Mengapa “HARI SANTRI” ???

1:19 PM



Indosenia Merdeka 70 Tahun silam, 1945 Agustus. Pada usia negara yang baru merdeka tentu masih banyak ancaman dari berbagai pihak terutama bangsa bekas penjajah.

Selang 3 bulan setelahnya, Belanda kembali melaksanakan Agresi Militernya dengan “membonceng” tentara Sekutu Inggris waktu itu. Namun warga pribumi menolak kehadiran penjajah agar jangan sampai Tanah Ibu Pertiwi dijajah kembali oleh Belanda.

Hal inilah yang melatarbelakangi para santri untuk turut berjuang memukul mundur para pejajah yang mendarat di Surabaya. Maka Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa pada tanggal 22 Oktober 1945 yang dikenal sebagai Resolusi Jihad. Fatwa tersebut terdapat 5 butir sebagai berikut;

Pertama resolusi jihad berbunyi; kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus wajib dipertahankan.

Butir ke dua; Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah harus dijaga dan ditolong.

Ketiga; musuh Republik Indonesia yaitu Belanda yang kembali ke Indonesia dengan bantuan sekutu Inggris pasti akan menggunakan cara-cara politik dan militer untuk menjajah kembali Indonesia.

Keempat; umat Islam terutama anggota NU harus mengangkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang ingin menjajah Indonesia kembali.

Kelima; kewajiban ini merupakan perang suci (jihad) dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang tinggal dalam radius 94 kilo meter, sedangkan mereka yang tinggal di luar radius tersebut harus membantu dalam bentuk material terhadap mereka yang berjuang.


“Maka perjuangan para santri tanggal 22 Oktober 1945 tersebutlah yang melatar belakangi moment sebagai Hari Santri Nusantara” Jelas Ketua IPNU Kudus Joni Prabowo dalam acara TURBA II kemarin di Gedung MWC NU Kota. (Wahyu SD/Jp)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »