Gema Seratus Terbang Warnai Kesejukan Bumi Rahtawu

8:58 AM
Gebog,nukudus.com — Mendung pada Ahad sore (19/2) masih selimuti bumi Rahtawu. Rinai gerimis terus membasahi jalanan desa pegunungan . Hawa cukup dingin disusul kabut putih yang perlahan menebal.
Tak seperti biasanya, Balai Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kudus nampak ramai. Ruang aula balai desa yang tak cukup besar itu tak mampu menampungnya.  Ratusan pasang bibir mereka pun kompak melantunkan sholawat kepada Manusia terbesar sepanjang sejarah, Nabi Muhammad SAW.
Uniknya, lantunan sholawat ini dilakukan dengan cara yang sedikit berbeda. Diiringi tabuhan terbang (alat music semacam perkusi)  yang dimainkan hampir ratusan  anak muda NU  Kecamatan Gebog.
Mereka berasal dari seluruh desa se Kecamatan Gebog. Tak ada yang membayar. Motifasi mereka hanya satu, mengekspresikan kecintaan pada Nabi melalui seni.
Ya,suasana penuh kegembiraan itu terlihat dalam acara peringatan maulid nabi yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog bersama PC Fatayat NU Kudus, PAC Ansor Gebog yang bertajuk Pengobatan Gratis dan gema maulid seratus terbang.
Menurut Ketua PAC IPNU Gebog Saifudin Bachri, selain sebagai peringatan Maulid Nabi, gerakan seratus terbang ini memang sengaja dilakukan untuk menumbuhkan kebersamaan antar penabuh terbang se kecamatan gebog. “Agar mereka ada kebersamaan,” ujarnya.
Gerakan Seratus Terbang sendiri, merupakan wujud dakwah melalui seni tradisi. “Kegiatan seratus terbang ini sebagai wujud cinta kami kepada Nabi yang diekspresikan melalui seni Islami,” ungkap pria yang memiliki sapaan akrab Saifudin atau Ucil ini.
Secara terpisah, Wakil Ketua PC IPNU Kudus Wahyu Setiadi mengungkapkan, kegiatan seratus terbang ini menyuguhkan sajian makanan tradisonal yang dibuat dari tanaman hasil bumi Rahtawu.
“Untuk pelaksanaan kegiatan seratus terbang, kami ingin sedikit beda dengan menyajikan makanan tradisional yang semua terbuat dari ketela,” jelas Wahyu yang juga bertindak sebagai panitia ini.
“Makanan tradisional ini disiapkan oleh anak-anak putri (IPPNU). Jadi bukan dari membeli,” tambahnya penuh bangga.
Kegiatan ini diawali dengan pengobatan gratis di pagi harinya. Pengobatan ini kami persembahkan untuk warga Rahtawu secara gratis. “Kami yakin kegiatan sangat bermanfaat. Sebab, masyarakat banyak yang terserang penyakit,” ungkap Ani Mukhoyaroh aktifis Fatayat Gebog.
Dia juga menyampaikan antusias masyarakat juga sangat tinggi. “Hal ini terbukti dengan besarnya antusias warga untuk datang berobat ke lokasi,” tambah Ani.
Selain ratusan penduduk desa Rahtawu, acara ini dihadiri seluruh Banom NU kecamatan Gebog. Djati Sholehah selaku Camat Gebog pun ikut hadiri kegiatan ini.
Sementara itu, Saifudin juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan silaturahim antar Banom NU di Gebog. “Semoga kerja bareng Fatayat, Ansor dan IPNU IPNU ini dapat merekatkan silaturahim,” harapnya. (Rcm)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »