SERIBU RUPIAH UNTUK ACEH

5:00 PM Add Comment


Mari berikan sebagian dari harta kita untuk meringankan beban korban Gempa yang ada di wilayah Aceh. Hanya dengan Rp 1.000,- sudah membuktikan jiwa kemanusiaan anda kepada saudara-saudara kita yang saat ini tertimpa musibah.

Donasi dapat dikirimkan ke Kantor PC IPNU IPPNU Kabupaten Kudus, Jln Pramuka No 20 Kudus. SMS/Whats'up Abdurrahman 085713411940 dan sertakan Hastag #IPNU_1000foraceh #IPPNU_1000foraceh.

Maulid Nabi; Menjadi Tema Padang Bulanan PAC Gebog

6:55 PM Add Comment
Khusyu', Tokoh dan Pengurus NU desa Getassrabi
kecamatan Gebog Kudus turut hadir ditengah-tengah acara
(14/12/16) lagi-lagi tradisi padang bulanan menggaruk minat warga, sebanyak 200-an jamaah hadir memenuhi halaman masjid baitul muttaqin, getassrabi. Selain itu juga turut hadir Ketua MWC NU gebog, Ketua Rijalul Anshor gebog, Ketua PAC IPNU-IPPNU KEC. NALUMSARI Jepara, serta banom NU desa getassrabi. 
"Kalau NU Gebog punya rutinan Bahtsul Masail, kalau IPNU-IPPNU punya rutinan Padang bulanan ini merupakan wujud silaturrahim serta kepedulian dalam mengenalkan NU yang melibatkan masyarakat dan pelajar disekitar kita" tegas Kiyai Suwanto selaku ketua MWC dalam sesi sambutannya.
Kegiatan yang menjadi sebuah tradisi sebenarnya beban untuk pengurus sebab harus bisa menjaga konsistensi akan suksesnya acara. Dari segi materi ternyata hanya seberat dzarroh bagi ta'mir masjid. Pasalnya, bulan ini kebetulan jatuh dalam moment kelahiran nabi agung Muhammad SAW. 
Muhammad Ridlwan , ketua PAC IPNU Gebog menambahkan "Membangun kekompakan bersama, mempertemukan tokoh-tokoh desa beserta generasi dibawahnya, dan grup rebana sekecamatan gebog menjadi tujuan utama" 
"Pasalnya kegiatan padang bulanan dulu hanya berjalan manaqiban saja yang dihadiri 5-12 pengurus" imbuh Kiyai Imam Fathoni , da'i muda anshor Gebog.
Moment kebersamaan inilah yang sebenarnya menjadi senjata yang ditakuti oleh kelompok yang alirannya berseberang dengan aswaja.

Gebog Pertahankan Tradisi "Padang Bulanan"

2:32 PM Add Comment
Kudus - Padang bulan yang digadang sebagai ajang silaturrahim seluruh pelajar NU kecamatan gebog mulai digencarkan. Setelah acara tersebut mengalami kefakuman  3 bulan sejak syawal kemarin yang terakhir di desa Jurang. 

Kini PAC IPNU-IPPNU Kec. Gebog Kudus kembali menajamkan taringnya di dukuh Satu ranting Besito, dengan dihadiri kurang lebih 200 audience dibingkai oleh puluhan terbang. "awalnya kami kurang yakin pengunjungnya bisa datang maksimal karena sejak sore tadi mendung gerimis, alhamdulillah sekarang terang" ujar muhammad ridlwan selaku ketua PAC dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh PC IPNU kab. Kudus didampingi oleh PW IPNU Jawa Tengah M. Irchamudin Maulana dari grobogan. "di IPNU IPPNU bukan hanya tempat mengaji namun juga berkreasi" imbuh Wahyu Saputro dalam sesi sambutan kemarin (14/11).

"Dung dung plak dung plak aplak aplak" begitulah kiranya suara terbang memantul dicelah dinding masjid Al-Falah bersamaan dengan gema sholawat oleh rekan Joko cs. di masjid Al-Falah dukuh Satu Besito ini sudah menjadi saksi bisu 2 kali dalam perjalanan kegiatan padang bulanan selama 3 tahun. Sistem pendanaan bukan lagi kendala karena ta'mir, ranting dan PAC bersimbiosis mutualisme mensyiarkan islam dilingkungan gebog sehingga saling membantu.

"Tiket surga regane murah tapi akeh seng wegah" papar kiyai Fathoni dari bonalas "mangkat wes gratis tekan kene oleh jajan,  ngunu wae kae turah telung dus neg sandinge panitia. Jajalen neg inbox hadir neg gebog wes ra diwei jajan ijeh dipremo bakul. Tapi seng teko luweh akih" tambah beliau dalam mauidhohnya.
Tepat jam 11 kegiatan tersebut ditutup oleh MC.  Kegiatan tersebut berlangsung lancar tanpa terguyur satu tetes pun air hujan.(ustur/mt)

GIAT SILATURRAHIM MELALUI OLAHRAGA FUTSAL

2:15 PM Add Comment
KUDUS - Menjadi sebuah olahraga yang sangat trend di Indonesia, Futsal pertama kali di populerkan di Uruguay pada tahun 1930. Namun futsal kini menjadi olahraga yang sangat booming dan digemari para remaja di Kudus khususnya.
Sejarah meledaknya futsal pun menjadi tengokan para pecinta sepak bola di tanah air,sehingga pada tahun 2006 turnamen kejuaraan futsal di Indonesia pertama kali diadakan.

Hal inilah yang menjadikan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama')  organisasi keagamaan dalam konteks keremajaan di Indonesia juga ikut serta meramaikan kancah pesepak bola di tanah air, futsal sebagai program  olah raga secara rutin.

Hal tersebut juga dilakukan oleh PR (Pimpinan Ranting) IPNU Jepang Mejobo Kab. Kudus yang setiap minggunya adakan Futsal sebagai program rutinan.

Misalnya, pada malam kemarin (12/11), anggota IPNU ranting Jepang adakan sparing (berlatih bersama) dengan ranting Jepang Pakis di Gedung futsal Mars.

Hanif, "merasa senang ketika dua ranting yang berbeda naungan PAC (Pimpinan Anak Cabang) nya bersilaturrahim lewat futsal walaupun Jepang ikut PAC Mejobo dan Jepang Pakis dari PAC Jati."

Dia juga menambahkan,"kegiatan seperti ini harus dilaksanakan dengan istiqomah (rutinan),selain program ngaji yang sudah menjadi basic IPNU sendiri, juga ada program umum seperti futsal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan remaja untuk bergabung juga berpartisipasi dalam dunia pelajar NU,harapnya."

Hal senada juga di paparkan oleh alumni IPNU Jepang, Sya'roni, "futsal juga merupakan media dalam pencarian bakat remaja dalam pesepak bola an di kudus, terbukti dengan lolosnya dari beberapa pemain yang ikut serta dalam latihan breng tersebut menjadi skuad tim Persiku Junior Kudus."

Dan kedua tim yang sparing itu juga kemarin menjuarai porseni Cabang  IPNU Kudus dari perlombaan futsal sebagai juara 1 dan juara 2, imbuhnya. ((achmadfakhrudin/mt)

Pesan Kebangsaan dari Santri Kudus

7:44 AM Add Comment
Kudus-Mlaku - Mlaku Bareng Santri (MMBS) yang diselenggarakan Pengurus Cabang NU Kudus pada Minggu pagi (13/11) penuh dengan pesan pesan Kebangsaan dan kedamaian. Pihak panitia menyiapkan 100 pesan tulis di banner yang dibawa oleh peserta MMBS.


Ketua P.C Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus,H. M Sarmanto Hasyim mengutarakan hal itu saat ditemui di kegiatan MMBS. "MMBS ini selain untuk menghormati jasa-jasa para Kiai dan Pahlawan, juga ingin menunjukan bahwa Kudus itu benar benar Kota Santri,"katanya.
Sarmanto mengemukakan, santri di kudus ini adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. "MMBS adalah salah satu sarana untuk silaturahmi Santri para santri Kudus yang jumlahnya sangat besar. Kegiatan ini saja, peserta nya lebih dari 30 ribu peserta," paparnya.

Sementara itu, berbagai pesan Kebangsaan yang disampaikan oleh Santri yang mengikuti MMBS antara lain NKRI Harga Mati, Nusantara (NU, Santri dan Tentara Bersatu) Kudus No Drugs, Kudus Nol ℅ Alkohol, Kudus No Karaoke, dan Kedepankan Islam Ramah dan bukan Islam Marah," lanjutnya menambahkan.

Di dampingi ketua panitia Hidayat Noor, Sarmanto menambahkan beragam pesan ini menjadi penting karena banyak kasus-kasus sosial yang merebak, khususnya peredaran Narkoba yang merajalela saat ini hingga persoalan yang mengarah pada disintegrasi.

"Melalui MMBS ini, kami para santri juga ingin mengingatkan, bahwa Indonesia adalah Negara yang masyarakatnya beragam (Plural). Kendati Islam merupakan agama mayoritas yang dipeluk oleh rakyatnya, namun oleh Founding fathers tetap memiliki republik sebagai bentuk Negara, karena melihat realitas sosial kultural hingga agama yang beragam," tuturnya.
Sumber: Pers Realis GP Ansor Cabang Kudus.
ORIENTASI PENGURUS, TITIK AWAL GRAND KONSEP VISI DAN MISI

ORIENTASI PENGURUS, TITIK AWAL GRAND KONSEP VISI DAN MISI

10:40 PM Add Comment

Foto PC IPNU IPPNU KUDUS.

Kudus-Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Cabang Kabupaten Kudus mengadakan Kegiatan Orientasi Pengurus Baru masa khidmah 2016-2018 M. Seluruh kader yang terpilih di berbagai wilayah Kabupaten Kudus terasa antusias mengikuti jalannya kegiatan tersebut yang berlangsung selama 2 hari di SMA NU Hasyim Asy’ari, desa Mlati Kidul Kecamatan Kota, Sabtu (05/11).

Wahyu Saputro, Ketua terpilih IPNU Cabang Kudus saat ditemui Team Lembaga Pers Jarkominfo mengatakan, kegiatan orientasi ini menjadi dasar penentuan bagaimana Grand konsep Visi dan Misi IPNU dan IPPNU selama 2 tahun kedepan.

‘’Karena pada moment orientasi ini, semua pengurus yang sudah terpilih diberikan pembekalan keilmuan soft skill management dan mampu menggambarkan garis garis besar program kerja yang diembannya,’’tutur pria yang sering dipanggil akrab Yoyok.

Menurut Wahyu, ada sedikit berbeda kepengurusan pada tahun ini, selain dilihat jumlah pengurus yang lebih banyak dibanding pada periode tahun kemarin, juga segi bidang garapan organisasi pun banyak variasi.

‘’Diantaranya, Bidang garapan Organisasi, Pengkaderan, Penelitian dan Pengembangan Kader, Jaringan Pesantren sekolah dan Perguruan Tinggi, Dakwah, Olahraga Seni Budaya dan Lembaga Pers Jarkominfo, serta Lembaga Corp Brigade Pelajar (CBP),’’ujarnya.
Dengan adanya pembaharuan bidang garapan pada setiap per Departemen ini, Khotimatus Sa’adah, Ketua terpilih IPPNU Cabang Kudus mengatakan perlu yang namanya strategi planing dan sinergitas antar pengurus sehingga mampu mencapai titik goalnya.

‘’Maka dari itu, kami berharap besar di periode ini atas kerjasamanya, karena sukses atau tidaknya dalam organisasi tidak ditentukan ditangan ketua, akan tetapi ditentukan ditangan para pengurus yang dalam waktu dekat akan dilantik secara resmi,’’ ungkap wanita yang sering dipanggil Akrab Ima. (mz)

Pelajar NU Mejobo Adakan Diklat Administrasi, Untuk Kemadiriaan Berorganisasi

10:12 AM Add Comment
Layaknya Ikatan Pelajar NU (IPNU) maupun Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) sebagai organisasi pelajar terbesar di Indonesia menjadi  media paling efektif untuk pelajar khususnya pelajar NU untuk belajar berorganisasi.
Banyaknya kegiatan yang bersifat positif dalam IPNU-IPPNU menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah para pelajar negeri ini, mengingat pergaulan remaja yang sangat bertolak belakang dengan kaidah perkumpulan yang semakin nyeleweng dan tak beraturan.
 
Jadi, IPNU bersama IPPNU bertekad merubah mindset  dan merangkul seluruh pelajar Indonesia untuk bergabung menjadi pelajar yang sangat berwawasan luas,beretika,dan ber akhlaqul karimah.

Foto bersama PAC Mejobo usai penutupan acara, di MTs Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus
Adapun tersebut dilakukan juga Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Mejobo di ranah tingkat Kecamatan.
Seperti pada minggu kemarin 16/10, PAC IPNU serta IPPNU Mejobo adakan acara Diklat Administrasi yang di ikuti setidaknya 83 peserta dari berbagai perwakilan Ranting juga Komisariat IPNU-IPPNU se Kecamatan Mejobo yang bertempat di Aula Madrasah Sabilul Muttaqin Jepang.
 
Pentingnya sebuah penataan administrasi dalam organisasi menjadikan acara tersebut dilaksanakan PAC IPNU-IPPNU Mejobo sebagai penunjang kegiatan organisasi.
Administrasi dimaknai sebagai jantungnya organisasi, jika administrasi pada sebuah organisasi yang tertib maka organisasipun tertib dan yang lainya juga pasti sangat terkoordinir, hal tersebut diungkapkan oleh Chumaedi selaku perwakilan MWC (Majelis Wakil Cabang) NU Mejobo dalam sambutnya.

Senada dengan perkataan Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus M. Wayu Saputro, mengatakan harus ada bedanya antara organisasi yang sudah ada diklat administrasi dengan yang belum. "Follow Up kegiatan ini haruslah semua pimpinan ranting maupun komisariat tidak lagi mengirim surat yang tidak sesuai yang dilatih" ungkapnya pada saat mengisi sambutan pada pebutupan acara. 
Pada acara tersebut turut mengundang MWC NU Mejobo beserta Banom(badan otonom) ,PR NU Jepang juga Banom,Kepala Desa Jepang serta Ketua Yayasan Madrasah setempat. (Ahmad Fakhruddin/MT)

IPNU Ajak Pelajar Kenal Budaya Islami

3:45 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Wakil Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Dwi Syaifullah mengajak pelajar nahdliyin supaya lebih mengenal budaya Islami. Menurutnya, pelajar NU harus memiliki identitas, tidak boleh terpengaruh budaya baru yang berdampak negatif.

"Kita tidak bisa mengelak adanya budaya baru, namun kita harus bisa memfilter dengan lebih mengenal dan mengikuti budaya Islami," tegasnya pada Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi IPNU-IPPNU Kudus di SMKNU Ma'arif Desa Prambatan, Kudus, Jum'at (12/8) malam.

Dwi mengatakan, belakangan ini muncul gejala baru di kalangan anak-anak pelajar yang lebih menyukai sesuatu yang kurang membawa manfaat. Ia mencontohkan anak-anak sekolah dasar yang memiliki kegemaran suara klakson bus atau istilahnya tolelat.

"Ini gejala baru yang menyesatkan bagi mereka (anak-anak). Karena mereka ingin menunjukkan jati dirinya lewat hal tersebut. Ajaklah mereka gabung ke IPNU-IPPNU," tegasnya.

Ia meminta para kader pelajar NU harus terus belajar ilmu agama, berbudaya dan berakhlakul karimah serta tidak melanggar norma agama. Di samping itu, pelajar tetap mencintai dan hormat kepada guru, ulama dan kiai.

"Yang lebih utama, hormati juga kedua orang tua yang membesarkan mendidik kita semuanya," kata Dwi di hadapan ratusan pelajar Kudus.

Ia mengharapkan kader-kader muda menjadi orang yang militan, loyalitas yang tinggi dalam meneruskan perjuangan dan menjaga Islam Ahlus snnah wal Jamah melalui IPNU-IPPNU.

"Mari kita perkuat jati diri dengan agama supaya ideologi maupun nilai-nilai Aswaja tetap kokoh tertanam dalam hati," tegas Dwi yang mengakhiri sambutannya dengan menyanyikan lagu Bersemilah diiringi goupmMusik Sumobudhoyo dari Pekalongan. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia

3:41 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Wakil Ketua Lesbumi NU Candra Malik menghadiri acara Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kudus di halaman SMKNU Ma'arif NU Kota setempat. Dengan gaya puitisnya, ia merefleksikan kebesaran bangsa Indonesia.


Mengawali ceramahnya, budayawan yang biasa disebut Gus Candra ini mengajak  supaya jangan pernah rela tanah air direbut oleh bangsa lain. Menurutnya, masih ada ancaman penjajahan dengan segala upaya daya untuk memiliki Indoneisa.
"Penjajahan sesungguhnya adalah penjajahan terhadap anak-anak bangsa. Karenanya, setiap melahirkan anak bangsa supaya pastikan bahwa akar mereka adalah nusantara," katanya di hadapan ratusan pelajar NU Kudus, Jumat (12/8) malam itu.
Gus Candra juga menegaskan keberadaan Pancasila di bumi Nusantara. Dikatakan, Pancasila sebagai gagasan besar yang menjadi pandangan hidup mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Pancasila sudah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa diotak-atik oleh siapa pun.

"Pancasila bukan hanya pandangan negara atau bangsa tetapi selayaknya menjadi pandangan dunia," tegasnya lagi.
Persoalannya, imbuh dia, Indonesia belum mencapai satu abad sehingga belum bisa disebut memiliki budaya. Untuk disebut memiliki budaya, katanya, Indonesia harus berumur seratus tahun. Indonesia baru mengarungi tradisi, mengarungi budi pekerti yang diberdayakan kehidupan sehari-hari sepanjang masa.
"Sejauh ini budi dan daya yang menjadi budaya kita masih menginduk Nusantra dan kita berjalan terus pada 100 tahun pertama. Sebagai generasi pertama, banggalah mencintai Indonesia dan pastikan Indonesia memiliki budaya yang luar biasa adi luhung-nya," tegasnya.


Selama memaparkan pandangannya, penampilan Gus Candra mampu memukau para pelajar. Terlebih lagi, ia menyanyikan  dua lagu yang berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dan menghargai keberagamaan negeri ini. Kedua lagu itu masing-masing berjudul "Aku Orang Indonesia" dan "Lakum Diinukum Waliyadin".(Qomarul Adib/Mahbib)

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia
Kudus, NU Online
Wakil Ketua Lesbumi NU Candra Malik menghadiri acara Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kudus di halaman SMKNU Ma'arif NU Kota setempat. Dengan gaya puitisnya, ia merefleksikan kebesaran bangsa Indonesia.


Mengawali ceramahnya, budayawan yang biasa disebut Gus Candra ini mengajak  supaya jangan pernah rela tanah air direbut oleh bangsa lain. Menurutnya, masih ada ancaman penjajahan dengan segala upaya daya untuk memiliki Indoneisa.
"Penjajahan sesungguhnya adalah penjajahan terhadap anak-anak bangsa. Karenanya, setiap melahirkan anak bangsa supaya pastikan bahwa akar mereka adalah nusantara," katanya di hadapan ratusan pelajar NU Kudus, Jumat (12/8) malam itu.
Gus Candra juga menegaskan keberadaan Pancasila di bumi Nusantara. Dikatakan, Pancasila sebagai gagasan besar yang menjadi pandangan hidup mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Pancasila sudah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa diotak-atik oleh siapa pun.

"Pancasila bukan hanya pandangan negara atau bangsa tetapi selayaknya menjadi pandangan dunia," tegasnya lagi.
Persoalannya, imbuh dia, Indonesia belum mencapai satu abad sehingga belum bisa disebut memiliki budaya. Untuk disebut memiliki budaya, katanya, Indonesia harus berumur seratus tahun. Indonesia baru mengarungi tradisi, mengarungi budi pekerti yang diberdayakan kehidupan sehari-hari sepanjang masa.
"Sejauh ini budi dan daya yang menjadi budaya kita masih menginduk Nusantra dan kita berjalan terus pada 100 tahun pertama. Sebagai generasi pertama, banggalah mencintai Indonesia dan pastikan Indonesia memiliki budaya yang luar biasa adi luhung-nya," tegasnya.


Selama memaparkan pandangannya, penampilan Gus Candra mampu memukau para pelajar. Terlebih lagi, ia menyanyikan  dua lagu yang berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dan menghargai keberagamaan negeri ini. Kedua lagu itu masing-masing berjudul "Aku Orang Indonesia" dan "Lakum Diinukum Waliyadin".(Qomarul Adib/Mahbib)

Ma’arif Kudus Wajibkan Madrasah dan Sekolah NU Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

3:41 PM Add Comment


Kudus, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kudus menegaskan komitmennya terkait pengembangkan organisasi IPNU-IPPNU di madrasah dan sekolah di bawah naungannya. Ia mewajibkan seluiruh madrasah dan sekolah NU wajib membentuk Pimpinan Komisariat (PK) mendirikan komisariat pelajar NU.

