Berita PC

Berita PAC

Berita PR

Recent Posts

Sidang Pleno III; LPJ PP-IPNU 2015-2018 Diterima!

7:08 PM Add Comment
Sidang Pleno III; LPJ PP-IPNU 2015-2018 Diterima!
Cirebon - Kongres XIX IPNU telah menggelar Rapat Pleno III dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pimpinan Pusat IPNU, dan Pandangan Umum Peserta Kongres. Hasilnya, laporan Ketua Pimpinan Pusat IPNU Asep Irfan Mujahid diterima, Senin (24/12).

Asep, Ketua PP IPNU dan selaku mandataris Kongres XIX pada 2018 di Cirebon, memaparkan progres report selama menunaikan amanah sebagai Ketua Umum dalam kurun waktu 3 tahun. Laporan tersebut meliputi capaian yang selama ini dan apa yang belum optimal untuk diteruskan dan ditingkatkan untuk masa khidmat berikutnya.

Selain itu,  Asep juga menyampaikan laporan keuangan PP IPNU Total penerimaan selama periode 2015-2018 sebesar 2,66 M.

Setelah penyampaian Laporan Pertanggungjawaban, berbagai pandangan umum disampaikan oleh 27 Pimpinan Wilayah (PW) IPNU. Dari 27 Pimpinan Wilayah tersebut, hanya satu yang menolak yaitu PW IPNU DIY.

"Setelah LPJ ini, semoga silaturahmi tetap terjalin. Bukan hanya pada saat struktural IPNU, karena 80% dari pengurus pimpinan pusat IPNU akan menjadi alumni" pungkasnya. (AS/AMF)

Semarak Pameran Pendidikan dan Bazar di Kongres IPNU-IPPNU Cirebon

2:28 PM Add Comment
Semarak Pameran Pendidikan dan Bazar di Kongres IPNU-IPPNU Cirebon
Cirebon - Kegiatan Bazar turut menyemarakkan kegembiraan Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVIII 2018 di Ponpes KHAS Kempek Cirebon. Senin (24/12), tim redaksi PILAR mewawancarai secara eksklusif Ketua Divisi Pameran Pendidikan & Bazar Pimpinan Pusat (PP) IPNU-IPPNU, Rekan Aris Sofyan.

Di sela-sela kesibukannya,  ia menyebutkan bahwa ada 47 stand bazar yang berpartisipasi. Diantaranya 30 Stand Pengurus Cabang (PC) dan 3 Stand Pengurus Wilayah (PW) IPNU-IPPNU, 5 Stand santri Ponpes KHAS Kempek, dan 12 stand pedagang luar.

Aris Sofyan PP IPNU
Redaksi Pilar berfoto dengan Rekan Aris Sofyan. (AFA)
Rekan Aris juga menerangkan bahwa pihak yang ingin mendirikan stand diharuskan membayar biaya sewa. Besaran biaya sewa ditentukan oleh fasilitas yang didapatkan dan letak stand dengan kisaran lima ratus ribu hingga satu juta rupiah.

"Kegiatan Bazar ini tidak diperuntukkan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, tetapi sebagai media belajar untuk berwirausaha, sekaligus menjadi tempat silaturrahim rekan-rekanita IPNU-IPPNU se Indonesia" Pungkasnya. (AS/AMF)

Modal Bismillah dan Dua Batang Rokok ke Kongres IPNU di Cirebon

10:58 AM Add Comment
Modal Bismillah dan Dua Batang Rokok ke Kongres IPNU di Cirebon
Cirebon - Kongres IPNU XIX dan IPPNU XVII Kempek tidak hanya bercerita mengenai peresmian pembukaan yang dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo. Atau bercerita mengenai gagasan-gagasan kedepan bahkan berbicara mengenai bakal caketum.

Di balik kegemilangan kongres, ada kisah menarik dari salah satu perwakilan PC IPNU Kab. Tulang Bawang Lampung. Rekan Kamil  dijumpai saat ngopi bersama tim redaksi pilar, sabtu (22/12) ia menceritakan kisahnya, bagaimana ia dapat sampai ke cirebon untuk menghadiri kongres ini.

Rekan berumur 19 tahun itu adalah kelahiran di Madura Jatim dan berdomisili di Tulang Bawang Lampung, yg sedang menempuh pendidikan semester 1 di STAI Tulang Bawang. Di IPNU sendiri ia menjabat sebagai wakil 1 PC IPNU Tulang Bawang. Ia sempat bercerita bagaimana keadaan PC IPNU disana.

PC IPNU Tulang Bawang atau yang biasa disebut PC IPNU Tuba pernah vakum selama 2 tahun. Saat Kamil menjabat, keadaan PC IPNU masih sangat lemah, dikarenakan keadaan PAC ataupun Komisariat dan Ranting yang kurang terstruktural.

"Kemungkinan saya akan turun ke PAC saja, karena tahun depan InsyaAllah di kecamatan saya akan dibentuk kepengurusan PAC, jadi saya pengen membangun PAC yang baik dulu di kecamatan saya, sehingga nanti dapat berkembang ke kecamatan lain, sehingga menjadi PC Tuba yang baik dan terstuktur" ujarnya.

Di Kongres IPNU-IPPNU Kempek Cirebon ia datang bersama rombongan bus PW IPNU Lampung, yang diisi kurang lebih 150 orang. Ia sangat bersyukur dapat sampai di cirebon dengan selamat. Karena pada saat sebelum keberangkatan, ia dan teman-teman pengurusnya kesulitan dalam hal finansial.

Dengan bermodal keyakinan yg kuat, ia dan teman-temannya berusaha serta bersungguh-sungguh untuk bisa berangkat ke Cirebon. Ia kemudian mencoba menghubungi senior-senior IPNU dan Alumni dengan menyodorkan proposal kongres. Akhirnya ia mendapat respon dari alumni. Ia menceritakan kegelisahannya kepada senior alumni tentang keinginannya untuk ikut serta di kongres IPNU yg ke XIX tersebut.

"Saya bisa ngasih kamu dan teman-temanmu biaya trasport, cuma sebelum itu, kamu datengin para senior alumni yang lain. Saya pengen lihat kesungguhan kamu, sampai mana usaha kamu demi ngikut acara kongres IPNU ini" kata salah satu senior alumni yang pertama kali dikunjunginya.

Dari situlah dengan tegas Kamil menyanggupi tantangan itu. Ia lalu mencoba mengubungi alumni-alumni lain. Ia silaturrahim sekaligus sowan para senior alumni. Senior demi senior sudah ia kunjungi. Kemudian ia bertemu dengan salah satu alumni, dan alhamdulillah, dari beliau ia dapat biaya transport yang cukup untuk mengikuti acara tersebut. Ia langsung mengubungi alumni yang pertama bahwa ia telah mendapatkan biaya transport.

"Oh yaudah, Alhamdulillah, nanti uang yang dari saya bisa digunakan untuk makesta dan pelantikan" tutur beliau via telepon.

Biaya tersebut kemudian langsung diserahkan semuanya kepada Ketua PC-nya. Ia hanya meminta agar biaya perjalanan dan makan sudah dimasukkan dalam anggaran tersebut.

"Saya kesini itu hanya bermodal Bismillah dan dua batang rokok mas, gak bawa uang sepesiar pun, gak nyangka saya bisa nyampek di Cirebon, dan ikut kongres ini. Dan saya yakin, berkhidmat di NU itu pasti berkah, banyak kawan, banyak saudara. Buktinya kita bertemu disini sarasa sudah melebihi dari saudara, seperti keluarga sendiri" pungkasnya sambil menetek rokok. (AS/AMF)