Ngaji Budaya bareng PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah

5:52 AM

Semarang – Ngaji budaya yang diselenggarakan PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah sangat syahdu sekali karena ngaji budaya dilaksanakan setelah pelantikan PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah, Ahad (05/03/2017).

Bertempat di Wisma Perdamaian Semarang, ketua PW IPNU Jawa Tengah Ferial Farkhan Ibnu Akhmad mengatakan ngaji budaya seperti ini harus tetap dilakukan karena bisa menambah pengetahuan kita dan bila tidak faham bisa ditanyakan langsung kepada pembicara.

"Mari kita tetap berpegang teguh (gandulan sarung) para kyai, ulama kita agar tidak tersesat di zaman seperti ini," lanjutnya.

Ngaji budaya tersebut dihadiri oleh KH. Yusuf Chudlory, Gus Candra Malik, H. Hasan Chabibi MT.

"Sudah saatnya orang waras berhenti mengalah, mangsutnya kita sudah lama mengalah sama orang yang tidak waras (ngakunya Islam tapi sering menebar kebencian & mengakfirkan orang Islam). Sekarang saatnya kita berhenti mengalah kepada mereka," kata KH. Yusuf Chudlory.

KH. Yusuf Chudlory menambahkan kalau kamu ikut men-share berita hoax dosanya sama dengan yang menulis. Nahdlatul Ulama organisasi tua lahir tahun 1926, sedangkan Indonesia lahir tahun 1945 jadi NU ikut melahirkan Indonesia, maka NU ikut menjaga NKRI. Ciri-ciri organisasi tua yaitu jembar dodone dowo ususe.

"Dulu ada Islam negeri, Islam terpadu tidak masalah, sekarang ada Islam nusantara kok ada masalah," tutur Gus Candra Malik.

Walisongo tidak pernah sama sekali mengutip dalil/hadits, beliau-beliau berhasil mengolah ayat Al Qur'an atau dalil menjadi tembang, dolanan, tradisi, dan lain-lain, lanjutnya.

H. Hasan Chabibi MT mengajak seluruh hadirin untuk menjaga perdamaian & kesatuan bangsa Indonesia agar tak pecah belah. (Zam)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »