WASPADA RADIKALIS, KESBANGPOL KUDUS GANDENG PEMUDA NU

7:30 PM
KUDUS, kerjasama Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kudus dengan Pimpinan Cabang NU, IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus gelar seminar Pengembangan Wawasan Kebangsaan untuk pemuda NU Kudus.

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta ini diselenggarakan di Aula Gedung PC NU Kab. Kudus pada Rabu (20/1) kemarin. Delegasi dari PAC GP Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU masing-masing kecamatan se-kabupaten Kudus memadati ruangan.

Kepala Kantor KESBANGPOL Kudus Djati Sholechah mengajak diskusi mengenai pencegahan berkembangnya gerakan organisasi radikalisme seperti adanya organisasi Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) yang ramai diperbincangkan di masyarakat setempat.

“Sebagian dari masyarakat kita sudah krisis ideologi kenegaraan, oleh karena itu mari kita sebagai masyarakat yang peduli bangsa satukan niat untuk mencegahnya. Dan laporkan semua kegiatan organisasi radikalis seperti Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) yang sudah lama eksis di kota ini” Ujarnya pada saat membuka acara.
“Karena, Lanjutnya,  kita sudah beberapa kali kecolongan, jangan sampai keluarga kita yang terkena”

Mendatangkan KANIT V Intelkam Kapolres Kudus, Subkhan, S.H. sebagai narasumber menjelaskan kronologi adanya gerakan teroris yang sedang ramai dibicarakan di media-media massa peristiwa bom yang berada di jalan Thamrin, Jakarta.

Sedang narasumber lain adalah dari akademisi Dr. Abdul Jalil, M.E. menyampingkan tentang adanya pembahasan tentang teroris. Ia justru meminta pihak KESBANGPOL dan peserta melaksanakan kegiatan yang benar-benar memberi solusi atas sebab orang-orang yang berakibat berideologi kurang mapan.

“Sekarang Afif dkk ikut organisasi radikalis, akibatnya mereka menjadi teroris yang rela bunuh diri itu sudah tugasnya kepolisian untuk mengatasinya. Tugas kita seharusnya mencari solusi agar masyarakat mapan dalam ideologi dan mapan dalam ekonomi secara ril. Kalau perlu ubah kurikulum pendidikan.” Tandasnya pada saat mengisi materi.

“Yuk kita sama-sama membenahi semua ini di bidang ekonomi dulu, karena salah satu faktor utama masuknya golongan itu adalah masalah keuangan.” Ajaknya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »