PENTINGNYA POLITIK BAGI PEREMPUAN

10:47 PM



Kudus-  Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Jawa Tengah bekerjasama dengan PC IPPNU kabupaten Kudus menyelenggarakan Pendidikan Politik Perempuan yang kali ini diadakan di Kudus. Acara di mulai pukul 14.00 WIB dengan diikuti 30 peserta dari perwakilan delegasi PAC IPPNU sekabupaten Kudus.

Ketua PC IPPNU Kab. Kudus, Futuhal Hidayah, berpendapat bahwa perempuan berperan dipolitik adalah sebuah keharusan. “Berpolitik tidak semua harus laki-laki akan tetapi perempuan juga berhak untuk dipilih maupun memilih.” Katanya dalam sambutan saat pembukaan, di Aula Gedung PC NU Kab. Kudus, Siang (14/11).”

Kegiatan ini mempunyai pesan bahwa perempuan juga ikut andil dalam berpolitik. Seorang perempuan harus bijak dalam memilih pemimpin, cerdas memilih bukan karena material. Menghadirkan nasumber Gus Taj Yasin (Putra KH. Maemun Zubair, Rembang) , Noor Mariya Hidayati, dan Kepala BP3AKP dari provinsi Jawa Tengah. Serta dengan moderator Wahyu Hidayat (Sekretaris PC IPNU Kudus).

Ibu Dewi, kepala BP3AKP provinsi Jawa Tengah. Mengatakan bahwa seorang perempuan harus pintar dalam semua bidang, misalnya bidang sosial atau ekonomi. “Politik tidak selalu berbentuk praktis seperti yang kita lihat diluar sana, melainkan  perempuan juga berperan politik di dalam rumah, seperti proses pengambilan keputusan antara suami dan istri dalam rumah tangga. Ujarnya kepada audien pada saat mengisi materi.

Gus Taj Yasin, menjelaskan tentang luasnya arti kepolitikkan. “Politik merupakan suatu proses dalam menggapai tujuan ataupun keinginan. Seperti politik dalam rumah tangga, yang tidak hanya datang dari suami saja akan tetapi meminta pendapat dari istri untuk mencapainya sebuah tujuan rumah tangga.” Jelasnya narasumber dengan materi pentingnya perempuan dalam politik itu.

Ia juga menerangkan dalam undang-undang dasar nomor 50 tahun 1958 diterangkan tentang politik yang berisi: setiap warga Indonesia perempuan berhak memilih maupun dipilih. “Minimnya minat perempuan dalam berpolitik hanya berjumlah 30% seperti di Dewan Perwakilan Daerah  Kabupaten Kudus (DPD) hanya berjumlah 3 orang perempuan.” Tambah anggota DPR Jateng tersebut.

Senada dengan argumen yang dijelaskan Ketua PC IPPNU Kudus tahun 2007-2009, Noor Maria Hidayati, bahwa Peran perempuan sebagai ibu rumah tangga tak lepas dari 3M (macak, masak, manak), namun perempuan juga sangat berperan dalam politik. “Pendidikan politik itu untuk merubah sikap demi terwujudnya suatu tujuan. Jangan misal seperti pemilihan kepala desa dengan cara serangan fajar atau membagi amplop. Bagi calon kades yang berani mengeluarkan modal pasti menang. Apakah hanya itu yang dinamakan berpolitik?” Jelasnya.

PC IPPNU Kudus sangat bangga bisa bekerjasama dengan BP3AKB Jawa Tengah, pasalnya kegiatan seperti tersebut diharapkan selalu diadakan secara efektif dan efisien, karena sangat menambah motivasi, wawasan dan pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat saat ini. (Sari/mt)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »