun materiil.
Sedangkan Dewan Pembina diatur dalam pasal berikutnya, pasal 17 :
  1. Dewan Pembina IPNU-IPPNU di semua tingkat kepengurusan terdiri atas :
a.      Alumni Pengurus IPNU-IPPNU sesuai dengan tingkatannya masing-masing.
b.      Orang-orang yang mempunyai hubungan moril dan berjasa terhadap pembinaan generasi muda Nahdlatul Ulama'.
2.      Struktur Dewan Pembina terdiri dari seorang ketua dan beberapa anggota.
3.      Fungsi Dewan Pembina :
a.      Memberikan pembinaan secara berkesinambungan dan memberikan nasehat baik diminta ataupun tidak diminta.
b.      Memberikan dorongan moril maupun materiil kepada organisasi.
Adapun kepengurusan diatur Pimpinan Komisariat diatur dalam PRT pasal 19.
III. MENDIRIKAN / MEMBENTUK KOMISARIAT IPNU-IPPNU.
1.      Jumlah anggota sedikitnya 10 orang.
2.      Memilih Pimpinan Komisariat (PK) untuk masa khidmad satu tahun  (baca : satu periode)
a.      Syarat-syarat menjadi PK :
b.      Ketua dipilih langsung oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT).
c.       Teknik pemilihan ditentukan melalui sidang rapat anggota tahunan
d.     Para pengurus lengkap dipilih oleh tim formatur.
e.      Tim formatur terdiri atas :
·      Ketua terpilih (mandataris)
·      Perwakilan peserta
·      Pengurus PC. IPNU-IPPNU atau PW IPNU-IPPNU bagi perguruan tinggi
3.      PK disahkan oleh Pimpinan Cabang dengan rekomendasi pimpinan lembaga pendidikan/pondok pesantren dan pengurus masjid.
IV. STRUKTUR DAN BAGAN
1.      Pelindung : Pimpinan lembaga pendidikan/pondok pesantren.
2.      Dewan Pembina : Senior dan alumni
3.      PK : ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, wakil bendahara dan beberapa departemen dan lembaga-lembaga sesuai dengan kebutuhan.
Contoh :





Juklak_02
PASCA PEMBENTUKAN
"Langkah-Langkah Kerja dan Program Strategis"
Untuk merangsang kegiatan pasca pembentukan IPNU-IPPNU komisariat, dipandang perlu untuk memberikan pancingan alternative kegiatan. Bagaimana langkah-langkah praksis dan strategis yang mesti dilakukan pasca pembentukan PK, baik langkah kerja maupun program kerja.
A.    Langkah-langkah Kerja Strategis (LKS); Pemberdayaan Pengurus.
Maksud LKS adalah untuk memudahkan pijakan kegiatan yang terencana, sehingga tidak terjadi kemandekan (stagnasi) setelah dibentuknya IPNU-IPPNU komisariat.
Berikut ini adalah beberapa pedoman singkat, sebagai gambaran umum kegiatan yang dilakukan pasca pembentukan IPNU-IPPNU komisariat :
1.      Memberikan kurikulum standart program kerja untuk komisariat
Untuk bekal perjalanan organisasi setelah komisariat IPNU-IPPNU terbentuk, perlu adanya pedoman standart program kerja untuk komisariat yang semua programnya disejajarkan dengan Pimpinan Ranting. Kurikulum ini hanya acuan secara umum bukan keharusan yang harus dilakukan untuk komisariat karena program kerja masih harus melalui Rapat Kerja.
2.      Pelantikan dan Rapat Kerja (Raker) Pengurus.
Pelaksanaan kegiatan awal dari pengurus komisariat secara resmi dan formal adalah pelantikan, kemudian dilanjutkan –untuk efisiensi- dengan rapat kerja (Raker) pengurus. Raker tersebut dimaksudkan untuk membuat program kerja setelah mengacu pada kurikulum standart program kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dan perlu dicermati, pelaksanaan kegiatan ini tidak boleh terlalu lama, setidaknya tiga minggu pasca pembentukan komisariat secara lengkap. Alangkah baiknya jika acara ini dihadiri oleh semua kader, anggota senior dan alumni baik IPNU-IPPNU ataupun NU. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan ghiroh (motivasi) perjuangan di masa mendatang.
3.      Up Grading; Konsolidasi Kepemimpinan dan Organisasi
Setelah pelantikan, perlu adanya follow up untuk mempersatukan cara pandang dan gagasan demi masa depan IPNU-IPPNU. Kegiatan ini biasa dilakukan untuk mengenal lebih jauh personality masing-masing pengurus. Sebenarnya untuk lebih efektivitas dan efisiensinya, acara ini bisa dikemas dalam satu rangkaian pelantikan dan raker. Materi yang disampaikan biasanya terkait dengan konsolidasi pengurus, seperti kepemimpinan (leadership), manajemen, atau materi-materi yang erat kaitannya dengan teknik-teknik berorganisasi.
4.      Membentuk Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Kepanduan Putri (KKP); Kepanduan Kepalangmerahan dan Kepecintaalaman.
Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Kepanduan Putri (KKP) merupakan wadah bagi kader-kader IPNU-IPPNU yang ingin mendalami secara khusus dalam bidang kepanduan. Lembaga ini terkonsentrasi pada tiga bidang, yakni kepanduan, kepalangmerahan dan kepecintaalaman.
Kenapa perlu dibentik CBP dan KKP di komisariat. Logikanya sederhana, OSIS-nya IPNU-IPPNU, maka pramukanya adalah CBP dan KKP. Jika hal ini, nampaknya sulit untuk dilakukan, organisasi intra tetap OSIS, tetapi CBP juga bisa didirikan tanpa merubah Pramuka. Diharapkan, kader IPNU-IPPNU ke depan dapat lebih profesional dalam menggerakan roda organisasinya. Hal ini tentunya harus diselaraskan dengan potensi dan kebutuhan kadernya.
5.      Kegiatan-kegiatan Tentative Monumental
Untuk menumbuhkembangkan IPNU-IPPNU di komisariat, seiring dengan kegiatan-kegiatan tersebut, perlu juga untuk membuat program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing komisariat. Inilah yang dimaksud dengan kegiatan tentative-monumental. Salah satu contoh dari bentuk kegiatan ini adalah pelaksanaan harlah IPNU-IPPNU yang dirangkai dengan kegiatan peringatan hari besar islam (PHBI). Yang monumental misalnya, Bulan Romadlon digunakan se efektif mungkin sebagai media untuk mempererat hubungan pertemanan, dengan melakukan kegiatan bersama, seperti Tarling (Sholat Tarawih Kelilling), tadarus yang kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi non formal. Termasuk dalam bentuk kegiatan ini adalah halal bihalal setiap hari raya idul fitri.
6.      Panitiaan dan Diskusi Temporer
Kegiatan panitiaan dan diskusi temporer dapat pula dimasukkan dalam agenda kegiatan tentative-monumental. Selain dengan panitiaan berjenjang (Makesta dan Lakmud, dll), juga dapat dilakukan berbagai panitiaan lain, seperti panitiaan pers dan jurnalistik, leadership dan lain sebagianya.
Adapun diskusi temporer merupakan kegiatan diskusi untuk melihat perkembangan dan persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, bangsa, NU atau IPNU-IPPNU itu sendiri. Kemasan kegiatan ini biasanya dilakukan dalam bentuk curah pendapat (brain storming), urun rembug atau bahkan pernyataan sikap dan pendapatatas fenomena yang terjadi.
Hal ini penting, untuk menumbuhkembangkan wawasan dan intelektualitas kader. Dalam diskusi, beragam bentuk kegiatan dapat dilakukan. Seperti seminar, workshop, loka karya, halaqoh, bedah buku, dan lain sebagainya. Bergantung pada kebutuhan.
B.     Program Kerja Strategis; Pengkaderan IPNU-IPPNU
Sesuai dengan hasil Konferensi Besar IPNU tahun 2002, secara formal dan berjenjang, pengkaderan IPNU-IPPNU dibagi dalam tiga tingkatan; MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota), LAKMUD (Latihan Kader Muda) dan LAKUT (Latihan Kader Utama).
Makesta adalah suatu sarana untuk menghantarkan calon anggota IPNU-IPPNU dari kehidupan individual menjadi hidup berorganisasi (sosial). Sekaligus sebagai sarana orientasi dan sosialisasi terhadap kehidupan organisasi IPNU-IPPNU.
Tujuan umum Makesta adalah menghantarkan calon anggota IPNU-IPPNU kearah perubahan jiwa, sikap, mental dan menumbuhkan kesadaran akan signifikansi suatu organisasi dalam kehidupan masyarakat. Dan secara resmi menjadi organisasi.
Secara khusus tujuan Makesta adalah pertama, menggugah mind dan menunjukkan sikap maupun mentalnya untuk dapat berorganisasi. Kedua, menumbuhkan rasa kecintaan dan memiliki (self of belonging), menyadari akan pentingnya organisasi di IPNU-IPPNU. Ketiga, mengaktualisasikan dirinya sebagai anggota masyarakat yang baik sebagai bentuk pengejawantahan tugasnya sebagai organisasi yang dicintai. Keempat, mengetahui pengetahuan dasar ke organisasi-IPNU-IPPNU-an dan PD PRT nya.
Dalam panitiaan jenjang pertama ini, diharapkan sampai pada target agar mampu membentuk anggota kader yang menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya, mempunyai kesadaran tinggi, dan motivasi untuk mengikuti jenjang pengkaderan berikutnya.
Secara teknis, syarat peserta adalah pelajar atau santri yang berusia antara 13-20 tahun. Panitiaan akan lebih efektif jika diikuti tidak lebih dari 40 orang peserta. Waktu pelaksanaan sehari atau standarnya dua hari. Ada beberapa materi dasar yang disampaikan dalam panitiaan ini, antara lain adalah Aswaja, ke NU an dan ke IPNU-IPPNU an dan beberapa materi pendukung.
Selain makesta banyak kegiatan serupa sebagai penunjang untuk meningkatkan kualitas SDM kader yang lebih profesional. Diantaranya adalah panitiaan pers dan jurnalistik (investigated reporting), leadership, dan lain sebagainya.
Jenjang pengkaderan (formal) kedua adalah LAKMUD. Jenjang panitiaan kedua ini dilaksanakan untuk lebih memantapkan jati diri kader, baik untuk kalangan internal maupun eksternal IPNU-IPPNU.
Jenjang pengkaderan selanjutnya adalah LAKUT. Kegiatan ini merupakan jenjang pengkaderan (formal) di IPNU-IPPNU. Kegiatan ini dikemas layaknya panitiaan-panitiaan pada umumnya, tetapi ada yang cukup spesial, yakni sebagai sarana evaluasi dan kritik konstruktif bagi perjuangan IPNU-IPPNU ke depan. Termasuk dalam panitiaan ini reformulasi (pembentukan kembali) jati diri IPNU-IPPNU, baik visi, misi maupun targetnya. Yang terpenting dalam LAKUT adalah membentuk jaringan informasi antar kader yang berkualitas, visioner dan inovatif.


Juklak_03
KONSEPSI IPNU-IPPNU SEBAGAI PENGGANTI OSIS
(Menjadikan IPNU-IPPNU Sebagai Organisasi Intra Sekolah)

Fungsi
Bentuk Kegiatan
Pelaksana
Pembina
Wadah aktualisasi Kader (Siswa dan santri)

Pelayanan Kesiswaan;
PHBI, Seminar, Bedah Buku, Diskusi Panel, Upacara, Class Meeting.

Pengembangan Minat Bakat;
Kesenian, Pagar Nusa, Karya Ilmiah Remaja, Majalah Sekolah, dll.

Sosial Kemasyarakatan;
Donor darah, Bhakti Sosial, Kuliah Kerja Lapangan, CBP, KKP
IPNU-IPPNU
Pembina IPNU-IPPNU
(Wa Ka Kesiswaan)

IPNU-IPPNU

IPNU-IPPNU

Penguatan Kapasitas Kader

MOSIBA;
Berisi materi pengenalan sekolah, dan ke IPNU-IPPNU an.

MAKESTA;
Satu-satunya pintu masuk menjadi anggota IPNU-IPPNU.

LAKMUD;
Prosesi pengkaderan sebagai kelanjutan makesta

Panitiaan Penunjang;
Leadership, Administrasi, Pers dan Jurnalistik, dll.
IPNU-IPPNU
Pembina IPNU-IPPNU
(Wa Ka Kesiswaan)

IPNU-IPPNU
PAC

IPNU-IPPNU
PC

IPNU-IPPNU
Pembina IPNU-IPPNU
(Wa Ka Kesiswaan)




Konsolidasi Kelembagaan Struktural

Rapat Anggota;
Setahun sekali untuk regenerasi

Mengikuti Konferancab/Cab;
(Berisikan hak dan kewajiban dari masing-masing PK)

Model Pembinaan PK;
Mengatur hak dan kewajiban pembina serta kaitannya dengan struktur PAC dan PC.

Kartu Anggota;
Sebagai prasyarat pengaturan organisasi dari tingkat PC sampai dengan PK.

Kegiatan Partisipatif;
Sebagai konsekuensi berdirinya PK; PAC, PC, PW dan PP.
IPNU-IPPNU
PK

IPNU-IPPNU
PC dan PAC

IPNU-IPPNU
Pembina IPNU-IPPNU
(Wa Ka Kesiswaan)

IPNU-IPPNU
PC

IPNU-IPPNU
PAC, PC, PW, PP


Keterangan :
PK       :       Pimpinan Komisariat (istilah untuk menyebut kepengurusan IPNU-IPPNU di tingkat sekolah/pesantren)
PAC    :       Pimpinan Anak Cabang (istilah untuk menyebut kepengurusan IPNU-IPPNU di tingkat kecamatan)
PC       :       Pimpinan Cabang (istilah untuk menyebut kepengurusan IPNU-IPPNU di tingkat kabupaten)
PW      :       Pimpinan Wilayah (istilah untuk menyebut kepengurusan IPNU-IPPNU di tingkat provinsi)
PP       :       Pimpinan Pusat (istilah untuk menyebut kepengurusan IPNU-IPPNU di tingkat pusat)

DOUWLOAD DISINI