"Kami targetkan Desember 2016 ini semua madrasah-sekolah NU di Kudus sudah berdiri komisariat IPNU-IPPNU," kata wakil ketua PC LP Ma'arif Kudus H. Anief Farizi dalam acara silaturrahim dan Forum Group Discussion (FGB) yang diadakan Majlis Alumni IPNU-IPPNU Kudus, Jum'at (12/8).

Dalam FGD bertema merancang strategi pengembangan Komisariat IPNU-IPPNU di Sekolah/madrasah dan pesantren ini, Anief menyatakan langkah Ma'arif Kudus ini sebaga tindak lanjut rapat bersama PW Ma'arif Jateng belum lama ini. Pihaknya sudah membentuk tim guna mengawal proses pembentukan komisariat di sekolah-madrasah NU.

"Sabtu ini kami mengumpulkan Forum Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah untuk memberikan gambaran tehnis pendirian komisariat IPNU-IPPNU,"jelasnya.

Melalui upaya ini, Anif mengharapkan ada jalinan komunikasi yang ,kuat baik IPNU-IPPNU dan Ma'arif. Begitu pula,  IPNU-IPPNU harus mempersiapkan sumber daya manusia yang matang baik.

"Sebab bila tidak, IPNU-IPPNU akan kepontal-pontal manakala semua madrasah sudah berdiri komisariat,"tandasnya.

Sikap Ma'arif ini mendapat apresiasi dan aplaus dari para majlis Alumni yang hadir dalam acara di aula SMK NU MA'arif Kudus ini. Menurut Ketua Majlis Alumni H. Agus Hari Ageng ini, penegasan Ma'arif menjadi sebuah jawaban atas berbagai permasalahan selama ini terkaiat harmoniasai IPNU-IPPNU dengan Ma'arif.

"Karena sudah klop dan nyambung, kita tinggal merumuskan formula sehingga berjalan secara baik,"ujarnya.

Alumni lainnya, Saiful Anas mengatakan IPNU-IPPNU sekarang harus serius fokus pada orientasi membangun pelajar di sekolah dan madrasah. "Jangan banyak bermain-main sesuatu yang tidak ada ada gunanya."katanya

Alumni IPPNU Hj Khuriyati menegaskan Maarif perlu melibatkan pengurus IPNU-IPPNU pada pengembangan organisasi pelajar NU ini. "Harus selalu libatkan IPNU-IPPNU, ajaklah mereka setiap langkah baik konsolidasi atau koordinasi pengembangan IPNU-IPPNU di sekolah."tandas mantan ketua PC IPPNU era 70'an.

Kegiatan FGD dan silaturrahim Majlis Alumni ini menjadi rangkaian kegiatan konferensi cabangIPNU-IPPNU Kabupaten Kudus yang berlangsung mulai Jum'at-Ahad (12-14/8). Tidak kurang dari 50 alumni IPNU-IPPNU yang menghadiri acara tersebut. (Qomarul Adib/Fathoni)

Wahyu Saputro-Khotimatus Sa'adah Pimpin Pelajar NU Kudus

3:41 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Konferensi Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus telah menetapkan ketua baru masa khidmah 2016-2018. 


Pada sidang pemilihan secara terpisah di aula SMK NU Ma'arif, Sabtu (13/8) itu, M Wahyu Saputro terpilih menjadi ketua IPNU Kudus dan Khotimatus Sa'adah sebagai ketua IPPNU. 
Dalam pemilihan yang dipimpin PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah, M Wahyu Saputro memperoleh 53 suara mengungguli calon lain M Tausiul Ilma yang memperoleh 51 suara dan Saiful Huda (Bae) yang meraih hanya 2 suara. Sementara Khotimatus Sa'adah meraih 69 suara lebih unggul dari dua calon lain Nurul Afifah (23 suara) dan Asri Awaliyah (9 suara). 
Setelah terpilih, keduanya menyatakan kesediaannya mengemban amanah badan otonom NU beranggotakan para pelajar ini tiga tahun mendatang. Kendati tidak menyangka mendapat kepercayaan, Wahyu Saputro menegaskan kesiapannya memimpin pelajar NU Kudus.



"Ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan, semoga mendapat ridha dari Allah SWT," ujarnya.
Kader terbaik dari Kecamatan Jati ini akan berusaha memperbaiki sistem pendirian komisariat di madrasah, sekolah dan pesantren guna menyiapkan kader sejak dini. Di samping itu, Wahyu juga akan membenahi sistem kaderisasi dari tingkatan cabang, anak cabang, ranting, hingga komisariat. 
"Kita akan menginventarisir kader-kader di madrasah-sekolah dan pesantren untuk dijadikan cikal bakal pendirian komisariat," katanya.
Langkah lainnya, imbuh pria yang biasa disapa Yoyok ini, akan melakukan pendekatan kepada kepala madrasah/sekolah terutama wakil kepala kesiswaan dalam rangka mewujudkan pendirian komisariat.
"IPNU akan bersinergi LP Ma'arif, kepala madrasah/sekolah NU. Tanpa kekuatan sinergis tidak bisa berjalan program-program IPNU-IPPNU," ujarnya menyadari.
Senada dengan Yoyok, Khotimatus Sa'adah menyatakan siap mengemban amanah dan akan menjalin kerja sama dalam mengembangkan organisasi dengan visi keterpelajaran. "Doakan saja semoga kami amanah menjalankan mandat konferensi," ujarnya singkat.
Untuk melengkapi kepengurusan, ketua terpilih dibantu tim formatur yang terdiri dari ketua terpilih, ketua lama, dan 9 ketua Pimpinan Anak Cabang se-Kudus. (Qomaru Adib/Mahbib)

Wahyu Saputro-Khotimatus Sa'adah Pimpin Pelajar NU Kudus

3:41 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Konferensi Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus telah menetapkan ketua baru masa khidmah 2016-2018. 


Pada sidang pemilihan secara terpisah di aula SMK NU Ma'arif, Sabtu (13/8) itu, M Wahyu Saputro terpilih menjadi ketua IPNU Kudus dan Khotimatus Sa'adah sebagai ketua IPPNU. 
Dalam pemilihan yang dipimpin PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah, M Wahyu Saputro memperoleh 53 suara mengungguli calon lain M Tausiul Ilma yang memperoleh 51 suara dan Saiful Huda (Bae) yang meraih hanya 2 suara. Sementara Khotimatus Sa'adah meraih 69 suara lebih unggul dari dua calon lain Nurul Afifah (23 suara) dan Asri Awaliyah (9 suara). 
Setelah terpilih, keduanya menyatakan kesediaannya mengemban amanah badan otonom NU beranggotakan para pelajar ini tiga tahun mendatang. Kendati tidak menyangka mendapat kepercayaan, Wahyu Saputro menegaskan kesiapannya memimpin pelajar NU Kudus.



"Ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan, semoga mendapat ridha dari Allah SWT," ujarnya.
Kader terbaik dari Kecamatan Jati ini akan berusaha memperbaiki sistem pendirian komisariat di madrasah, sekolah dan pesantren guna menyiapkan kader sejak dini. Di samping itu, Wahyu juga akan membenahi sistem kaderisasi dari tingkatan cabang, anak cabang, ranting, hingga komisariat. 
"Kita akan menginventarisir kader-kader di madrasah-sekolah dan pesantren untuk dijadikan cikal bakal pendirian komisariat," katanya.
Langkah lainnya, imbuh pria yang biasa disapa Yoyok ini, akan melakukan pendekatan kepada kepala madrasah/sekolah terutama wakil kepala kesiswaan dalam rangka mewujudkan pendirian komisariat.
"IPNU akan bersinergi LP Ma'arif, kepala madrasah/sekolah NU. Tanpa kekuatan sinergis tidak bisa berjalan program-program IPNU-IPPNU," ujarnya menyadari.
Senada dengan Yoyok, Khotimatus Sa'adah menyatakan siap mengemban amanah dan akan menjalin kerja sama dalam mengembangkan organisasi dengan visi keterpelajaran. "Doakan saja semoga kami amanah menjalankan mandat konferensi," ujarnya singkat.
Untuk melengkapi kepengurusan, ketua terpilih dibantu tim formatur yang terdiri dari ketua terpilih, ketua lama, dan 9 ketua Pimpinan Anak Cabang se-Kudus. (Qomaru Adib/Mahbib)

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia

3:41 PM Add Comment

Kudus, NU Online
Wakil Ketua Lesbumi NU Candra Malik menghadiri acara Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kudus di halaman SMKNU Ma'arif NU Kota setempat. Dengan gaya puitisnya, ia merefleksikan kebesaran bangsa Indonesia.


Mengawali ceramahnya, budayawan yang biasa disebut Gus Candra ini mengajak  supaya jangan pernah rela tanah air direbut oleh bangsa lain. Menurutnya, masih ada ancaman penjajahan dengan segala upaya daya untuk memiliki Indoneisa.
"Penjajahan sesungguhnya adalah penjajahan terhadap anak-anak bangsa. Karenanya, setiap melahirkan anak bangsa supaya pastikan bahwa akar mereka adalah nusantara," katanya di hadapan ratusan pelajar NU Kudus, Jumat (12/8) malam itu.
Gus Candra juga menegaskan keberadaan Pancasila di bumi Nusantara. Dikatakan, Pancasila sebagai gagasan besar yang menjadi pandangan hidup mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Pancasila sudah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa diotak-atik oleh siapa pun.

"Pancasila bukan hanya pandangan negara atau bangsa tetapi selayaknya menjadi pandangan dunia," tegasnya lagi.
Persoalannya, imbuh dia, Indonesia belum mencapai satu abad sehingga belum bisa disebut memiliki budaya. Untuk disebut memiliki budaya, katanya, Indonesia harus berumur seratus tahun. Indonesia baru mengarungi tradisi, mengarungi budi pekerti yang diberdayakan kehidupan sehari-hari sepanjang masa.
"Sejauh ini budi dan daya yang menjadi budaya kita masih menginduk Nusantra dan kita berjalan terus pada 100 tahun pertama. Sebagai generasi pertama, banggalah mencintai Indonesia dan pastikan Indonesia memiliki budaya yang luar biasa adi luhung-nya," tegasnya.


Selama memaparkan pandangannya, penampilan Gus Candra mampu memukau para pelajar. Terlebih lagi, ia menyanyikan  dua lagu yang berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dan menghargai keberagamaan negeri ini. Kedua lagu itu masing-masing berjudul "Aku Orang Indonesia" dan "Lakum Diinukum Waliyadin".(Qomarul Adib/Mahbib)

Candra Malik: Banggalah Mencintai Indonesia
Kudus, NU Online
Wakil Ketua Lesbumi NU Candra Malik menghadiri acara Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kudus di halaman SMKNU Ma'arif NU Kota setempat. Dengan gaya puitisnya, ia merefleksikan kebesaran bangsa Indonesia.


Mengawali ceramahnya, budayawan yang biasa disebut Gus Candra ini mengajak  supaya jangan pernah rela tanah air direbut oleh bangsa lain. Menurutnya, masih ada ancaman penjajahan dengan segala upaya daya untuk memiliki Indoneisa.
"Penjajahan sesungguhnya adalah penjajahan terhadap anak-anak bangsa. Karenanya, setiap melahirkan anak bangsa supaya pastikan bahwa akar mereka adalah nusantara," katanya di hadapan ratusan pelajar NU Kudus, Jumat (12/8) malam itu.
Gus Candra juga menegaskan keberadaan Pancasila di bumi Nusantara. Dikatakan, Pancasila sebagai gagasan besar yang menjadi pandangan hidup mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Pancasila sudah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa diotak-atik oleh siapa pun.

"Pancasila bukan hanya pandangan negara atau bangsa tetapi selayaknya menjadi pandangan dunia," tegasnya lagi.
Persoalannya, imbuh dia, Indonesia belum mencapai satu abad sehingga belum bisa disebut memiliki budaya. Untuk disebut memiliki budaya, katanya, Indonesia harus berumur seratus tahun. Indonesia baru mengarungi tradisi, mengarungi budi pekerti yang diberdayakan kehidupan sehari-hari sepanjang masa.
"Sejauh ini budi dan daya yang menjadi budaya kita masih menginduk Nusantra dan kita berjalan terus pada 100 tahun pertama. Sebagai generasi pertama, banggalah mencintai Indonesia dan pastikan Indonesia memiliki budaya yang luar biasa adi luhung-nya," tegasnya.


Selama memaparkan pandangannya, penampilan Gus Candra mampu memukau para pelajar. Terlebih lagi, ia menyanyikan  dua lagu yang berisi ajakan untuk mencintai Indonesia dan menghargai keberagamaan negeri ini. Kedua lagu itu masing-masing berjudul "Aku Orang Indonesia" dan "Lakum Diinukum Waliyadin".(Qomarul Adib/Mahbib)

Ma’arif Kudus Wajibkan Madrasah dan Sekolah NU Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

3:41 PM Add Comment


Kudus, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kudus menegaskan komitmennya terkait pengembangkan organisasi IPNU-IPPNU di madrasah dan sekolah di bawah naungannya. Ia mewajibkan seluiruh madrasah dan sekolah NU wajib membentuk Pimpinan Komisariat (PK) mendirikan komisariat pelajar NU.

"Kami targetkan Desember 2016 ini semua madrasah-sekolah NU di Kudus sudah berdiri komisariat IPNU-IPPNU," kata wakil ketua PC LP Ma'arif Kudus H. Anief Farizi dalam acara silaturrahim dan Forum Group Discussion (FGB) yang diadakan Majlis Alumni IPNU-IPPNU Kudus, Jum'at (12/8).

Dalam FGD bertema merancang strategi pengembangan Komisariat IPNU-IPPNU di Sekolah/madrasah dan pesantren ini, Anief menyatakan langkah Ma'arif Kudus ini sebaga tindak lanjut rapat bersama PW Ma'arif Jateng belum lama ini. Pihaknya sudah membentuk tim guna mengawal proses pembentukan komisariat di sekolah-madrasah NU.

"Sabtu ini kami mengumpulkan Forum Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah untuk memberikan gambaran tehnis pendirian komisariat IPNU-IPPNU,"jelasnya.

Melalui upaya ini, Anif mengharapkan ada jalinan komunikasi yang ,kuat baik IPNU-IPPNU dan Ma'arif. Begitu pula,  IPNU-IPPNU harus mempersiapkan sumber daya manusia yang matang baik.

"Sebab bila tidak, IPNU-IPPNU akan kepontal-pontal manakala semua madrasah sudah berdiri komisariat,"tandasnya.

Sikap Ma'arif ini mendapat apresiasi dan aplaus dari para majlis Alumni yang hadir dalam acara di aula SMK NU MA'arif Kudus ini. Menurut Ketua Majlis Alumni H. Agus Hari Ageng ini, penegasan Ma'arif menjadi sebuah jawaban atas berbagai permasalahan selama ini terkaiat harmoniasai IPNU-IPPNU dengan Ma'arif.

"Karena sudah klop dan nyambung, kita tinggal merumuskan formula sehingga berjalan secara baik,"ujarnya.

Alumni lainnya, Saiful Anas mengatakan IPNU-IPPNU sekarang harus serius fokus pada orientasi membangun pelajar di sekolah dan madrasah. "Jangan banyak bermain-main sesuatu yang tidak ada ada gunanya."katanya

Alumni IPPNU Hj Khuriyati menegaskan Maarif perlu melibatkan pengurus IPNU-IPPNU pada pengembangan organisasi pelajar NU ini. "Harus selalu libatkan IPNU-IPPNU, ajaklah mereka setiap langkah baik konsolidasi atau koordinasi pengembangan IPNU-IPPNU di sekolah."tandas mantan ketua PC IPPNU era 70'an.

Kegiatan FGD dan silaturrahim Majlis Alumni ini menjadi rangkaian kegiatan konferensi cabangIPNU-IPPNU Kabupaten Kudus yang berlangsung mulai Jum'at-Ahad (12-14/8). Tidak kurang dari 50 alumni IPNU-IPPNU yang menghadiri acara tersebut. (Qomarul Adib/Fathoni)

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

3:38 PM Add Comment



Kudus, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan kesiapannya menerapkan batasan usia ketua 23 tahun dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di SMK NU Ma'arif Kudus, Jumat mendatang (12/8). 
 
"Konfercab ini menjadi momentum tepat melaksanakan kebijakan terbaru peremajaan usia anggota atau kader IPNU-IPPNU. Dan kami sudah siap menjalankannya," ujar Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kudus, Senin (8/8).
 
Ia mengungkapkan, IPNU-IPPNU Kudus memiliki banyak stok kader yang memunuhi kriteria usia 23 tahun. Mereka ini juga mampu menjadi sosok seorang pemimpin menggerakkan organisasi badan otonom pelajar NU tiga tahun ke depan.
 
"Masing-masing Pimpinan Anak Cabang terdapat calon ketua yang kapabel berdasarkan kriteria," kata Joni.
 
Meski Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU tidak menyiapkan secara khusus calon ketua, namun Joni menyebut beberapa nama yang muncul dalam perhelatan Konfercab XX IPNU dan Konfercab XIX IPPNU Kudus tersebut. Di antaranya, Muhammad Tausi'ul Ilma (Kota), Hermawan Muklis (Kaliwungu) dan Abu Hasan Asy'ari (Undaan).
 
"Mereka ini dari sisi usia memenuhi syarat, begitu pula kemampuannya sudah terlihat aktif pada kepengurusan periode sekarang. Namun semuanya tergantung peserta (Konfercab) yang menentukan," imbuhnya.

Konferensi cabang akan dilaksanakan selama 2 hari Jumat-Sabtu (12-13/8). Agenda kegiatannya mengesahkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama, merumuskan program kerja dan memilih ketua baru IPNU-IPPNU masa khidmah 2016-2018.
 
Berbagai acara pendukung tengah dipersiapkan yakni pembukaan dan pengajian budaya yang menghadirkan Rais PCNU Kudus KH  Ulil Albab Arwani, KH Budi Harjono (Semarang), Habib Hasyim bin Abu Bakar (Pekalongan), Candra Malik (PP Lesbumi) dan grup  musik Sumabudhaya (Pekalongan). 
 
Selaian persidangan, juga terdapat acara seminar pelajar dan bazar yang diremiahkan pertunjukan seni dari para pelajar NU. (Qomarul Adib/Mahbib)

Kader Kudus Sepakati Beberapa Point Pada Konfercab 2016

3:31 PM Add Comment
Konferensi yang telah berlangsung beberapa hari lalu, menyisakan beberapa hal yang musti dikawal rekan rekan pada kepengurusan 2 tahun yang akan datang.
Para peserta konferensi yang telah terbagi menjadi 3 komisi, Komisi A untuk Organisasi dan Adminitrasi, B untuk Program Kerja dan C Rekomndasi ini telah melahirkan kesepakatan.


Pada Komisi A menekankan bagaimana penguatan organisasi dalam data base sebagai tumpuan yang harus dikawal dan dibenahi bersama-sama, serta penataan dan peningkatan administrasi sebagai upaya kemandirian dalam organisasi
Komisi B lebih kompleks lagi pembahasannya, beberapa hal positif juga disepakati diantaranya. Bidang kaderisasi diupayakan ada penyamaan persepsi dan peningkatan mutu. Dalam hal pengembangan Komisariat juga menjadi perhatian kusus oleh rekan rekan se kudus, bagaimana komisariat dapat disentuh dengan serius.

Bidang rekomendasi yang tertuang dalam Komisi C juga tak kalah penting, bahwa PC Merekomndasikan kepada NU dan segala lini untuk mendukung eksistensinya komisariat kedepan, serta merekomendasikan Majelis Alumni untuk menjadi jembatan dalam mewujudkan program kerja tersebut.
Ini adalah hasil pemikiran para kader kader terbaik se kab kudus, sudah patutlah kita kawal bersama yang mana nanti kita harapkan dapat dipertegas dalam Rakercab kepengurusan yang akan datang.

Konferensi yang diselenggarakan di SMK NU Ma’arif Kudus juga telah menetapkan Rekan M. Wahyu Saputro dari Kec. Jati dan Rekanita Khotimasu Sa’adah dari Undaan sebagai Ketua IPNU dan IPPNU Terpilih.(pindang/wsh)

Konfercab: Wadah Konsolidasi Akbar Pelajar NU Kudus

11:26 AM Add Comment

Pimpinan Cabang IPNU bersama IPPNU Kabupaten Kudus akan menggelar Konferensi Cabang XX IPNU dan XIX IPPNU Kabupaten Kudus di SMK NU Ma’arif Kudus. Kegiatan yang akan terselenggara pada 12-13 Gautus 2016 mendatang tersebut merupakan kegiatan pungkasan pada periode kepemimpinan Rekan Joni Prabowo dan Rekanita Futuhal Hidayah sebagai Ketua IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus 2014-2016.

“Konferensi merupakan arena untuk bersillaturrahim dengan rekan rekan IPNU IPPNU Se-Kab. Kudus, dari 9 Kecamatan dan 110 Desa yang aktif, serta Puluhan Komisariat yang tersebar se Kab. Kudus  akan hadir dalam Konferensi tersebut” terang Rekan Ketua IPNU Joni Prabowo.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa ajang Konferensi janganlah hanya terfokus pada ajang pemilihan ketua saja, namun membangun konsolidasi internal pelajar NU Kudus dalam menata dan memperbaiki organisasi IPNU dan IPPNU ini.

Didalam draf komisi telah dirumuskan diantaranya Komisi A akan membahas Organisasi dan Administrasi, Komisi B akan membedah kebijakan Program Kerja serta Komisi C juga akan merumuskan Rekomendasi Organisasi, tinggal bagaimana rekan dan rekanita menaggapi demi perubahan ke arah lebih baik bagi organisasi IPNU dan IPPNU Kudus kedepan.


Rumusan-rumusan, gagasan-gagasan dan ide-ide penguatan organisasi yang nanti akan dicetuskan dalam Konferensi akan sangat berdampak bagi pengembangan IPNU IPPNU yang selama 2 tahun kedepan yang akan dinahkodai sosok baru nantinya ditengah tantangan IPNU IPPNU untuk mengembangkan diri di lingkungan pelajar seutuhnya/ tingkatan sekolah.(wsh)


Olympiade Gali Potensi Pelajar Kudus

11:23 AM Add Comment
Kudus – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPNU) Kabupaten Kudus siap gelar Olympiade Pelajar yang dikemas dengan berbagai perlombaan. Kegiatan Olympiade Pelajar Kudus kali ini sedikit berdeba dengan sebelumnya, selain menggali potensi akademik para pelajar, Olympiade Pelajar 2016 Kudus juga menggali potensi kreasi seni dari para pelajar.

“Potensi pelajar kudus sangatlah besar tetapi di kudus sendiri jarang sekali event yang mengedepankan kreatifitas yang digandengkan dengan potensi akademik, maka IPNU IPPNU berupaya memunculkan potensi tersebut” terang Ketua IPNU Kudus Rekan Joni Prabowo.
Kegiatan yang akan digelar pada Sabtu, 23 Juli 2016 ini di ikuti Sekolah setinggkat SMA dan MA se Kabupaten Kudus. Sebagai tempat pelaksanaan yakni di Kampus STAIN Kudus.

Berbagai lomba disajikan dalam event 2 tahunan tersbut diantaranya Lomba Cerdas Cermat, Lomba Baca Puisi, Lomba Cipta Puisi, Loba Mading, Loba Debat Bahasa Inggris, Lomba Pidato Bahasa Jawa, Pidato Bahasa Arab, Lomba Kaligrafi dan Lomba Film Pendek.(red)

9 Ranting Terlantik di Kec. Kota Siap Berkontribusi

11:52 PM Add Comment

Kota, Ahad 17 Juli 2016 – Pimpinana Anak Cabang IPNU bersama IPPNU Kec. Kota berbenah ekstra keras untuk melakoni kehidupan berorganisasi ditengah hiruk pikuk perkotaan yang sulit karena semakin modernnya gaya hidup di daerah perkotaan.
Berikut dengan kondisi IPNU IPPNU di Kec. Kota yang sudah pasti mengalami kesulitan anggota karena berbagai latar belakang kondisi pemuda dan pelajarnya. Tetapi hal tersebut mulai dibenahi oleh PAC IPNU IPPNU Kota Kudus.
“Pelantikan kolektif 9 Ranting ini kita laksanakan untuk lebih mengompakan desa dan kelurahan se kec. Kota supaya IPNU IPPNU di masing masing desa atau kelurahan dapat kembali menghidupkan rantingnya” terang Rekan Ilma Ketua PAC IPNU Kota.
Tak mudah memang untuk menghidupkan oganisasi di kec. Kota ini mengingat berbagai basic masyarakatnya, namun melalui sillaturrahim di masing masing desa atau kelurahan, semangat ber IPNU IPPNU dapat digali lagi, yang sebelumnya di Kota baru berdiri 8 ranting, kini 9 ranting lagi dapat didirikan.
Bapak Miftah Baidhowi juga berpesan kepada IPNU IPPNU yang telah dilantik untuk lebih kerja keras mewujudkan organisasi yang ideal. “Jangan hanya menerima SP sebagai simbolisasi saja, tetapi juga harus berkontribusi demi perkembangan IPNU IPPNU ke depan” tandas Beliau selaku Ketua MWC NU Kec. Kota.

Salah satu Ketua PR mengungkapkan akan siap berkiprah di masyarakat setelah pelantikan ini. “Kami siap untuk memberikan peran di tengah tengah masyarakat dalam hal keterpelajaran, agama dan sosial kemasyarakatan” ungkap Rekan Khotimi Ketau PR Janggalan.
Acara yang dikemas dengan halal bi halal NU dan Banom tersebut dihadiri oleh Ranting IPNU IPPNU Se Kec. Kota mengambil tempat di Gedung Islamiyah Glantengan Kota Kudus itu tercatat melantik 9 ranting sekaligus diantaranya: Janggalan, Kauman, Damaran, Demangan, Krandon, Glantengan, Kramat, Kajeksan dan Kerjasan oleh Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Kudus di dampingi PAC IPNU IPPNU Kec. Kota.(red)

Progresifitas Kader Kaliwungu Diasah Melalui Lakmud

10:29 AM Add Comment
Kaliwungu – Organisasi IPNU IPPNU salah satu yang menjadi hal wajib adalah bidang kaderisasi. Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kec. Kaliwungu mengadakan Latihan kader muda (Lakmud) menempatkan program ini sebagai hal yang penting dan wajib dilakukan karena merupakan embrio tongkat estafet kepemimpinan berikutnya, menciptakan kader yang kuat secara ideologi dan organisasi, tidak cengen dan loyal yang bertema Membetuk Kader Progresif Berkarakter Aswaja


“Kaderisasi adalah jantung dalam organisasi yang menjadikan organisasi menjadi dinamis di masa yang akan datang” ungkap Rekan Muklis Ketua PAC IPNU Kaliwungu.
Ada yang sedikit berbeda yang pada Lakmud Kaliwungu ini terdapat sistim SKD (Sekolah Kader Dasar) merupakan dari hasil adopsi dari Kaderisasi Pimpinan Wilayah Jawa Tengah dan memang sudah pernah dilaksakan pada kaderisasi di PAC PAC sebelumnya. Hal ini bukan merupakan hal baru yang memang sistem ini telah di laksanakan di beberapa Pimpinan Anak Cabang sebelumnya.

Acara Lakmud di MTs. Nurul Huda Kedungdowo ini berkesempatan dibuka oleh Drs. Budi Utomo selaku Camat Kaliwungu yang sedianya terlaksana 14 s/d 16 Juli 2016, kemarin juga berpesan agar sebagai kader harus jujur, cerdas, dpt dipercaya, komunikatif.

Berkesempatan hadir juga dalamLakmud kali ini Ketua Pimpinan Pusat IPNU Bidang Kaderisasi Rekan Dwi Syaifullah juga berpesan kepada peserta “Inilah pelatihan lakmud ipnu-ippnu, mencetak kader NU dan kader bangsa.” Tutur Ketua PC IPNU Kudus 2011-2013 ini.


Proses yangg begitu ketat di Lakmud dapat menjadi mental yang lebih kuat dan progresif sebagai kader kedepan” tandas Rekan Joni Ketua PC IPNU Kudus. Lakmud kaliwungu adalah lakmud terakir di periode ini yang ditangani sebelum menuju ke Konfrensi Cabang 12-13 Agustus 2016 mendatang.(red)

Jati Siap Pertahankan Mahkota Juara Umum Porseni

9:04 AM Add Comment
Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) antar Pimpinan Anak Cabang menjadi ajang yang sangat bergengsi dikalangan pelajar NU Kudus. Segala upaya dan persiapan menjadi hal yang mutlak untuk di persiapkan. Untuk meraih hasil terbaik maka para kontingen telah jauh hari bersiap menghadapi ajang ini.
Ditemui di sela-sela sillaturrahim idul fitri kemarin salah satu Pimpinan anak Cabang yang menjadi peserta yakni PAC IPNU IPPNU Jati yang juga merupakan Juara Umum pada ajang Porseni periode lalu, menuturkan akan siap mempertahankan gelar mahkota juara umunya. “Kami telah melakukan berbagai persiapan sejak ramadhan kemarin dengan membentuk koordinator masing-masing yang fokus pada perlombaannya, tinggal memantabkan pada syawal ini” terang Nurul Arifah Ketua PAC IPPNU Jati.
Seperti diketahui, masing masing cabang lomba memiliki daya persaingan tersendiri semisal cabang lomba teater, rebana dan PBB adalah cabang lomba yang cukup bergengsi diantara cabang lomba yang lain akan siap dipertahankan oleh kontingen Jati ini.
Demikian dengan kontingen dari Pimpinan Anak Cabang lain yang juga telah mempersiapkan diri sebagai kompetitor pada Porseni tersebut juga telah banyak dilakukan, meski tidak menutup kemungkinan akan dapat berpeluang dapat merebut pada 12 cabang lomba yang digelar, Jati tetap optimis. “Kami fokus pada persiapan dan latihan saja, tentang hasil akhir nanti kita serahkan pada Allah.SWT yang penting kami telah berusaha” ujar Nurul.

Porseni yang sedianya akan digelar di Kampus Hijau STAIN Kudus akan berlangsung 24 Juli 2016 yang sehari sebelumnya juga akan ada Olympiade Pelajar Se Kabupaten Kudus.(red)

Nasionalisme dan Agama Bukan Pembeda (Harkitnas 108)

8:30 AM Add Comment
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Pada tahun 2016 ini, kita selaku bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional tersebut yang ke 108.

Dalam sejarahnya, Kebangkitan nasional dimulai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dimana ditandai dengan bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang tidak pernah muncul selama penjajahan berkuasa dan bumi pertiwi ini dikuasai oleh Belanda dan Jepang.

Pada awal berdirinya, organisasi Boedi Oetomo yang digagaskan pertama kali oleh Dr Wahidin Sudiro Husodo ini hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial budaya. Organisasi ini mendirikan sejumlah sekolah yang bernama Boedi Oetomo dengan tujuan berusaha memelihara serta memajukan kebudayaan Jawa. Anggota Boedi Oetomo terdiri dari kalangan atas suku Jawa dan Madura. Namun sejak tahun 1915 organisasi Boedi Oetomo mulai bergerak di bidang politik. Gerakan nasionalisme Boedi Oetomo yang berciri politik disebabkan oleh berlangsungnya Perang Dunia I. Peristiwa Perang Dunia I mendorong pemerintah kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera, yaitu wajib militer bagi warga pribumi.

Dalam perjuangannya di bidang politik, Boedi Oetomo memberi syarat untuk pemberlakuan wajib militer tersebut. Syarat tersebut adalah harus dibentuk terlebih dulu sebuah lembaga perwakilan rakyat (Volksraad). Usul Boedi Oetomo disetujui oleh Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum sehingga terbentuk Volksraad pada tanggal 18 Mei 1918. Di dalam lembaga Volksraad terdapat perwakilan organisasi Boedi Oetomo, yaitu Suratmo Suryokusomo.

Menyadari arti penting organisasi bagi rakyat, maka pada tahun 1920 Boedi Oetomo mulai menerima anggota dari masyarakat biasa. Dengan bergabungnya rakyat biasa ini, menjadikan Boedi Oetomo menjadi sebuah organisasi pergerakan rakyat dengan ditandai oleh pemogokan kaum buruh untuk menuntut kehidupan yang lebih baik.
Sejak tahun 1930, Boedi Oetomo membuka keanggotaannya untuk seluruh rakyat Indonesia. Dengan seiringnya waktu, dalam bidang politik Boedi Oetomo mempunyai cita-cita untuk membuat Indonesia merdeka. Dengan hal ini Boedi Oetomo berubah menjadi sebuah organisasi dengan tujuan nasionalisme.
Add caption

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
Berkaca dari ulasan sejarah singkat Hari Kebangkitan Nasional tersebut itulah kita sebagai Pelajar Nahdlatul Ulama yang sudah jelas memiliki ideologi kebangsaan dan ideologi islam yang jelas, maka mari sambut hari kebangkitan nasional dengan penuh makna.Dengan mambangkitkan jiwa patriotisme, sosialis serta agamis kita, sebagai wujud turut sertanya kita dalam pembangunan negara yang lebih baik.

Dewasa ini isu tentang organisasi underground yang mengatasnamakan faham faham islam yang mengesampingkan rasa nasionalisme banyak sekali merebak. Khilafah islamiyah menjadi jargon mereka dengan mengharamkan ideologi kebangsaan Pancasila. Maka perlu disikapi dengan serius. Apa yang disampaikan Beliau Mbah Hasyim sudah jelas “Antara nasionalisme dan agama janganlah dipertentangkan” karena daripada itu prinsip yang telah diajarkan kiayi sepuh NU “Hubbul wathon minal iman” terasa lebih semerbak akan tumbuhnya cinta kita pada tanah air. Tak rela ada satupun golongan pendatang yang baru baru ini akan mendirikan negara khilafah di bumi nusantara, dan itu menjadi musuh kita. NKRI Harga Mati !!! (ws)