Memaknai “Sumpah” bagi Yang Muda

10:56 AM
Sumpah adalah kata dimana diucapkan untuk hal-hal tertentu yang bersifat harus. Tak jarang seseorang melakukan Sumpah karena ingin membuktikan hal tertentu, hal lain juga saat memiliki hasrat yang harus dipenuhi kerap seseorang mengucapkan Sumpahnya.

Sumpah dalam Jawa juga merupakan makna suci yang diungkapkan atas pembuktian kedikdayaan seseorang karena memiliki maksud yang besar dan tinggi, maka sebagai pembuktian tersebut para raja dan pemimpin pada masanya melakukan Sumpah-Sumpah demi menjaga nama dan kredibilitasnya. Semisal Sumpah Palapa Patih Gajah Mada.

Sumpah juga sebagai sikap pembuktian atas kasus atau tuduhan yang buktinya samar-samar dan bahkan hampir tidak ada. Seperti halnya Sumpah Pocong, meski dalam islam tidak ada ajaran tersebut, namun sumpah ini merupakan tradisi lokal yang masih kental menerapkan norma-norma adat.

Dalam kalangan profesional juga kita kenal sumpah-sumpah yang tercermin dalam sumpah profesi. Pada profesi-profesi kusus diterapkan sumpah karena profesi tersebut menyangkut kemanusiaan yang tidak dapat disepelekan atau profesi yang menyangkut rahasia-rahasia negara.

Ngegombal juga butuh sumpah lho... seperti yang sering kali seorang lelaki ungkapkan pada calon pasangannya “Sumpah Gue Sayang sama loe...”. Merayu terhadap lawan jenis dan menyampaikan kata-kata untuk berusaha menaklukan seseorang yang dikasihi dalam hidupnya...
Sebuah kesepakatan yang diucapkan secara bersama dan disaksikan kalayak luas bahkan disebar luaskan keseluruh penjuru negri juga memiliki makna Sumpah. Maka sumpah tidak dapat disepelekan maknanya, tidak dapat diremehkan artinya dan jangan sekali-kali mengesampingkan niatnya.

Dalam IPNU IPPNU, ketika kita masuk sebagai anggota, ikrar dan janji juga wajib terucap melalui ritual dan amalan sebagaimana yang kita laksanakan pada pembaiatan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) ikrar dan sumpah tersebut tidak main-main karena selain kita mengucap janji, juga diawali dengan lafal Bismillah dan Syahadat, tak ada kata yang indah untuk mengawali selain 2 hal tersebut. Juga ditutup dengan lafal Lahaula... sebagai pengharapan semoga kita kuat dalam mengucap ikrar dan sumpah sebagai anggota IPNU IPPNU.
Pada Pelantikan pengurus juga nilai kesakralannya tak dapat diragukan lagi. Pembaitan pengurus baru merupakan cara inti pada Pelantikan tersebut. Dengan disaksikan para sesepuh, para tokoh dan halayak ramai, kita juga mengucap ikrar dan janji tersebut dengan dipandu pembaiat yang kurang lebih prosesinya sama pada pembaiat Makesta tadi.

Maka apakah makna sesungguhnya sumpah-sumpah yang telah tercetus pada kejadian kejadian mas lampau kususnya pada negri kita tercinta ini. Dan sumpah-sumpah yang telah dan masih berlaku pada diri kita dan mungkin akan kita laksanakan dimasa yang akan datang. Oleh hal tersebut ulasan-ulasan perlu kita ungkap kembali guna meneladani sikap-sikap baik, sikap cinta tanah air, sikap cinta terhadap sesama dan sikap saling menghormati. Juga guna mengevaluasi hal-hal yang harus kita hindari bilamana hal tersebut dirasa tidak dan kurang pas.



Ikrar para pemuda Indonesia 87 tahun silam yang tercermin dalam 3 butir dikenal dengan “Sumpah Pemuda” Satu Tanah Air, Satu Bangsa dan Satu Bahasa yakni Indonesia. Sumpah tersebut adalah pengharapan suci para kaum muda terpelajar waktu itu ketika dalam masa penjajahan bangsa asing, untuk berikrar dan bersumpah serapah mempersatukan semua wilayah, mempersatukan semua pemuda yang tergabung satu dalam negara Indonesia yang di idam-idamkan atas dasar satu nasib satu penanggungan dan satu rasa, ingin merdeka.
Sumpah Pemuda waktu itu lebih condong memaknai tentang bagaimana bersatu merebut kemerdakaan, nah jika kita refleksikan hal tersebut pada peringatan Sumpah Pemuda ke-87 ini ada beberapa poin yang dapat kita urai. Peringatan Sumpah Pemuda yang ke-87 kali ini mengambil tema “Revolusi Mental Untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “Satu Untuk Bumi””. Sedikitnya ada 2 hal yang dapat kita urai.

Pertama revolusi mental kebangkitan pemuda menjadi penting karena dirasa pola pikir pemuda sekarang telah bergeser seiring perkembangan zaman dan pesatnya teknologi sehingga pemuda sekarang dirasa lebih individualis dan pragmatis. Hal ini jelas adanya karena sistim informasi dan internet telah mendominasi kamu muda dalam bersosial, mereka lebih kerap menghabiskan waktu didepan laptop atau menggenggam hp-nya. Dalam hal kebijakan ekonomi, pemuda juga dirasa harus bangkit dalam rangka meghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) karena dirasa pemuda Indonesia akan mampu menguasai pasar berpijak pada pada Badan Pusat Statisti tahun 2013 yang menyebutkan bahwa angka angkatan kerja kita lebih unggul dari negara-negara lain di Asean. Maka dengan revolusi mental kita harus bangkitkan kembali rasa persaudaraan dan rasa persatuan antar pemuda demi masa depan bangsa dan negara.

Kedua, adalah terkait fenomena pengelolaan Sumber Daya Alam kita yang belum sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Sebagai Negara tropis, Indonesia menjadi tumpuan dunia untuk menjaga keseimbangan iklim melalui pasokan oksigennya. Namun, hari ini justru kita menjadi Negara yang menyumbang polusi terbesar di kawasan Asia Tenggara melaui kabut asap. Kita sendiri sudah merasakan dampaknya. Dampak kesehatan adalah yang paling nyata. Selanjutnya, dampak perekonomian akibat system transportasi yang tidak bisa berjalan dengan baik. Dan melalui Aksi “Satu Bumi” lah langkah yang dapat kita lakukan.

Akhirnya, atas nama PC IPNU IPNNU Kab. Kudus mengucapkan SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA KE-87, Melaui Revolusi Mental Pemuda kita harapkan lahir generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan bangsa dan negaranya berlandaskan Faham Ahlussunah Wal Jamaah. Rela berkorban menanggalkan ego masing-masing demi kepentingan yang lebih besar, yaitu INDONESIA, seperti yang pernah dilakukan oleh pemuda pendahulu kita. Inilah tanah air kita, bumi kita inilah masa depan kita.

(Wahyu Hidayat/ Sekretaris IPNU Kudus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »