IPPNU Proyeksikan Program Eksternal

6:36 AM 1 Comment



KUDUS,nukudus.com — Usai dilantik, PC IPPNU Kabupaten Kudus menyiapkan rencana program kerja dua tahun mendatang, Yang menjadi penekanannya pada program-program eksternal berbentuk pelatihan ketrampilan.
Hal tersebut disampaikan Ketua PC IPPNU Kudus Risda Umami kepada nukudus.com usai pelantikan PC IPNU-IPPNU Kudus di SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Ahad (4/3)
Dikatakan, ke depan IPPNU akan lebih menonjolkan kegiatan peningkatan kualitas dan ketrampilan bagi kader maupun anggota dengan mengadakan pelatihan-pelatihan.
“Disini kita akan bekerja sama dengan instansi pemerintah atau yang terkait,” jelas Risda.
Ia juga menambahkan pihaknya akan mendirikan badan konsultasi remaja dengan menggandeng Lembaga Psikologi yang ada di Kudus.
“Kami ingin membantu problem remaja, dan semoga IPPNU makin dikenal di tingkatan remaja secara umum di Kudus,” ujarMahasiswi IAIN Semarang ini.
Meski demikian, kata Risda, kinerja internal akan tetap menjadi perhatian dalam upaya penguatan di lingkup kepengurusan sesuai tugas di masing-masing departemen.
“Selain itu, program yang sifatnya keterpelajaran seperti member peluang beasiswa, pembekalan memasuki perguruan tinggi negeri, juga akan kami upayakan,” tegasnya.
Semua program IPPNU akan dimatangkan dalam rapat kerja cabang yang rencananya dilaksanakan 23 Maret mendatang.
“Semoga saja IPPNU mampu membawa kemajuan dan bermanfaat bagi anggota,”harap Risda Umami. (anam/rcm))

Halaqoh PC. NU Kudus

6:00 AM 1 Comment
KUDUS,nukudus.com — Ahad (4/3) kemaren, Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siraj dipastikan menghadiri halaqah PCNU Kudus yang diselenggarakan di SMA NU Alma’ruf Kudus. Dalam acara tersebut,  Kang Said –sapaan akrabnya akan memberikan tausiyah pencerahan kepada warga NU Kudus.
Wakil Sekretaris PCNU Kudus Agus Hari Ageng mengatakan selain memberikan tausiyah dalam acara halaqah itu,  ketua umum PBNU di kudus ini juga akan meresmikan kantor baru Koperasi Warga NU (KOWANU) Nugraha yang berada di desa Peganjaran Bae Kudus.
“Agenda KH.Said sangat padat maka peresmian Kowanu kita jadwalkan  jam 07.00 . Usai peresmian langsung menuju kegiatan halaqah  di SMA Alma’ruf tersebut,” ujarnya kemarin
Kegiatan halaqah ini, menurut Ageng, dimaksudkan untuk memperingati  maulid nabi sekaligus konsolidasi Nahdliyyin menyongsong harlah NU ke 89.
“Kegiatan ini sekaligus mengawali konsolidasi perangkat maupun warga NU secara menyeluruh  dalam upaya memperkuat idiologi kaum Nahdliyyin.” Katanya.
Pada rangkaian acara halaqah bertema revitalisasi perangkat NU dan Badan otonomnya itu, akan dilakukan prosesi pelantikan Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU dan Fatayat NU Kabupaten Kudus periode 2011-2014.
“Disamping itu akan disosialisasikan Kartu Tanda Anggota (Kartanu) yang disampaikan tim kartanu PWNU Jateng,”terang Ageng.
Pada kegiatan halaqah, PCNU Kudus mengundang seluruh pengurus ranting NU dan badan otonomnya serta perangkat-perangkat NU lainya seperti pengurus musholla,masjid dan pengasuh pengajian lailatul ijtima’. Sementara Mustasyar  PBNU KH.Sya’roni Ahmadi dan  Ketua umum PBNU KH. Said Agil Siraj akan menyampaikan mauidhah hasanah.
“Melalui pencerahan yang disampaikan   mustasyar  dan ketua umum PBNU nanti, warga NU memiliki kekuatan, ghirah berjam’iyah dan teguh memegang idiologi Ahlussunnah waljamaah,”harapnya.  
(Qomarul Adib) 

Pelantikan IPNU Cabang Kudus

10:45 AM Add Comment
KUDUS,nukudus.com –Pimpinan  Cabang IPNU-IPPNU Kudus diminta mengawal proses kaderisasi untuk mempertahankan kualitas kader NU. Apalagi Kudus termasuk sepuluh besar cabang terbaik di Indonesia.
Demikian disampaikan wakil sekretaris PP IPNU Muhammad Idris usai melantik pengurus Cabang IPNU Kudus periode 2011-2014, di halaman SMA NU Alma’ruf Kudus, Ahad (4/3).
Idris juga berharap  IPNU-IPPNU Kudus terus mengawal kader NU agar tetap waspada dengan gerakan radikalisasi yang menyebar di berbagai penjuru tanah air.
“Kita lah yang mengawal di level pelajar, sebab orang Kudus ada yang terlibat dalam gerakan ini,” tandasnya.
Di sisi lain, Dwi Syaifullah dan Risda Umami  selaku ketua IPNU IPPNU terlantik, menyatakan siap mengemban amanah yang dititipkan untuk mengayomi organisaasi pelajar ini.
Dalam agenda kaderisasi, IPNU Kudus akan selalu  mengajak dan mensosialisasikan empat pilar tersebut untuk mempertahankan NKRI.
“Kami akan waspada terhadap gerakan radikal dengan menjaga, memperkuat idiologi  aswaja dan mempertahankan empat pilar yakni Pancasila, NKRI, Bhineka tunggal ika, dan UUD 1945,” tanggap Dwi.
Sementara itu pelantikan pengurus IPNU-IPPNU dan Fatayat NU Kudus periode 2011-2014 ini menjadi rangkaian manual acara halaqah PCNU Kudus yang dihadiri Ketua umum PBNU KH. Said Agil Siraj dan PWNU Jawa Tengah.
Dalam prosesinya, secara bergantian pengurus Fatayat NU dan IPPNU dilantik dan dibaiat Pimpinan Wilayah terkait. Sementara PC IPNU Kudus dilantik wakil sekretaris PP IPNU Muhammad Idris.
“Siapkah anda mengemban amanah sebagai pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdaltul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdaltul Ulama (IPU IPPNU) Kabupaten Kudus,” tanya Muhammad yang secara serentak dijawab pengurus terlantik,”Kami siap !”.


Pelantikan yang dihadiri NU dan seluruh banomnya ini akan mengawali perjalanan organisasi yang mengayomi pelajar NU se Kabupaten Kudus. (Abdul Rochim/adb)

Ahlussunah Wal Jama'ah Penyelamat Perpecahan Islam

9:22 AM Add Comment
KUDUS,nukudus.com– Kiprah Nahdlatul Ulama selalu  bergerak dalam posisi yang benar. Potensi-potensi NU dalam  masalah mencari pemimpin ternyata terbukti  tanpa perselisihan etnik, politik, dan asas-asas kepentingan pribadi lainnya.
“Sebagai  organisasi besar, NU juga berhasil mengelola dan memberdayakan masyarakat dalam naungan Ahlussunah Wal Jama’ah ,” kata Ketua PCNU Kudus KH. Chusnan dalam acara halaqah “revitalisasi perangkat NU dan Badan otonomnya dalam rangka Maulid Nabi dan pelantikan PC Fatayat NU dan PC IPNU-IPPNU Kudus di SMA NU AL Ma’ruf Kudus, Ahad (4/3).
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siraj, Wakil Ketua PWNU Abu Hafsin dan ribuan pengurus NU dan banom di semua tingkatan di Kudus.
KH. Chusnan menambahkan Nahdlatul Ulama telah  mampu menjawab tantangan, ancaman dan keraguan dengan  melakukan  lima harakah yang dikembangkan PCNU Kudus. Yakni  Penguatan faham Aswaja, Penguatan Jam’iyyah, Peningkatan sumber daya manusia, Pengamanan Aset , dan Peningkatan silaturrahim.
“Kelima harakah telah dilakukan secara nyata seperti pembangunan gedung diklat , berkembangnya sumber ekonomi warga NU. “tandasnya.
Terkait peningkatan silaturrahim, PCNU Kudus akan mengadakan kunjungan turba ke seluruh pengurus MWC .
“kita akan menguatkan idiologi Aswaja melalui silaturrahim sekaligus konsolidasi penguatan kelembagaan,”jelasnya.
Ia menegaskan komitmen, keteguhan dan peduli kebersaman adalah ciri dari ajaran Aswaja. “Selama kita dan  kader-kader NU punya kemauan untuk membangun organisasi maka bangsa akan memperoleh manfaatnya. Dengan demikian akan  mampu terelakkan dari  berbagai model paham yang bertentangan.”katanya. (Puji Novi/adb)

Nahdliyyin Manfaatkan Layanan Pengobatan Gratis

9:20 AM Add Comment
KUDUS,nukudus.com — Aji mumpung. Begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan tamu-tamu undangan ataupun warga NU yang hadir dalam halaqah PCNU Kudus bersama Ketua umum PBNU KH. Said Agil Siraj,  Ahad (4/3) di SMA NU Al Ma’ruf Kudus.
Betapa tidak, stan pengobatan gratis yang disediakan panitia dikerumuni nahdliyyin yang antri ingin berobat.
Menurut dr Bagus, pihaknya merupakan tenaga medis dari Rumah Sakit Masyitoh. “Kami berada di bawah naungan NU Kudus. Oleh karena itu, kami ingin berpartisipasi dengan menyediakan pelayanan kesehatan gratis,” jelasnya.
“Saya ingin periksa tekanan darah,” ujar salah seorang pasien pada nukudus.com. Keluhan pasien yang mengunjungi stan pengobatan gratis memang berbeda-beda. “Kebanyakan keluhan pasien adalah batuk, flu , panas,” jelas dr. Bagus.
dr. Bagus mengaku telah banyak pasien yang memeriksakan kesehatan mereka. “Ibu-ibu muslimat dan fatayat paling banyak yang bekunjung di banding yang lain,” jelasnya.
Banyaknya pengunjung yang datang dikarenakan gratis. “Mumpung gratis,” tutur Leni pengunjung stan ini. “Layanan kesehatan ini memang gratis terbuka bagi siapa saja yang berminat,” tambah Bagus. (Abdul Rochim/adb)

Santri Napak Tilas Sejarah Melalui Kitab Kuning

9:18 AM Add Comment
KUDUS,nukudus.com — Matahari belum nampak begitu jelas, kabut-kabut sisa malampun masih menyelimuti nuansa pagi yang sedikit menusuk tulang. Puluhan santri dengan kibaran sarung kebesarannya membubarkan diri tanpa aturan selepas menunaikan ibadah sholat subuh di masjid Baitussalam Kauman Jekulo.
Ya, mereka (santri) dengan kelihatan sedikit menahan ngantuk berduyun-duyun hendak mengaji atau mencari ilmu. Seraya menenteng  kitab Jalalain yang lumayan besar ukurannya itu, mereka menuju pondok pesantren An-Nur yang tak jauh dari masjid Baitussalam Jekulo kauman untuk mengikuti pengajian bandongan yang diampu oleh KH. Syafiq Nashan .
Pengajian bandongan tersebut tidak hanya diikuti oleh pesantren An-Nur saja, tapi santri-santri dari pondok sekitarnyapun boleh mengikuti, seperti ponpes Darul Falah dan Al-Qoumaniyyah.
Dalam pengajian hari Sabtu pagi (3/3), melanjutkan pengajian sebelumnya, yakni surat Al-Hajj ayat 25-26. Dalam ayat tersebut, Ketua MUI Kudus  menerangkan bahwasanya kekufuran Raja Abrahah yang ingin menguasai kota Makkah dan memindah Ka’bah ke negerinya, yaitu Yaman.
Namun keserakahan tersebut hanyalah keinginan yang belum tercapai. Karena kota Makkah merupakan kota suci yang telah di jamin-Nya dari segala macam bentuk kekisruhan. Dan Allah telah berjanji untuk mencicipkan mereka pada api neraka.
“Terbukti, sebelum keinginan mereka tercapai, terlebih dahulu pasukan burung Ababil dengan batu krikil dari neraka di cengkramannya menghabiskan mereka.”tuturnya.
Lebih lanjut KH.Syafiq menceritakan asal mula berdirinya Ka’bah.  Menurut cerita, katanya, pondasi awal Ka’bah terlebih dahulu dibuat oleh malaikat, yang kemudian digunakan untuk Thowaf di Arsy. Baru kemudian pertama kalinya dibangun oleh Nabi Adam dan berlanjut sampai generasi Nabi Ibrahim dan Ismail.
Konon, saat pembangunan masa Nabi Ibrahim dan Ismail inilah yang masih tersisa hingga kini. Saat pondasi yang dibangun mulai meninggi, nabi Ibrahim menyuruh putranya Ismail untuk mencari batu sebagai pinjakan. Namun tiba-tiba datanglah Jibril dengan membawa batu dari surga.
“Anehnya batu tersebut secara otomatis bisa naik dan turun ketika dijadikan pijakan oleh beliau. Sehingga terdapat dua batu yang berasal dari surga, yaitu Hajar Aswad dan sebuah batu yang digunakan sebagai pijakan tadi, yang kini batu tersebut terdapat di makam Nabi Ibrahim.”cerita KH Syafiq seraya menyimpulkan hasil napak tilas nabi tersebut dijadikan runtutan genda haji yang telah ditetapkan oleh syara’. (ali Mahmud/adb)

PBNU Serukan Sholat ghoib Untuk KH. Abdullah Faqieh

9:16 AM Add Comment
Jakarta, nukudus.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berduka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban KH Abdullah Faqieh pada Kamis (29/2) pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada segenap warga Nahdliyin di seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan Sholat Ghoib berpulangnya sosok ulama kharismatis ini.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan rasa kehilangan yang sedalam-dalamnya atas berpulangknya salah satu kyai khos NU tersebut. Menurut Said, KH Abdullah Faqieh adalah salah satu kyai kharismatis yang dimiliki oleh Nahdlatul Ulama.
“Seluruh keluarga besar NU dan pondok pesantren di Indonesia merasakan kehilangan yang mengharukan. KH Abdullah Faqieh adalah salah satu tokoh NU panutan yang memiliki banyak murid di seluruh Nusantara,” tutur kang Said -sapaan akrab KH Said Aqil Siroj.
Lebih lanjut Kang Said memaparkan, KH Abdullah Faqieh sangat berjasa dalam perkembangan NU dan peningkatan kualitas kader-kader ulama NU. Kehilangan KH Abdullah Faqieh adalah sebuah kedukaan mendalam bagi warga Nahdliyin dan umat Islam Indonesia.
“KH Abdullah Faqih memiliki kontribusi yang sangat berharga bagi perkembangan pesantren-pesantren di Indonesia, karena murid-muridnya telah berhasil menjadi ulama dan mendirikan pesantren-pesantren baru di seluruh Indonesia,” tutur Kang Said terharu.
Sekilas KH Abdullah Faqieh
Kiai Faqih (generasi kelima) memimpin Pesantren Langitan sejak l971, menggantikan KH Abdul Hadi Zahid yang meninggal dunia karena usia lanjut. Kiai Faqih didampingi KH Ahmad Marzuki Zahid, yang juga pamannya.
Di mata para santrinya, Kiai Faqih adalah tokoh yang sederhana, istiqomah dan alim. Ia tak hanya pandai mengajar, melainkan menjadi teladan seluruh santri. Dalam shalat lima waktu misalnya, ia selalu memimpin berjamaah. Demikian pula dalam hal kebersihan. Tak jarang beliau mencincingkan sarungnya, membersihkan sendiri daun jambu di halaman.
Meski tetap mempertahankan ke-salaf-annya, pada era Kiai Faqih inilah Pesantren Langitan lebih terbuka. Misalnya, ia mendirikan Pusat Pelatihan Bahasa Arab, kursus komputer, mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Dalam hal penggalian dana, ia membentuk Badan Usaha Milik Pondok berupa toko induk, kantin, dan wartel.
Lebih dari itu lagi, ayah 12 orang anak buah perkawinannya dengan Hj Hunainah ini juga mengarahkan pesantrennya agar lebih dekat dengan masyarakat. Di antaranya ia mengirim da’i ke daerah-daerah sulit di Jawa Timur dan luar Jawa. Setiap Jum’at ia juga menginstruksikan para santrinya shalat Jum’at di kampung-kampung. Lalu membuka pengajian umum di pesantren yang diikuti masyarakat luas.

(Sumber : NU Online /adb)

PBNU Terima Tawaran Beasiswa dari Empat Negara

9:14 AM Add Comment
Jakarta, nukudus.com  — Kabar gembira bagi para kader NU yang ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Empat negara baru-baru ini menawarkan beasiswa untuk berbagai jurusan.
Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud untuk ke Australia dan Aljazair, menerima semua jurusan sedangkan Taiwan menawarkan untuk jurusan pertanian, mulai strata S1-S3 Beasiswa terakhir datang dari Harvard Seminari untuk jurusan Islamic Studies, terbuka untuk strata S2-S3.
“Permohonan bisa diajukan ke PBNU, dan selanjutnya nanti akan diseleksi, kami harapkan kader terbaik NU tidak melewatkan kesempatan ini,“ katanya.
Untuk informasi selanjutnya, terkait beasiswa bisa menghubungi Ajat Sudrajat dengan nomor kontak 085312346312 dan email: sudradjat_lc@yahoo.co.id
Permohonan ditunggu sampai dengan tanggal 7 Maret 2012.
Selain program beasiswa, juga terdapat kerjasama dalam bidang muslim exchange, yaitu pengiriman para pemuda Indonesia ke Australia dan sebaliknya, masing-masing selama dua minggu. Pemuda dari Australia nantinya akan diperkenalkan dengan pesantren di lingkungan NU. Selain itu juga terdapat direct aid program dan deradikalisasi.
Sumber : NU Online

Ilmu Falak Tidak Hanya Terkait Penentu Awal-Akhir Romadhon

9:11 AM Add Comment
Kudus, nukudus – Wakil Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH. Sirril Walfa mengatakan Ilmu Falak (astronomi) tidak hanya terkait pada masalah  penetapan awal-akhir romadlon saja tetapi  meliputi beberapa aspek. Antara lain  Kiblat,  waktu  sholat, sholat sunnah gerhana bulan dan matahari serta  masalah zakat (haul /masa penghitungan)
“Memang diantara yang paling rawan terjadinya rawan perbedaan  hanyalah mengawali dan mengawali  Romadlon itu.”ujarnya dalam acara Workshop “urgensi ilmu falak dan pendidikan antariksa dalam tinjauan syari’ah di aula MA NU TBS Kudus, Selasa (28/2)
Pakar Falak yang juga dosen  di UIN Syarif Hidayatullah ini menambahkan kerawanan lain yang sedang ramai belakangan ini adalah masalah arah kiblat. “Semua ini karena kekritisan masyarakat perihal kebenaran arah kiblat. Di daerah Depok  misalnya, setelah diukur ada pemahaman keliru kalau kiblat itu barat padahal kiblat mengarah ke ka’bah,”tuturnya
Ia menjelaskan ada dua kaidah  kiblat yakni kiblatul wahyi yakni penentuan kiblat yang disampaikan nabi berdasarkan wahyu Allah dan kiblatul ijtihad yang ditentukan berdasarkan penelitian.
“ilmu falak  itu dibangun atas dasar penelitian.Karena itu kita berlaku hukum penelitian ,yang valid itu yang mui’tabar.”tandasnya.
Menyinggung arah kiblat masjid wali perlu dirubah atau tidak, KH. Sirril Wafa menandaskan tergantung kesiapan masyarakat saja.
“Kalau melenceng  tetapi masyarakatnya tidak siap, saya kira masih bisa ditolerir. Yang jelas penentuannya harus menggunakan kaidah kiblat yang ada,”tambahnya lagi.
Usai workshop, peserta yang sebagian besar pelajar MA NU TBS diajak  praktek memandang benda-benda antariksa melalui alat teropong yang dibawa mobil observatorium (NUMO) milik LFPBNU. (Qomarul Adib)

MA NU TBS Terima Road Show Lajnah Falakiyah PBNU

9:07 AM Add Comment
KUDUS,nukudus.com-Madrasah NU TBS Kudus mendapat kesempatan yang tidak dikira, untuk menjadi tempat yang dikunjungi oleh Lajnah Falakiyah PBNU yang melakukan road show ke sejumlah pesantren di Jawa Tengah.
Selasa (28/2) sekitar pukul 07.30. Tim Lajnah Falakiyah PBNU tiba di MANU TBS beserta mobil yang didalamnya ada alat-alat untuk kepentingan Falakiyyah, salah satunya Teropong bintang. Kehadiran Mobil Observatorium (NUMO) disambut sesepuh madrasah diantaranya  KH.Ulin Nuha Arwani, KH. Choirozyad Turaichan, kepala MANU TBS KH. Musthofa Imron dan sejumlah guru.
Kunjungan LF PBNU beserta mobil NUMO-nya ini selain sosialisasi NUMO juga mengadakan workshop ilmu falak. Tepat pukul 10.15, pelaksanaan Workshop bertema “ Urgensi Ilmu Falak dan Pendidikan Antariksa dalam Tinjauan Syari’ah”, ini dimulai. Wakil ketua penelitian dan pengembangan LF PBNU  H.Hendro Setianto  memaparkan tentang antariksa sedangkan wakil ketua  KH. Siril Wafa menjelaskan tentang ilmu dan antariksa dalam tinjauan syariah.
Bupati Kudus H. Musthofa yang hadir menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara workshop yang diikuti pelajar madrasah tersebut dan undangan lainnya. Bupati  mengapresiasi kehadiran Lajnah Falakiyah dengan mobil observatorium (NUMO) dan perangkat teropong bintang.
“Semoga Kudus khususnya masyakat NU sendiri sadar akan pendidikan dan pengembangan alat-alat digital dalam ilmu falak”.kata H. Musthofa
Berbagai lembaga pun telah ikut serta dalam acara workshop yang diadakan oleh Madrasah NU TBS, antara lain; Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kudus beserta perangkatnya, Ketua MUI Kudus yaitu KH. Syafik Naskhan, Lc. Yang termasuk juga ustadz Madrasah NU TBS, Ketua PC NU Kudus KH.Chusnan Ms.
“Suatu keberuntungan Madrasah NU TBS karena mendapat kesempatan ini khususnya pada wilayah Kudus sendiri. LPB Falakiyah yang dipunyai Madrasah NU TBS bertambah pengalamannya serta bisa juga mempratekkannya sore hari setelah workshop selesai,” tandas koordinator LPB (Lembaga Pengembangan Bakat) Falakiyah Madrasah NU TBS Kudus z Azhar Latief.
Dalam road show ini, Pengurus LF PBNU juga mengunjungi Masjid Menara Kudus untuk melihat Jam matahari. Jam matahari ini merupakan jam untuk menyesuaikan atau mencocokkan jam istiwak.
“kita sedang melakukan observasi atas jam matahari di masjid-masjid wali yang ada di Indonesia,”jelasnya singkat.
( Yusuf Ahmad/Qomarul Adib )

Pendidikan Kenabian Ditemukan Pada Sekolah NU

9:05 AM Add Comment
KUDUS, nukudus.com – Pendidikan Nabi Muhammad SAW adalah pendidikan yang bertujuan membangun dan membentuk akhlaqul karimah yang membawa rahmat bagi alam semesta. Pendidikan Nabi mencakup aspek kehidupan manusia dan hasilnya memenuhi standar kompetensi menurut UU, yaitu pengetahuan, sikap dan ketrampilan.
“Pendidikan kenabian ini  ditemukan pada seluruh sekolah atau madrasah di bawah naungan lembaga pendidikan NU melalui mata pelajaran ilmu Agama, Fqih dan Tauhid.” kata Mustasyar PCNU Kudus KH. Muslim A Kadir dalam acara Dialog interaktif yang bertemakan “Lahirnya Pemimpin Agung, Membawa Pengaruh Besar dalam Dunia Pendidikan dan Etika Moral” yang diselenggarakan Forum Komunikasi antar Pimpinan Komisariat (FORKAPIK) IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus, Senin (27/2).
KH Muslim menambahkan Lembaga pendidikan di bawah naungan NU yang memiliki kelebihan dan keunggulan berbasis agama. Termasuk pula mata pelajaran yang diajarkan semuanya bernilai ibadah karena pendidikan umum seperti IPA, IPS dan lainnya di sekolah agama menjadi bagian dari agama.
Saat sesi dialog, seorang siswa SMA NU Al-Ma’ruf Kudus Abdullah Marzuki melontarkan pertanyaan mengenai kecenderungan, ketidaktertiban dan ketidakdisiplinan yang dirasa banyak dilakukan oleh kalangan pelajar dinaungan pendidikan islam dibanding dengan pelajar di sekolah umum.
Dalam tanggapannya KH. Muslim menawarkan trik jitu mengutip dari dialog antara Nabi Muhammad dan Malaikat, yaitu ‘Ihsan’ “Beribadahlah seakan-akan Allah melihat kita, dengan begitu kita akan terasa malu untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran seperti itu. Mulailah dari kita sendiri,” paparnya
Menanggapi sekolah unggulan yang memprioritaskan pelajaran umum dibanding agama sebagaimana pertanyaan Lailatus Sa’adah (siswi MA NU Banat Kudus), KH. Muslim mengatakan  pelajaran agama perlu didorong dengan ilmu yang berbasis ketrampilan sehingga tidak hanya sebatas mengajarkan pengetahuan saja.
Ia mencontohkan aqidah, tauhid tentang sifat-sifat Allah, seperti Nafsiah, Salbiah, Ma’ani dan Ma’nawiyyah, keempat-empatnya ini perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibaratnya seorang pelajar yang tidak dibekali ilmu agama sama seperti diberi fasilitas motor.  Semakin ia naik sepeda, semakin ia lupa, begitu juga sebaliknya. Dengan dibekali ilmu agama, semakin ia naik motor, semakin ia ingat Allah, dan akhirnya ia semakin bersyukur.”tandasnya.
Dialog interaktif yang menjadi kemasan  acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bertempat di Gedung NU Kabupaten Kudus. Hadir dalam acara ini  Habib Husein Al Jufri, Pengurus PC IPNU-IPPNU Kudus dan 150 siswa-siswi delegasi dari Pimpinan Komisariat dan OSIS sekolah dan madrasah se-Kabupaten Kudus yang masing-masing delegasi mengirimkan 2 siswa. (noviana zulfa/adb)

PR. IPNU-IPNU Tanjung Karang, Sinau Ngeblog Bareng

9:03 AM 1 Comment
KUDUS,nukudus.com — Ahad (26/2), Pimpinan Ranting IPNU – IPPNU desa Tanjung Karang Kecamatan Jati Kudus, menyelenggarakan Sinau bareng Membuat blog  di MI NU Tholibin Tanjung Karang Jati. Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta ini, dititik beratkan pada pengelolaan blog PR IPNU-IPPNU Tanjung Karang yang sudah ada sejak 2 tahun yang lalu.
Unun Widyas Praseda selaku Ketua PR IPPNU Tanjung Karang mengatakan kegiatan ini merupakan pembekalan bagi anggota kami yang akan di siapkan untuk pengelolaan blog secara maksimal, sementara Khusnul Khotimah selaku panitia menyatakan kegiatan ini juga untuk memberdayakan potensi kader  yang memiliki kemampuan dalam bidang IT supaya berbagi pengetahuan dengan kader yang lainnya.
Pelatihan ini ditunjang dengan  area wi-fii di lingkungan MI NU Tholibin Tanjung ini yang  bisa dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh generasi muda di sekitar MI.
Menanggapi semakin maraknya PR IPNU – IPPNU yang menyelenggarakan Pelatihan Internet secara mandiri, Abdul Rochim, Wakil Sekretaris Infokom PC IPNU IPPNU Kudus merasa senang dengan diadakannya pelatihan tersebut.
“Kita harus melek teknologi informasi karena zaman terus bergerak dengan kemajuan teknologi informasi,” jelas Rochim.
“Kita akan meneliti ranting mana saja yang punya blog, kemudian akan kita bentuk sharing antar blogger. Semoga IPNU IPPNU ke depan dapat lebih progressif dengan teknologi Informasi,” tambahnya.
(Moh Taufiqurrahman)

IPNU Agendakan Beasiswa Pada Peringatan Harlah

9:01 AM Add Comment
Jakarta, nukudus.com — Peringatan Hari Lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (Harlah IPNU) yang jatuh pada 24 Februari dijadwalkan akan digelar pada awal-awal Maret. Dalam momen ini, Pengurus Pusat IPNU berencana mendeklarasikan pendirian komisariat IPNU di sekolah menengah atas (SMA) favorit dan menyebarkan beasiswa bagi para pelajar NU berprestasi.
“Pada peringatan Harlah nanti kami akan lebih proaktif untuk penyebaran beasiswa kita  bagi anak-anak pelajar berprestasi. Di samping akan ada juga deklarasi tentang pendirian komisariat di SMA-SMA favorit,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat IPNU Ahmad Syauqi kepada NU Online, Jum’at (24/2).
Pendirian Komsariat IPNU di SMA-SMA favorit menjadi bagian dari komitmen PP IPNU untuk memperluas dan memantapkan jangkauan kaderisasi. Sementara beasiswa rencananya akan disumbangkan kepada pelajar yang memiliki prestasi bagus di tingkat SMA.
Seperti diketahui, PP IPNU tahun lalu juga pernah meluncurkan program Beasiswa Pintar bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional bagi para pelajar dan santri kurang mampu.
Syauqi juga menambahkan, dalam Harlah kali ini setidaknya ada dua isu sentral yang perlu direfleksikan yaitu tentang deradikalisasi  dan liberalisasi pasar di tingkat Asia Pasifik yang terus kian menggeliat.
“Kedua isu sentral ini tidak boleh ditinggalkan. Kader-kader IPNU harus dipacu terus untuk meningkatkan kapasitas dan sumberdaya manusianya,” tegasnya. (NUO/adb)

Gema Seratus Terbang Warnai Kesejukan Bumi Rahtawu

8:58 AM Add Comment
Gebog,nukudus.com — Mendung pada Ahad sore (19/2) masih selimuti bumi Rahtawu. Rinai gerimis terus membasahi jalanan desa pegunungan . Hawa cukup dingin disusul kabut putih yang perlahan menebal.
Tak seperti biasanya, Balai Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kudus nampak ramai. Ruang aula balai desa yang tak cukup besar itu tak mampu menampungnya.  Ratusan pasang bibir mereka pun kompak melantunkan sholawat kepada Manusia terbesar sepanjang sejarah, Nabi Muhammad SAW.
Uniknya, lantunan sholawat ini dilakukan dengan cara yang sedikit berbeda. Diiringi tabuhan terbang (alat music semacam perkusi)  yang dimainkan hampir ratusan  anak muda NU  Kecamatan Gebog.
Mereka berasal dari seluruh desa se Kecamatan Gebog. Tak ada yang membayar. Motifasi mereka hanya satu, mengekspresikan kecintaan pada Nabi melalui seni.
Ya,suasana penuh kegembiraan itu terlihat dalam acara peringatan maulid nabi yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog bersama PC Fatayat NU Kudus, PAC Ansor Gebog yang bertajuk Pengobatan Gratis dan gema maulid seratus terbang.
Menurut Ketua PAC IPNU Gebog Saifudin Bachri, selain sebagai peringatan Maulid Nabi, gerakan seratus terbang ini memang sengaja dilakukan untuk menumbuhkan kebersamaan antar penabuh terbang se kecamatan gebog. “Agar mereka ada kebersamaan,” ujarnya.
Gerakan Seratus Terbang sendiri, merupakan wujud dakwah melalui seni tradisi. “Kegiatan seratus terbang ini sebagai wujud cinta kami kepada Nabi yang diekspresikan melalui seni Islami,” ungkap pria yang memiliki sapaan akrab Saifudin atau Ucil ini.
Secara terpisah, Wakil Ketua PC IPNU Kudus Wahyu Setiadi mengungkapkan, kegiatan seratus terbang ini menyuguhkan sajian makanan tradisonal yang dibuat dari tanaman hasil bumi Rahtawu.
“Untuk pelaksanaan kegiatan seratus terbang, kami ingin sedikit beda dengan menyajikan makanan tradisional yang semua terbuat dari ketela,” jelas Wahyu yang juga bertindak sebagai panitia ini.
“Makanan tradisional ini disiapkan oleh anak-anak putri (IPPNU). Jadi bukan dari membeli,” tambahnya penuh bangga.
Kegiatan ini diawali dengan pengobatan gratis di pagi harinya. Pengobatan ini kami persembahkan untuk warga Rahtawu secara gratis. “Kami yakin kegiatan sangat bermanfaat. Sebab, masyarakat banyak yang terserang penyakit,” ungkap Ani Mukhoyaroh aktifis Fatayat Gebog.
Dia juga menyampaikan antusias masyarakat juga sangat tinggi. “Hal ini terbukti dengan besarnya antusias warga untuk datang berobat ke lokasi,” tambah Ani.
Selain ratusan penduduk desa Rahtawu, acara ini dihadiri seluruh Banom NU kecamatan Gebog. Djati Sholehah selaku Camat Gebog pun ikut hadiri kegiatan ini.
Sementara itu, Saifudin juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan silaturahim antar Banom NU di Gebog. “Semoga kerja bareng Fatayat, Ansor dan IPNU IPNU ini dapat merekatkan silaturahim,” harapnya. (Rcm)

Memaknai Harlah IPNU ke 58 Tahun

8:54 AM Add Comment
Kudus,nukudus.com — Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kini memasuki usia ke 58 tepat pada Jumat, (24/2) tahun ini. Perjalanannya  sebagai organisasi kader NU telah dilakoni selama sekian lama.Tentu saja banyak makna yang  diperlu  dipahami pengurus maupun kader  IPNU.
Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus Dwi saifullah mengatakan  memaknai hari lahir ke 58 ini perlu mengetahui kiprah pendiri IPNU, KH. Tolhah Mansur, dan para aktifis IPNU dalam meneruskan perjuangan Rasulullah dan Ulama.
Menurutnya IPNU memiliki peran sangat penting untuk NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  “Banyak tokoh NU dan negarawan lahir dari organisasi ini, (IPNU),” ujarnya disela-sela kegiatan Workshop Jurnalistik LTN NU Kudus Kamis,(23/2).
Selama ini IPNU selalu  menjunjung Ahlussunah wal jama’ah serta berperan  mempertahankan keutuhan NKRI.
“Dalil kita, ati’ullah wa ati’urasul wa ulil amri minkum.  Sudah selayaknya, dalil tersebut kami laksanakan,” tambahnya.
Pria asli desa Jepang Pakis Jati Kudus ini menyarankan supaya kader-kader IPNU terus belajar. “Kita harus terus belajar memperdalam ilmu umum dan ilmu agama. Hal ini untuk menggapai dunia dan akhirat yang hasanah,” tuturnya.
“Kita sebagai kader juga harus selalu menanam kebaikan. Ketika kita menanam kebaikan yang kita peroleh adalah kebaikan (surga) dan sebaliknya,” tambahnya.
Ia juga mengharapkan agar kader benar-benar memahami IPNU. “Kader IPNU harus faham betul apa itu IPNU. Trilogi IPNU juga harus diamalkan dengan sungguh,” pintanya. (Abdul Rochim/adb)

LTN NU Kudus Siapkan Jurnalistik Muda

8:50 AM Add Comment
Kudus,nukudus.com — PC NU Kudus melalui Lajnah Ta’lif  Wan Nasyr (LTN) menyelenggarakan workshop jurnalistik pada Kamis-Jumat, (23-24/2) di Aula Kantor NU Kudus. Sekitar 21 peserta  perwakilan PAC IPNU IPPNU dan pesantren  se Kudus ini untuk menyiapkan Kontributor media online nukudus.com.
“Beberapa waktu lalu, kami telah menyelenggarakan soft launch web resmi PCNU Kudus. Sekarang ini dilanjutkan, kami menyenggarakan workshop. Ini untuk menyiapkan orang-orang yang memasok berita (contributor) di masing-masing kecamatan se Kudus,” jelas Pengurus LTN NU Kudus Qomarul Adib.
Hal ini senada denganKetua NU Kudus KH Chusnan, , dalam sambutannya menyampaikan workshop perlu dilakukan untuk menggarap bidang informasi-komunikasi di NU Kudus secara lebih serius.
Ia pun berharap, peserta bisa menjadi jurnalis-jurnalis muda yang bisa berbuat untuk NU.
Selain itu, lanjut KH Chusnan, media online nukudus.com ini memiliki  tiga fungsi pokok yakni  media dakwah, media pertahanan (ideologi), media syiar islam.
Ia berpesan jika menulis berita harus benar atau sesuai dengan kenyataan. “Workshop ini diharapkan melahirkan penulis yang jujur, menulis berita sesuai kenyataan,” tuturnya.
Hadir sebagai pembicara, Rosidi (Suara Merdeka), Syaiful Mustaqim (Kontributor NU online Jepara), Qomarul Adib (Pimred nukudus.com). “ Menulis, menulis, menulis,” begitu pesan Rosidi pada peserta. (Abdul Rochim/adb)
PBNU: Warga NU Jangan Mudah Terprofokasi

PBNU: Warga NU Jangan Mudah Terprofokasi

8:49 AM Add Comment
Jakarta, nukudus.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap kepada warga Nahdliyin agar tidak mudah terprofokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Warga Nahdliyin harus tetap konsisten di garis tengah dengan memegang teguh prinsip-prinsip dasar perjuangannya.
Prinsip-prinsip dasar yang dimaksud adalah tawassuth (jalan tengah/moderat),  tawazun (seimbang), tasamuh (toleran) dan i’tidal (adil/lurus). Warga Nahdliyin diharapkan dapat menjaga diri dari berbagai tindakan yang dapat memperkeruh dan memperrapuh keutuhan dan persaudaraan sesama bangsa Indonesia.
Harapan ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Abdul Mun’im DZ di Jakarta, Rabu (15/2). Menurut mas Mun’in -sapaan akrab H Abdul Mun’im DZ, warga Nahdliyin harus bisa menjaga diri dari berbagai profokasi sementara pihak yang ingin mengadu domba sesama warga bangsa.
“Akhir-akhir ini kita melihat berbagai kelompok yang membuat gaduh suasana kehidupan berbangsa dengan mengatasnamakan agama, komunitas dan lain sebagainya. PBNU berharap warga Nahdliyin dapat menahan diri dan tidak larut dalam profokasi sesaat ini,” tandas Mun’im.
Lebih lanjut, Mun’im menjelaskan, NU masih selalu konsisten untuk memperjuangkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam semesta. Ini artinya perjuangan NU tidak terbatas pada kelompoknya sendiri.
“NU berjuang dengan merangkul segenap pihak untuk menyelesaikan persoalan-persoalan keagamaan da kebangsaan untuk kemashlahatan semua golongan. Inilah yang menunjukkan kebesaran Islam dan kebesaran NU,” tandasnya.
(sumber : NU Online/adb)

Website Resmi PCNU Kudus Di-Louncing

8:47 AM Add Comment
KUDUS, nukudus.com– Di sela-sela acara lailatul Ijtima Selasa (14/2), Lajnah Ta’lif wan Nasyr  (LTN) Kudus melounching website resmi PCNU Kudus yang  di Aula Kantor NU setempat.
Menurut Pengurus LTN NU Kudus Qomarul Adib mengatakan era keterbukaan informasi dan tehnologi merupakan  tuntutan lahirnya website yang beralamat www.nukudus.com ini   akan menjadi media informasi dan komunikasi warga NU.
“Lahirnya Webiste ini sebagai upaya untuk memperkuat idiologi melalui pemanfaatan tehnologi.”ujar pria yang didapuk menjadi Pimpinan redaksi nukudus.com ini.
Dalam kesempatan itu, Mustasyar PCNU Kudus KH Muslim A Kadir memberikan arahan pada redaksi agar mampu mengemban tugas secara istiqomah atau konsisten.
“Saya sempat ndredek (gemetar), mendengar kesanggupan untuk istiqomahnya Mas Qomar (pimred),” ujarnya sembari tertawa renyah.
Selain itu, Kyai Muslim juga mengingatkan agar isi website  mencerminkan NU. “Karena ini merupakan website resmi PCNU Kudus, maka content dan berita-beritanya harus mencerminkan NU khususnya NU Kudus,” jelasnya.
Selanjutnya, Ia memperingatkan kepada redaksi nukudus.com agar mempelajari dan menguasai perundangan informasi (kode etik).
“Redaksi harus menguasai perundangan informasi, agar tidak terjadi seperti yang dialami seorang Ibu dengan sebuah rumah sakit di Jakarta beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Tak lama setelah itu, Rais Syuriah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani langsung meraih microphone dan memimpin do’a bagi keistiqomahan website nukudus.com.
“Marilah kita berdo’a bersama-sama agar website ini bisa istiqomah,” tuturnya sebelum memimpin do’a.
Dalam acara ini, dihadiri hampir seluruh perwakilan NU dan Banom. “Kami mohon dukungan dari semua pihak bagi kelangsungan website nukudus.com,” pinta Qomarul Adib lagi.  
(abdur Rochim/adb)

Mendikbud: Kebijakan Wajib Publikasi Karya Ilmiah Jalan Terus

8:45 AM Add Comment
JAKARTA, nukudus.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan, kewajiban publikasi ilmiah mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 di jurnal ilmiah tetap jalan. Kebijakan memublikasikan karya ilmiah di perguruan tinggi, menurut Nuh, memang harus dipaksakan agar perkembangan publikasi ilmiah di Indonesia meningkat.
“Potensinya ada, tetapi selama ini tidak dikelola dengan baik. Sebab, mahasiswa S-1, S-2, dan S-3, kan memang membuat karya ilmiah dalam beragam bentuk,” kata Nuh, Jumat (10/2/2012), di Jakarta.
Nuh mengatakan, kewajiban publikasi ilmiah memang harus dipaksakan di kampus. Hal ini untuk mendorong tumbuhnya budaya ilmiah, pengembangan keilmuan, dan meminimalisasi plagiarisme.
Publikasi ilmiah mendorong dosen dan mahasiswa untuk tidak main-main dalam mengerjakan skripsi, disertasi, tesis, maupun karya ilmiah lainnya. Sebab, publikasi karya ilmiah secara luas bisa mendorong munculnya diskusi atau dialektika yang sehat.
“Karena banyak pilihan, dengan sendirinya jurnal-jurnal bisa mendapat karya ilmiah yang berkualitas,” ujar Nuh.
Menurut Nuh, kendala keterbatasan jurnal bisa diatasi dengan membuat jurnal baru atau menghidupkan kembali jurnal yang mati suri. Kendala biaya bisa diatasi dengan mengembangkan jurnal online. Adapun keluhan soal kemampuan menulis mahasiswa yang masih rendah, kata Nuh, bisa diatasi dengan memperkuat peran pembimbing.
Dalam penulisan ilmiah yang pokoknya adalah mengenali masalah, memformulasi, bagaimana menyelesaikan masalah (metodologi), dan hasilnya apa. “Jadi, tidak ada alasan publikasi ilmiah tidak bisa dijalankan. Publikasi ilmiah tetap harus dilaksanakan,” kata Nuh.
Sumber : Kompas

Pelatihan Internet Untuk Tingkatkan Pemasaran

8:40 AM Add Comment
Kudus, nukudus.com — Sadar pentingnya pemasaran melalui internet, PR IPNU IPPNU Jepang Pakis bekerja sama dengan mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengadakan pelatihan membuat website pada Jumat, (10/2) di Aula Balai Desa Jepang Pakis.
Menurut Sekretaris PR IPNU Suko Setiyono, di desa Jepang Pakis telah banyak muncul Usaha Kecil Menengah (UKM) namun hasil produk di pasarkan secara konvensional.  “Pemasarannya melalui jasa bakul (pedagang),” terangnya.
Hal ini juga diamini oleh Khaerul Umam, salah seorang mahasiswa KKN Undip. “Kami memberi pelatihan ini agar bisa membantu masyarakat untuk memasarkan produk kerajinan tas, pakaian, bordir, melalui internet,” jelas Umam.
Pantauan NU Kudus.com, ada 20 anggota IPNU IPPNU Jepang Pakis menjadi peserta pelatihan Web site ini. Sedangkan tujuh mahasiswa Undip ini bertindak sebagai tutor dari pelatihan membuat web ini.
Tak hanya itu, Umam juga berharap pemuda IPNU IPPNU selepas pelatihan, mampu membuat web untuk pemerintah Desa Jepang Pakis. “Harapannya, pemuda di sini bisa memfasilitasi pembuatan web untuk desa ini,” jelasnya.
Selain itu Suko juga berharap IPNU IPPNU Jepang Pakis ke depan memiliki web sendiri. “Semoga IPNU IPPNU bisa punya web sendiri. Gunanya untuk menginformasikanprogram-program melalui dunia maya,” jelas Suko.
Suko mengatakan terima kasih pada semua pihak, terutama mahasiswa KKN Undip dan pemerintah desa Jepang Pakis yang telah membantu kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih, karena kader IPNU IPPNU desa ini dibekali ketrampilan mendesain web,” tuturnya. (Abdul Rochim/adb)

Kepengurusan PC IPNU Kudus Terbentuk

8:35 AM Add Comment
Kudus, nukudus.com
Setelah melalui proses yang panjang, kepengurusan  PC IPNU kabupaten Kudus periode 2011-2013 akhirnya terbentuk. Dari hasil  rapat formatur (3/1) lalu, telah tersusun pengurus  harian IPNU dengan komposisi  Ketua dengan 4 wakil ketua  bidang , sekretaris dan 4 wakilnya serta Bendahara dengan 1 wakilnya.
Adapun susunan pengurus harian itu lainnya  ketua  Dwi Saifullah , wakil ketua bidang Litbang Izzul Ma’ali (kota) ,waket bidang Pengkaderan Noor khoiri  (jati) wakil bidang peningkatan santri dan pelajar mahasiswa Ubaidillah dwi lazuardi (Gebog) , Waket bidang perekonomian Wahyu setiadi (gebog), wakil Bida CBP Khoirul Anam (Kaliwungu).Sedangkat sekretaris dijabat Ali Shofi’i (Mejobo), wakil sekretaris Abdurrohim (Jati), Jarwoto (Dawe) ,Edy Sayogi (Bae)  dan anas (Mejobo). Sementara bendahara Asy’ari (jekulo) dan Rozikin (Dawe).
Ketua PC IPNU Kudus Dwi Saifullah mengatakan terbentuknya   pengurus harian ini  sudah sesuai  amanat koncab IPNU  akhir November lalu yang memberikan mandate  kepada tim formatur  untuk menyusun kepengurusan.
“Hasil  keputusan ini sudah final karena pemilihan pengurus berdasarkan kemampuan maupun kapabilitas masing. Setelah ini pengurus harian akan menyusun kepengurusan departemen maupun lembaga yang dibutuhkan. “ujarnya   Sabtu (7/1) di Kantor sekretariatnya.
Dikatakan, IPNU Kudus ke depan akan mengusung visi mengembalikan hakekat tri logi IPNU ‘belajar,berjuang dan bertaqwa’ .
“Trilogi IPNU tadi harus dipahami bukan hanya sebatas tekstual melainkan juga  harus diwujudkan secara kontekstual,”tandasnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, IPNU Kudus mengusung misi mendorong pelajar agar tetap semangat dalam membentuk etos belajar yang tinggi dan membangun jiwa ikhlas berjuang dengan memiliki semangat nasionalisme.
“Selain itu, IPNU akan berupaya mewujudkan pelajar di kudus yang berkarakter menuju insane kamil.”jelas Dwi Saifullah seraya menekankan perlunya kebersamaan pengurus dalam mengusung visi misi tersebut. (Qomarul Adib)

PR. IPNU-IPPNU Sidorekso Adakan Pengajian

8:31 AM Add Comment


KUDUS,nukudus.com — Disetiap malam bulan Robi’ul Awal terdengar di masjid-masjid lantunan syair-syair  memuja sang tercinta Nabi Muhammad SAW, suara merdu vokalis yang diiringi dengan lantunan musik rebana, mengugah spirit masyarakat yang hadir untuk ikut melantunkan lagu-lagu sholawat, dialah Sang Uswah Khasanah Rosul Muhammad SAW sebagai pemberi syafaat besok di yaumil qiyamah kepada seluruh umat muslim.

Begitu pula di Masjid Jami’ Darussalam Sidorekso kaliwungu kudus. Malam kamis (29/2) kemarin ratusan masyarakat setempat mengikuti pengajian dalam rangka peringatan maulid nabi Muhammad yang diselenggarakan PR IPNU-IPPNU Sidorekso Kaliwungu Kudus di masjid tersebut.

Menurut ketua PR IPNU-IPPNU Sidorekso Kaliwungu Kudus Kanafi, pengajian ini sebagai malam puncak terakhir dalam serentetan berbagai kegiatan lomba yang diadakan tanggal 19-21 Februari 2012. Diantara lomba tersebut adalah  lomba pembacaan Sholawat, pembacaan Kitab Albarjanji, dan lomba Tartil Al-Qur’an untuk tingkatan SD/MI.

“Sedangkan lomba untuk tingkatan SMP/MTs yakni lomba Pidato, lomba Pembacaan Kitab Al-barjanji dan lomba Tartil Al-Qur’an.”jelasnya.

Ia menambahkan tujuan diadakannya rangkain kegiatan ini adalah untuk mensyiarkan agama islam sekaligus memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan untuk mengenalkan organisasi kepelajaran IPNU-IPPNU kepada seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat yang hadir diantaranya ibu-ibu Muslimat, Nahdliyyin , anak-anak siswa-siswi dan turut hadir pula pemerintahan desa Sidorekso serta Ketua PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu.Romli  dan Suni Maryani. Mereka dengan seksama mendengarkan mauidhoh hasanah KH. Ahmad Asnawi asal Kudus sampai purna acara. (anam/adb)

FORKAPIK IPNU-IPPNU Kudus Adakan Peringatan Maulid

8:30 AM 3 Comments



KUDUS, nukudus.com – Forum Komunikasi  antar Pimpinan Komisariat (Forkapik) IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus mengadakan peringatan Maulid nabi Muhammad SAW bertempat di Aula Kantor NU Kudus, Senin (27/2). Acara yang diiuti 150 siswa-siswa delegasi dari sekolah dan madrasah se Kudus itu menghadirkan nara sumber Mustasyar PCNU Kudus KH. Muslim  A Kadir.

Ketua FORKAPIK Kabupaten Kudus Fadhur Rahman Fahmi mengatakan kegiatan ini bertema lahirnya pemimpin agung membawa pengaruh besar dalam dunia pendidikan dan etika moral.  “Acara ini sengaja kita kemas dengan dialog interaktif agar kaum pelajar bisa mendalami pemahaman tentang pendidikan agama dan etika,” ujarnya

Ia menjelaskan munculnya kesalahfahaman dalam memaknai pendidikan agama dikalangan pelajar menyebabkan kurang berhasilnya penerapan pendidikan sebagaimana pendidikan yang diajarkan oleh pimpinan agung kita, Nabi Muhammad SAW. Kurangnya pemahaman pendidikan agama itu sering  mengakibatkan  terjadinya berbagai tindakan destruktif, anarkisme maupun radikalisme.

“Nabi Muhammad SAW memiliki mu’jizat yaitu Al-Qur’an yang didalamnya terdapat pengetahuan, sumber pengetahuan yang tidak hanya ditiru oleh umat Islam tetapi juga oleh umat beragama lain, seperti Yahudi dan Nasroni,” katanya lagi.

Selaku nara sumber, Mustasyar PCNU Kudus KH. Muslim A Kadir mengatakan sebagai orang NU harus lebih memperbaiki lembaga pendidikan miliknya sendiri  daripada menilai lembaga orang lain .” Kalau tidak kita sendiri yang menilai  siapa lagi?. Ini semua demi  kebaikan dan perkembangan  lembaga kita.”katanya.

Mulai awal hingga akhir, semua yang hadir tidak beranjak dari kegiatan ini. Turut hadir dalam acara ini  Habib Husein Al Jufri, Pengurus PC IPNU-IPPNU Kudus dan 150 siswa-siswi delegasi dari Pimpinan Komisariat dan OSIS sekolah dan madrasah se-Kabupaten Kudus yang masing-masing delegasi mengirimkan 2 siswaIkut.
(noviana/muhaimin/adb)

PAC. IPNU-IPPNU Kaliwungu Bedah POPA-IPNU PPOA-IPPNU & PD-PRT

8:29 AM 2 Comments


KUDUS,nukudus.com — Menyadari pentingnya pedoman  organisasi, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kaliwungu Kudus mengadakan bedah isi Peraturan Organisasi Peraturan Administrasi (PO PA) dan Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) yang dilaksanakan di SMK NU Ma’arif  Kudus, Jum’at (24/2).

“PO PA dan PD PRT IPNU IPPNU merupakan pedoman resmi dalam menjalankan roda organisasi di semua tingkatan dari Pimpinan Ranting hingga Pusat,” jelas Moh. Romli selaku ketua PAC IPNU Kaliuwungu.

Romli menambahkan dengan adanya bedah PO PA dan PD PRT IPNU-IPPNU setidaknya bisa menambah pengetahuan di PR dan PK serta mempertahankan gelar 3 besar administrasi terbaik di Kabupaten Kudus. Hal ini senada dengan ketua panitia Jahuri . “Tujuan yang hendak dicapai pada kegiatan ini adalah memberi wawasan dan pendalaman tata cara administrasi dan organisasi yang baik secara konfrehensif. Target terwujudnya sistem administrasi dan organisasi yang teratur,” tegasnya.

Hadir sebagai fasilitator diklat, Noor Khoiri Wakil Ketua bidang pengkaderan IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus, alumni PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kaliwungu yaitu Ayuna Turhamun, Ngadimin, Chotibul Umam dan Muktiyatun Naimah. 

”Melalui kegiatan ini , nantinya setiap melangkah mengadakan kegiatan tetap memegang teguh POPA dan PD PRT IPNU-IPPNU,” kata khoiri dalam penutupan acara.
(Anam/rcm)

Pelantikan PR. IPNU-IPPNU Jati Kulon

8:28 AM Add Comment


Jati,nukudus.com — Setelah vakum cukup lama, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Jati Kulon Kecamatan Jati Kudus (PR IPNU IPPNU) resmi dilantik pada Sabtu, (25/2) di Madrasah Diniyah (Madin) Maslichah Jati Kulon.
Sebagai ketua terlantik, Muhammad Wahyu dan Nurul Arifah akan menahkodai jalannya PR IPNU IPPNU selama masa khidmat (1433-1435 H/2012-2013 M).
Usai pelantikan, mereka pun mendapat arahan Pembina. Hal ini dimaksudkan agar periode ke depan mampu berjalan dengan baik.
Antusiame pengurus dan sejumlah tamu undangan yang hadir sangat tinggi. Terbukti, meski gerimis tak menyurutkan semangat mereka untuk hadir dalam acara pelantikan ini.
Acara pelantikan dibuka dengan pembacaan maulid memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, meski sudah mulai memasuki bulan Rabi’ul Akhir.
Pelantikan dihadiri oleh sejumlah tokoh desa setempat. Diantaranya, Ahmad Maula Shofa dan Ira Aryani selaku ketua PAC IPNU IPPNU Kecamatan Jati serta NU dan Muslimat desa setempat.
(Dedi /rcm)

PR. IPNU-IPPNU Samirejo Gemar Berkreasi

8:27 AM Add Comment


Dawe, nukudus.com – Selalu ingin berkreasi. Begitulah gambaran dari PR IPNU IPPNU Samirejo Kecamatan Dawe.
Setelah beberapa waktu lalu sukses menyelenggarakan pelatihan kerajinan merancang dompet dari limbah plastic, kini mereka menyelenggarakan pelatihan membuat bros, gantungan kunci, sarung hp dan bungkus gallon.
Menurut Ahmad Qirom selaku ketua PR IPNU Samirejo, acara ini bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Muria Kudus (UMK).
“Bahan dasarnya benang wol dan flannel,” jelas Ardiansyah selaku Koordinator Desa (Kordes).
Melalui kegiatan ini diharapkan memacu kreatifitas pemuda desa Samirejo. “Harapannya, pemuda di sini khususnya IPNU IPPNU selalu berkreasi,” jelas Ardiansyah
Sementara itu, Qirom mengaharapkan kegiatan seperti ini bisa berkesinambungan. “Kami ingin ingin bisa terus mengadakan acara seperti ini,” katanya.
Hadir dalam acara ini Wahyu Setiadi selaku Wakil Ketua IV bidang perekonomian PC IPNU Kudus. Wahyu berharap ada kontinuitas setelah pelatihan ini. “Kami berharap ada tindak lanjut dari pelatihan ini. Hasil kerajinan bisa dikembangkan sebagai nilai plus organisasi,” harapnya.
(Jarwoto/Abdul Rochim)

Lomba Anak Meriahkan Maulid Nabi

8:26 AM Add Comment


BAE, nukudus.comPeringatan Maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Pedawang dimeriahkan dengan berbagai lomba anak-anak di MI NU Sholahiyah Desa Pedawang Bae Kudus,rabu (8/2) lalu.  Disamping lomba Tartil, Wudlu dan doanya,  puluhan siswa-siswi dari TK,SD dan MI desa setempat juga mengikuti, menggambar, mewarnai, Cerdas Cermat, Balap karung dan balap kelereng dengan suasana keceriaan.

Ketua Panitia Slamet Wibowo mengatakan acara ini bertujuan untuk mengasah kreativitas anak-anak/pelajar di Desa Pedawang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi progam tahunan IPNU-IPPNU Ranting Pedawang. “Peringatan maulid tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnnya. Lebih terkoordinasi dengan baik dan sangat meriah,” jelasnya.

Walaupun hasil lomba diumumkan pada akhir acara, namun penyerahan hadiah di laksanakan pada hari selasa (14/02) besok bersamaan  acara pengajian Maulid yang di adakan oleh Masjid Jami’ Busyrol Karim tepatnya disebelah utara MI NU Sholahiyah Pedawang.
(hanif/adb)

PR. IPNU-IPPNU Samirejo Adakan Donor Darah

8:25 AM Add Comment

DAWE , nukudus.com – Jum’at (10/2),  Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Samirejo mengadakan kegiatan donor darah bertempat di Balai Desa Samirejo.  Meski  baru pertama kali, telah mampu mengundang puluhan warga desa setempat  mendonorkan darahnya.
Ketua IPNU Samirejo Ahmad Qirom  mengatakan kegiatan bertujuan  menumbuhkan rasa kepedulian sosial antar sesama manusia.
“Kegiatan ini juga mendorong kesadaran masyarakat melakukan donor. Karena setetes darah sangat berarti membantu pasien yang membutuhkan,”katanya.
Donor darah, kata Qirom,  mampu memberi manfaat untuk menjaga kesehatan jantung,  meningkatkan produksi sel darah merah dan  membantu penurunan berat badan tubuh.
“Melalui donor darah ini juga  mampu  secara cepat mendeteksi  kesehatan psikologi & penyakit ,” terangnya
Kegiatan ini merupakan kerja sama IPNU-IPPNU, Tim KKN Universitas Muria Kudus desa Samirejo dan PMI Kudus. Dalam kesempatan tersebut diberikan doorprize yang diperuntukkan kepada semua pendonor diakhir kegiatan.
Kordinator  tim KKN Lutfi  meminta IPNU-IPPNU Samirejo bisa menindaklanjuti pelaksanaan donor darah dengan menjadikan  kegiatan rutin.  
(jarwoto/adb)
OSIS MTs-MA NU Nurussalam Adakan Latihan Jurnalistik

OSIS MTs-MA NU Nurussalam Adakan Latihan Jurnalistik

8:24 AM Add Comment
GEBOG, nukudus.com – Dalam upaya menumbuhkembangkan kreativitas bidang tulis-menulis, OSIS Mts-MA NU Nurussalam mengadakan  Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) di aula madrasah setempat, Kamis[9/2]. Kegiatan yang dibuka Kepala MTs NU Nurussalam H. Muh.Shonhaji itu diikuti sekitar 60 peserta siswa-siswi madrasah tersebut.
Ketua Panitia Maya Liya Rohmah mengatakan tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan serta melatih pelajar Nurussalam di bidang jurnalistik.
“Selain itu, untuk memberi bekal ketrampilan menulis sehingga tercetak kader-kader jurnalis maupun penulis dikalangan pelajar,”ujarnya di sela-sela kegiatan yang berlangsung hingga jum’at (10/2).
Pelatihan jurnalistik ini, tambahnya, menjadi agenda rutin tahun OSIS sebagai upaya   mempersiapkan penerbitan majalah sekolah yang diterbitkan satu tahun sekali.
“Melalui pelatihan ini, kita menjadi paham tehnik-tehnik penulisan dan pembuatan majalah sekolah,”jelasnya
Dalam pelaksanaan ini, peserta sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan nara sumber dari kalangan penulis dan wartawan. Diantaranya, Dasar-dasar Jurnalistik disampaikan Wartawan NU Online Qomarul Adib, Penulisan Karya Sastra dan Artikel oleh Widhi Muryono (Redaksi Majalah Arwaniyyah) dan Wartawan Suara Merdeka Zakki Amali mengenai tehnik penulisan berita. Selain itu, peserta juga diajak praktek membuat majalah bayangan di akhir materi.
Waka kurikulum Roihatun berharap, adanya kegiatan ini dapat menginspirasi anak-anak didik Nurussalam untuk mengembangkan bakat serta kemampuan menulis siswa. “Berlatihlah terus, jangan berhenti untuk menulis.”pesannya singkat.
(Madinatul Munawarah/adb))

Kader PR. IPNU-IPPNU Samirejo Pacu Kreatifitas Melalui Sampah

8:21 AM 1 Comment



DAWE, nukudus.com

Sampah bagi sebagian orang adalah barang tak berguna. Bahkan, di kota-kota besar seperti Jakarta sampah menjadi masalah tersendiri. Namun, hal itu tak berlaku pada anak-anak Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PR IPNU IPPNU) Desa Samirejo Dawe.

Sabtu (28/1) lalu, puluhan kader IPNU-IPPNU Setempat mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah plastic diolah menjadi sebuah dompet yang diselenggarakan  di Balai Desa Samirejo Kecamatan Dawe Kudus. Acara ini diadakan PR IPNU-IPPNU Samirejo Dawe bekerjasama dengan Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) Karang Taruna Loram Wetan Jati Kudus.

Menurut  ketua IPNU Samirejo, Ahmad Kirom  pelatihan ini dimaksudkan memberi pemahaman sekaligus praktek pemanfaatan sampah plastic yang didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna.
“Pelatihan ini penting sekali kaitannya dengan lingkungan yang memacu  proses kreatif,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan ketua KUPP Karang Taruna Loram Wetan, Muh Taufiqurrahman. Menurutnya, Selama ini masyarakat belum banyak tahu pemanfaaatan limbah plastic, khususnya bungkus mie maupun bungkus lainnya.

“Jika dibuang sampah plastik tak bisa diurai oleh tanah. Nah, dengan mendaur ulang kita bisa meminimalisasi masalah lingkungan itu,”jelasnya.

Dari praktek tersebut, terlihat dari bahan yang dipakai berasal dari bahan yang sangat mudah didapat seperti bungkus mie instan, bisbane (bahan pinggiran tas), perekat dan pita. Sementara peralatannya Staples dan lilin.

Selaku fasilitator, Taufiqurrahman menjelaskan untuk membuat satu dompet dibutuhkan 20 hingga 25 bungkus mie instan. Terkait langkah-langkahnya adalah  buka bungkus menjadi lembaran-lembaran lalu , lipat lembaran kemudian rekatkan dengan lem lilin. Selanjutnya anyamlah lipatan tersebut menjadi pola dompet.
“Agar lebih rapi bias direkatkan dengan staples. Finishing, dompet dapat dipercantik dengan pita dan perekatan bisbane.”terangnya

Pelatihan daur ulang tersebut mendapat perhatian peserta yang  sangat antusias sekali.  Mereka  mengaku senang dengan diadakan pelatihan ini. “Pelatihan mendaur ulang sampah menjadi dompet ini sangat menyenangkan dan sangat kreatif,” tutur salah seorang peserta.

Tak ketinggalan, Shofwatul Mawadah selaku ketua PR IPPNU Samirejo berharap dari pelatihan ini kader dapat tanggap dengan lingkungan dalam hal ini limbah plastik.
Kontributor : Abdur Rochim

Penguatan Ideologi Aswaja melalui MAGNUM

8:18 AM Add Comment


KUDUS,nukudus.com– Pimpinan Anak Cabang IPPNU Kec Gebog Kudus kembali mengadakan acara  MAGNUM (Majlis Arisan Gerakan NU Muda) di rumah  Fitria Amelia  Menawan (26/2) kemarin. Acara yang diadakan secara rutin Ahad ketiga setiap bulan ini diikuti 25 pengurus PAC dan perwakilan ranting dan PK (Pimpinan Komisariat) Se Kec. Gebog.

Selain arisan, kegiatan pada putaran ketiga ini  juga mendiskusikan tema actual yakni “Membumikan Aswaja melalui IPNU- IPPNU”. Menurut  pimpinan diskusi Novi Puji Astuti, pengambilan tema tersebut dilatarbelakangi oleh maraknya gerakan-gerakan yang menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal jamaah dan gerakan radikal yang mengatasnamakan islam.

“oleh karena itu perlu membangun strategi gerakan yang jitu dalam menunaikan amalan kepelajaran IPNU-IPPNU,”katanya.

Menanggapi hal tersebut, ketua PAC IPPNU kec. Gebog, Wiwik Qomariyyah mengatakan perlu adanya penguatan ideologi yang harus ditanamkan sejak dini dikalangan pelajar IPNU-IPPNU.

Langkah ini,tambahnya,  dimaksudkan sebagai benteng agar para pelajar IPNU-IPPNU tidak mudah menjadi korban cuci otak dan tidak mudah terjerumus kedalam gerakan-gerakan yang menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.

“untuk itu IPPNU sebagi organisasi kepelajaran penting membangun gerakan berbasis keilmuan untuk penguatan ideologi Aswaja dikalangan pelajar” tandas  wiwik.

Pimpinan cabang IPPNU Risda Umami yang hadir dalam acara ini mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan secara bergiliran tempatnya di Pimpinan Ranting.

Ia menilai kegiatan ini dikemas dengan apik dan menarik minat yang bisa melahirkan ide-ide atau gagasan-gagasan baru untuk perbaikan kualitas kader NU kedepan.

“Disamping nama yang unik, acara seperti ini menunjukkan bahwa perempuan  itu bisa mandiri dan menunjukkan jatidiri perempuan serta keeksistensinya. Ini sangat kreatif, menarik, dan sangat inspiratif, ikatan emosional pengurus anak cabang akan terjalin melalui kegiatan ini” tandasnya.  
(Noviana UZ)

PC IPNU IPPNU Kudus Silaturahim ke KH Chusnan

12:25 PM Add Comment


PC IPNU IPPNU Kudus Silaturahim ke KH Chusnan
Usai melengkapi kepengurusan yang baru, PC IPNU IPPNU Kudus masa hidmah (1433-1435 H/2012-2014 M) melaksanakan silaturahim ke kediaman KH Chusnan, Ketua PCNU Kudus, pada Selasa (17/1).
Ditemui di rumahnya yang berlokasi di Desa Peganjaran Kec Bae, PC IPNU IPPNU Kudus memperkenalkan pengurus-pengurus harian yang baru. Suasana akrab makin terasa, ketika bapak NU ini tak segan untuk menanyai satu demi satu pengurus IPNU IPPNU.
“Kami berharap PC IPNU IPPNU Kudus juga dapat meraih kesuksesan,” pinta Dwi Syaifullah ketua PC IPNU Kudus.
Selain itu,membicarakan kepentingan organisasi, utamanya IPNU-IPPNU. Diantaranya, menyinggung agenda pelantikan yang akan diselenggarakan nanti pada Jumat 2 Maret 2012. Hal ini bertepatan dengan hari lahir IPPNU.
“Kebetulan tanggal itu adalah hari lahirnya ke 57 IPPNU,” tegas Dwi. Menanggapi rencana ini, KH. Chusnan menyarankan untuk menjadi satukan dengan kegiatan Porsema. “Kegiatan Porsema akan dilaksanakan pada 4 Maret,” tuturnya.
Dalam silaturahim kali ini, Ia juga beramanat untuk selalu memegang teguh dalam mengamalkan ahlussunah wal jama’ah dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya dalam menjaga pergaulan antara IPNU IPPNU.
“Kalian memang anak muda, tapi anak muda aswaja,” beliau berwasiat.

PC NU Pring Sewu Lampung Kunjungan Kudus

PC NU Pring Sewu Lampung Kunjungan Kudus

10:18 AM Add Comment
Kudus, NU Online
Berupaya untuk meningkatkan kualitas organisasi, rombongan PCNU Pring Sewu Provinsi Lampung mengadakan kunjungan study banding ke Gedung PCNU  Kudus yang beralamat di jalan Pramuka 20 Kabupaten Kudus Senin (16/1).
Rombongan yang berjumlah tujuh orang itu diterima pengurus harian PCNU Kudus kemudian mereka saling tukar informasi kondisi perkembangan organisasi  di daerah masing-masing.
Ketua Tanfidziyah PCNU Pring Sewu Mahfudz Ali  mengatakan NU Kudus merupakan barometer NU Jawa Tengah termasuk masyarakatnya masih kental dengan ke-NU-annya. Sementara di perkotaan Pring Sewu yang masyarakatnya majemuk  sudah mulai kehilangan ajaran maupun amalan NU seperti Sholawat.
“Masyarakat kami sangat majemuk, di pedesaan masih NU, tapi di perkotaan sudah mulai kehilangan sholawat. Makanya kami berkunjung ke Kudus karena NU disini memiliki basis massa nahdliyyin yang kuat, ” tuturnya.
Rombongan PCNU Pring Sewu juga menanyakan keberadaan LP Ma’arif Kudus yang mampu mengayomi puluhan madrasah dan sekolah di Kudus.
“Di Pring Sewu banyak sekolah yang pendirinya orang NU tapi belum mau bergabung dengan Ma’arif dan hanya beberapa sekolah saja yang bersedia,” jelas salah seorang pengurus NU Pring Sewu.
Kehadiran PCNU Pring Sewu ini mendapat sambutan baik dari Ketua PCNU Kudus KH Khusnan Ms. Mengawali sambutannya, Chusnan mengatakan PCNU Kudus sedang melakukan upaya peningkatan kualitas sumber daya NU yang dinilai kurang dengan membangun balai diklat NU.
“Saat ini masih proses penyelesaian gedung diklat lantai dua yang nantinya sebagai sarana peningkatan SDM NU,” katanya.
Terkait keberadaan LP Ma’arif NU Kudus, KH. Khusnan menjelaskan kemajuan lembaga yang mengurusi pendidikan ini tidak terlepas melalui proses yang panjang.
“Dulu kita sempat mengumpulkan dana Rp50,- dari siswa-siswa dari Madrasah Banat dan SMA Al Ma’ruf untuk membantu sekolah atau siswa NU yang kurang mampu,” kenangnya.
Ia berkisah dari dana itu sempat digunakan untuk membelikan almari untuk sekolah yang memang membutuhkan, untuk mengadakan bimbingan administrasi, dan membuatkan stempel.
“Alhamdulillah sekarang kita sudah mendapat kepercayaan dari madrasah ataupun sekolah di Kudus,” tambah KH Khusnan.
Dari sisi ekonomi, PCNU Kudus mendapat pujian karena telah memiliki  Koperasi Warga NU yang telah berkembang . “Kami merasa bangga Koperasi di Kudus berjalan baik dan mampu menembus angka 5 M. Padahal kami pernah mendirikan koperasi masyarakatnya malah lebih suka minjam tapi enggan untuk mengembalikan,” tutur pengurus Pring Sewu.
Direktur Koperasi Warga NU (Kowanu)  Kudus Gunari menjelaskan jalannya koperasi ini dikembangkan secara professional. “Masyarakat kami juga lebih suka meminjam, tapi kami berkomitmen untuk menariknya secara disiplin,” terangnya.
Dikatakan Gunari,pendirian Kowanu sempat menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi riba namun setelah melalui proses kajian akhirnya konsep dan format yang dikembangkan sesuiai syariat Islam.
“Di awal pendirian kami mampu menembus angka 1 M dan sekarang telah mampu tembus hingga angka 5 M,” jelasnya.
Diakhir pertemuan KH Cusnan berpesan pada PCNU Pring Sewu untuk tak usah merisaukan bagaimana hasilnya tapi pada proses yang dijalani.
“Allah akan melihat prosesnya dan janganlah memikirkan hasil. Masalah hasil itu urusan Allah, yang penting ikhtiar,” tuturnya.