PC IPNU IPPNU Mengembalikan Dolanan Tradisional

7:49 PM

Kudus – Dalam serangkaian acara harlah IPNU ke-63 dan IPPNU ke-62 Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Kudus adakan Festival Dolanan Tradisional dengan tema "Merawat Budaya Lokal dalam Menghadapi Tantangan Zaman". Festival tersebut bertempat di lapangan Rendeng, Kota, Kudus, Jum'at (10/03).

Kegiatan yang digelar selama 3 jam ini dimulai dari jam 15.00-18.00 WIB berjalan seru dan sportif. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk menjalin silaturrahmi pelajar dan santri se-kabupaten Kudus.

"Perlu kita ketahui festival/dolanan tradisional sekarang hilang/luntur, kita lebih suka digital, karena zaman semakin modern dan canggih," kata Khotimatus Sa'adah selaku ketua PC IPPNU Kudus.
Ima menambahkan kita lebih asik dengan game online, facebook, twitter, instagram, dan lain sebagainya.

"Ada tiga macam lomba yaitu satu langkah satu tujuan, bakiak, gobak sodor," lanjutnya.
Pada festival ini diikuti oleh pelajar, santri, PAC Jekulo, PAC Mejobo, PAC Bae, PAC Kota, PAC Gebog, PAC Kaliwungu, PAC Undaan, dan PAC Jati.

Berikut juara festival dolanan tradisional. Lomba 1 langkah 1 tujuan = IPNU: 1. Gebog 2. Bae 3. Mejobo, IPPNU: 1. Gebog 2. Jekulo 3. Jati. Lomba bakiak = IPNU: 1. Jekulo 2.Undaan 3. Bae, IPPNU: 1. Bae 2. Undaan 3. Kota. Lomba gobak sodor = IPNU: 1. Kota 2. Kaliwungu 3. Gebog, IPPNU: 1. Kaliwungu 2. Mejobo 3. Bae.

"Diharapkan lewat kegiatan ini kita bisa merawat, menjaga dolanan tradisional dari nenek moyang kita," tutur M. Wahyu Saputro selaku ketua PC IPNU Kudus. (Zam)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »