Bedah Buku: Meneladani Sang Penghafal Al-Qur'an

7:58 PM Add Comment
KUDUS (15/11), Untuk menggugah wacana santri PC IPNU bersama IPPNU Kudus mengadakan bedah buku yang berjudul “Kisah Penghafal Al-Qur’an” karya Amar Mahmud. Acara dimulai jam 14.30 sampai 17.30 di musholla kantor NU Kudus.

Amar (27) menerangkan bahwa menghafal Al-Qur’an, IQ (Intellectual Question) merupakan faktor nomor tiga dalam keberhasilan menghafal, yang paling utama adalah kesungguhan dan kesabaran. “Disamping mempunyai niat yang kuat, berdo’a merupakan hal utama yang harus dilakukan, selain itu perbanyak amalan-amalan sunah seperti shalat dan puasa sunah,” ujar Amar.

Buku yang berisi tentang sepak terjang seorang santri yang mempunyai niat dan nekat dalam menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah kisah yang mampu menggugah emosional sang pembaca. “ Buku ini dapat menambah motivasi bagi seseorang yang mempunyai cita-cita menghafal Al-Qur’an, kisahnya pun dapat membuat sang pembaca larut dalam isi buku,” terang Haris selaku pembanding. (Rohima/mt)

PENTINGNYA POLITIK BAGI PEREMPUAN

10:47 PM Add Comment



Kudus-  Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Jawa Tengah bekerjasama dengan PC IPPNU kabupaten Kudus menyelenggarakan Pendidikan Politik Perempuan yang kali ini diadakan di Kudus. Acara di mulai pukul 14.00 WIB dengan diikuti 30 peserta dari perwakilan delegasi PAC IPPNU sekabupaten Kudus.

Ketua PC IPPNU Kab. Kudus, Futuhal Hidayah, berpendapat bahwa perempuan berperan dipolitik adalah sebuah keharusan. “Berpolitik tidak semua harus laki-laki akan tetapi perempuan juga berhak untuk dipilih maupun memilih.” Katanya dalam sambutan saat pembukaan, di Aula Gedung PC NU Kab. Kudus, Siang (14/11).”

Kegiatan ini mempunyai pesan bahwa perempuan juga ikut andil dalam berpolitik. Seorang perempuan harus bijak dalam memilih pemimpin, cerdas memilih bukan karena material. Menghadirkan nasumber Gus Taj Yasin (Putra KH. Maemun Zubair, Rembang) , Noor Mariya Hidayati, dan Kepala BP3AKP dari provinsi Jawa Tengah. Serta dengan moderator Wahyu Hidayat (Sekretaris PC IPNU Kudus).

Ibu Dewi, kepala BP3AKP provinsi Jawa Tengah. Mengatakan bahwa seorang perempuan harus pintar dalam semua bidang, misalnya bidang sosial atau ekonomi. “Politik tidak selalu berbentuk praktis seperti yang kita lihat diluar sana, melainkan  perempuan juga berperan politik di dalam rumah, seperti proses pengambilan keputusan antara suami dan istri dalam rumah tangga. Ujarnya kepada audien pada saat mengisi materi.

Gus Taj Yasin, menjelaskan tentang luasnya arti kepolitikkan. “Politik merupakan suatu proses dalam menggapai tujuan ataupun keinginan. Seperti politik dalam rumah tangga, yang tidak hanya datang dari suami saja akan tetapi meminta pendapat dari istri untuk mencapainya sebuah tujuan rumah tangga.” Jelasnya narasumber dengan materi pentingnya perempuan dalam politik itu.

Ia juga menerangkan dalam undang-undang dasar nomor 50 tahun 1958 diterangkan tentang politik yang berisi: setiap warga Indonesia perempuan berhak memilih maupun dipilih. “Minimnya minat perempuan dalam berpolitik hanya berjumlah 30% seperti di Dewan Perwakilan Daerah  Kabupaten Kudus (DPD) hanya berjumlah 3 orang perempuan.” Tambah anggota DPR Jateng tersebut.

Senada dengan argumen yang dijelaskan Ketua PC IPPNU Kudus tahun 2007-2009, Noor Maria Hidayati, bahwa Peran perempuan sebagai ibu rumah tangga tak lepas dari 3M (macak, masak, manak), namun perempuan juga sangat berperan dalam politik. “Pendidikan politik itu untuk merubah sikap demi terwujudnya suatu tujuan. Jangan misal seperti pemilihan kepala desa dengan cara serangan fajar atau membagi amplop. Bagi calon kades yang berani mengeluarkan modal pasti menang. Apakah hanya itu yang dinamakan berpolitik?” Jelasnya.

PC IPPNU Kudus sangat bangga bisa bekerjasama dengan BP3AKB Jawa Tengah, pasalnya kegiatan seperti tersebut diharapkan selalu diadakan secara efektif dan efisien, karena sangat menambah motivasi, wawasan dan pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat saat ini. (Sari/mt)

"NJAGONG" USUNG IDE BUAT KONGRES

11:36 PM Add Comment
Kudus- Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (PC IPNU) Kab. Kudus menyatukan persepsi Pimpinan Anak Cabang se-kabupaten Kudus dalam rangka Rapat Pimpinan Cabang (RAPIMCAB) ketiga persiapkan suara untuk Kongres XVIII.

Suasana lesehan warung tradisional menjadi media RAPIMCAB kali ini njagong berbagai format yang akan direkomendasikan pada RAPIMWIL (Rapat Pimpinan Wilayah) IPNU Jawa Tengah besok, 21 November 2015, sebelum menuju Kongres 4-8 Desember yang akan datang.

Enam dari sembilan PAC yang hadir saling berargumen mewarnai disetiap poin pembahasan. Diantaranya yakni PAC Jekulo, PAC Undaan, PAC Jati, PAC Kota, PAC Kaliwungu serta PAC Gebog memenuhi syarat kuorum.

Wahyu Hidayat, Sekretaris PC IPNU kab. Kudus, mengatakan bahwa rapat ini akan membahas lima poin penting. "Pertama, masalah peremajaan usia yang ditetapkan pada Muktamar silam. Lalu, singkronisasi pengkaderan. Tentang penggarapan IPNU di sekolah-sekolah, Menanggapi Banomisasi PMII,. Dan yang terakhir, bidang organisasi secara umum." Katanya pada saat memimpin rapat, di Wedangan PukWe, Getas  Pejaten Kudus (13/11).

Kelima poin tersebut dibahas secara rinci dalam menuju penyatuan presepsi. Karena banyak perbedaan pendapat akibat latar belakang masing-masing daerah pun berbeda.

"Pembahasannya banyak, masalah teknis masih bisa kita adaptasi. Akan tetapi kita juga memperhatikan pendukung dan yang menolak usungan kita ini." Lanjutnya.

Keputusan dalam rapat tersebut menjadi satu keputusan dalam pembelajaran kritis menanggapi suatu keadaan yang dihadapinya. Harapannya hal ini akan menjadi suatu suasana yang harus dibiasakan. (mt)

*Ilustrasi foto suana ngopi sambil bincang-bincang di Palestina (sumber: Google)

Jokowi Dijadwalkan Buka Kongres IPNU

12:09 AM Add Comment

JAKARTA - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) akan menyelenggarakan Kongres XVIII di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah pada 4- 8 Desember 2015. Kongres IPNU merupakan permusyawaran tertinggi di organisasi badan otonom NU ini yang diadakan tiga tahun sekali.
"IPNU akan menggelar kongres yang agendanya laporan pertanggungjawaban pengurus pusat, merumuskan program kerja tiga tahun kedepan dan pemilihan ketua umum PP IPNU yang baru. Rencananya kongres akan dibuka Presiden RI Bapak Joko Widodo," ujar Ketua Umum PP IPNU, Khairul Anam Haritsah melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/11/2015).
Anam juga menjelaskan tema yang diambil dalam forum tiga tahunan ini adalah 'Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa'. Melalui kongres ini, lanjutnya IPNU ingin menegaskan menolak faham intoleransi dan radikalisme yang merusak sendi-sendi persatuan bangsa.
"Kongres sengaja mengangkat tema tersebut sebagai pesan, IPNU berada di garis terdepan dan benteng persatuan bangsa di kalangan pelajar dan anak muda dari rongrongan radikalisme,dan Kongres IPNU ini akan menjadi starting point konsolidasinya," imbuhnya.
Sementara Ketua Panitia Kongres XVIII IPNU, Ganjar Mujib menjelaskan beberapa acara pendukung di antaranya sejumlah seminar di sela acara, bazar pendidikan, serta berbagai kegiatan pendidikan dan keagaman lainnya. "Kongres kali ini juga akan dihadiri dua menteri kordinator, Kapolri, tujuh menteri, beberapa kepala daerah kader IPNU serta tokoh nasional lainnya sebagai narasumber," kata Ganjar.
Diperkirakan 4.000 anggota dari 33 pengurus wilayah, dan 400-an cabang dari seluruh Nusantara konfirmasi akan datang ke Asrama Haji Donohudan mengikuti kongres IPNU.
(ful)

Pahlawan Masa Kini

11:58 PM Add Comment
“Demi negeri kau korbankan waktumu, demi bangsa rela kau taruhkan nyawamu. Maut menghadang didepan, kau bilang itu hiburan. Nampak raut wajahmu tak terdapat segelintir rasa takut. Semangat membara dijiwamu taklukkan mereka penghalang negeri. Hari-harimu diwarnai pembunuhan, pembantaian, dihiasi bunga-bunga ‘api’ mengalir sungai darah disekitarmu. Bahkan tak jarang air mata darah itu muncul dari tubuhmu, namun tak dapat runtuhkan tebing semangat juangmu. Bambu runcing yang setia menemanimu, kaki terlanjang tak beralas pakaian dengan seribu wangi basah dibadan kering. Kini menghantarkan Indonesia ke istana kemerdekaan.” –Jeritan Pemuda-
Perjuangan pahlawan dalam usahanya menghantarkan Indonesia ke gerbang kemerdekaan tidak dapat dibayar dengan uang ratusan miliyar atau kekayaan Indonesia yang ada. Keringatnya, air matanya, jiwa pantang menyerah dan rasa tanggungjawab yang tinggi dalam memperjuangkan nasib dan martabat bangsalah yang membuat mereka tak gentar meski ratusan senjata berusaha menghunus harta berharga dalam diri mereka (baca: nyawa).
Momentum pertempuran di Surabaya menjadi legitimasi peran militer dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Sehingga nilai kepahlawanan tersemat dalam satu buah perjuangan melawan agresi militer. Dan juga untuk memobilisasi kepahlawanan dengan cara militersitik, maka dari itu 10 november dijadikan sebagai hari pahlawan
Berorientasi pada Jasa Pahlawan         
Mengenang hari pahlawan tidaklah harus selalu melalui pelaksanaan Upacara seperti yang dilakukan diberbagai instansi. Karena seperti yang terlihat, semisal di sekolah, banyak siswa siswi yang tidak khidmat dalam melaksanakan upacara. Asyik berbicara dengan temannya, kurang memperhatikan pesan yang disampaikan dalam upacara, bahkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan saja asal-asalan dan tidak menghayati. Setelah melihat realita ini, apakah upacara tetap efektif dijadikan sarana untuk mengenang jasa pahlawan?
            Selanjutnya, mengenang jasa pahlawan tidak harus dengan mencari banyak buku sejarah tentang perjuangan pahlawan lantas membacanya hingga tuntas. Itu cara yang tidak tepat, karena mengingat minat baca di Indonesia ini amat memprihatinkan. Lalu, bagaimanakah cara yang sebaiknya diterapkan dalam memaknai hari bersejarah ini?
Bambu Runcing= Semangat Patriotisme
            Dikutip dari Imam Nahrawi Pahlawan Olahraga di harian Jawapos rubrik Opini (Selasa, 10 November 2015), mengatakan bahwa situasi  sekarang memang tidak sama lagi dengan era Bung Karno, Bung Hatta, atau Bung Tomo, apalagi zaman Pangeran Diponegoro atau Pattimura. Problem ke-Indonesia-an hari ini bukan lagi Belanda atau Jepang yang datang ke tanah air dengan membawa senjata untuk menaklukkan.
            Problem yang kini sedang berkembang utamanya dikalangan generasi muda adalah penjajahan arus globalisasi dan kapitalisme yang perlahan mulai menghilangkan karakter bangsa. Melihat keadaan generasi muda yang semakin memprihatinkan inilah, maka diperlukan adanya penafsiran baru nilai-nilai kepahlawanan yang harus tetap tertanam sebagai jati diri pemuda Indonesia.
Di era sekarang nilai-nilai kepahlawanan bukan lagi diwujudkan dengan perang fisik, mengangkat senjata (bambu runcing) di medan pertempuran seperti pada jaman dahulu. Tetapi, nilai-nilai kepahlawanan yang dapat dilakukan dalam konteks kekinian adalah dengan menumbuhkan rasa semangat patriotisme dalam diri; mengerahkan dan memaksimalkan segenap potensi serta kemampuan untuk bekerja dan berkarya sebaik-baiknya demi memajukan pelbagai matra kehidupan berbangsa dan bernegara..
Pahlawan Masa Kini
Kita ini manusia unik dengan segala pemikirannya, utamanya generasi muda dengan daya dan pikirannya yang masih fresh. Maka tidak menjadi kesalahan jika negara kita ini menyandarkan harapannya kepada generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa dengan segala kemampuan dan kreatifitasnya.
            Dikutip dari Agung, Hari Pahlawan dalam Nasmod, (Selasa, 10 November 2015) mengungkapkan bahwa Indonesia masih membutuhkan sangat banyak pikiran maju untuk inovasi disegala sektor. Ada energi, transportasi, telekomunikasi, pangan, kesehatan, kemaritiman dan sebagainya. Semuanya membutuhkan kecerdikan, terobosan dan risiko. Para inovator layak diwadahi dalam aturan dan birokrasi yang sudah dibasuh dengan prinsip nasionalisme. Dan itu butuh dukungan pemimpin tertinggi secara konkret, tak sekedar slogan berbusa.
            Nasionalisme modern perlu dikuatkan dalam mengalahkan tantangan zaman. Perlu pemihakan negara kepada anak bangsa yang berani mengatasi persoalan konkret dan penuh kecerdikan, terobosan dan berani mengambil risiko. Bukankah sebenarnya itu inti kepahlawanan?



Kudus, 10 November 2015
Aang Riana Dewi, MA NU Ibtidaul Falah.

Bae Siapkan Kader Militan dalam DIKLATAMA

2:45 PM Add Comment

Senin 09/11/2015, PAC IPNU-IPPNU dan DKAC CBP KPP Kecamatan Bae Kudus mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Pertama (Diklatama) di Lapangan Desa Gondangmanis, Kamis-Ahad (05-08/11/15).
Sebanyak 36 peserta DIKLATAMA menerima materi antara lain ASWAJA, Ke-NU-an, Materi Wawasan Kebangsaan, PBB dan Tata Upacara, Ke-IPNU-IPPNU-an, Ke-CBP-KPP-an, Materi PP dan Praktek, Materi SAR dan Praktek, Materi Komunikasi dan Timework, Materi PA, Out Bond Kekompakan tim dan olahraga Latihan Bela Diri di setiap pagi hari.
Kegiatan DIKLATAMA ini sebagai salah progam Utama DKAC CBP KPP bersama PAC IPNU-IPPNU Kec. Bae kudus. Ketua PAC. IPNU Kecamatan Bae, mengatakan Diklatama ini dimaksudkan memberi bekal kedisplinan dan ketrampilan dalam memberikan pertolongan maupun pengamanan serta menciptakan generasi IPNU IPPNU yang cinta tanah air dan bangsa Indonesia. "Melalui Diklatama ini kader CBP dan KKP IPNU IPPNU nantinya bisa membentuk karakter, watak dan dedikasi maupun loyalitas terhadap organisasi dan masyarakat,serta berguna dan menjadi pelopor pembangunan kepemudaan daerah dan peduli lingkungan” terang Shofa Ketua PAC Bae.
Kegiatan tersebut juga didampingi langsung oleh tim instruktur DKC Kab Kudus beserta relawan bencana KPBA NU Kab Kudus

“Kami berharap kepada peserta yang mengikuti Diklatama benar-benar menjadi kader yang militan dan mampu membuktikan bahwa kader CBP KPP itu berani bertanggung jawab yang nantinya akan mengawal PAC IPNU-IPPNU kecamatan Bae agar lebih baik kedepannya”.tambah Shofa.

Tanggapi Isu Usia Pra Kongres: PAC Kaliwungu Optimalkan Usia Pelajar Dalam Kepengurusan 1 Periode Mendatang

11:35 AM Add Comment

Pelantikan PAC IPNU IPPNU Kaliwungu Kudus jum’at (6/11) kemarin negegaskan bahwa Kaliwungu dibawah nahkoda Rekan Muklis Hermawan dan Rekanita Arin Anisatus Sayyidah mantab mengarungi bahtera organisasi 1 periode mendatang.

Dalam sambutannya rekan Muklis sebaga ketua terlantik menyampaikan tanggapan mengenai isu pemangsakan usia di IPNU IPPNU di semua tinggkatan bahwa Kaliwungu siap dalam melaksanakan apapun nanti keputusan dalam KONGRES di Boyolali mendatang. “Kami telah optimalkan usia kepengurusan kami 1 periode mendatang dengan usia pelajar dengan memberdayakan semua Pimpinan Komisariat se Kec. Kaliwungu” tandas Muklis.

PC IPNU IPPNU Kudus sangat mengapresiasi gerakan awal peremajaan kader yang dilakukan PAC IPNU IPPNU Kaliwungu, hal ini menunjukan bahwa IPNU IPPNU di Kaliwungu sudah berjalan sangat dinamis. “Kudus dapat dikatakan sebagai basis kaderisasi yang berjalan dengan mandiri maka apa yang dilakukan PAC Kaliwungu sudah sewajarnya untuk perkembangan IPNU IPPNU dimasa yang akan datang” terang Joni Prabowo dalam sambutannya.


Acara yang digelar di Gedung JHK Kaliwungu tersebut banyak dilibatkan oleh Pimpinan Komisariat setempat mulai dari Rebana, MC. Paduan Suara, Pagarnusa Kecamatan dan penampilan teater Tali Jagad PAC IPNU IPPNU Kaliwungu.

Pelajar SMK Ma'arif 3 Kudus Galang Dana untuk Korban Asap

5:05 PM Add Comment
Sebagai bentuk kepeduliaan,  sejumlah pelajar SMK Ma'arif NU 3 Mejobo Kudus mengadakan aksi penggalangan dana bagi korban kabut Asap di Indonesia, Kamis (5/11). Dengan membawa kotak dan poster, mereka yang semuanya pengurus OSIS itu menggali dana dari  masyarakat di beberapa titik keramaian seperti Pasar Mbrayung Mejobo, Pabrik PT Nikorama Tobacco Internasional brak Mejobo dan Golantepus.

Menurut Ketua OSIS Ella Fitriyani, penggalangan dana ini dimaksudkan untuk memberikan kontribusi nyata kepada para korban asap dan memberikan pembelajaran bagi siswa dalam meningkatkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama.

"Alhamdulillah selama sehari, kegiatan ini mendapatkan dana Rp 2.700.000,- dan akan kami salurkan melalui media nasional," katanya.

Dikatakannya, bencana asap yang melanda Indonesia akhir-akhir ini mengakibatkan dampak yang luar biasa. Banyak korban akibat kabut asap  yang masih membutuhkan bantuan untuk merehabilitasi dan merelokasi para korban, terutama para suku pedalaman yang saat ini tempat tinggalnya sudah hangus terbakar.

"Lewat aksi penggalangan dana ini, kami mengharapkan uluran bantuan masyarakat untuk meringankan beban para korban yang sekarang masih sangat membutuhkan," imbuh Ella.

Kepala SMK 3 Kudus Moh. Noor Afif sangat mengapresiasi langkah anak didiknya. Ditegaskannya, kegiatan ini bukan hanya untuk menggalang dana, namum juga memberikan pengalaman berharga bagi para Pengurus OSIS untuk belajar pentingnya saling berbagi dan peduli terhadap sesama.

"Di saat musim hujan sudah mulai dan pemerintah Riau telah mencabut darurat asap. Tidak ada kata terlambat dalam membantu para korban, sedikit bantuan dapat meringankan beban mereka," ujarnya. (Qomarul Adib/Fathoni)





Komisariat NU Banat Kudus Laksanakan Masa Kesetiaan Anggota

7:59 AM Add Comment
Jenjang pengkaderan pertama yangg harus diikuti oleh calon kader di IPNU IPPNU adalah Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA).
Sore kemarin hingga pagi tadi (5-6 November 2015), salah satu Madrasah di lingkungan Ma'arif, MA NU Banat Kudus,menyelenggarakan kegiatan MAKESTA dengan diikuti sebanyak 255 peserta yg terdiri dari peserta didik kelas X.

Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Kudus bergandengan dengan Pimpinan Anak Cabang IPPNU Kecamatan Kota akan mengawal jalannya kegiatan ini sebagai tim Instruktur dan Fasilitator.

Dalam sambutannya,Rekanita Futuhal Hidayah mengharapkan usai kegiatan ini berlangsung, peserta MAKESTA dapat menjadi kader militan yang mampu berkiprah di organisasi IPPNU di wilayah atau asal daerah masing-masing.

Senada dengan hal tersebut,Kepala MA NU Banat Kudus menyatakan bahwa "Makesta merupakan "gerbang awal" anak-anak untuk menjadi kader NU, kader IPPNU secara struktural sehingga anak-anak dapat lebih memahami nilai-nilai aswaja sehingga dapat mengaktualisasikan nilai-nilai aswaja di lingkungan masyarakat"

"Hari ini kalian adalah pemuda,namun suatu hari kalian adalah pemimpin" Imbuh Drs.Moh.Said,M.Pd.I dalam sambutannya.


Beliau menegaskan, "sebagai pemuda,kalian memiliki kekuatan untuk merubah bangsa ini menjadi lebih baik. Tentunya lewat organisasi-organisasi sosial masyarakat dlm hal ini adalah IPPNU. Karena,organisasi sosial masyarakat merupakan salah satu dari tujuh kekuatan yang dapat mengubah Indonesia".
Setelah menyampaikan sambutan dan motivasinya  kepada peserta,MAKESTA secara resmi dibuka oleh Kepala Madrasah dengan iringan Alfatihah.

Terdapat 4 materi dlm penyelenggaraan makesta di MA NU Banat yakni KeNUan dan Aswaja, Kepemimpnan, Ke Organisasi an, dan ke IPPNU an

Tak hanya di tingkatan MA,usai Makesta berakhir pd pukul 6 pg bsk,tim instruktur dan fasilitator dr PAC IPPNU Kota dan PC IPPNU Kudus bersiap mengawal jalannya Makesta di MTs NU Banat Kudus yang dijadwalkan hari ini mulai pukul 07.00 - 16.00 petang nanti.
(nl)

Waka PSPM: Kudus Segera Adakan Rapimcab Terkait Agenda KONGRES IPNU

2:07 PM Add Comment


Kongres IPNU yang akan terhelat 4-8 Desember 2015 mendatang di Asrama Haji Donohudan Boyolali Jawa Tengah ternyata cukup menyita perhatian para kader IPNU di Kudus, khususnya Rekan  Moh. Nailal Mustaghfirin selaku Wakil Ketua PC IPNU Kudus Bidang Pengembangan Santri dan Pelajar dan Mahasiswa.

Terbukti beberapa langkah telah ditempuh PC IPNU Kudus mengenai  hasil keputusan Muktamar NU 33 di Jombang kususnya dibidang organisasi yang jelas telah memutuskan pemangkasan usia IPNU dari 29 ke 27. Seperti beberapa event telah dilaksanakan terkait hal tersebut seperti Diskusi IPNU IPPNU Back to Scholl, Konsolidasi Pra Rakercab lalu dan Sosialisasi melalui forum Turba II PC IPNU IPPNU Kudus.


Namun hal tersebut dirasa belumlah cukup final mengenai semua hal yang terkait Kongres IPNU yang akan datang. “Kita segera susun konsep finalisasi rekomendasi Kongres yang akan kita bawa ke Kongres mendatang, melalui forum Rapimcab harus lebih intens bicarakan tentang ini” ungkap Mustaghfirin disebuah forum Harian Cabang selasa (3/11) kemarin. Rapimcab rencananya akan diadakan dalam waktu dekat ini dan harus mensingkronkan dengan forum Rapimwil pada pertengahan November mendatang.


Beberapa pokok pembahasan Pra Kongres juga telah disiapkan diantaranya: Usia IPNU, Kaderisasi IPNU dan Pengelolaan Pelajar NU akan menjadi beberapa bahasan menarik untuk Rekomendasi Kongres mendatang. (w.sadega)

Pelajar NU Kudus Ngaji Administrasi dan Teknik Sidang

4:09 PM Add Comment


Kudus, NU Online

Pengurus PC IPNU dan IPPNU kabupaten Kudus mengadakan pelatihan Administrasi dan Keprotokoleran di MA NU Nurul Ulum kecamatan Jekulo kabupaten Kudus, Kamis (29/10). Mereka dengan pelatihan ini berupaya meningkatkan kerapian berorganisasi di lingkungan pelajar NU Kudus.



Berbagai macam materi disampaikan seperti administrasi, keprotokoleran, master of ceremony (MC), Teknik Persidangan dan dirijen. Pelatihan ini diikuti Delegasi dari Pimpinan anak cabang IPNU dan IPPNU sekabupaten Kudus dan Pimpinan Komisariat dari MA NU Nurul Ulum.



Pengurus PP IPNU Saiful Alim salah seorang pemateri dalam dalam diklat ini memnyampaikan materi yang pertama Tentang Teknik Persidangan sesudah pembukaan. Selain materi, Saiful juga membuat simulasi dari materi yang disampaikan. kemudian Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menerima materi berikutnya sesuai dengan keahlian masing-masing.



Ketua IPNU Kudus Joni Prabowo mengatakan, “Karena IPNU dan IPPNU adalah organisasi yang besar bahkan yang terbesar di indonesia ini, maka hal-hal yang mendasar seperti administrasi, MC, protokoler, dirijen dan Teknik Persidangan harus semakin maju dan mapan pula.”



Ia berharap semua materi yang disampaikan menjadikan IPNU-IPPNU lebih baik dalam sisi administrasi dan keprotokolerannya sehingga pelajar NU sekabupaten Kudus mampu bersaing terhadap organisasi lainnya. (Dedi Hermanto/Alhafiz K)

Peringati 20 Tahun, IPNU IPPNU Garung Lor Pentaskan Teater Untuk Masyarakat

2:41 PM Add Comment



Bertempat di pusat kampung, tepatnya di Halaman Masjid Darul Muttaqin Garong Lor Kaliwungu Kudus, malam Ahad (01/11) lalu. Rekan-rekanita IPNU IPPNU Garung Lor suguhkan pementasan untuk masyarakat. Kegiatan ini merupakan event dalam memperingati 20 Tahun IPNU IPPNU berkiprah untuk masyarakat Garung Lor.

“Kami membuka acara dengan tasyakuran dan kali ini adalah Pentas Seni sekaligus launching Grup Teater IPNU IPPNU Garung Lor” terang Khaniful Anwar, ketua IPNU Garung Lor.

Rangkaian acara dibuka dengan lantunan rebana IPNU Garung Lor yang tergabung dalam Grup Ar-Raudhah (ARD Kudus). Dilanjutkan pertunjukan Pencak Silat PAGAR NUSA juga membuat masyarakat terbelalak akan atraksi-atraksinya yang menegangkan oleh pendekar Pagar Nusa dari Kecamatan Kaliwungu itu.

Acara puncak tentu pementasan seni teater oleh rekan-rekanita yang pada porseni PAC Kaliwungu kemarin menyabet Tropi Juara 2 se-kecamatan Kaliwungu. Dalam kesempatan tersebut dipentaskan naskah tentang anak yang durhaka terhadap ayahnya sehingga dalam hidupnya menerima balasan atas perbuatan buruk terhadap bapaknya.

Pentas yang disutradarai langsung oleh ketua IPNU, Kaniful itu sangat menghibur masyarakat yang menonton. Hal ini menerangkan bahwa IPNU IPPNU bukan hanya organisasi keagamaan dan keterpelajaran saja, melainkan adalah wadah yang luas bagi para pelajar untuk berkreasi diberbagai bidang, termasuk didunia kesenian semacam ini. (w.sadega)

Lahirnya Generasi Baru di Tumpang Krasak

11:50 AM Add Comment
Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) IPNU IPPNU Tumpang Krasak Jum’at (31/10) lalu merupakan hal yang spesial bagi pengurus terlantik. Pasalnya setelah melalui perjuangan panjang untuk mendirikan Organisasi ini di desa tersebut bukanlah mudah. Perlu waktu setidaknya 2 Tahun untuk melakukan mendekatan terhadap rekan-rekanita di Tumpang Krasak.

“Dulu pernah ada pengurus IPNU yang dilantik, tetapi vakum kembali karena tidak adanya semangat dan pendampingan secara intensif, maka kami selalu dampingi Pimpinan Ranting yang notabene baru ini “ Terang M. Azka Syarofa, wakil ketua Litbang PAC IPNU Jati Kudus.

Sebenarnya Rekanita IPPNU sudah ada, tetapi belum satu tujuan terhadap yang IPNU. Puncaknya ketika ada event pengkaderan MAKESTA di Ranting Megawon yang juga menggaet rekan-rekanita dari Tumpang untuk ikut serta. Efeknya setelah MAKESTA Megawon pada Mei lalu, sepulangnya langsung sepakat mendirikan IPNU Bersama IPPNU di Desa Tumpang Krasak.

Dengan mengangkat tema “Semangat Generasi Baru, Berlandaskan Ahlussunah Wal Jama’ah” rekan-rekanita PR Tumpang Krasak mantab mengarungi perjalanan organisasi kedepan. “Kami yang merupakan Ranting baru selalu memohon arahan dan bimbingan dari PAC dan Ranting-ranting tetangga yang lebih dahulu maju” ungkap M. Imron Syihab Ketua IPNU Terlantik.

Berdirinya IPNU IPPNU di desa Tumpang Krasak juga didukung penuh oleh pemerintah desa, dengan selalu menjaga komunikasi.
“Pemerintah Desa selalu siap mendukung segala kegiatan positif yang diadakan IPNU IPPNU ini dan silahkan berkoordinasi dengan kami dan Karang taruna” kata Bambang Tri, kepala desa Tumpang Krasak, pada sambutan Pelantikan di Balai Desa Tumpang Krasak tersebut. (Abuya)