Pendidikan Kenabian Ditemukan Pada Sekolah NU

9:05 AM
KUDUS, nukudus.com – Pendidikan Nabi Muhammad SAW adalah pendidikan yang bertujuan membangun dan membentuk akhlaqul karimah yang membawa rahmat bagi alam semesta. Pendidikan Nabi mencakup aspek kehidupan manusia dan hasilnya memenuhi standar kompetensi menurut UU, yaitu pengetahuan, sikap dan ketrampilan.
“Pendidikan kenabian ini  ditemukan pada seluruh sekolah atau madrasah di bawah naungan lembaga pendidikan NU melalui mata pelajaran ilmu Agama, Fqih dan Tauhid.” kata Mustasyar PCNU Kudus KH. Muslim A Kadir dalam acara Dialog interaktif yang bertemakan “Lahirnya Pemimpin Agung, Membawa Pengaruh Besar dalam Dunia Pendidikan dan Etika Moral” yang diselenggarakan Forum Komunikasi antar Pimpinan Komisariat (FORKAPIK) IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus, Senin (27/2).
KH Muslim menambahkan Lembaga pendidikan di bawah naungan NU yang memiliki kelebihan dan keunggulan berbasis agama. Termasuk pula mata pelajaran yang diajarkan semuanya bernilai ibadah karena pendidikan umum seperti IPA, IPS dan lainnya di sekolah agama menjadi bagian dari agama.
Saat sesi dialog, seorang siswa SMA NU Al-Ma’ruf Kudus Abdullah Marzuki melontarkan pertanyaan mengenai kecenderungan, ketidaktertiban dan ketidakdisiplinan yang dirasa banyak dilakukan oleh kalangan pelajar dinaungan pendidikan islam dibanding dengan pelajar di sekolah umum.
Dalam tanggapannya KH. Muslim menawarkan trik jitu mengutip dari dialog antara Nabi Muhammad dan Malaikat, yaitu ‘Ihsan’ “Beribadahlah seakan-akan Allah melihat kita, dengan begitu kita akan terasa malu untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran seperti itu. Mulailah dari kita sendiri,” paparnya
Menanggapi sekolah unggulan yang memprioritaskan pelajaran umum dibanding agama sebagaimana pertanyaan Lailatus Sa’adah (siswi MA NU Banat Kudus), KH. Muslim mengatakan  pelajaran agama perlu didorong dengan ilmu yang berbasis ketrampilan sehingga tidak hanya sebatas mengajarkan pengetahuan saja.
Ia mencontohkan aqidah, tauhid tentang sifat-sifat Allah, seperti Nafsiah, Salbiah, Ma’ani dan Ma’nawiyyah, keempat-empatnya ini perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibaratnya seorang pelajar yang tidak dibekali ilmu agama sama seperti diberi fasilitas motor.  Semakin ia naik sepeda, semakin ia lupa, begitu juga sebaliknya. Dengan dibekali ilmu agama, semakin ia naik motor, semakin ia ingat Allah, dan akhirnya ia semakin bersyukur.”tandasnya.
Dialog interaktif yang menjadi kemasan  acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bertempat di Gedung NU Kabupaten Kudus. Hadir dalam acara ini  Habib Husein Al Jufri, Pengurus PC IPNU-IPPNU Kudus dan 150 siswa-siswi delegasi dari Pimpinan Komisariat dan OSIS sekolah dan madrasah se-Kabupaten Kudus yang masing-masing delegasi mengirimkan 2 siswa. (noviana zulfa/adb)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »