PC NU Pring Sewu Lampung Kunjungan Kudus

10:18 AM
Kudus, NU Online
Berupaya untuk meningkatkan kualitas organisasi, rombongan PCNU Pring Sewu Provinsi Lampung mengadakan kunjungan study banding ke Gedung PCNU  Kudus yang beralamat di jalan Pramuka 20 Kabupaten Kudus Senin (16/1).
Rombongan yang berjumlah tujuh orang itu diterima pengurus harian PCNU Kudus kemudian mereka saling tukar informasi kondisi perkembangan organisasi  di daerah masing-masing.
Ketua Tanfidziyah PCNU Pring Sewu Mahfudz Ali  mengatakan NU Kudus merupakan barometer NU Jawa Tengah termasuk masyarakatnya masih kental dengan ke-NU-annya. Sementara di perkotaan Pring Sewu yang masyarakatnya majemuk  sudah mulai kehilangan ajaran maupun amalan NU seperti Sholawat.
“Masyarakat kami sangat majemuk, di pedesaan masih NU, tapi di perkotaan sudah mulai kehilangan sholawat. Makanya kami berkunjung ke Kudus karena NU disini memiliki basis massa nahdliyyin yang kuat, ” tuturnya.
Rombongan PCNU Pring Sewu juga menanyakan keberadaan LP Ma’arif Kudus yang mampu mengayomi puluhan madrasah dan sekolah di Kudus.
“Di Pring Sewu banyak sekolah yang pendirinya orang NU tapi belum mau bergabung dengan Ma’arif dan hanya beberapa sekolah saja yang bersedia,” jelas salah seorang pengurus NU Pring Sewu.
Kehadiran PCNU Pring Sewu ini mendapat sambutan baik dari Ketua PCNU Kudus KH Khusnan Ms. Mengawali sambutannya, Chusnan mengatakan PCNU Kudus sedang melakukan upaya peningkatan kualitas sumber daya NU yang dinilai kurang dengan membangun balai diklat NU.
“Saat ini masih proses penyelesaian gedung diklat lantai dua yang nantinya sebagai sarana peningkatan SDM NU,” katanya.
Terkait keberadaan LP Ma’arif NU Kudus, KH. Khusnan menjelaskan kemajuan lembaga yang mengurusi pendidikan ini tidak terlepas melalui proses yang panjang.
“Dulu kita sempat mengumpulkan dana Rp50,- dari siswa-siswa dari Madrasah Banat dan SMA Al Ma’ruf untuk membantu sekolah atau siswa NU yang kurang mampu,” kenangnya.
Ia berkisah dari dana itu sempat digunakan untuk membelikan almari untuk sekolah yang memang membutuhkan, untuk mengadakan bimbingan administrasi, dan membuatkan stempel.
“Alhamdulillah sekarang kita sudah mendapat kepercayaan dari madrasah ataupun sekolah di Kudus,” tambah KH Khusnan.
Dari sisi ekonomi, PCNU Kudus mendapat pujian karena telah memiliki  Koperasi Warga NU yang telah berkembang . “Kami merasa bangga Koperasi di Kudus berjalan baik dan mampu menembus angka 5 M. Padahal kami pernah mendirikan koperasi masyarakatnya malah lebih suka minjam tapi enggan untuk mengembalikan,” tutur pengurus Pring Sewu.
Direktur Koperasi Warga NU (Kowanu)  Kudus Gunari menjelaskan jalannya koperasi ini dikembangkan secara professional. “Masyarakat kami juga lebih suka meminjam, tapi kami berkomitmen untuk menariknya secara disiplin,” terangnya.
Dikatakan Gunari,pendirian Kowanu sempat menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi riba namun setelah melalui proses kajian akhirnya konsep dan format yang dikembangkan sesuiai syariat Islam.
“Di awal pendirian kami mampu menembus angka 1 M dan sekarang telah mampu tembus hingga angka 5 M,” jelasnya.
Diakhir pertemuan KH Cusnan berpesan pada PCNU Pring Sewu untuk tak usah merisaukan bagaimana hasilnya tapi pada proses yang dijalani.
“Allah akan melihat prosesnya dan janganlah memikirkan hasil. Masalah hasil itu urusan Allah, yang penting ikhtiar,” tuturnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »