IPNU IPPNU dengan berbagai masalah yang menghadang

12:09 AM

dari Kiri Dwi Saifullah (Ketua PP IPNU bidang Kaderisasi), Wahyu Saputro (ketua PC IPNU Kudus) Asep Irfan Mujahid (Ketua Umum PP IPNU) Ferial Farkhan Ibnu Akhmad ( Ketua PW IPNU Jawa Tengah)

IPNU IPPNU adalah organisasi setruktural dibawahnya NU yang menangani bagian pelajar. Sejarah berdirinya IPNU diwalai dengan latar belakang adanya keresahan para pelajar dan santri ketika itu tidak ada wadah yang menampung aspirasi pelajar dan santri kala itu. Sehingga munculah berbagai organisasi seperti tahun 1936 di Surabaya berdiri Tsamrotul Mustafidin dan PERSANO (Persatuan Nahdlatul Oelama’) di Malang. Pada tahun 1941 berdiri PAMNO (Persatuan Anak Murid Nahdlatul Oelama’), dan tahun 1945 berdiri Ikatan Murid Nahdlatul Oelama’ (IMNO), tahun 1946 di Sumbawa berdiri Idjtimaut Tolabah Nahdlatul Oelama’ (ITNO), dan masih banyak organisasi yang bermuatan lokal.

Sehingga pada tahun 1954 di konbes Ma’arif NU di semarang dengan dipelopori oleh M. Sofyan, Cholil, mustahal, Achmad Masjhub dan A. Ghani Farida M. Uda. Sebagai ketua umum disepakati Mochamad Tolchah Mansur terbentuklah organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Setahun setelah IPNU terbentuk dan kemudian melaksanakan muktamar pertamanya yang ada di Malang Jawa Timur, muncullah organisasi baru dengan nama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang diketui oleh Umroh Mafudhoh.

Setelah IPNU IPPNU resmi menjadi organisasi yang bidang garapnya adalah santri dan pelajar milik LP Ma’arif NU. Sehingga pada tahun 1960 M melalui Muktamar IPNU VI dan IPPNU V, IPNU IPPNU menjadi badan otonom Nahdlatul Ulama berdasarkan Anggaran Dasar ( AD ) NU pasal 13 ayat 4.

Setelah menjadi badan otonom di Nahdlatul Ulama tugas IPNU IPPNU dibebankan menjadi organisasi berbasis pengkaderan utama yang ada di Nahdlatul Ulama. menajdi pengkaderan yang utama, IPNU IPPNU mempunyai beban yang berat dalam pengkaderan. Pasalnya IPNU IPPNU harus sebanyak-banyaknya merekrut anggota untuk dididik, diberi pengetahuan mengenai ahlussunnah wal jamaah (aswaja) dan Nahdlatul Ulama . Setelah mengetahui seluk beluk aswaja dan NU maka selanjutnya pengkaderan kedua berada di GP Ansor dan yang terakhir menjadi Nahdlatul Ulama. inilah proses kaderisasi di Nahdlatul Ulama. Dari proses kaderisasi yang sudah terstruktur mulai dari IPNU IPPNU hingga NU. Maka IPNU IPPNU harus bisa mencari trobosan-trobosan baru dan unik untuk mengikat minat pelajar dan santri agar bisa ikut bergabung dengan IPNU IPPNU.

Menata Organisasi

IPNU IPPNU adalah organisasi yang tersetruktur mulai dari bawah PR hingga PP yang setiap tingkatannya mempunyai berbagai problem yang perlu dibenahi. Kaderisari Organisasi dan Administrasi merupakan tiga elemen yang tidak bisa dilepaskan dari organisasi IPNU IPPNU. Karena ketiga elemen tersebut merupakan satu kesatuan yang perlu dijalankan dan perlu diperhatikan secara seksama. Kaderisasi merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh setiap IPNU IPPNU yang berada diberbagai tingkatan. Tanpa adanya kaderisasi yang tertata dengan rapi, maka IPNU IPPNU tidak mempunyai wajah yang baik dibanding organisasi yang lainnya. Dwi Saifullah selaku Ketua PP IPNU Bidang Kaderisasi mengutarakan bahwa kaderisasi ini perlu diyakini diberbagai tingkatan. Karena kaderisasi ini merupakan ruhnya organisasi. Tanpa adanya kaderisasi IPNU bagaikan orang yang tidak mempunyai ruh (orang meninggal).

Yang kedua adalah organisasi, problem organisasi yang sanggat perlu disadari bagi kader-kader IPNU IPPNU. Karena organisasi merupakan bagian-bagian yang tersetruktur utuh hingga bisa disebut organisasi. Namun fenomena yang ada banyak anggota yang tidak mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi. Sehingga banyak pengurus diberbagai tingkatan yang harus dirus oleh pengurus. Inilah tugas dari kader-kader IPNU yang perlu memberi pengetahuan kebawah agar permasalah seperti ini tidak diulang-ulang terus menerus.

Yang ketiga adalah administrasi. Walaupun dilihat hanya sebatas administrasi yang menurut sebagian kader mudah namun manfaatnya besar. Problem yang dihadapi oleh IPNU IPPNU adalah menyepelekan proses administrasi inilah yang salah dari kader kita yang telah menyepelekan proses administrasi. Administrasi merupakan hal yang penting bagi seluruh tingkatan bahkan seluruh kader IPNU IPPNU. Lewat administrasi kita bisa mengetahui berapa jumlah kader yang berada di PR, PAC, PC, PW, PP melalui database Inilah the power of administrasi.

Tantangan IPNU

Di era modernisasi ini tantangan IPNU IPPNU semakin ketat dengan adanya gerakan kaum radikal. IPNU IPPNU sudah kalah start dengan kaum radikal dibuktikan dengan adanya sekolah-sekolah yang sudah dimasuki dengan ajaran radikal. Sekolah merupakan sasaran empuk bagi ajaran kaum radikal, karena sekolah mempunyai siswa yang sedang melampaui masa-masa pubertas atau masa pencari jati diri. Sehingga jika dimasuki dengan ajaran yang radikal dengan dalil dalil yang kuat, sehingga siswa langsung percaya dengan dalil-dalil yang sedemikian rupa, bahkan terdapat hadist ndhoif (hadist yang sanatnya lemah) yang diikut sertakan dalam dokterinisasi. Inilah problem yang harus dapat dipecahkan oleh IPNU IPPNU diberbagai tingkaran mulai dari PR, PAC, PC, PW, hingga PP yang sekarang fokus dengan adanya gerakan radikal tersebut.

Rekan Asep Irfan Mujahid Ketua PP IPNU ketika memberikan pengetahuan terhadap kader PC IPNU IPPNU Kudus. Beliau menyikapi berbagai kasus gerakan radikalisme yang memang sudah mengancam pelajar sekarang. Tak sebatas itu PP IPNU yang dinahkodai oleh rekan Asep tersebut sudah melakukan konsolidasi diberbagai stakholder terkait seperti Kementrian Agama, PP LP Maarif dan lain sebagainya yang turut prihatin dengan adanya gerakan radikal yang sudah memasuki ranah pelajar. IPNU IPPNU sebagai organisasi yang bidang garapnya adalah pelajar, maka IPNU IPPNU harus bisa goto school atau mulai masuk ke sekolah tidak hanya sekolah bersifat agama namun juga bersifat non agama atau sekolah umum.

IPNU IPPNU Kudus ditinjau dari segi kaderisasi dan organisasi, adalah PC yang mempunyai deretan prestasi tidak hanya di tingkat Jawa Tengah saja namun juga tingkat Nasional. Maka tak heran jika PC IPNU IPPNU Kudus sebagai barometer pengkaderan yang ada di Indonesia. Namun perlu diketahui, berbagai deretan prestasi yang telah diraih oleh IPNU IPPNU kudus ini tidak begitu tenang akan prestasi yang telah diraih. Inilah awal tugas yang berat bagi PC IPNU IPPNU Kudus untuk tetap menjaga konsistensi dari deretan prestasi yang telah diraih.

Disamping mempertahankan prestasi yang telah diraih dari berbagai event tersebut. PC IPNU IPPNU Kudus harus bisa menerapkan ”IPNU IPPNU Goto School” yang telah digagas oleh PP IPNU. Tak hanya sekolah yang bersifat agama saja namun sekolah swasta perlu diperhatikan, disamping sekolah yang notabenya adalah agama, IPNU juga perlu mencari cara bagaimana bisa memasuki sekolah umum. Dari laporan PC IPNU Kudus ada beberapa sekolah umum yang sudah bergabung dengan IPNU IPPNU hal seperti itu harus diberdayakan walaupun baru dua komisariat disekolah umum namun itu merupkan sebuah prestasi yang luar biasa ujar Asep Irfan Mujahid.

Bonus Demografi

Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang terbesar di Asia tengara, sedangkan Indoensia menempati peringkat ke empat penduduk terbanyak didunia. Hal ini menunjukan perlu adanya regulasi yang mengatur tentang kependudukan yang ada di Indoensia. Sebanyak 261.1 Juta Jiwa penduduk merupakan angka yang fantasis untuk negera yang sudah berusia 72 Tahun. Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, bonus demografi adalah  jumlah usia produktif (15-64 tahun) mencapai 70 persen. Atau jumlah usia produktif lebih dominan dari pada usia tidak produktif. Indonesia pada tahun 2020 tepatnya Indonesia akan mendapatkan bonus demografi tersebut. Sehingga perlu persiapan tentang matang untuk menghadapi bonus demografi tersebut.

Bonus demografi tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh IPNU IPPNU. Karena dengan adanya bonus demografi diharapakan IPNU IPPNU harus memanfaatkan moment tersebut dengan cara memberi pengetahuan terhadap remaja akan pentingnya mencari ilmu agama, memperkuat pengetahuan tentang Ahlussunnah Wal Jamaah dan pengetahuan tentang pentingnya berorganisasi IPNU IPPNU. Nahdlatul Ulama pada satu abadnya akan menjadi titik kembalinya Islam di seluruh Indonesia. Karena didalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa kebangkitan Islam tidak berasal dari Timur Tengah, melainkan melalui Asia Tengara lebih tepanya adalah Indonesia.

Kesempatan yang langka ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita melewati bonus demografi yang langka ini. Rusia, China, Amerika merupakan korban yang telat menyadari bonus demografi. Sehingga ketiga negara tersebut sekarang tidak membatasi proses reproduksi yang di negara tersebut. Penulis adalah Musthofa Zaenur Rohman selaku tim Pers Jarkom Info PC IPNU Kudus.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »