Pendidikan Tak Bermutu Semakin Merambak

9:15 PM
            Berbagai tayangan televisi makin berkembang setiap harinya, mulai dari iklan yang diperbagus sedemikian rupa demi menarik minat pembeli, sinetron yang dibungkus sedemikian indahnya demi menarik penonton untuk menyaksikannya hingga usai.
             Bermacam tayangan dan seperangkatnya dibingkai dengan apik untuk membuat betah penonton, tanpa memedulikan nilai moral atau pesan yang seharusnya terdapat dalam tubuh tayangan. Mulai dari pihak iklan, yang semakin mempercantik promosinya dengan cara meminjam artis yang lagi trend dibubuhi dengan kata manis untuk menarik minat pembeli, tanpa memedulikan sopan tidaknya, baik tidaknya pengaruh bagi masyarakat. Mereka terlalu berambisi untuk memasarkan produknya sebanyak mungkin, agar keuntungan yang besar didapatkannya. Karena ambisi terlalu itulah yang dapat membutakan diri dalam berpikir cerdas, mengiklankan dengan cara cerdik yang berujung pada hancurnya moral siapa saja yang menyaksikan.
            Selain iklan, terdapat film atau sinetron yang dampaknya mengobrak-abrikkan diri yang semula sudah tertanam moral baik, menjadi amburadul. Seperti sinetron yang tayang setiap harinya tentang percintaan remaja yang tidak ada manfaatnya sama sekali, dan ceritanya hanya itu-itu saja. Makin hari tayangan sinetron yang ada memang berubah, namun kenyataanya semua itu masih dalam satu cerita seperti tayangan sebelumnya. Inti ceritanya pun sama, seorang anak remaja yang pacaran tidak disetujui kedua orangtua, dan memperjuangkan cintanya. Atau cinta yang bertepuk sebelah tangan yang mengharuskan tokoh utama berjuang mati-matian memperjuangkan kasihnya. Lalu pesan apa yang dapat diambil dari cerita ‘kosong’ ini? Apa yang mendidik dalam hal ini? Yang ada malah menghancurkan moral anak bangsa, yang seharusnya sudah tertanam apik dalam diri.
            Film yang sedang trend saat ini salah satunya adalah BMX. Sebuah film yang berisi tentang seorang yang jago dalam permainan sepedanya. Film ini berhasil menyedot perhatian pembaca, karena jarang yang bisa melakukan ini. Utamanya anak kecil yang memang kesehariannya tidak terlepas dari mainan unik (sepeda) itu, tertarik untuk mencoba. Tetangga saya, anak berumur 7 tahun terinspirasi dari film tersebut, sampai membuatnya jatuh lebam dan hampir terhempaslah nyawanya. Bersusah payah ia mencoba memainkan sepedanya, tanpa memedulikan nyawanya. Tak henti kedua orangtuanya mengingatkan, berusaha mencegah agar anaknya tidak melakukan hal ‘ekstrim’ itu, tetapi tak ada hasil. Anak sekecil ini memang tidak tahu arti berharganya nyawa, yang ia pedulikan hanyalah bisa dan terlihat sebagai jagoan dimata teman-temannya.
            Sinetron selanjutnya yang sedang trend dan diidamkan hampir semua kalangan, adalah “Anak Jalanan” yang dibintangi oleh tokoh utama Stefan William dan Natasha Willona. Sinetron yang berisi tentang genk motor dan dicampur aduk dengan percintaan diimbuhi pemain yang cantik dan tampan semakin membuat penonton betah untuk duduk santai menikmati rentetan adegan dan melupakan aktifitas pentingnya. Sinetron yang dimulai pukul 18.05 WIB ini, menimbulkan dampak yang buruk bagi penonton. Misal seorang anak yang biasanya sehabis magrib belajar membaca Al-Qur’an sekarang terburu menyaksikan sinetron tersebut. Sinetron yang membuat lupa seseorang terhadap kitab suci Allah, Al-Qur’an!
            Beragam tayangan yang muncul dengan kapasitas waktu banyak seperti dijelaskan diatas, kadang lebih rendah nilainya dibanding dengan tayangan film kartun untuk anak kecil, semisal Upin-ipin, Sarief Carries, dan Sofia The First. Ada yang tayang setiap jam enam pagi (Sofia The First), yang mengajarkan tentang cara berteman yang baik dan berkomunikasi dengan orangtua. Sarief Carries yang mengajarkan tentang pentingnya tolong menolong dengan sesama.
            Signifikansi menayangkan tayangan yang lebih berfaedah untuk anak bangsa saat ini diharapkan kehadirannya. Tayangan yang mampu memupuk kesadaran dalam diri, bahwa kita (anak bangsa) adalah sandaran bangsa untuk memajukan negara kita Indonesia lebih jaya! (Aang RD)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »