Inspirasi Tiada Henti

5:04 PM





Bank Sampah Jati Asri yang berada di desa Jati Kulon RT 03 RW II Jati Kudus menarik untuk ditelusuri. Awal berdirinya bermula ketika Sri Setuni, salah satu warga di desa tersebut merasa tertantang untuk mengolah sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Sri belajar dari ibu-ibu PKK Perumahan Muria Indah Kudus. Sesusai belajar cara mengolah dan mengkreasikan sampah, Sri mengajak warga desa Jati Kulon untuk mulai memberdayakan sampah di lingkungan sekitar. Bersama Lasminingsih dan Sayyidatun, bertiga merajut asa mengurai sampah kotor menjadi barang yang berguna dan layak pakai.

Kesabaran dan ketelitian membuahkan hasil ketika produk yang mereka buat diterima masyarakat. Produk dan harga yang ditawarkan bermacam macam. Dompet dan tempat pensil seharga Rp. 15.000,00, tas dibandrol mulai Rp. 20.000,00 – Rp. 200.000,00, dan tempat tisu sekitar Rp. 35.000,00. Tidak hanya itu, berbagai undangan pelatihan juga mereka terima. Hingga kini, mereka telah 
menularkan ilmu ke desa  Loram Wetan, Pasuruan, Nganguk, Ploso, serta Getas Pejaten. Undangan dari luar kota seperti Rembang pun pernah mereka dapatkan. Rasa bangga tersemat dalam hati atas hasil kerja keras mereka. “Kami merasa bangga karena berhasil mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna, dan dikenal masyarakat luas,” kata Sri. 

Baru baru ini mereka juga memenuhi undangan dari IPPNU PAC Jati pada tanggal 29 Januari 2016, dalam kegiatan keputrian. Dalam kegiatan yang berlangsung di rumah Rekanita Rintan tersebut, para anggota IPPNU PAC Jati mendapat pelatihan dasar cara merangkai kotak pensil dan tas dari sampah plastik bekas minuman instan. Antusiasme terlihat ketika mereka tetap mencoba merangkai sampah plastik tersebut walaupun sulit dan gagal pada awalnya.  “Kami berharap agar pelatihan ini tetap berlanjut, karena mengasah keterampilan dan berdampak positif pada lingkungan,” tutur Nurul Arifah, ketua PAC IPPNU Jati.Bank Sampah Jati Asri sendiri akan terus berproses agar mendapatkan SDM yang terampil dan lepas dari persoalan klise, yaitu finansial.

Ulya Narissa

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »