SEMINAR PENDIDIKAN KONGRES, PELAJAR IPNU IPPNU HARUS BERKEPRIBADIAN, AKTIF DAN MANDIRI

9:13 PM
KUDUS-BOYOLALI-(05/12/2015) Dalam seminar pendidikan bertemakan “Menuju pendidikan yang berkepribadian dalam rangka membangun kemandirian bangsa” pada kongres IPNU XVII dan Kongres IPPNU XVII Menteri Riset, teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D. Ak menyatakan bahwa IPNU-IPPNU sekarang telah menjadi garda terdepan dan harapan terakhir bagi generasi pelajar masa depan untuk menjawab persaingan dan tantangan kepemudaan global saat ini.

Generasi pelajar yang berkepribadian, aktif dan mandiri menurut Mohammad Nasir adalah generasi yang tanggap dan sanggup berpikir kreatif dan inovatif saat menghadapi masalah dan mampu memberikan berbagai solusi didalam persoalan, bukan mempersoalkan persoalan tersebut. Selain itu persoalan dunia pendidikan Indonesia saat ini adalah kurangnya karakter kejujuran dalam diri pelajar.

Nasir menganggap Republik Indonesia saat ini masih terdapat sejumlah masalah besar yang harus diselesaikan. Dalam dialog dengan peserta Kongres, Nasir menjawab pertanyan tentang seringnya kasus kecurangan dalam pelaksanaan ujian Nasional pelajar dan Calon Pegawai Sipil (CPNS) serta money politic (politik uang) pemilihan kepala daerah (PILKADA).

Nasir mendorong para pelajar IPNU-IPPNU agar selalu mawas diri serta mampu menjadi teladan bagi pelajar di seluruh Indonesia. “Saya berharap organisasi IPNU-IPPNU saat ini mampu memberikan solusi yang cerdas atas sejumlah persoalan dunia pendidikan serta pelajar di tanah air saat ini, khususnya menumbuhkan kejujuran dikalangan pelajar Nahdlatul Ulama, ujar Nasir”.

Sebelum menutup dialog seminar, Nasir berpesan kepada seluruh pelajar IPNU-IPPNU ditingkat menegah seperti MA/SMA/SMK sederajat agar tetap terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang keperguruan tinggi.

“Sekarang Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah menyediakan berbagai macam beasiswa bagi para lulusan sekolah menengah atas yang berprestasi tapi terkendala biaya. Sekitar 5000 beasiswa telah dianggarkan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan riset serta pengembangan perguruan tinggi saat ini, kata Mohamad Nasir di hadapan peserta seminar yang dihelat di tengah rangkaian kegiatan Kongres IPNU dan IPPNU di asrama haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (5/12) siang”. (INSYAF)



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »