IPPNU KOTA GELAR DISKUSI KAUM HAWA

12:36 AM
Kota – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kota Kudus ajak pelajar kaum hawa berdiskusi.

Disadari atau tidak pada zaman ini telah terjadi perubahan tata nilai kehidupan manusia yang penyebab utamanya adalah globalisasi. Diantara segi positif dan negatif globalisasi, masyarakat diharapkan mampu menyeleksi dan menyesuaikan dengan budaya bangsa. Serta dapat memposisikan diri sesuai perannya masing-masing. Terutama untuk perempuan yang mempunyai banyak peran.

Hal tersebut membuat PAC IPPNU Kota Kudus mencanangkan sebuah agenda yang khusus diikuti perempuan yakni Diskusi Kaum Hawa yang bertemakan "Pentingnya Peran dan Akhlak perempuan dalam era globalisasi". Diskusi ini diselenggarakan hari Jum’at (21/08), di SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus. Diikuti oleh lebih dari 70 pelajar putri perwakilan ranting dan komisariat se-kecamatan Kota Kudus. Serta mengundang perwakilan PAC IPPNU sekabupaten Kudus.

Suasana acara terasa semangat dengan menghadirkan empat narasumber berkompeten dari berbagai bidang yang hadir dalam acara. Salah satunya yakni Hj. Hidayati sebagai Ketua PAC Muslimat NU Kota Kudus.

Wanita pejuang NU sejak mudanya, sebagai narasumber, memaparkan tentang peran seorang wanita memang penting dalam membangun masa depan keluarga. "Peran pendidik yang awal dan utama adalah dari seorang ibu, tak hanya itu seorang wanita juga menjadi tiangnya negara, tulang punggung negara. Jika wanita di negara tersebut baik, kokohlah bangunan negara tersebut" Papar ibu Hj. Hidayati.

Senada dengan wanita yang menjadi seorang pendidik, mantan ketua PC IPPNU Kudus 1993-1996, Khamidah, S.Ag. menyampaikan pendapatnya bahwa moral dan akhlak adalah pendidikan yang  utama. "Pendidikan yang terpenting terletak pada pendidikan moral dan akhlaknya, kita harus menanamkan akhlakul karimah dimanapun dan semampu kita." Kata pembina PAC IPPNU Kota Kudus dihadapan audien.

Noor Hidayah (Ketua PC IPPNU Kudus 2000-2002), bersemangat dalam paparannya berharap generasi wanita muda harus berani jadi pemimpin sejati. "Sekarang tak ada batasan untuk wanita yang ingin menjadi pemimpin, memang seharusnya perempuan tak harus selalu menjadi makmum, kadangkala harus pula berada disamping dan didepan.” Katanya.

“Jangan jadi seorang perempuan yang lemah, ketika seribu orang menyatakan kamu bisa itu sudah biasa tapi ketika dirimu sendiri menyatakan kamu tak bisa maka kamu akan binasa." lanjut nasehat narasumber yang ketiga itu.

Ungkapan dari narasumber keempat, ibu dari Binta Athivata Tabriez (AKSI Junior), menegaskan penampilan seorang muslimah wajib diperhatikan. "Allah telah memerintah dengan jelas dalam kalam-Nya bahwa seorang muslimah yang bertaqwa haruslah menutup auratnya sesuai dengan syari'at, wanita dengan akhlakul karimah itu akan menjadi kekuatan dan wanita yang berakhlak tidak baik akan menjadi kehancuran. Kata Hj. Nujumul Laili kepada peserta.

“Keturunanmu, lanjutnya, itu akhlaknya cetak dari sekarang, jika kamu terus memperbaiki diri Insya Allah keturunanmu juga akan baik." pungkas istri pemilik Mubarok Food tersebut.
Disambungnya acara dengan sesi tanya jawab membuat audien semakin betah membahas problematika yang sering dialaminya. menjadi wanita yang hidup di zaman yang modern ini memang ekstra hati-hati. Perubahan budaya yang serba instan membuat tantangan wanita kedepan yang menjadi topik pembahasan.

Pada intinya wanita itu mempunyai peranan terpenting dalam kehidupan oleh karena itu wanita harus berhati-hati dalam melangkah, wanita harus pintar, wanita harus jadi panutan, harus jadi idola minimal idola dari buah hatinya sendiri. (Ade/Ilma)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »