Nasionalisme dan Agama Bukan Pembeda (Harkitnas 108)

8:30 AM
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Pada tahun 2016 ini, kita selaku bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional tersebut yang ke 108.

Dalam sejarahnya, Kebangkitan nasional dimulai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dimana ditandai dengan bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang tidak pernah muncul selama penjajahan berkuasa dan bumi pertiwi ini dikuasai oleh Belanda dan Jepang.

Pada awal berdirinya, organisasi Boedi Oetomo yang digagaskan pertama kali oleh Dr Wahidin Sudiro Husodo ini hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial budaya. Organisasi ini mendirikan sejumlah sekolah yang bernama Boedi Oetomo dengan tujuan berusaha memelihara serta memajukan kebudayaan Jawa. Anggota Boedi Oetomo terdiri dari kalangan atas suku Jawa dan Madura. Namun sejak tahun 1915 organisasi Boedi Oetomo mulai bergerak di bidang politik. Gerakan nasionalisme Boedi Oetomo yang berciri politik disebabkan oleh berlangsungnya Perang Dunia I. Peristiwa Perang Dunia I mendorong pemerintah kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera, yaitu wajib militer bagi warga pribumi.

Dalam perjuangannya di bidang politik, Boedi Oetomo memberi syarat untuk pemberlakuan wajib militer tersebut. Syarat tersebut adalah harus dibentuk terlebih dulu sebuah lembaga perwakilan rakyat (Volksraad). Usul Boedi Oetomo disetujui oleh Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum sehingga terbentuk Volksraad pada tanggal 18 Mei 1918. Di dalam lembaga Volksraad terdapat perwakilan organisasi Boedi Oetomo, yaitu Suratmo Suryokusomo.

Menyadari arti penting organisasi bagi rakyat, maka pada tahun 1920 Boedi Oetomo mulai menerima anggota dari masyarakat biasa. Dengan bergabungnya rakyat biasa ini, menjadikan Boedi Oetomo menjadi sebuah organisasi pergerakan rakyat dengan ditandai oleh pemogokan kaum buruh untuk menuntut kehidupan yang lebih baik.
Sejak tahun 1930, Boedi Oetomo membuka keanggotaannya untuk seluruh rakyat Indonesia. Dengan seiringnya waktu, dalam bidang politik Boedi Oetomo mempunyai cita-cita untuk membuat Indonesia merdeka. Dengan hal ini Boedi Oetomo berubah menjadi sebuah organisasi dengan tujuan nasionalisme.
Add caption

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
Berkaca dari ulasan sejarah singkat Hari Kebangkitan Nasional tersebut itulah kita sebagai Pelajar Nahdlatul Ulama yang sudah jelas memiliki ideologi kebangsaan dan ideologi islam yang jelas, maka mari sambut hari kebangkitan nasional dengan penuh makna.Dengan mambangkitkan jiwa patriotisme, sosialis serta agamis kita, sebagai wujud turut sertanya kita dalam pembangunan negara yang lebih baik.

Dewasa ini isu tentang organisasi underground yang mengatasnamakan faham faham islam yang mengesampingkan rasa nasionalisme banyak sekali merebak. Khilafah islamiyah menjadi jargon mereka dengan mengharamkan ideologi kebangsaan Pancasila. Maka perlu disikapi dengan serius. Apa yang disampaikan Beliau Mbah Hasyim sudah jelas “Antara nasionalisme dan agama janganlah dipertentangkan” karena daripada itu prinsip yang telah diajarkan kiayi sepuh NU “Hubbul wathon minal iman” terasa lebih semerbak akan tumbuhnya cinta kita pada tanah air. Tak rela ada satupun golongan pendatang yang baru baru ini akan mendirikan negara khilafah di bumi nusantara, dan itu menjadi musuh kita. NKRI Harga Mati !!! (ws)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »